Emang Kenapa Kalau Duda?

Emang Kenapa Kalau Duda?
Chapter 42


__ADS_3

Hari ini adalah hari perayaan sekolahnya Matthew. Ada berbagai permainan yang akan diikuti oleh para murid dan juga pertandingan olah raga yang akan diikuti oleh wali murid. Terdengar riuh suasana di sekolah Matthew saat ini.


"Ayo Matthew kamu pasti bisa!" sorak Jessica yang memberikan semangat kepada Matthew yang sedang mengikuti lomba tarik tambang melawan kelas unggulan A.


Matthew harus menang ia tak mungkin kalah dari murid kelas tersebut yang setiap hari selalu meremehkan kelasnya yang berada di kelas unggulan C


"Ayo teman-teman kita gak boleh kalah" ucap Matthew memberikan semangat pada teman-temannya.


Tarik!!


Tarik!!


Tim lawan juga gak mau kalah.


Dengan tekat yang kuat Matthew dan teman-temannya pada akhirnya memenangkan perlombaan.


"Yeay!" sorak Matthew dan tim-nya.


Matthew menghampiri Jessica, "Ma lihat kan kalau Matthew menang"


Jessica pun memberikan acungan jempol pada Matthew, "Anak Mama Jes emang yang terbaik"


Nick yang berada di samping Jessica hanya mengulum senyum.


Berikutnya adalah tanding lari estafet antar wali murid. Wali Matthew akan bergabung dalam satu tim dengan wali Jensen, teman Matthew.


Start awal dimulai dari orang tua Jensen dilanjut Jessica dan yang terakhir Nick. Nick adalah penentu kemenangan mereka.


Priittt!!


Mama Jensen yang sedikit berisi memang sedikit kewalahan ketika dirinya berlari.


"Ma semangat ma!" ucap Jensen.


Diberikan semangat oleh anaknya, Mama Jensen pun langsung berlari dengan kekuatan penuh.


Tongkat estafet jatuh pada tangan papa Jensen yang langsung lari tergopoh-gopoh, ia berlari ke arah Jessica yang sudah berancang-ancang walaupun tertinggal agak jauh dari lawannya.


Sampai di tangan Jessica, gadis dengan tubuh ramping dan mungil itu langsung berlari secepat mungkin sampai Matthew dan Jensen serta penonton dibuat melongo karena Jessica berhasil menyalip lawannya yang tadinya jarak mereka lumayan jauh.

__ADS_1


"Mas Nick!" ucapnya lalu memberikan tongkat estafet itu kepada Nick.


Jangan ditanya lagi soal Nick. Dia tinggi, punya kaki jenjang yang tentunya langkahnya lebar walaupun gak terlalu rajin olahraga tapi kalau buat lari mah cetek.


Kalian juga pasti sudah menebak siapa yang menang dan benar saja Nick lah yang berada di garis Finish terlebih dahulu.


Matthew dan Jensen, mereka berdua berpelukan dan bersorak bahagia.


"Yeay! mama, papa menang" sorak keduanya.


Setelah lomba lari estafet, perlombaan dihentikan sejenak untuk beristirahat. Nick, Jessica dan Matthew istirahat bersama yang lainnya bersama wali dan murid kelas unggulan C.


"Wah Mamanya Matthew hebat loh!" puji seorang ibu dengan topi pink.


"Iya loh tadi saya terkagum-kagum saat lihat lombanya" tambah ibu yang lain.


Jessica pun tersenyum malu.


"Iya dong Tan, ini kan Mama Matthew" ucap Matthew penuh bangga.


Jessica tersenyum ke arah Matthew, "Matthew bentar lagi kamu tanding dengan kelas unggulan B, semangat ya!"


Jangan tanya tentang panggilan mereka. Walaupun status Jessica masih menjadi kekasih Nick tapi panggilan tersebut memang dirubah berdasarkan inisiatif dari Matthew dan Jessica katanya sih biar terbiasa dan biar gak kaget kalau udah jadi keluarga. Nick mah senang aja apalagi sekarang dirinya gak dipanggil Om lagi oleh Jessica melainkan Mas yang terdengar sexy.


Setelah istirahat acara pun dimulai kembali. Kali ini adalah babak terakhir penentuan pemenang lomba tarik tambang antara kelas unggulan B dan kelas unggulan C.


"Kalian pasti tak akan kalah dari kita" ucap remeh ketua kelas unggulan B.


"Kita lihat saja nanti" balas Matthew dengan wajah menyebalkan. Memang sengaja agar lawan terpancing emosi.


Kedua tim sekarang sama-sama memegang tali tambang setelah peluit terdengar mereka langsung menarik tali tersebut dengan kuat.


"Ayo Matt semangat!" sorak Jessica.


"Anak Mama ayo tarik yang kuat" ucap Mama Jensen yang berdiri di sebelah Jessica.


"Kita harus dukung anak kita, Bu" ucap Jessica.


"Bener Mbak Jes, kita harus teriak yang kencang biar anak-anak kita Semangat" ucap Mama Jensen yang diangguki oleh Jessica.

__ADS_1


Jessica dan Mama Jensen kini terlihat kompak menyemangati putra mereka sementara kedua pria di belakang hanya tersenyum geli melihat tingkah kekasih dan istri mereka.


1


2


3


Tarik!!


1


2


Tarik!!


Tarikan terakhir membuahkan hasil. Tim Matthew membuat tim lawan ambruk. Jessica dan Mama Jensen bersorak senang dan heboh sampai menjadi pusat perhatian.


"Hip, Hip, Horay!"


"Hip, Hip, Horay!"


Kekompakan dari kelas unggulan C yang diketuai oleh Matthew memang patut di acungi jempol. Berkat kekompakan mereka, akhirnya kelas merekalah yang menang.


Acara terakhir adalah pembagian hadiah berupa kalung medali untuk wali dan murid yang menang dalam acara ini.


Nick, Jessica serta Matthew, mereka bertiga sama-sama mengalungi medali untuk dibawa pulang. Mereka berjalan bersama dengan Matthew di gendongan Nick.


"Yeay! Kita menang" ucap Matthew.


"Matthew suka?" ucap Jessica.


"Suka sekali, hari ini tak akan pernah Matthew lupakan dan jadi hari paling bersejarah" ucap Matthew membuat kedua orang dewasa yang bersamanya mengulas tawa.


Nick tersenyum teduh ke arah Jessica, Jessica pun membalas dengan serupa lalu Nick merangkul pinggang Jessica dengan tangannya yang bebas dan memberikan Jessica kecupan singkat.


Dan begitulah akhir kisah mereka, akhir kisah cinta bahagia antara gadis berusia dua puluh tahun yang dipertemukan oleh anak berusia delapan tahun yang tak ia sangka akan membawa ke dalam cinta sosok pria matang yang akan mengisi tempat spesial dihatinya.


...– Tamat –...

__ADS_1


__ADS_2