Emang Kenapa Kalau Duda?

Emang Kenapa Kalau Duda?
Chapter 35


__ADS_3

Yohan menghampiri Jessica ketika sedang beristirahat di tempat biasa bersama Rani.


"Wih kenapa lagi tuh orang" ucap Rani yang merasa terganggu dengan kedatangan Yohan.


"Jessica" panggilnya ketika dia sudah berada di depan Jessica.


Jessica langsung berdiri begitu pula dengan Rani.


"Iya pak" balas Jessica.


'Kali ini apalagi, Tuhan' batin Jessica.


"Siapa cowok yang berbicara sama kamu tadi?" tanya Yohan.


"Cowok? Yang mana?" tanya balik Jessica.


Yohan berdecih, "Yang mana?" katanya membuat Jessica dan Rani saling pandang, "berapa banyak cowok yang kamu dekati, Jessica"


"Maksud bapak apa ya ngomong kayak gitu ke saya" ucap Jessica tak terima.


"Oh, atau kamu ini selain kerja disini juga ada kerja sampingan ya di luar sana" ucapnya sambil memicing, "kamu ini l*nt* ya"


Rani mendorong tubuh Yohan dengan kasar hingga mampu membuat tubuh Yohan terhuyung ke belakang, "Bapak jangan ngomong sembarangan tentang sahabat saya" ucap Rani tak terima sahabatnya dibilang l*nt* sama orang yang suka jajan kayak Yohan. Rani tahu hal itu asal kalian tahu.


Jessica juga memberikan eskpresi tajamnya ke arah Yohan.


"Kalau bukan l*nt* terus apa? Saya tadi lihat kok dia ngambil kartu nama dari pelanggan yang datang kesini tadi pasti mau berbisnis yang tidak-tidak" ucap Yohan.


"Bapak kalau gak tahu apa-apa jangan asal ngomong mengenai diri saya pak, lagian mau saya ngel*nt* kek mau kagak apa urusannya sama bapak" ucap Jessica tak terima.


Yohan kini sudah mengepalkan kedua tangannya, "Berapa harga kamu? Saya beli"


Plak!


Satu tamparan berhasil mendarat di pipi Yohan.


"Semurah itukah bapak ngelihat saya" ucap Jessica sambil menatap Yohan dengan mata yang sudah berkaca-kaca lalu berlalu pergi meninggalkan tempatnya. Lelah dia meladeni orang sinting kayak Yohan. Sudah ia pastikan hari ini adalah hari terakhirnya bekerja disini.


"Gara-gara bapak semuanya jadi kacau" ucap Rani ikut menyusul kepergian Jessica.

__ADS_1


~


Sampai di rumah Jessica langsung merebahkan dirinya di atas kasur. Lalu ia meraih kartu nama Samuel yang terselip di saku kemejanya dan mengetikkan nomor ke dalam ponselnya. Jessica pun mengirim pesan kepada Samuel takut nanti jika menelpon akan mengganggu.


Jessica : Hay Om ini aku Jessica [17.35]


Jessica : Bagaimana Om pertemuannya nanti? [17.35]


Jessica menelentangkan kedua tangannya dan menatap ke arah langit-langit kamarnya. Tak berapa lama Jessica merasakan getaran pada tangannya, ia pun langsung mengecek ponselnya.


Samuel : Saya jemput di rumah kamu, saya antar di tempat yang biasa dikunjungi Hana di hari sabtu [17.38]


Jessica : Ok. Terima kasih Om, jam berapa kita berangkat kesana? [17.39]


Samuel : Jam sembilan pagi apa kamu bisa? [17.39]


Jessica : Bisa [17.40]


Samuel : Kerjaan kamu gimana? Maaf ya tapi hari sabtu memang waktu yang tepat [17.41]


Jessica : Gakpapa Om, saya bisa cuti [17.41]


Jessica : Siap [17.43]


Jessica menghela nafasnya. Samuel tidak tahu kalau besok ia sudah tidak bekerja lagi di RMJ sungguh ia muak dengan pemiliknya yang tiba-tiba menilai murah terhadapnya.


Jessica turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu ia pergi ke dapur untuk memasak makan malam.


Malam ini Jessica hanya menghangatkan sarden pindang yang ia buat tadi pagi sebagai lauk ditambah kerupuk sudah membuatnya Happy.


Saat sedang makan pintu rumahnya diketuk beberapa kali membuatnya harus meninggalkan makannya. Pintu terbuka menampilkan sosok Rani yang tersenyum ke arahnya.


"Rani tumben kau kesini malam-malam pasti ada urusan penting" ucap Jessica.


"Gak juga pengen main aja" ucap Rani.


"Masuk dulu aku lagi makan" ucap Jessica mempersilahkan Rani masuk dan membawanya ke ruang makan.


"Eh! Maaf banget loh aku ganggu kau makan" ucap Rani sungkan.

__ADS_1


"Gakpapa Ran kayak sama siapa aja kau" balas Jessica dan meneruskan makannya kembali.


"Jes benar kah kau mau resign dari tempat kerja?" tanya Rani.


Jessica mengangguk.


"Yah, gak ada kau gak seru lah"


"Mau gimana lagi, Yohan tuh bikin aku gedeg" ucap Jessica emosi.


"Iya aku juga enek lihat tingkahnya" tambah Rani.


"Terus abis ini kau mau kerja dimana?"


"Masih belum tahulah aku, lagian aku masih ada tabungan banyak kalau nganggur sebulan dua bulan mah masih sisa banyak itu. Aku mau ada hal penting dulu yang mau diurus" ucap Jessica.


"Soal apa?"


"Soal wanita gak tahu diri yang mau ngerebut Om Nick dari aku" ucap Jessica.


"Seriusan"


Jessica mengangguk, "Yang dibilang Yohan cowok yang aku temuin di restoran itu adalah Om Samuel sepupunya Om Nick yang mau bantu aku buat ketemu sama cewek itu" jelas Jessica.


Rani manggut-manggut, "Pak Yohan salah paham tadi ngiranya Om Samuel itu mau booking kau"


"Ya gak mungkin lah. Aku bukan cewek kayak gitu kali" protes Jessica.


"Iya aku tahu kok"


"Mau dia salah paham atau enggak, aku udah gak nyaman kerja sama dia apalagi soal kejadian tadi siang"


"Kau benar"


"Udahlah gak usah bahas Yohan nih kau udah makan belum. Makan sekalian gih kalau belum" tawar Jessica.


"Mau dong Jes perutku juga masih laper padahal tadi udah makan banyak dirumah"


"Dasar perut karet"

__ADS_1


"Biarin"


__ADS_2