Eleanor Hasrat Sang Penguasa

Eleanor Hasrat Sang Penguasa
Bab 42 - Menikah lah Denganku


__ADS_3

Eleanor keluar dari mansion itu dengan tergesa. Dalam hatinya terus menggerutu banyak hal.


Kenapa pria itu tidak mati saja?


Kenapa dia yang harus repot untuk memanggil dokter.


Harusnya saat Eleanor tiba di mansion ini pria itu sudah mati, maka semuanya akan jadi lebih mudah.


Masuk ke dalam mobilnya Eleanor seketika dibuat terkejut saat melihat Haldez sudah duduk di kursi kemudi.


"Hald!!" pekik Eleanor, dia jadi seperti Priska yang gampang kaget. Reflek memukkul Hald dengan kuat, pria itu malah tertawa.


"Masuklah ke mobil, aku yang akan mengemudi," ucap Haldez setelah tawanya sedikit reda.


Eleanor menurut, di membuka pintu di sebelah sana dan duduk di samping Haldez.


"Kenapa kamu datang?"


"Sejak kamu keluar dari rumah, wajah mu nampak murung."


Eleanor terdiam.


"Aku sebenarnya tidak suka melihat Arthur Heil itu, apa dia memperlakukan mu dengan buruk?"


Eleanor masih diam.


Sampai ada jeda yang digunakan hening untuk masuk. Sementara Hald terus mengemudikan mobilnya. Tidak memaksa Eleanor untuk bercerita.


Tapi diamnya Eleanor itu, sudah mengisyaratkan sesuatu yang tidak baik.


Sampai akhirnya mobil mereka berhenti di lampu merah, dan saat itu akhirnya Eleanor buka suara ...


"Hald."

__ADS_1


"Ya, sudah ingin menceritakannya padaku?"


"Aku ingin pergi, jauuuuh sekali, New Kingston terasa penuh luka untuk ku."


"Jadi bagaimana? kita menetap di hutan Arimba?"


Eleanor tertawa pelan.


"Itu bukan hal yang buruk."


"Tapi bagaimana dengan daddy Erzan, bagaimana dengan Aston dan mommy Arra? kamu siap meninggalkan mereka?"


Eleanor terdiam, kini Hald malah membuatnya ragu.


"Kamu membuatku semakin pusing Hald."


"Mau tau apa solusinya?"


"Apa?"


Eleanor terdiam.


Mereka saling pandang dengan tatapan yang entah.


Sejak dulu, Haldez sudah menaruh rasa pada Eleanor. Kata orang mungkin itu namanya cinta di pandangan pertama.


Karena itulah hingga kini dia masih bertahan di sisi wanita ini, selalu berada di Garda terdepan untuk melindungi. mengupayakan apapun untuk memberikan yang terbaik bagi Eleanor.


Haldez tahu, jadi manusia adalah sesuatu hal yang tidak mungkin dia gapai. Tapi Haldez juga tahu, jika Eleanor bisa mencintai seekor siluman.


Hanya bersama Eleanor, Haldez merasa di terima.


Cukup lama mereka saling pandang sampai akhirnya buyar saat mendengar suara klakson dari belakang mobil Mereka ternyata lampu sudah berubah jadi hijau.

__ADS_1


Haldez memutus tatapan itu dan segera melajukan mobilnya kembali.


"Kamu mau kemana? kantor atau pulang."


Eleanor terdiam, karena seketika dia pun gamang.


Tapi selama ini Eleanor tidak pernah kabur, dia selalu bertahan di New Kingston.


Namun keberadaan Arthur Heil di kota ini benar-benar membuatnya ingin lari.


Dan satu-satunya jalan yang dia lihat dari kehampaan itu hanyalah Haldez.


"Hald."


"Hem."


"Maafkan aku."


"Kenapa?"


"Aku akan jadi orang paling jahat di dalam hidupmu."


"Kenapa bicara seperti itu?"


"Karena kamu seperti tempat pelarian untukku."


"Jadi bagaimana? kamu mau kita menikah?"


Eleanor sangat ragu untuk menjawabnya, namun kemudian dia menganggukkan kepalanya kecil sebagai jawaban.


Hald tersenyum dan membuang nafasnya lega.


"Sebelum pergi, Priska harus tau ini semua," ucap Hald dan Eleanor setuju.

__ADS_1


Pagi menjelang siang itu, Eleanor tidak pergi ke kantor. Bersama Hald mereka menghadap daddy Erzan dan mommy Arra.


Mengatakan tentang niat pernikahan mereka.


__ADS_2