Eleanor Hasrat Sang Penguasa

Eleanor Hasrat Sang Penguasa
Bab 44 - Apa Artinya Semua Pengorbanan ini?


__ADS_3

Arthur memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Eleanor. Malam ini juga dia harus menemukan wanita itu.


Benang Kusut yang selama ini membelenggu hubungan mereka berdua harus terurai.


Arthur tidak ingin menunda, tidak ingin jarak semakin jauh memisahkan mereka berdua.


"Tuan, mereka berada di gedung Hall Clarke."


CHIITT!! Arthur kembali menekan pedal remnya dengan mendadak, sampai mobilnya berputar di jalanan. beberapa pengendara yang terkejut pun ikut menekan rem dengan mendadak. keributan sempat terjadi di jalanan malam itu.


Tapi Arthur tidak memperdulikan semuanya, Dia berpindah jalur dan menuju tempat yang di laporkan oleh Khaled.


Gedung Hall Clarke. Gedung pernikahan yang hendak disewa oleh Eleanor.


Berlari tanpa tujuan, Arthur membuka satu persatu pintu ballroom. Tiap lantai dia datangi hingga keringat nampak jelas di tubuhnya.


Tubuh Art sebenarnya masih lemas, namun dia forsir untuk mengeluarkan semua tenaga.


Sampai akhirnya di lantai ke 3, ballroom nomor 1, dia melihat 3 orang itu ada di dalam sana.

__ADS_1


Eleanor, Haldez dan Priska.


Menatap ke arah Altar seolah menyusun rencana untuk pernikahan nanti, namun ketika mendengar suara pintu yang dibuka dengan kasar ketika orang itu pun segera menoleh ke belakang.


Melihat Arthur Heil berdiri di sana dengan nafas yang terengah-engah.


Eleanor merasa takut, dia memeluk lengan Hald.


"El, aku adalah Art," ucap Arthur disisa-sisa tenaga yang dia punya. kini telah berdiri tepat di hadapan Eleanor, Priska dan Haldez.


Priska dan Haldez tentu merasa sangat terkejut ketika mendengar hal itu. Sementara Eleanor tidak, Arthur Heil sudah berulang kali mengatakan padanya, tapi Art-nya tidak seperti itu.


"Jaga bicara mu, jangan mengusik orang yang sudah mati."


"Cukup! terserah mu mau bicara apa. lebih baik kita semua pergi dari sini," putus Eleanor, dia pun memeluk lengan Priska. Dan menarik mereka berdua untuk segera keluar dari ruangan ini. meninggalkan pria gila itu sendirian.


"Hutan Arimba," ucap Arthur, sebuah ucapan yang akhirnya berhasil menghentikan langkah kaki Eleanor.


Arthur Heil tidak akan mengerti apapun tentang hutan itu.

__ADS_1


"Permatta succi di jurang kegelapan, ular dan singa," lirih Arthur.


"Hujan di taman kota, 3 menit saja." timpalnya lagi dengan suara yang sangat lirih, kenangan inilah yang sekuat tenaga dia pertahankan. satu-satunya yang paling berharga di dalam hidupnya. Tentang Eleanor yang sedikitpun tidak ingin dihapus.


Sampai menempuh jalan yang begitu menyakitkan. Namun Semua rasa sakit itu seperti lunas tiap kali dia mengingat tentang kenangan manisnya.


Dan kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut Arthur, membuat tubuh Eleanor bergetar.


Hujan itu adalah rahasianya dengan Art. Jurang kegelapan adalah tempat dimana mereka pertama kali bertemu.


Arthur Heil tidak akan mengetahui hal itu, bahkan Priska dan Haldez juga tidak tahu, yang tahu hanyalah Art.


Perlahan Eleanor melepas pelukannya pada lengan Priska dan Haldez, dia berbalik menatap Arthur Heil.


"Maafkan aku El, kembali ku tidak dengan cara yang baik." Arthur seketika itu juga bersimpuh di hadapan Eleanor, menjadikan kakinya sebagai tumpuan.


Telah banyak hal yang terjadi dan dia hanya ingin Eleanor kembali, jika wanita itu memutuskan untuk pergi, jadi apa artinya semua pengorbanan ini?


"Aku mohon El, maafkan aku, ayo kita menikah lagi."

__ADS_1


Eleanor tergugu.


Hanya air mata yang keluar sebagai jawaban.


__ADS_2