
Yohan berjalan ke luar Restoran hendak pulang ke rumah. Saat keluar restoran matanya bertemu dengan mata Jessica yang menoleh menatapnya.
"Gak pulang kau Jes?" tanya Yohan.
"Pulang kok pak bentar lagi" jawab Jessica.
"Kenapa gak langsung pulang ini udah mau malam anak gadis jangan pandai kelayapan kalau malam-malam" ucap Yohan.
"Apaan sih Pak terserah saya dong" ucap Jessica sedikit sewot. Entahlah kenapa pula atasannya ini selalu mencampuri urusan pribadinya.
Tak lama sebuah mobil mendekat dan Jessica hafal betul kalau itu mobilnya Nick. Mobil belakang terbuka menampilkan sosok Matthew yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Kak Jessica!" panggil Matthew dalam mobil.
Jessica melambaikan tangannya ke arah Matthew, "Kalau gitu saya permisi Pak" pamit Jessica kepada Yohan lalu berjalan ke arah mobil.
Yohan melihat kepergian Jessica dengan tatapan tak suka. Yohan sedang berpikir tentang sejauh mana hubungan yang terjalin antara Jessica dan Nick. Yohan bertekad sebelum jalur kuning melengkung masih bisalah dia menikung. Yohan merasa kalau dirinya lebih berhak mendapatkan Jessica karena dirinya lebih dulu mengenal Jessica daripada Nick. Dirinya sudah menyukai Jessica dari Minggu awal Jessica bekerja dengannya dan tak akan ia lepaskan Jessica semudah itu untuk pria lain.
"Yeay! Jalan-jalan lagi kita" sorak Matthew ketika Jessica sudah masuk ke dalam mobil dan duduk di depan samping Nick.
"Kita berangkat sekarang" ucap Nick dengan senyumannya.
"Let's go!" ucap Matthew dan Jessica kompak.
Nick membawa mereka berdua ke salah satu mall terbesar di kota. Perjalan mereka bertiga sangat menyenangkan, Matthew tak henti-hentinya menunjukkan rasa excited-nya kepada dua orang dewasa yang duduk di depan.
Sampai di mall mereka langsung menjelajah ke setiap sudut yang ada. Matthew tak pernah lepas genggaman dari tangan Jessica.
"Sebelum jalan-jalan lebih jauh bagaimana kalau kita makan dulu untuk kumpulin tenaga" tawar Nick.
"Saya setuju Om habis kerja gini perut saya sering keroncongan" ucap Jessica menyutujui tak lama perut Jessica memverifikasi omongannya sendiri dengan bunyi perutnya yang terdengar di telinga walaupun banyak orang yang sedang berlalu lalang sambil mengobrol. Hal itu pula yang mengundang gelak tawa dari Nick dan juga Matthew.
"Matthew kita ajak Kak Jes makan dimana? Lihatlah dia sudah kelaparan" tanya Nick.
"Ke Spanpaver yuk pa biar Kak Jes bisa mencoba makanan Spanish yang sering kita makan" usul Matthew.
"Boleh juga tuh" ucap Nick lalu beralih ke arah Jessica, "bagaimana Jes?"
__ADS_1
Jessica mengangguk, "Saya juga pengen tahu rasanya makan churros" ucap Jessica sambil tersenyum.
Mereka bertiga pun langsung ke tempat Restoran Spanish yang sudah menjadi langganan Nick dan Matthew ketika mereka mengunjungi mall ini.
"Ini Kak menunya" ucap waitress sambil memberikan buku menunya.
"Matt mau makan tortilla" ucap Matthew.
"Saya pesan churros" ucap Jessica. Dirinya gak begitu tahu makanan negara eropa jadi pesan yang ia tahu aja.
"Kakak pesan churros aja?" tanya Matthew.
Jessica mengangguk.
"Tambah lagi Jes mana kenyang nanti" ucap Nick.
"Gak Om itu aja" ucap Jessica. Bukan gak mau tapi takut gak doyan makanya gak mau pesen menu lain yang namanya aja susah di lafalkan ketika ia membaca buku menunya tadi.
"Empenadas" pesan Nick, "sama pesanan churros tadi tolong porsinya dibanyakin lalu minumnya kami pesan hot chocolate" lanjut Nick.
"Habis makan kita jalan-jalan kemana?" tanya Nick pada Matthew.
"Belanja buat Kak Jes pa" jawab Matthew.
"Kenapa buat Kak Jes?" ucap Jessica agak kaget mendengar ucapan Matthew.
"Tenang aja Kak, Matthew yang belanjain kok pakai uang papa" ucap Matthew sambil meringis.
"Enggak usah lah Matt" ucap Jessica merasa tak enak.
"Gakpapa Jes yang dikatakan Matthew itu benar. Pokoknya habis makan kamu harus belanja" ucap Nick tegas.
"Tapi—"
"Udah gak ada tapi pokoknya harus belanja. Iya kan Matt?" ucap Nick kepada Matthew.
"Betul itu" jawab Matthew.
__ADS_1
Tak lama pesanan mereka datang. Mereka bertiga menyantap makanan masing-masing. Matthew dan Nick juga memberikan makanan mereka kepada Jessica untuk dicicipi.
Ketika sedang enaknya menyantap makanan dan bersenda gurau, sepupu Nick yang bernama Samuel menghampiri mereka. Samuel langsung melangkahkan kaki mendekati sepupu dan keponakannya ketika baru memasuki area Restoran dan langsung melihat keberadaan mereka.
"Uncle Sam!" sapa Matthew.
"Hai Matt lagi jalan-jalan ya?" tanya Samuel.
"Iya sama Kak Jes dia calon mama Matthew" jawab Matthew membuat Jessica terbatuk karena mendengar penuturan mengejutkan dari Matthew ketika dirinya sedang menelan churros yang dimakan.
Samuel menatap ke arah Jessica. Jessica juga berbalik menatap dengan senyum canggung. Dilihat-lihat wajah Samuel agak dingin ketika menatap Jessica membuat Jessica merasa gusar tapi tak lama Samuel menampilkan senyum yang lebar membuat Jessica sedikit tenang ternyata kehadirannya disambut baik oleh kerabatnya Nick.
"Hai saya Samuel sepupunya Nick" ucap Samuel sambil menjulurkan tangannya ke arah Jessica.
Jessica pun dengan senang hati menerima uluran tangan Samuel, "Saya Jessica"
"Nick memperlakukanmu dengan baik kan?" tanyanya sambil tersenyum.
Jessica menjawab dengan anggukan.
Samuel langsung menatap ke arah Nick, "Jahat kau Nick gak ngenalin aku sama calon istrimu" ucapnya.
"Sorry lagi pun sekarang kau udah kenal kan" ucap Nick.
"Kalau gak ketemu disini emang kau masih bakal ngenalin ke aku" ucap Samuel.
"Dikenalin lah pasti" ucap Nick.
"Yah percaya aja deh. Kalau gitu kalian silahkan lanjutin lagi aku ada janji sama calon kekasih nih do'ain ya moga lancar" ucap Samuel dengan tampang konyolnya.
"Yeay! Matthew mau dapet aunty baru" sorak Matthew.
"Keponakan uncle harus dukung uncle Sam ya" ucap Samuel.
"Pasti dong uncle" ucap Matthew lalu memberikan tos kepada Samuel.
"Nick gue pergi dulu ya" ucapnya lalu mendekat ke arah Nick, "habis ini aku mau minta cerita selengkapnya mengenai calon sepupu ipar" bisiknya lalu melangkah menjauh.
__ADS_1