
Nick sampai di rumahnya dan mendapati Matthew sedang berada di rumah menonton tv sendirian.
"Matthew" panggil Nick bergegas mendekati Matthew lalu memeluk anaknya yang hanya diam tak membalas pelukannya. Wajar kalau Matthew marah padanya.
Nick menangkup pipi Matthew dengan kedua telapak tangannya, "Maafin Papa ya" ucapnya lirih, "Papa salah, Papan minta maaf"
Matthew hanya melihat Nick dengan wajah datar lalu melepaskan tangkupan tangan Nick di pipinya. Matthew kembali lagi melihat ke arah televisi.
Nick terdiam, ia tahu pasti Matthew akan bersikap dingin padanya setelah apa yang ia buat kemarin malam meninggal Matthew seorang diri di rumah yang luas ini pasti dirinya sangat ketakutan.
"Matthew sudah sarapan?" tanyanya mencoba mencairkan suasana.
Matthew mengangguk singkat.
Nick hendak beranjak namun saat Matthew memanggilnnya, Nick kembali duduk di samping Matthew.
"Kak Jessica tadi masak nasi goreng sama telur ceplok buat sarapan, dia juga nyiapin buat Papa" jelas Matthew.
Nick sangat syok mendengar nama Jessica disebut, "Kak Jes kesini Matt?"
"Tadi malam Kak Jes nemenin aku karena aku takut sendirian terus Kak Jes tiba-tiba nangis sesenggukan setelah melihat sesuatu yang ada di ponselnya" ucap Matthew.
"Matt Papa harus ketemu Kak Jessica kamu ikut Papa ya" ajak Nick.
Matthew menggeleng, "Gak mau, kata Kak Jes, dia gak mau diganggu"
Tiba-tiba perasaan Nick menjadi tidak enak. Ia teringat kejadian semalam antara dirinya dan Hana. Apa mungkin Jessica sudah tahu?
"Matt Papa mau ketemu Kak jes dulu ya" ucap Nick bergegas menuju tempat kerja Jessica.
Sesampainya disana, buru-buru Nick masuk ke dalam Restoran dengan pakaian dan penampilan yang acak-acakan. Karyawan menyambut seperti biasa namun Nick langsung menerobos masuk membuat karyawan penyambut tadi panik mengira Nick perampok dilihat dari penampilannya yang hambur adul.
"Pak maaf pak jangan masuk sembarangan" ucapnya mencegah Nick.
"Jessica mana Jessica" ucapnya.
__ADS_1
"JESSICA!"
Nick berteriak seperi orang gila mengundang tatapan dari para pengunjung yang sedang makan, seketika Restoran menjadi kacau akibat ulah dari Nick.
Rani yang mengenal Nick pun segera menghampiri dan mencoba menenangkan Nick, "Om Nick" Panggilnya.
Nick menoleh dan langsung mendekati Rani. Nick menggenggam kedua bahu Rani, "Jessica mana saya mau bertemu" ucapnya.
"Tenang Om" Rani menelan ludahnya dengan kasar. Ia takut dengan ekspresi Nick saat ini, "Jessica gak masuk Om, dia juga gak ada kabar" jawab Rani.
"Kamu gak bohong kan?"
"Enggak Om saya juga berusaha menghubungi Jessica dari tadi tapi tak ada jawaban dari dia, tadi saya sempat ke rumahnya tapi Jessica juga gak ada disana" jelas Rani membuat Nick semakin kalang kabut.
Dari luar munculah Yohan yang menghampiri Nick dan langsung melayangkan bogem mentah ke arah Nick.
"B*j*ng*n, dimana Jessica? Kau apakan dia?" serbu Yohan dengan amarah yang membludak.
"Kau siapa, hah! Jangan ikut campur" balas Nick.
Nick melepas cengkraman tangan Yohan dari kerahnya dengan paksa sambil menatap tajam ke arah Yohan.
Nick berjalan keluar restoran, masuk ke dalam mobil dengan amarah yang menggebu-gebu. Dirinya membanting setir mobil dengan kuat menumpahkan kekesalannya. Nick kesal dengan apa yang sudah ia lakukan, ini kesalahan yang memang tidak bisa dimaafkan tapi dirinya juga gak akan pernah rela melepaskan Jessica walaupun nanti Jessica tak mau lagi dengannya Nick akan mencoba segala cara agar Jessica tetap berada di sampingnya kalaupun Jessica tetap memberontak dirinya tak segan-segan menggunakan cara paksaan.
Pintu kaca mobil diketuk beberapa kali. Nick melihat raut wajah Rani yang cemas lalu menurunkan kaca mobilnya.
"Om coba cari Jessica ke Danau Orsim biasanya dia kalau sedang ada masalah pasti akan kesana, tolong Om cari dia, saya khawatir" ucap Rani meneteskan air mata.
"Kamu tenang saja, saya akan menemukan Jessica secepatnya. Terima kasih atas informasinya"
Rani mengangguk. Dirinya takut kalau Jessica kenapa-napa. Semarah-marahnya Jessica, dia akan membagi masalahnya dengan bercerita pada Rani tapi kali ini tidak, membuat Rani berpikir kalau masalah yang sedang dihadapi Jessica pasti sangat besar.
Mobil Nick melaju dengan kencang menuju Danau Orsim. Tempat itu lumayan jauh membuat Nick tak sabar untuk cepat sampai disana. Jalan padat pun ia terjang dengan brutal sampai ia mendapatkan klakson tanda protes dari pengendara lain.
Sampai di Danau Orsim, Nick seperti orang tidak waras berlarian kesana kemari mencari keberadaan Jessica. Sampai matanya tertuju pada seorang gadis yang sedang duduk termenung melihat ke arah danau.
__ADS_1
Nick berjalan menghampirinya dan ia bisa melihat tatapan kosong dengan pipi yang basah membuat siapapun pasti prihatin melihat Jessica seperti orang yang dilanda depresi.
"Jessica" panggil Nick.
Jessica terkejut di tempatnya dan menoleh cepat ke arah Nick, "Kau"
Jessica berdiri dan berjalan mundur menjauhi Nick, "Kenapa kau disini?" ucapnya dengan nada kesal terdengar jelas di telinga Nick.
"Jes" panggil Nick panik melihat Jessica yang berusaha menghindar darinya namum Nick berusaha untuk mendekat ke arah Jessica.
"Jangan dekati aku" ucapnya dengan tangis yang memilukan.
Dengan cepat Nick meraih tangan Jessica dan membawanya ke dalam pelukan. Jessica sontak saja langsung meraung minta dilepaskan.
"Jes maafin saya" lirih Nick tepat di telinga Jessica.
Jessica tetap berusaha memberontak di dalam pelukan Nick mencoba melepaskan diri dari kungkungan pria dewasa yang memeluknya dengan sangat erat.
"Lepaskan, biarkan aku pergi" ucap Jessica.
"Gak, saya gak akan lepasin kamu" ucap Nick.
"Tolong pergilah jangan dekati aku lagi" ucap Jessica menangis dengan kencang.
Nick malah mempererat pelukannya dengan air mata yang juga luruh membasahi pipi, "Jangan pergi. Saya gak mau jauh dari kamu"
Jessica menangis sekencang-kencangnya di dalam pelukan Nick. Tangannya mencengkram kuat kemeja bagian belakang Nick melepaskan seluruh rasa kesal yang sekarang tengah ia rasakan.
"Kenapa kau lakukan itu" ucap Jessica dalam tangis yang memilukan.
Nick merasakan badan Jessica yang bergetar hebat akibat isakan dari tangis yang tersedu membuat Nick merasa sangat bersalah karena sudah mengkhianati gadisnya.
"Maaf, maaf" ucap Nick berkali-kali. Ia tak mau kehilangan Jessica. Ia tak akan membiarkan Jessica pergi darinya apapun caranya.
"Saya mohon jangan tinggalin saya" ucap Nick parau.
__ADS_1