
Sesuai perintah Elizabeth, Raymond mulai mencari tahu siapa dalang dari pengerusakan barang milik Elizabeth.
"Dalang di balik ini pasti lah bukan orang biasa." kata Raymond dari balik meja kerja nya.
"Saya setuju dengan anda, tuan. Besar kemungkinan dalang dari ini semua adalah seorang bangsawan. Sebab meski begitu banyak rakyat biasa yang tak menyukai Lady Elizabeth, mustahil rasa nya mereka melakukan hal sejauh itu. Apalagi sampai mengetahui detail perihal hari dan tujuan pengiriman barang tersebut." tutur sang ketua Ksatria Bayangan, Tristan.
"Kau benar, kejadian ini tidak bisa dikatakan hanya karena ulah orang iseng." sahut Raymond, "Coba selidiki Serpens Umbra terlebih dulu. Jika memang seorang bangsawan yang menjadi dalang nya, ia pasti akan meminta bantuan pada mereka agar tak perlu mengotori tangan mereka sendiri." kata nya.
Tristan mengangguk, siap menjalankan perintah sang empu nya dan segera pergi menuju markas tempat berkumpul nya para Serpens Umbra.
Serpens Umbra adalah nama dari sebuah organisasi yang menjadi sarang bagi orang-orang kejam berhati dingin dengan satu tujuan yang sama. Yaitu menghasilkan pundi-pundi arta sebanyak mungkin dengan cara apapun.
Melakukan hal ilegal ataupun tindak kriminal bukan lagi hal tabu bagi Serpens Umbra, justru itu adalah keahlian mereka. Selain melakukan tindak kejahatan mereka juga menyediakan jasa informasi yang tak sembarang orang mengetahui nya, namun tentu saja semua itu ada harga nya.
Dari kabar simpang-siur yang beredar pendiri Serpens Umbra sendiri adalah seseorang dengan kedudukan tinggi sehingga mereka tak memiliki ketakutan untuk melakukan kejahatan.
Tapi itu semua masih belum jelas, sebab ketua Serpens Umbra yang selalu berada di markas hanya seorang rakyat biasa dengan wajah yang sangar dan berbadan kekar.
Tristan beserta salah satu anak buah nya memasuki sebuah kedai minuman keras kalangan rakyat kelas bawah. Hanya ada preman dan penjudi di tempat itu.
"Siapa kau?! Apa yang membuat pria cantik seperti mu datang ke tempat kami?" tanya salah satu pria dengan wajah sangar pada Tristan.
Tristan masih memasang wajah dingin nya, ia sama sekali tak terprovokasi oleh ucapan pria di hadapan nya.
"Aku ingin bertemu ketua Serpens Umbra." kata nya sembari melemparkan satu keping koin emas.
Mendadak sikap orang-orang yang semula menertawakan nya menjadi berubah segan.
"Silahkan, ikuti saya." kata pria berwajah sangar tadi.
Tanpa banyak basa-basi Tristan beserta anak buah nya mengikuti pria itu di belakang nya.
__ADS_1
Tok! Tok!
Kriet~
"Boss, ada yang mencari anda." kata salah satu Serpens Umbra pada pria yang sepertinya adalah pemimpin organisasi itu.
"Bisakah anda menunjukkan wajah anda dulu sebelum mengatakan tujuan anda kemari?" kata pimpinan Serpens Umbra itu.
Tanpa bertanya Tristan melakukan apa yang di minta oleh pria yang sedang mengisap cerutu itu.
"Ahh, seperti nya ini adalah pertama kali nya anda datang kemari, sebab saya selalu mengingat setiap wajah orang yang saya bantu." kata nya, "Perkenalkan nama saya Martinez, pemimpin anak Serpens Umbra. Siapa nama anda?"
"Trevor." jawab nya singkat.
"Hmm, Trevor ya? Maaf jika saya terkesan lancang, namun saya tahu ketika anda melangkah masuk melewati pintu kedai ini secara otomatis anda juga meninggalkan identitas asli anda di luar pintu, jadi meski anda adalah seorang bangsawan saya tidak akan memperlakukan anda dengan sopan di wilayah saya semua nya sama. Jika anda keberatan dengan peraturan itu anda bisa keluar dari tempat ini sekarang juga." kata Martinez.
Selain kejam mereka juga terkenal angkuh dan congkak karena merasa jika jasa nya amat diperlukan oleh beberapa bangsawan.
Martinez mengangkat salah satu ujung bibir nya, "Saya senang anda bisa cepat membaca situasi dengan baik. Jadi ada perlu apa anda mencari saya?" tanya nya.
"Aku hanya butuh beberapa informasi." kata Tristan.
"Hmm, informasi ya? Satu pertanyaan yang anda ajukan setidaknya perlu satu keping emas agar saya bisa menjawabnya." kata Martinez.
Tristan melemparkan satu kantong yang berisikan lima puluh keping emas ke atas meja Martinez.
Martinez tertawa, "Saya benar-benar menyukai pria seperti anda. Silahkan ajukan pertanyaan apapun." ucap nya kegirangan.
"Apa Serpens Umbra ikut andil dalam pengerusakan barang milik Lady Elizabeth yang akan di kirimkan ke Romagnya?" tanya Tristan.
"Ya." jawab Martinez cepat.
"Apa orang yang meminta bantuan kalian itu dari golongan bangsawan?" tanya Tristan lagi.
__ADS_1
"Ya."
"Siapa orang itu?"
Martinez mengayunkan cerutu nya ke kanan dan ke kiri, "Pertanyaan itu terlarang, Trevor. Kami tidak bisa membocorkan identitas pelanggan kami ke pelanggan lain nya demi menghindari terjadi nya balas dendam yang akan merugikan kami juga nanti nya." terang Martinez.
"Kalau begitu aku hanya ingin mengetahui jenis kelamin nya." kata Tristan.
"Itu juga tidak bisa." kata Martinez.
"Jadi hanya sampai disitu saja kau bisa memberikan ku informasi? Ck, aku menyesal telah memberikan mu sekantong penuh emas." kata Tristan dengan wajah datar.
Martinez tertawa, "Maaf, tapi apa yang sudah ditangan saya tidak dapat ditarik kembali." kata nya.
Tristan sangat cocok untuk menjadi tangan kanan Raymond yang mudah naik pitam. Disaat-saat seperti ini jika saja Raymond yang turun sendiri ke lapangan, Tristan sangat yakin jika tuan nya itu akan langsung menebas kepala seluruh anggota Serpens Umbra yang ada di dalam ruangan ini.
Namun untung nya Tristan berbeda, pria itu selalu berkepala dingin seperti wajah nya. Dengan mendahulukan emosi ia tahu bahwa semua nya akan menjadi sia-sia. Membunuh orang-orang licik ini sama saja dengan menghilangkan informasi dan bukti hidup.
"Kalau begitu baiklah. Tapi ada satu hal yang aku ingin kan dari mu, Martinez." kata Tristan.
"Apa itu?"
"Aku ingin menghabiskan malam ku disini sembari menikmati beberapa gelas bir, tapi aku tidak berniat membayar karena semua arta yang ku bawa sudah ku berikan pada mu." kata Tristan.
Martinez terkekeh, ia benar-benar menyukai pria yang bernama Trevor itu, "Tentu, tentu.. Silahkan buat diri anda dan teman anda nyaman di kedai kami. Tapi jangan meminta lebih dari sepuluh gelas, oke?" kata nya.
Tristan mengangguk lalu segera keluar dari ruangan pimpinan Serpens Umbra itu.
Bawahan nya yang sedari tadi hanya diam tiba-tiba mendekatkan dirinya ke tubuh sang ketua Ksatria Bayangan, "Kenapa anda malah mengajak saya minum alih-alih menyelidiki lebih dalam tentang dalang dari insiden itu? Bagaimana jika tuan tahu? Beliau pasti akan menebas kepala kita saat itu juga." kata nya khawatir.
Tristan terus menatap lurus ke depan, "Diam dan ikuti saja aku. Jika Martinez tidak memberikan ku informasi yang ku mau, setidaknya bawahan nya yang sedang mabuk dan berjudi disana itu akan melakukan nya demi sekeping emas." terang Tristan.
"Anda tadi mengatakan pada Martinez jika anda sudah tak punya koin emas lagi. Jadi anda berbohong??!" tanya Tristan.
Tristan melirik bawahan nya itu dengan tatapan membunuh yang sama mengerikan nya seperti Raymond, "Jika kau terus berbicara dengan keras seperti itu, bukan tuan yang akan menebas kepala mu tapi aku." kata nya.
Glek!
__ADS_1
Seketika pria itu menutup mulutnya rapat-rapat sembari memegang leher nya.