Emang Kenapa Kalau Duda?

Emang Kenapa Kalau Duda?
Chapter 30


__ADS_3

Di Supermarket dekat Restoran tempat kerjanya, Jessica membeli bahan untuk mencoba membuat kue dari resep yang sudah ia baca. Menghadapi masalahnya akhir-akhir ini membuat tenaganya terkuras membuatnya capek sendiri. Rasa-rasanya membuat kue bisa membuatnya sedikit melupakan masalahnya yang masih mbulet seperti benang kusut.


Saat berkekiling mencari bahan-bahan ada sebuah suara yang memanggil namanya membuatnya menoleh ke arah sumber suara.Ketika Jessica menoleh ke arah sumber suara dia melihat sosok pria yang berlari kecil ke arahnya.


"Jessica kan?" ucapnya ketika sudah berdiri di depan Jessica.


Jessica mengangguk sambil mengingat pria di depannya ini, "Om ini—"


"Masa kamu lupa. Saya sepupunya Nick" potongnya.


"Om Samuel" ucap Jessica.


"Iya" Samuel mengangguk, "gimana keadaan kamu?"


Jessica agak bingung mendapat pertanyaan seperti itu dari Samuel, "Baik" jawab Jessica seadanya.


"Kamu sama Nick?" ucap Samuel dengan ekspresi bertanya.


"Hum, baik juga" jawab Jessica ragu.


Hening sejenak.


"Jessica" panggil Sam dan Jessica mengangkat wajahnya yang tadinya menunduk.


"Saya tahu semuanya" lanjut Samuel.

__ADS_1


"Maksudnya?" tanya Jessica tak mengerti.


"Soal Nick dan Hana" jawab Samuel pelan.


Jessica terdiam sejenak, "Om juga tahu"


Samuel nampak bersalah. Dirinya memegang kedua pundak Jessica, "Percaya sama Nick, dia ngelakuin itu dengan tidak sengaja. Dia dijebak sama Hana. Kamu harus percaya sama Nick, dia sangat mencintai kamu, Jes" ucap Samuel dengan ekspresi meyakinkan.


Jessica tersenyum, "Saya tahu kok"


Ucapan Jessica sedikit membuat Samuel terkejut.


"Setelah dipikir-pikir emang mustahil Om Nick melakukan itu dengan suka rela. Beberapa hari sebelum kejadian itu, Hana sempat datang ke rumah saya dan bilang akan merebut Nick dari saya dengan cara apapun dan dia juga bicara seolah akan berbuat sesuatu kepada Om Nick jadi saya percaya kok sama Om Nick" jelas Jessica membuat Samuel bisa bernafas lega.


"Syukurlah kalau begitu. Ini semua juga salah saya, saya minta maaf sama kamu. Saya juga telah dimanfaatkan oleh Hana" ucap Samuel.


"Saya menyesal" ucap Samuel lirih.


Tiba-tiba Jessica terfikir akan bantuan yang mungkin bisa diberikan oleh Samuel untuknya.


"Om Sam" panggilnya.


Samuel menatap ke arah Jessica dengan serius, "Iya"


"Saya boleh minta tolong" ucap Jessica.

__ADS_1


"Minta tolong apa?"


"Tolong bantu saya untuk bertemu dengan Hana" jawab Jessica.


"Kamu ingin bertemu Hana? Kenapa?" tanya Samuel tak mengerti.


"Saya ingin berbicara dengannya. Saya mohon Om, saya bingung mau minta tolong ke siapa. Om Sam mau bantu saya kan?"


"Tapi Jes nanti kalau Nick tahu saya bisa dipenggal sama dia" ucap Samuel takut.


"Enggak akan nanti kalau Om Sam dimarahin sama Om Nick pasti akan saya bela. Saya benar-benar pengen ketemu sama Hana, Om" pinta Jessica sangat memelas.


"Baiklah saya akan antar kamu bertemu Hana tapi juga saya akan temani. Pokoknya kamu jangan bertemu dengannya sendiri. Saya harus selalu ada disamping kamu"


"Tapi Om—"


"Tak ada penolakan kalau kamu masih pengen ketemu sama Hana" potong Samuel.


"Baiklah" final Jessica.


"Saya akan antar kamu di hari sabtu" ucap Samuel.


"Lama banget Om" protes Jessica.


"Itu waktu yang tepat. Kamu nurut saja" ucap Samuel.

__ADS_1


Walaupun Jessica tak mengerti tapi dia akan patuh. Kini harapannya untuk bertemu Hana cuma ada pada Samuel kalau dia tatap bersikeras membantah bisa lepas kesempatannya untuk berbicara langsung dengan Hana.


__ADS_2