Emang Kenapa Kalau Duda?

Emang Kenapa Kalau Duda?
Chapter 34


__ADS_3

Pagi hari yang cerah Nick kedatangan tamu yaitu sepupu siapa lagi kalau bukan Samuel yang sampai saat ini masih berusaha untuk meminta maaf dan membujuk Nick agar tidak marah lagi dengannya.


"Ayolah Nick jangan kayak anak kecil gitu dong, ngrajuk mulu gak kelar-kelar" ucap Samuel.


Nick menatap Samuel jengah. Yang seperti anak kecil sekarang adalah Samuel yang merengek seperti anak kecil di hadapan Nick mengundang tawa geli dari Matthew. Samuel memang tak merasakan hal itu.


"Uncle Sam yang kayak anak kecil" ucap Matthew sambil menutup mulutnya menahan tawa yang akan keluar.


"Matthew jangan ketawain uncle dong. Seharusnya Matthew belain uncle kan kita best friend" ucapnya persis macam Matthew ketika sedang manja.


Kini mereka bertiga berada di meja makan. Dengan suasana seperti ini menambah pangalaman baru untuk Nick dan juga Matthew saat mereka berada di ruang makan.


"Udahlah Sam, yang kayak anak kecil itu malah kau. Jangan ngerengek kayak gitu malu sama Matthew" ucap Nick.


Samuel menghela nafas panjang, "Tapi kau tak marah lagi padaku kan?"


"Hem" jawab Nick.


"Hem doang" ucap Samuel tak percaya.


"Lagi pula kenapa kau kesini sepagi ini?" tanya Nick.


Samuel meringis, "Mau nebeng sarapan"


"Dasar" balas Nick.


"Ngomong-ngomong Jessica sama kau gimana?" tanya Samuel penasaran.


"Kami baik. Untung ya Jessica orangnya masih mau mengerti dan gak percaya sama yang kemarin. Ini semua gara-gara kau makanya lain kali gak usah mau disuruh-suruh kalau cuma dikasih omong kosong doang. Mana tuh sekarang yang katanya mau bantu kau deket sama doi nyatanya cuma angin lalu" ucap Nick.


Samuel dibuat speechless dengan Nick. Karena baru kali ini Samuel mendengar Nick ngomong panjang membuatnya yakin kalau ini pasti karena Jessica. Gadis itu sudah bisa membuat Nick seperti sekarang padahal setaunya Nick ini orang yang irit bicara. Syukurlah kalau begitu semua ini berkat Jessica.


"Kenapa kau senyum-senyum gitu?" tanya Nick heran.

__ADS_1


Samuel menggeleng, "Nothing"


Nick hanya mendecih.


"By the way, si Jessica itu sekarang kesibukannya kerja ya?"


"Iya Kak Jes kerja. Kasihan sekali uncle, Matt gak tega" ucap Matthew dramatis.


"Kerja dimana?"


"RMJ" jawab Matthew.


"Wah tuh restoran emang padet. Tiap hari ramai mulu" kini Samuel beralih menatap Nick, "gak kasihan kau Nick, cepet dinikahin dong biar Jessica bisa jadi ibu rumah tangga aja"


"Betul tuh Pa biar Kak Jes bisa ngurusin Matthew" tambah Matthew yang dibalas anggukan oleh Samuel.


"Kalian ngomong gampang tapi tenang aja secepatnya kok aku akan bawa Jessica jadi nyonya di rumah ini" ucap Nick.


~


Samuel sudah mengantongi tempat kerja Jessica sekarang ia menuju ke RMJ untuk berbicara kepada Jessica mengenai pertemuannya dengan Hana.


Sampai di restoran, Samuel berlagak seperti pengunjung pada umumnya. Memesan, makan macam pengunjung biasa.


Sampai ia menatap ke arah Jessica yang sedikit terkejut melihat keberadaannya. Samuel memberikan kode agar Jessica menghampirinya sebentar.


"Om Sam. Ada apa?" bisik Jessica.


"Saya mau ngomong tentang pertemuanmu sama Hana" jawab Samuel.


"Jangan sekarang gak tepat waktunya saya lagi kerja" ucapnya lagi dengan nada rendah sambil menatap sekeliling.


Yohan yang baru saja keluar dari ruangannya tak sengaja menatap ke arah Jessica yang tengah berbincang dengan seorang pria yang tak ia kenal membuatnya curiga dilihat dari gelagat aneh yang diperlihatkan oleh Jessica.

__ADS_1


Samuel menyodorkan kartu namanya, "Secepatnya hubungi saya"


Jessica mengangguk mengerti dan langsung mengambil kartu nama Samuel, "Kalau gitu saya balik kerja dulu ya, Om"


Samuel mengangguk.


~


Yohan menghampiri laki-laki yang berbincang dengan Jessica tadi yaitu Samuel tatkala matanya melihat Samuel yang berjalan ke arah parkiran.


"Hey tunggu" cegahnya ketika melihat Samuel yang akan masuk ke dalam mobil.


Samuel menoleh dan menutup kembali pintunya, "Siapa kau?"


"Saya yang harus tanya seperti itu kepada anda. Siapa anda berani dekat-dekat dengan Jessica" ucap Yohan dengan wajah tak bersahabat.


"Jessica" gumam Samuel tak mengerti.


"Iya Jessica karyawan yang bekerja disini" ucap Yohan.


Samuel manggut-manggut, "Emang kenapa?"


"Saya peringatkan ya, Jessica itu calon istri saya"


Samuel hampir dibuat tersedak saat mendengar penuturan dari Yohan.


"Kenapa kamu tidak percaya" ucap Yohan tak terima ketika mendapat ekspresi tak meyakinkan dari Samuel.


"Ngaca bang" ucapnya sambil menepuk bahu Yohan, "dirumah saya punya kaca besar, mau tak bawain"


Yohan menghempas tangan Samuel yang bertengger di pundaknya, "Tolong jauhi Jessica"


Samuel acuh lagian siapa pula yang mau deketin Jessica bisa dipenggal ia nanti sama Nick. Samuel tak menghiraukan Yohan lagi dan memilih untuk meninggalkan restoran.

__ADS_1


__ADS_2