Emang Kenapa Kalau Duda?

Emang Kenapa Kalau Duda?
Chapter 26 [ 21+]


__ADS_3

"Bagaimana kamu bisa kan?" tanya Hana kepada Samuel.


"Bisa sih, maunya kapan?"


"Nanti malam"


Dengan iming-imingan bantuan untuk mendekatkan Samuel dengan pujaan hati, Hana akhirnya bisa meluncur ke rencana busuknya.


Malam harinya Samuel berhasil membawa Nick ke tempat club seperti yang diperintahkan oleh Hana dengan alibi ingin ditemani refreshing untuk malam ini.


"Sam, aku gak bisa lama-lama kasian Matt di rumah sendiri" ucap Nick.


"Okay cuman sebentar kok" ucap Samuel.


Hana yang baru memasuki club langsung mengedarkan pandangan mencari keberadaan Samuel dan Nick. Saat tatapannya melihat pria yang selama ini menjadi incarannya, Hana bergegas untuk mendekatinya.


"Hai Nick kebetulan banget kita ketemu disini" ucap Hana seolah mereka bertemu secara kebetulan.


"Eh! Han, happy-happy kita yok!" ucap Samuel sedikit mabuk karena sudah meminum beberapa gelas beer berukuran kecil.


Hana melangkah mendekati bartender untuk meminta dua gelas minuman dan memberikan sebuah bingkisan plastik disertai beberapa uang lembar. Hana memberikan kode agar bartender tersebut melaksanakan apa yang ia minta dengan cepat.


Tak lama Hana mendekati Nick dan menyodorkan segelas minuman untuk Nick, "Silahkan Nick diterima sebagai permintaan maaf, aku sadar kalau memang perasaan tidak bisa dipaksa aku udah bisa menerima semuanya Nick" ucap Hana dengan wajah dibuat sepolos mungkin.


"Kamu yakin Han?"


Hana mengangguk sambil menyodorkan segelas beer kepada Nick. Nick pun menerima tanpa ada rasa curiga sedikit pun.


"Aku senang kalau kamu udah mengerti" ucap Nick.


Mereka melakukan cheers sebelum meminum beer mereka. Hana tersenyum senang karena rencananya berhasil dengan mulus tanpa ada gangguan apapun.


Di satu sisi Samuel sudah asyik dengan dunianya sendirinya membuat Hana lebih leluasa untuk mendekati Nick.


Beberapa menit berlalu Nick merasakan badannya mendadak sangat panas dan menjadi gerah. Kepalanya juga merasa pusing.


Disitulah Hana memulai aksinya dengan menyentuh daerah sensitif Nick membuat Nick menggeram pelan.


Pikirannya sudah tak terkendali seiring gejolak nafsu yang tiba-tiba muncul membuatnya ingin mencari tempat pelampiasan.


Hana yang sedang menggelayut manja dan berbicara sensual pun berhasil membangkitkan gairah Nick yang sudah berkecamuk ingin segera diselesaikan.

__ADS_1


Nick melihat dengan samar perempuan yang berada di depannya dan di bayangan Nick dia melihat gadisnya yaitu Jessica sedang tersenyum ke arahnya membuat Nick menangkap tubuh itu ke dalam pelukan membuat Hana tersenyum menang.


Nick mulai meraba bagian-bagian sensitif Hana membuatnya mengeluarkan d*****n pelan. Tak kuat lagi Hana menyerat tubuh Nick membawanya ke dalam satu ruangan yang sudah ia persiapkan.


Di dalam mereka langsung meluncurkan aksi dewasa. Nick langsung mencium bibir Hana dengan kasar dan menuntut sambil membuka kancing kemejanya.


Nick beralih membuat bercak-bercak ungu di bagian leher dan dada Hana sambil membuka resleting dress ketat yang Hana kenakan. Dengan gampangnya dress tersebut terlepas menyisakan tubuh Hana yang terbalut pakaian dalam saja.


Nick sudah gelap mata tidak bisa membedakan situasi yang seharusnya tak ia lakukan. Nick dengan cepat melempar kemejanya ke sembarang tempat dan mulai meloloskan bra dan ****** ***** Hana menyisakan tubuh polos wanita yang ada di bawahnya.


Nick melancarkan aksinya meremas kedua p******a Hana dengan kasar meloloskan erangan halus di bibir Hana. Nick juga m******t, m******m dan m*******t p******a Hana membuat Hana tak henti-hentinya meloloskan d*****n membuat Nick kehilangan akal sehat.


Nick membuka kedua kaki Hana bermain-main dengan v****a wanita tersebut menggunakan kedua jarinya.


Hana mulai merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Nick. Meracau tak karuan membuat Nick semakin gencar memainkan V****a Hana. Bukan hanya dengan kedua jarinya, Nick juga bermain dengan lidahnya, melesatkannya ke dalam membuat Hana mend***h kenikmatan.


"Oh Nick, F**k me now" ucap Hana sensual. Ia tak tahan untuk segera diberi kenikmatan oleh Nick yang sudah ia dambakan sejak dulu.


Nick melepas celananya dan terpampang miliknya yang sudah tegak sempurna membuat Hana tersipu. Nick pun meloloskan miliknya ke dalam milik Hana yang sudah sangat basah. D*****n dari kedua insan tersebut memenuhi area kamar tempat mereka melakukan kegiatan panas. Gerakan erotis mereka membuat siapa saja yang melihat juga ikut merasakan panasnya pergulatan mereka.


"Oh yeah" ucap Hana diiringi maju mundur badannya menerima serangan hebat dari Nick.


"Faster"


"Faster, yeah"


Sambil memberikan serangan ke dalam milik Hana. Nick juga memainkan kedua p******a Hana dengan sangat kasar, m********r dan m*****snya tanpa ada kelembutan saat ia memainkannya tapi hal tersebut malah membuat Hana kesenangan.


Hana mengerang dengan sangat kuat karena dirinya akan segera keluar, "Ahh, Nick"


Tak lama Nick juga mendapatkan puncaknya. Di dalam bayangannya Nick masih menganggap Hana sebagai Jessica, "You like it, Honey"


"Yeah"


Mereka berdua mengulum bibir satu sama lain cukup lama sambil Nick juga memainkan p******a milik Hana dengan kedua tangannya.


Nick merasakan miliknya menegang kembali dan melakukannya sekali lagi bersama Hana. Kali ini permainan mereka lebih brutal dan lebih lama. Permainan mereka di akhiri dengan ciuman hangat sebelum mereka tertidur karena kelelahan.


~


Samuel terbangun dari tidurnya dan menemukan dirinya tergelatak di kursi depan club. Ia memijat pelipisnya karena masih terasa berdenyut akibat kebanyakan minum. Ia melihat jam di pergelangan tangannya masih menunjukkan pukul dua pagi.

__ADS_1


Samuel berjalan pelan ke arah parkiran dan masih melihat mobil Nick terparkir disana membuat Samuel kebingungan.


"Dia kemana? Apa masih di dalam?" ucap Samuel.


Dirinya sendiri sudah tidak ingat apapun yang sudah ia alami memutuskan untuk masuk ke dalam mobil dan tidur di dalam. Ia tak mau bermain dengan wanita sembarangan, dirinya masih mengingat dengan doi yang menjadi incarannya.


Ia akan pulang kalau Nick juga pulang. Samuel akan menunggu nanti juga pasti jendela mobilnya akan diketuk kalau Nick akan pulang.


~


Jessica tiba-tiba terbangun dari tidurnya dengan perasaan gelisah. Dirinya turun dari ranjang dan berjalan kearah dapur untuk mengambil minum.


"Kenapa perasaanku gak enak ya" gumam Jessica.


Ponselnya terdengar dari luar membuat Jessica bergegas masuk kedalam kamarnya lagi. Sebuah panggilan dari telepon rumah membuat Jessica mengernyit.


"Halo" ucapnya.


"Halo Kak Jes ini aku Matthew" ucap Matthew dengan suara bergetar.


"Ada apa Matthew malam-malam kamu kok telepon Kakak, Apa ada masalah?" ucap Jessica tiba-tiba khawatir.


"Kak aku takut" ucapnya diikuti isakan tangis, "aku sendirian di rumah" kali ini tangisnya semakin kencang.


"Papa kamu kemana, Matt?"


"Papa belum pulang tadi dia keluar sama uncle Samuel" jawab Matthew.


"Kamu udah coba hubungi Papa kamu?"


"Sudah tapi gak diangkat" jawab Matthew.


Isakan Matthew semakin menjadi-jadi dan tangisannya semakin pecah membuat Jessica merasa pilu mendengarnya.


"Yasudah kamu tenang, Kakak segera ke rumah kamu sekarang" ucap Jessica.


"Cepet ya Kak" pinta Matthew dengan isakan yang membuat nafasnya tersengal-sengal.


"Iya Matthew tunggu Kakak sebentar"


Jessica langsung bergegas mengambil jaket dan mencari kunci motornya. Tak ada rasa ketakutan sekarang karena akan pergi di malam hari yang sangat menakutkan dan tak ada di otaknya kalau dirinya mungkin bisa akan celaka jika melewati jalanan yang sepi. Dipikirannya saat ini adalah ia harus cepat menemui Matthew apapun kondisinya Jessica akan segera kesana.

__ADS_1


__ADS_2