
Jessica kini tengah disibukkan oleh orderan para pelanggan yang membeli kue kering buatannya. Tiga hari yang lalu Jessica sempat membagikan brosur secara online untuk mempromosikan kue-kue buatannya. Jessica merasa senang karena ternyata banyak peminatnya.
Disini Jessica dibantu oleh tetangganya sekaligus teman masa sekolahnya yang kesehariannya menjadi ibu rumah tangga, namanya Nilam.
Saat mereka tak sengaja bertemu di supermarket, Nilam menanyakan soal brosur yang disebar oleh Jessica dan Jessica pun menceritakannya kepada Nilam, Jessica tak menyangka bahwa akan banyak orang yang order di luar ekspektasinya dan Jessica juga bilang kalau sedang dilanda bingung karena harus membuat pesanan pelanggan sendirian, ia takut tak sesuai jadwal pengiriman karena terlalu banyak orderan yang ia terima maka dari situ jadilah Nilam menawarkan diri untuk ikut membantu katanya itung-itung mengisi waktu kosongnya di rumah karena Nilam ini masih pengantin baru yang belum mempunyai anak.
"Seru juga yak kayak gini" ucap Nilam.
Jessica mengangguk, "Iya"
Di tengah kesibukan mereka berdua, Jessica kedatangan tamu. Keluarlah Jessica menghampiri tamu yang datang dan tak di duga-duga yang datang adalah Yohan.
"Pak Yohan" ucapnya ketika berada di depan Yohan, "bapak ngapain kesini?" tanya Jessica.
"Kamu tidak mempersilahkan saya masuk" ucap Yohan.
"Maaf pak tapi saya lagi sibuk" jawab Jessica.
Dari arah belakang Nilam berteriak, "Siapa Jes yang datang?" tanyanya sambil berjalan menghampiri Jessica, "Eh ada tamu penting ya?"
"Enggak juga" ucap Jessica.
"Waduh gimana ini Jes kamu ada tamu. Aku gak bisa kalau ditinggal sendiri takut gak jadi nanti kuenya" ucap Nilam.
"Tenang aja sebentar lagi aku nyusul kamu duluan aja ya, nih orang juga mau balik" ucap Jessica sambil menunjuk Yohan.
"Yaudah aku ke dalam dulu ya"
Nilam pun meninggalkan mereka berdua.
"Tuh pak, bapak denger sendiri kan temen saya gak bisa ditinggal sendiri. Udahlah bapak pulang aja" kata Jessica.
"Saya kesini cuma mau bilang kalau kamu belum ada kerjaan kamu bisa balik lagi ke Restoran" ucap Yohan.
"Maaf pak tapi sekarang saya lagi buka usaha sendiri jadi saya sudah ada kesibukan gak bisa kerja lagi di restoran bapak" ucap Jessica.
"Jadi begitu ya. Hum, Jes saya minta maaf kalau saya pernah melukai hati kamu" ucap Yohan dengan rasa sangat bersalah, "sebenarnya saya gak rela kamu sama Nick karena saya juga cinta sama kamu dan saya dengar kalau hubungan kamu udah berakhir sama Nick, apa itu benar?"
"Bapak tahu dari mana?"
"Saya gak sengaja lihat kamu sama Nick kalau gak salah seminggu yang lalu. Saya dengar kamu minta putus darinya kebetulan waktu itu emang saya mau ke rumah kamu tapi tidak jadi karena waktu yang kurang tepat" jelas Yohan.
__ADS_1
"Jadi bapak nguping ya"
"Bukan nguping tapi gak sengaja dengar" elak Yohan.
"Sama aja"
Hening sekejap.
"Jes kalau saya ada kesempatan saya mau—"
"Maaf pak saya sibuk, sudah ya pak saya mau ke dalam bapak silahkan pulang" potong Jessica dan masuk ke dalam rumahnya dan tak lupa menutup pintu.
"Siapa itu Jes?" tanya Nilam penasaran.
"Orang sinting gak usah dipedulikan" jawab Jessica.
Jessica masih ada rasa kesal karena dituduh yang tidak-tidak oleh Yohan. Biar saja dia gak sopan, Yohan sendiri yang mulai.
Hendak ingin melanjutkan pekerjaannya kembali, pintu rumahnya ada yang mengetuk membuatnya geram. Jessica pikir kalau itu Yohan yang masih tetap kukuh untuk menemuinya.
"Ada yang dateng tuh Jes gak kamu samperin?" tanya Nilam.
"Gak ah males pasti dia lagi. Udah biarin aja" jawab Jessica.
"Aku aja deh yang bukain" ucap Nilam lalu bangkit dari duduknya dan melangkah keluar membukakan pintu.
Jessica tak mau memperdulikannya, dirinya memilih menyibukkan diri dari pada meladeni Yohan.
"Jes" panggil Nilam lirih.
"Apaan?"
"Itu diluar"
"Usir aja napa, bilang aku lagi sibuk"
"Bukan itu tapi yang ini beda dari yang tadi"
Jessica langsung menoleh ke arah Nilam, "Maksudnya?"
"Udah samperin aja sana"
__ADS_1
Ucapan Nilam mampu membuat rasa penasarannya bergejolak hingga mau tak mau ia harus keluar menemui siapa lagi yang bertamu di rumahnya.
Jessica begitu syok bahwa tahu Nick dan Samuel beserta Matthew datang ke rumahnya, "Kalian"
"Kakak Jessica!" ucap Matthew lalu berhambur ke pelukan Jessica.
"Matthew"
Matthew menengadahkan kepalanya melihat Jessica, "Matt kangen banget sama kak Jes"
Jessica hanya mampu tersenyum canggung bukankah hubungannya dengan Nick sudah berakhir lantas kenapa pria itu membawa anaknya kemari, ia tak mau dibilang hanya memberikan harapan palsu pada Matthew, ia tak tega melakukannya.
"Apa maksud dari semua ini, Om?" tanya Jessica.
Nick masuk ke dalam rumah, "Kenapa? Matthew kangen sama kamu masa gak boleh ketemu"
"Tapi—"
"Lihat ini, Jes" potong Samuel sambil menyodorkan sebuah video yang ia putar di ponselnya.
Jessica mengamati dan mendengar video tersebut dengan seksama sampai video tersebut berakhir.
Jessica terdiam ia mengembalikan ponsel milik Samuel pada pemiliknya, "Jadi" ucapnya lalu menatap Nick.
Nick merengkuh tubuh Jessica, "Saya cinta sama kamu Jes, saya gak mau kehilangan kamu. Kita mulai semuanya dari awal ya"
Tak tahu kenapa air matanya luruh ia membalas pelukan Nick dengan satu tangannya yang masih memeluk tubuh Matthew.
Jessica mengangguk ia tak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini secara detail namun dirinya sangat bersyukur dengan keadaan yang menghampirinya saat ini.
Nick mengecup kening Jessica lama, "Kita gak pisah kan?"
Jessica menggeleng.
"Yeay! Akhirnya Kakak Jessica dan Papa baikan" sorak Matthew yang mengundang gelak tawa yang berada disana.
Nick mengangkat tubuh Matthew ke dalam gendongannya.
"Jadi kapan bawa Kak Jes pulang ke rumah?"
Nick tampak berpikir, "Secepatnya"
__ADS_1
Mereka semua tertawa bahagia. Nilam yang berada disana merasa baper melihat kehangatan Jessica dan pasangannya sementara Samuel, ia juga sangat senang namun tak ia pungkiri kalau sedikit iri karena doi-nya masih belum memberinya kepastian.
Sabar ya Sam, emang semuanya butuh proses.