
Malam Minggu hari ini membuat Jessica suntuk apalagi tadi sore baru kedatangan tamu tak diundang seperti jailangkung kedatangannya tak di harapkan.
Jessica menonton acara sinetron yang makin lama ceritanya makin di luar jalur, mana pemain utama yang jadi primadona udah enggak ada malah ketambahan pemain baru yang membuat dramanya kurang greget alias membosankan.
Jessica mematikan televisinya dan beralih menuju kamar. Charger yang masih mengisi daya baterai ia lepas lalu membawa ponselnya bersamanya. Jessica duduk di kursi tunggal yang ada di kamarnya dekat dengan jendela.
Jessica lalu menyalakan ponselnya. Saat ponselnya menyala seketika ponselnya menjadi lemot karena banyaknya notifikasi yang masuk. Jessica menaruh ponselnya di atas pangkuannya menunggu sampai notifikasi yang terus muncul berakhir agar dirinya dapat menggulir layar ponselnya.
Jessica melihat ke arah luar. Ia dapat melihat malam ini bulan nampak sangat terang benderang. Dia juga bisa melihat bintang yang lumayan banyak hari ini mungkin karena penerangan di daerahnya redup di tambah kampung sebelah mengalami pemadaman.
Sekitar lima belas menit berdiam sambil melihat langit Jessica kembali lagi pada ponselnya yang akhirnya bisa ia gulir layarnya sesuka hati. Notif yang paling banyak muncul adalah pesan-pesan yang memenuhi aplikasi WhatsApp-nya. Dia baru tahu bahwa Nick yang paling banyak menghubunginya. Ada belasan panggilan dan puluhan pesan masuk untuknya.
Mendadak Jessica jadi khawatir, tiba-tiba dirinya teringat tentang Matthew. Jessica lalu mengetik sebuah pesan untuk Nick.
Jessica : Om Nick, Apa Matthew baik-baik saja?
Dua menit berlalu.
Nick : Akhirnya kamu menghubungi saya, Saya khawatir sama kamu.
Jessica : Maaf Om saya benar-benar sibuk sejak pagi.
Nick : Matthew baik-baik saja malah saya khawatir sama kamu karena hari ini susah sekali dihubungi.
...
Nick : Apa kamu masih marah?
Jessica menghela nafasnya lalu kembali mengetikkan balasan.
Jessica : Tidak hanya saja saya merasa terganggu dengan Hana.
Nick : Maaf Jes kalau kamu merasa tidak nyaman nanti saya akan menegur Hana.
Jessica : Memang seharusnya begitu tadi dia ke rumahku.
Nick : Benarkah?
Jessica : Iya, dia sangat terobsesi denganmu.
Nick : Tapi saya tidak menyukainya. Saya hanya cinta sama kamu.
Jessica : Ku harap juga begitu.
__ADS_1
Nick : Apa kamu meragukan saya?
Jessica : Tidak tapi aku berharap semua akan baik-baik saja tidak akan ada yang berubah.
Nick : Semua akan baik-baik saja.
"Semoga seperti itu" gumam Jessica.
~
Pagi ini Jessica memasak tumis sarden untuk dibawa ke rumah Nick. Sesuai permintaan Nick kemarin sebelum mereka mengakhiri chattingan mereka, Nick meminta untuk hari Minggu Jessica berkunjung ke rumahnya untuk bertemu dengan Matthew, anak itu rindu dengan masakan Jessica.
Selesai memasak Jessica segera membereskan dapurnya yang sedikit berantakan setelah itu mandi dan bersiap.
Jam delapan pagi Jessica keluar dari halaman rumahnya menuju ke rumah Nick seperti biasa mengendarai sepeda motor.
Butuh sampai lebih dari tiga puluh menit Jessica sampai di kediaman Nick. Sampai disana Jessica langsung dipersilahkan masuk oleh pak penjaga.
Jessica beberapa kali memencet bel rumah, dirinya melihat sekeliling rumah Nick serasa tak hidup macam rumahnya. Pintu terbuka menampilkan sosok Matthew yang masih dalam keadaan muka bantal dengan sebuah boneka dinosaurus di pelukannya.
Matthew mengucek-ngucek matanya dan melihat siapa yang berkunjung sepagi ini. Sosok di depannya mulai ia tangkap dan senyum diwajahnya mulai mengembang.
"Kakak Jessica!" soraknya lalu memeluk Jessica.
Matthew mengangguk.
"Di luar dingin kita masuk aja ya" ucap Jessica.
Matthew mengangguk lalu mereka berdua masuk ke dalam rumah.
"Kakak bawain makanan buat kamu katanya kamu kangen masakan Kak Jes ya" ucap Jessica.
"Iya Kak" balas Matthew.
"Yaudah kalau gitu Matthew pergi mandi dulu, Kak Jes bakal siapin makanannya" ucap Jessica yang dipatuhi oleh Matthew.
~
Tepat sekali hari ini Hana sedang berkunjung ke kantor Nick seperti biasanya memberikan makanan yang tak enak kepadanya.
"Pagi Nick" sapanya lalu duduk di kursi yang bersebrangan dengan Nick.
"Pas sekali kamu datang kemari Hana" ucap Nick.
__ADS_1
"Kenapa? Kamu kangen sama aku" ucap Hana percaya diri.
Nick menghela nafasnya.
"Aku bawain sarapan buat kamu kali ini aku membuat sandwich. Semua orang kan bisa bikin sandwich termasuk aku jadi dijamin rasanya bakal seperti sandwich pada umumnya karena ini juga aku buatnya dibantu sama mama" jelas Hana.
Nick hanya melihat kegiatan yang dilakukan Hana yaitu menyiapkan bekal sederhana itu padanya. Memang hanya sebuah sandwich tapi Hana masih dibantu oleh mamanya untuk membuatnya. Seingin itukah Hana untuk membuatnya terkesan.
"Hana kemarin kamu datang ke rumah Jessica" ucap Nick.
"Apa dia mengadu padamu?" tanya Hana terlihat santai.
"Jangan ganggu dia" pinta Nick.
"Aku gak ganggu hanya memberitahunya kalau aku bakal rebut kamu dari dia" ucap Hana tersenyum licik ke arah Nick.
"Perasaan gak bisa dipaksa Han, kamu hanya aku anggap sebagai teman tak lebih" ucap Nick berharap Hana mau mengerti.
"Baiklah kalau itu mau mu tapi keinginan ku hanya memilikimu dan aku bakal menggunakan cara apapun walaupun harus dengan paksaan" ucap Hana.
"Kamu gak bisa memaksaku Hana" ucap Nick.
"Bisa, kita lihat aja nanti" ucap Hana seolah perkataannya penuh makna di baliknya.
~
"Bagaimana Matthew enak?" tanya Jessica yang menemani Matthew makan di taman belakang rumah.
"Enak banget Kak, aku baru makan makanan ini pertama kali loh ini" jawab Matthew.
"Wah kamu beruntung hari ini Kakak masak sarden" ucap Jessica.
"Iya" jawab Matthew lalu memasukan satu suap ke mulutnya.
Jessica merasa senang melihat Matthew makan dengan lahap. Melihat Matthew entah kenapa perasannya jadi tidak enak.
"Kak Jes kenapa?" tanya Matthew ketika melihat Jessica yang tiba-tiba terbengong.
Jessica pun mengembalikan fokusnya, "Eh! Tidak kok, kakak baik-baik saja"
"Kak Jes serius?" ucap Matthew memastikan.
"Iya serius, sudah lanjut lagi makannya ya habis ini kita main-main sepuasnya" ucap Jessica.
__ADS_1
Mendengar hal itu pasti membuat Matthew merasa senang dan buru-buru menghabiskan makanannya.