Emang Kenapa Kalau Duda?

Emang Kenapa Kalau Duda?
Chapter 32


__ADS_3

Nick tak menyangka akan kedatangan Jessica ke rumahnya. Nick bergegas menghampri Jessica dan memeluknya. Jessica juga membalas pelukan dari Nick.


Nick melepas pelukannya dan tak ia tutupi rasa senangnya yang sedang menyelimuti dirinya.


"Kamu kesini" ucapnya.


Jessica mengangguk dengan senyum yang tak luntur barang sedetik pun.


Matthew menatap Nick dengan tatapan datarnya. Matthew menarik-narik pelan kaos Nick, "Pa udahya Kak Jes kangennya sama aku bukan sama Papa jadi Papa minggir aja jangan ganggu kita berdua"


Kenapa anaknya ini? Apa dia masih marah padanya?


"Tapi Matt, Papa juga kangen sama Kak Jes" ucap Nick.


"Itu urusan Papa bukan urusan Matthew" ucap Matthew lalu menggandeng tangan Jessica, "ayo Kak kita ke kamarku biarkan Papa sendiri" ucapnya dengan wajah datar.


Jessica hanya mampu terkikik geli dan menuruti kemauan Matthew. Tinggalah Nick yang menjadi manusia menyedihkan. Biar saja hitung-hitung itu sebagai bentuk hukuman untuk Nick.


Di dalam kamar Matthew, mereka berdua duduk di sofa tepat di depan jendela. Jessica mengeluarkan setoples kue semprit buatannya.


Matthew membulatkan mulutnya ketika melihat kue yang nampak lezat dimatanya, "KUE!" pekiknya.


Jessica mengangguk, "Iya, ini namanya kue semprit Kak Jes yang bikin sendiri khusus buat Matthew"


Mata Matthew berbinar, "Serius Kak"

__ADS_1


Jessica mengangguk, "Serius" ucapnya sambil menyodorkan toples itu kepada Matthew.


Matthew pun menerima dengan kegirangan, "Yeay! Makasih ya Kak Jes"


"Iya sama-sama" jawab Jessica sambil mengelus kepala Matthew.


Dengan tak sabar Matthew langsung membuka tutup toples itu dengan segenap kekuatan yang ia punya. Tutup itu sangat alot untuk dibuka.


"Matthew kesusahan bukanya?" tanya Jessica yang melihat Matthew nampak ngoyo membuka tutup toples membuatnya gemas.


Dengan ekspresi comelnya Matthew mengangguk.


"Sini Kakak bantu bukain" ucap Jessica lalu meraih kembali toples itu dan dengan mudahnya Jessica membuka membuat Matthew melongo.


"Kok bisa" ucap Matthew masih tak yakin.


Matthew mengambil satu kue dan langsung melahapnya utuh membuat Jessica menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Gimana?" tanya Jessica.


"Enak" jawab Matthew dengan pipi menggembung.


Jessica bertepuk tangan bahagia, "Yeay! Besok-besok Kak Jes buatin lagi"


Matthew menelan kuenya yang sudah dikunyah, "Boleh tuh Kak pasti Matthew makan habis kuenya kalau Kak Jes yang buat"

__ADS_1


Jessica tersenyum senang mendapat respon baik dari Matthew, "Matt, Papa kamu gak kamu kasih?" tanya Jessica.


"Buat apa?" tanya balik Matthew. Kini dirinya sudah melingkari toples dengan tangannya takut direbut seseorang.


Jawaban yang diberikan Matthew sama sekali tak diduga oleh Jessica, "Iya biar bisa coba"


"Gak perlu. Kak Jes bilang ini khusus buat Matthew" protes Matthew.


"Iya juga sih tapi kau tak kasihan sama Papamu itu takut dia ngiler" ucap Jessica yang membuat Matthew tertawa.


Kenapa nih Matthew? Batin Jessica.


"Ih jorok masak ngiler"


"Itu perumpamaan Matthew" ucap Jessica yang tak habis pikir dengan mood Matthew yang berubah-ubah.


"Iya juga sih kalau dipikir-pikir kasihan Papa gak bisa menikmati kue lezat buatan Kak Jes" ucap Matthew.


"Jadi Matthew mau membaginya dengan Papa?" tanya Jessica memastikan.


Matthew mengangguk dan langsung berdiri dan berjalan keluar kamar. Jessica hanya membuntuti sampai pintu kamar. Ia melihat dari celah pintu yang ia buat untuk mengintip dari sana.


Terlihat Nick sangat senang Matthew memberikan kue buatannya membuat Jessica tersenyum senang. Nick sangat menikmati kue buatannya. Jessica melihat kini Nick menatapnya dengan kebahagiaan yang terpancar di wajahnya membuat jantung Jessica berdegub kencang.


Udah kayak adegan yang ada dalam drama india aja aku ini! Batin Jessica yang masih memandang Nick yang senyumannya tak pernah luntur untuk dirinya begitupun juga sebaliknya.

__ADS_1


"Syukurlah keadaan sudah membaik"


__ADS_2