Eleanor Hasrat Sang Penguasa

Eleanor Hasrat Sang Penguasa
Bab 34 - Seperti Sebuah Isyarat


__ADS_3

Eleanor sudah mengatakan kepada sang Mommy bahwa hari ini dia akan pulang terlambat. Dia masih ingin merayakan kelulusannya bersama Priska dan Haldez.


Hampir menjelang makan malam wanita cantik itu baru tiba di rumah.


Cukup terkejut saat melihat banyak mobil di halaman rumahnya.


"Apa sedang ada acara di rumahmu El?" tanya Haldez, masih ada Priska juga di dalam mobil itu. setelah mengantarkan Eleanor barulah Haldez akan mengantarkan Priska pulang.


"Seingat ku tidak ada, mommy juga tidak bicara apapun padaku."


"Mungkin sekarang seluruh keluargamu berkumpul untuk merayakan kelulusan." Priska coba ambil kesimpulan.


Namun Eleanor hanya mampu mengerutkan dahinya menatap bingung, mobil yang terparkir di sana nampak asing bagi dia, Eleanor tidak melihat mobil milik Paman Austin di antara deretan mobil-mobil itu. Austin adalah paman Eleanor.


"Entah lah, aku turun dulu ya, kalian tidak mau masuk dulu."


"Tidak ah, takut," Priska yang menjawab. Ramai begitu membuatnya merasa tidak enak hati.


Dan Haldez setuju. "Kami langsung pulang saja."


"Baiklah." balas Eleanor. Dia melambai saat mobil itu perlahan keluar dari halaman rumahnya.

__ADS_1


Dengan langkah sedikit ragu Eleanor masuk ke dalam rumah. Terdengar suara cukup riuh di ruang tengah.


Deg! jantung Eleanor seketika berdenyut nyeri, dunia seperti berhenti berputar untuknya. Dari suara berisik yang ada di sana, hanya denting jam dinding yang mampu dia dengar dengan jelas.


Ketika melihat Arthur ada disana, bertukar sapa dengan sang ayah.


Arthur datang, dia kembali.


"El, dia adalah Arthur Heil, daddy mengundangnya untuk makan malam disini." terang mommy Arra.


Oohh.


Dalam sekejap harapan musnah.


Arthur Heil benar-benar keturunan keluarga Heil. Selama ini pria itu ada Austane, menjalani pendidikan, pekerjaan dan kini menggantikan sang ayah. Karena itulah namanya mulai dikenal dunia.


"Berikan salam padanya El," ucap mommy Arra.


Eleanor maju beberapa langkah hingga berdiri tak tak jauh dari pria itu.


"Selamat malam Tuan Art, nama saya adalah Eleanor Harold, selamat datang di New Kingston."

__ADS_1


"Wajah mu seperti tidak asing Nona, apa kita pernah bertemu?"


Eleanor langsung mendelik, jangan sampai mommy dan daddy tahu tentang kepergian dia ke Austane saat itu.


Bisa-bisa mommy Arra dan Daddy Erzan akan kembali bersedih, berpikir bahwa dia belum bisa merelakan Art.


"Tidak Tuan, Kita belum pernah bertemu sebelumnya, mungkin, mungkin wajahku saja yang pasaran."


"Tidak, ingatan ku tidak mungkin salah, sepertinya aku pernah melihat mu saat_"


"Ahahaha, anda benar-benar lucu Tuan," Eleanor mendelik, semakin lebar seperti sebuah isyarat agar pria ini diam. Tawanya pun terdengar sangat hambar.


"Apa kalian pernah bertemu El?"


"Tidak Dad, bertemu dimana? ini adalah pertemuan pertama kami." untungnya Eleanor sudah mengembalikan berkas tentang Arthur Heil ke meja kerja sang ayah sebelum daddy Erzan menyadarinya.


Eleanor kembali menatap Arthur Heil yang kedua mata yang mendelik.


Dan tatapan Eleanor yang saat ini membuat Arthur menyadari 1 hal, wanita itu memang ingin ingin menyembunyikan tentang pertemuan mereka.


Ya, Arthur mengingat dengan jelas mereka berdua memang pernah bertemu. Di Austane saat perjamuan makan malam Tuan George.

__ADS_1


Arthur tersenyum miring, wanita ini tidak hanya cantik, tapi juga menarik.


__ADS_2