Drop

Drop
Bab.42


__ADS_3

Kembali ke tempat Annchi berada.


'Sudahlah. Merepotkan jika meladeni orang tua sepertimu.' Ucap Annchi yang tidak ingin berdebat.


Namun, di saat SM(ini author pakai "SM" aja ya, sebagai singkatan dari "Suara Misterius") ingin menjawab ucapan Annchi, tiba tiba saja Gio dan Jia datang tepat di hadapan Annchi.


"An an!" Ucap mereka berdua bersamaan.


"Hm?" Jawab Annchi.


"Apa kau baik baik saja? Apa kau terluka? Apa para manusia di kekaisaran Nuvoleon mengganggu mu?! Apa..." Dan masih banyak lagi pertanyaan yang di lontar kan oleh Gio dan Jia.


Sedangkan Annchi? Dia hanya bisa menggangguk dan menggelengkan-kan kepalanya dengan wajah datar. Seolah olah kesal dengan pertanyaan Gio dan Jia.


"Kalian berdua cukup-! Bukankah aku menyuruh kalian untuk menjaga para manusia itu agar tidak berisik?!" Sela Cayo sambil menarik Gio dan Jia menjauh dari Annchi.


Pertanyaan Cayo tentu saja membuat Gio dan Jia terdiam. Dan saling menatap satu sama lain dengan tatapan canggung. Dan karena kecanggungan yang di perlihatkan oleh Gio dan Jia, Cayo menjadi curiga dan mengerutkan dahinya.


"Sudah, Jangan bertengkar" -Chia menenangkan Cayo.


"Kalian ini..."


.


"Jika kalian ingin bertengkar di tempat lain saja. Aku tidak ingin menonton pertengkaran kalian. Itu membuang buang waktuku." Sela Annchi dengan tegas.


Kemudian, setelah mengatakan hal tersebut, Annchi langsung pergi meninggalkan mereka dan kemudian menuju tempat di mana orang² berada.


"Berisik sekali.." gumam Annchi dengan wajah kesal.


Sedangkan di tempat Chia dan yang lainnya, mereka syok berat(ga syok kok author cmn bercanda). "An an meninggalkan ku karena itu salah mu tau!!!" bentak Cayo dengan kesal.

__ADS_1


"Hah?? Bukankah kau yang terlebih dahulu menarik kami huhh?!!" Jawab Gio yang juga ikut kesal sambil mengeluarkan aura mengintimidasi miliknya.


Begitu juga dengan Cayo, di saat Gio mengeluarkan aura mengintimidasi miliknya, dia juga ikut mengeluarkan aura mengintimidasinya dan kemudian...


Mereka berdua hampir bertarung.


Hampir? Kenapa harus hampir? Itu karena Chia dan Jia yang menghentikan mereka berdua.


"Berhenti."


"Apa kalian ingin terus terusan berada di sini, sedangkan membiarkan Annchi mengamuk di depan rakyat?" Ucap Jia sambil menarik Gio. Begitu juga dengan Chia.


"Ah..! Benar juga!! An an!!" Ucap Cayo yang tersadar dan kemudian melesat ke tempat Annchi. Di ikuti oleh Gio,Chia,dan Jia.


___________________________


"An an!!! Aku akan mengurus mereka untukmu! Kamu tenang saja!!" Ucap Cayo memegang pundak Annchi.


.


"Tidak Cayo. Kau salah paham."


"Aku hanya ingin membuat mereka diam." Jawab Annchi dengan wajah datar.


"Itu sama saja An an!!"


.


"Jika kau membunuh mereka, tidak akan ada lagi orang yang mau tinggal di sini!!"


.

__ADS_1


"Dan lagi, kau harus menjaga citramu sebagai kaisar yang baik hati dan menawan!" Ucap Cayo menyakinkan Annchi.


"Bohong." -Annchi.


.


"Lagi pula, saat ini aku tidak ingin membunuh mereka." Ucap Annchi sambil menyingkirkan wajah Cayo yang berada tepat di depan wajahnya.


"Saat ini?..." -Gumam Cayo.


.


"Itu berarti suatu saat kau akan membunub mereka?? Begitu?!!" -Lanjutnya.


"Hm? Tidak." -Jawab Annchi.


"Hah?..."


.


'Huft..Aku sama sekali tidak mengerti pemikiran mu An an..' Batin Cayo sambil menghela nafas berat.


Tak lama kemudian, setelah Annchi membuat semua orang diam, Jia,Chia,dan Gio datang tepat di depan Annchi.


"Yo!" Ucap Chia yang tersenyum menggoda.


"Wajahmu menjijikan. Enyahlah." Ucap Annchi yang menusuk hati Chia.


"U-ugh.. kamu sangat jahat.." Ucap Chia sambil memegang dadanya.


"Ha?....

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2