
Setelah mendapatkan restu daddy Erzan dan mommy Arra, kini Eleanor dan Haldez menghadap pada Priska.
Gadis cantik berambut pirang itu menangis.
Berulang kali dia mengucapkan kata maaf pada Eleanor.
"Maafkan aku El, ini semua pasti salahku, aku pernah berkata bahwa jodohmu adalah seekor siluman Rubah Ekor 9. dan ternyata kalimat candaan itu didengar oleh Tuhan." Priska menangis, sumpah dia menyesal bicara seperti itu.
Bukan benci pada Haldez, tapi tak kuasa melihat takdir sang sahabat.
Haldez bahkan langsung memeluk Priska dan Eleanor secara bersamaan.
"Bagaimana jika aku menikahi kalian berdua saja?"
"Hald!!" Priska menjawab paling kuat. Sementara Eleanor tertawa dengan air bening yang keluar dari kedua matanya.
"Sepertinya itu bukan hal buruk Hald," balas Eleanor.
"Elll!!" pekik Priska pula, malah jadi bahan bulan-bulanan.
Jam 3 sore keadaan Arthur telah sangat membaik, dia ingin menemui Eleanor dan mengakui semuanya.
Bahwa dia adalah Art, bahwa ada beberapa hal yang tak bisa dia bagi untuk bisa kembali ke dunia ini.
Jam 4 sore tepat, Arthur sudah tiba di rumah wanita itu. Disambut oleh salah satu pelayan.
Ketika tiba di ruang tengah dia langsung bertemu dengan mommy Arra, sore itu daddy Erzan tidak di rumah.
"Eleanor belum kembali Art, mungkin dia akan pulang larut malam," terang mommy Arra, saat menjelaskan itu bibirnya tersenyum lebar.
__ADS_1
Rasa Bahagia mengetahui sang anak hendak membuka lembaran baru dalam hidupnya membuat mommy Arra merasa sangat bahagia. saat ini dia dalam keadaan penuh syukur.
Hald adalah pria yang baik, tak sulit baginya untuk memberikan Restu.
Senyum yang terus berkembang di wajah Mommy Arra itu membuat Arthur tertarik untuk bertanya Ada apa sebenarnya, Mungkinkah ada hubungannya dengan kepergian Eleanor sore ini.
"Maaf tante, Eleanor pergi kemana?"
"Eleanor dan calon suaminya pergi, ada beberapa hal yang harus mereka urus."
Deg! Arthur tergugu, seketika jantungnya seperti diremat dengan paksa.
Bagaimana bisa?
"Calon suami?"
"Iya Art, pernikahan mereka akan di gelar sederhana, seminggu lagi di Hall Clarke. Kamu harus datang."
Wajah pias Arthur itu membuat mommy Arra sedikit bingung.
"Kamu belum sehat Art? ayo duduk dulu."
Arthur menggeleng.
"Kemana Eleanor pergi?"
"Mungkin ke rumah Priska, sahabat Eleanor."
Tanpa banyak kata lagi Arthur segera pergi dari sana, berlari dengan sangat kuat.
__ADS_1
Membuat Mommy Arra semakin bingung, dia lihat dengan jelas wajah Art yang pias, terkejut dengan kabar pernikahan El.
"Tidak mungkin mereka punya hubungan kan?" gumam mommy Arra, kini malah jadi sedikit khawatir.
Sementara itu di luar sana, Arthur segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. dia bahkan menarik tubuh Khaled untuk keluar dari dalam mobil itu agar bisa dia kemudi sendiri.
Tujuan utamanya kini adalah rumah Priska.
Mendengar semua cerita mommy Arra itu Arthur sangat yakin jika calon suami Eleanor adalah Haldez.
Tidak, Art tidak bisa membiarkan pernikahan itu terjadi.
Tiba di halaman rumah Priska, Arthur mengerem mobilnya dengan mendadak.
CHIITT!!
Penjaga keamanan di sana bahkan sampai menghampiri dia.
"Dimana Priska?" tanya Art dengan tatapan nanar.
"Nona Priska baru saja pergi."
"Apa dia pergi sendiri?"
"Tidak, bersama nona Eleanor dan tuan Haldez."
"Shiit!" Arthur mengumpat, benar saja jika calon suami Eleanor adalah Haldez.
Pergi tanpa tujuan yang jelas, Arthur kembali mengemudikan mobilnya.
__ADS_1
"Dimana kamu El? dimana?" Arthur mengusap wajahnya dengan frustasi.