Emang Kenapa Kalau Duda?

Emang Kenapa Kalau Duda?
Chapter 25


__ADS_3

Edward adalah teman lama Nick dan kenal dekat dengan Hana. Kali ini Hana benar-benar akan melancarkan rencana busuknya untuk Nick.


Hana meminta Edward untuk datang ke cafe yang sudah ia katakan lewat telepon. Sekarang mereka berdua sedang duduk menikmati minuman yang baru saja tersaji.


"Sudah lama kita gak kontakan dan kenapa tiba-tiba kamu menyuruhku datang untuk menemuimu?" tanya Edward tho the point.


Hana menyeruput kopi pesanannya lalu meletakkan lagi di atas coaster, "Aku butuh bantuanmu"


"Tho the point sekali ya kamu" ucap Edward.


"Kau pun sama" balas Hana.


Edward mendecih, "Setelah kau mencampakkanku tiga tahun lalu" Edward mendelik, "mimpi kau"


"Aku akan memberikan apapun sebagai imbalannya kalau kamu mau membantuku" ucap Hana.


"Aku sudah tidak sudi berurusan denganmu lagi, Han. Kamu wanita ular yang sangat licik" ucap Edward.


"Aku bersedia memuaskanmu seperti dulu tak ada batas waktu. Kamu boleh memintanya kapan saja" ucap Hana.


"Bantuan apa yang mau kau minta sampai kamu rela menjadi wanita yang sangat rendah?" tanya Edward mendadak penasaran.


"Aku ingin kau mendekatkanku dengan Nick" jawab Hana.


"Nick Jordan teman lamaku dulu" ucap Edward memastikan.


"Benar"


"Apa kau tidak bisa mendapatkannya sendiri" ucap Edward sedikit mengejek.


"Tutup mulutmu itu" pinta Hana, dirinya sedikit tersinggung karena telah diremehkan.

__ADS_1


"Hana.. Hana.. walaupun kamu memberikanku tubuhmu yang indah itu dan segebok uang aku tak akan mau melakukannya, aku tak mau terlibat pekerjaan kotor. Lagi pun aku harus menjaga reputasiku apalagi aku sudah mempunyai tunangan" jelas Edward.


"Owh jadi sekarang kamu tak berminat lagi padaku" ucap Hana.


"Jelas tidak. Kamu sudah melukai harga diriku dan aku sudah tidak tertarik padamu ataupun tubuhmu lagi yang mungkin sudah dijajaki banyak pria. Lagi pula aku sudah pernah merasakannya dan itu bukan kenikmatan yang luar biasa" ucap Edward.


"Beraninya kau merendahkan ku" ucap Hana meludah di depan Edward, "menyesal aku menyuruhmu untuk bertemu"


"Salahmu sendiri"


Hana merasa dipermalukan dan diinjak harga dirinya. Dengan marah bercampur malu Hana meninggalkan cafe menyisakan Edward yang tersenyum puas telah membalas perlakuan yang ia dapat dari Hana dulu.


Tidak bisa dibilang mantan karena mereka tak pernah menjalin suatu hubungan tapi mereka telah melakukan banyak hal layaknya sepasang kekasih.


"Kau memang wanita ular"


~


Di dalam mobil, Hana menggeram kesal lalu memukul stir mobilnya dan mencengkeramnya, "Dasar Edward bangsat kupikir dirinya akan membantuku, sialan"


"Tenang Han jangan tersulut emosi" ucapnya lalu menenangkan diri.


"Aku bisa mengatasinya sendiri, aku harus segera bertindak kalau tidak Nick akan semakin jauh berhubungan dengan Jessica"


Tiba-tiba Hana terpikir ide yang sangat cemerlang untuknya dan tersenyum penuh arti, "Boleh juga, kali Iki aku yakin akan berhasil"


Hana meninggalkan area cafe lalu mengendarai mobilnya menuju ke tempat seseorang yang pasti akan bisa membawanya masuk ke dalam rencana.


~


Jessica sedang bekerja seperti biasa karena tidak terlalu banyak pengunjung Jessica tak terlalu ngoyo saat bekerja hari ini.

__ADS_1


"Jes" panggil Yohan.


"Iya pak ada yang bisa saya bantu" ucap Jessica.


"Tidak" jawabnya.


"Kalau begitu saya lanjut kerja dulu pak"


"Tunggu dulu" cegah Yohan.


Jessica berhenti dari langkahnya dan menatap Yohan menunggu sesuatu yang akan diucapkan oleh atasannya tersebut.


"Saya ingin mengakui sesuatu sama kamu" ucap Yohan.


"Mengakui apa pak?" tanya Jessica.


Yohan sedikit gugup lalu menetralkannya dengan berdehem beberapa kali sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Jessica, "Sebenarnya saya suka sama kamu"


Mendengar pengakuan Yohan, Jessica langsung terkejut, "Jadi begitu" ucap Jessica menundukkan kepala, "tapi saya sudah milik seseorang, Pak"


"Saya tidak peduli" ucap Yohan lalu meraih kedua tangan Jessica yang membuat pemilik tangan terkejut, "saya bisa lebih memberikan apapun dari pada Nick. Cinta, kasih sayang, kekuasaan bahkan semuanya" ucap Yohan.


Perlahan Jessica melepaskan tangannya dari genggaman Yohan, "Maaf pak tapi saya mencintai Om Nick tulus dan perasaan saya gak bisa dibeli dengan cara atau benda sekalipun.


"Apa hebatnya Nick, dia cuma seorang duda dan sudah punya anak kamu gak pantes buat dia. Kamu sendiri masih lajang seharusnya kamu cari pasangan yang sama-sama masih lajang kayak kamu" ucap Yohan membuat Jessica kesal.


"Emang kenapa kalau duda? Saya gak mempermasalahkan statusnya dan saya juga bersedia jadi ibu sambung buat anaknya" jawab Jessica, terlihat raut wajahnya yang menggambarkan kemarahannya saat ini.


"Kamu akan menyesal Jes telah memilihnya karena menurut saya kamu dan dia gak cocok dari segi manapun tapi saya masih akan tetap setia menunggu kamu" ucap Yohan.


Tidak terlalu ditanggapi, Jessica memilih pergi melanjutkan pekerjaannya. Tak jauh dari sana terlihat Rani dan Bimo yang sedang menguping pembicaraan mereka dari awal.

__ADS_1


"Ngeri bah" ucap Bimo.


"Bener, ngeri bat deh pokoknya" tambah Rani.


__ADS_2