
Setelah menidurkam Matthew, Jessica dan Nick berjalan menuju taman samping rumah. Suasana diantara mereka berdua masih canggung.
Nick melihat Jessica yang beberapa kali menggosok-gosokkan telapak tangan dan lengannya berpikir kalau gadisnya ini sedang kedinginan.
"Kamu kedinginan apa sebaiknya kita balik saja ke dalam" tawar Nick.
"Tidak Om, tak apa. Om kan yang pengen ngajak saya jalan-jalan keluar sebentar" tolak Jessica.
Nick merasa tidak enak. Memang ini karena keinginannya yang mengajak Jessica keluar rumah untuk menikmati waktu berdua di taman samping rumahnya.
"Tapi kalau kamu kedinginan kayak gitu saya gak tega. Lebih baik kita kembali saja" ucap Nick merasa bersalah karena sudah memilih waktu yang tidak cocok untuk membawa Jessica ke taman sekarang.
"Tak apa aku bisa menahannya"
Sampailah di taman yang mereka tuju. Disana Nick mengajak Jessica duduk di kursi panjang dekat dengan lampu taman. Nick meraih kedua tangan Jessica dan menangkupnya di dalam genggamannya. Nick bisa merasakan dinginnya tangan mungil Jessica.
Wajah Jessica tiba-tiba berubah menjadi merah merona. Tangan besar Nick begitu hangat dan nyaman. Mereka berdua saling pandang membuat jantung keduanya berdegup tak beraturan.
Nick menggosok pelan tangan Jessica, "Bagaimana masih dingin?" tanyanya.
__ADS_1
Jessica menggeleng, "Lumayan hangat" jawabnya.
Nick menunduk sebentar ingin mengutarakan sesuatu kepada Jessica, "Jessica" panggilnya.
"Hem!" jawab Jessica menatap lekat wajah Nick.
"Soal Hana—"
"Sh!" desis Jessica sambil menaruh telunjuknya di bibir Nick agar pria itu tak melanjutkan ucapannya.
"Jangan dibahas lagi ya. Yang lalu biarlah berlalu" ucap Jessica sambil tersenyum.
"Tapi—"
Nick mengangguk.
"Om cinta kan sama saya?"
"Tentu. Saya cinta sama kamu"
__ADS_1
"Jadi itu bukan salah Om. Saya ngerti kok kalau Om gak mungkin berbuat yang tidak-tidak apalagi sudah menjalin hubungan dengan seseorang yang Om cintai itu, siapa dia?" tanya Jessica sambil mengelus pelan pipi Nick.
"Kamu"
"Nah itu tau. Saya percaya kok sama Om"
Nick menggapai tangan Jessica yang sedang mengelus pipinya. Dikecupnya lama sampai Jessica bisa merasakan bibir Nick yang hangat.
"Terima kasih kamu sudah percaya sama saya" ucap Nick haru.
"Sama-sama. Memang sepantasnya begitu kan. Sebagai sepasang kekasih memang harus saling percaya" ucap Jessica.
Nick memeluk Jessica dengan senyum yang mengembang sempurna di wajahnya. Ia merasa bersyukur telah di pertemukan oleh gadis baik seperi Jessica dan dia tak menyesal sama sekali memilih Jessica sebagai kekasihnya. Bukan hanya tidak menyesal tapi Nick merasa pria paling beruntung bisa mendapatkam gadis seperti Jessica.
Nick melepas pelukannya dan menatap lekat mata Jessica. Matanya kini beralih menatap bibir merah muda milik Jessica. Nick menciumnya lembut sementara Jessica sedikit kaget dengan ciuman yang diberikan oleh Nick tapi ia berusaha untuk tetap tenang. Nick hanya memberikan kecupan lembut sebagai tanda sayang. Ia kembali menatap Jessica yang wajahnya sudah merah padam. Nick sedikit tertawa melihat hal itu.
"Kenapa?" tanya Jessica tak terima. Ia yakin kalau saat ini wajahnya pasti sangat aneh setelah berciuman dengan Nick.
"Gakpapa kamu cantik malam ini" ucap Nick masih dengan tawa yang keluar dari mulutnya.
__ADS_1
"Gombal" ucap Jessica.
Nick hanya membalas dengan tawa dan mengacak pelan rambut Jessica yang semakin membuat gadis di depannya ini menjadi salah tingkah di tempatnya.