
Setelah sampai di bar milik Hugo, Nick langsung masuk dan membuat keributan di dalam dengan meneriaki nama Hugo walaupun Samuel sudah menghalangi dan menenangkannya tapi Nick masih tetap bertingkah seperti seorang yang kesetanan hingga akhirnya sang pemilik bar keluar dari ruangan bersama dengan seorang wanita yang sangat terkejut melihat kehadirannya.
"Nick" gumam wanita itu tak lain adalah Hana yang berada di rengkuhan pria bernama Hugo.
"Sudah ku duga dan seperti yang aku harapkan" ucap Nick dengan senyum licik.
Hana berlari menghampiri Nick dan memegang lengannya, "Nick ini semua tidak seperti yang terlihat"
Nick menghempas kasar tangan Hana, menatapnya jijik, "Perempuan menjijikan" ucapnya lirih. Hana sangat syok dengan ucapan yang keluar dari mulut Nick.
"Dia siapa sayang berani mengacau di tempatku" ucap Hugo seraya menghampiri Hana.
Hana berdiri dan menggeleng seolah tak memperbolehkan Hugo untuk mendekatinya membuat Hugo mengernyit keheranan. Pandangannya pun beralih menatap Nick yang membuatnya seperti mengingat akan sesuatu.
"Jadi pria ini yang sudah menjadi sainganku" ucap Hugo seperti iblis.
"Bilang sekarang Hana, siapa bapak dari anak yang ada di kandunganmu itu?" tanya Nick dengan tatapan tajamnya, "dan siapa pula yang ingin menjadi pesaingmu" Nick menatap Hugo tidak suka.
"Ini.. I-ini tentu anak ka-kamu Nick" ucapnya sambil memaksa senyum.
Hugo menatap cepat ke arah Hana, "Apa yang sudah kau bicarakan itu" satu tamparan mendarat di pipi Hana membuat dua pria yang berada di depannya terkejut bukan main.
__ADS_1
Hana langsung tersungkur ke bawah, "Nick tolong Nick, aku takut"
Nick hanya menatap jijik ke arah Hana dan membiarkan saja karma yang sudah datang untuk wanita yang sudah mengacaukan hubungannya dengan gadis kesayangannya.
Hugo mengangkat Hana dengan paksa agar wanita itu berdiri dengan benar dengan lebam yang langsung tercetak di pipinya.
"Bisa-bisanya kau bilang bahwa anak ini adalah anak dari pria sialan ini. Sebangsat orang macam aku ini kalau soal anak aku gak akan main-main. Ini anak aku Han" ucap Hugo.
"Enggak ini bukan anak kamu" ucap Hana dengan nada berteriak.
"Beraninya kau—" tangannya hendak menampar Hana lagi namun ditahan oleh Nick sebab pria itu juga lama-kelamaan kasihan dengan reaksi yang diberikan Hugo kepada Hana.
"Jangan perlakukan wanita seperti itu" ucap Nick datar.
"Iya aku tahu dan aku memang berharap seperti itu" Nick melepas cengkraman Hugo dengan paksa, "bilang sama wanitamu jangan mengakui bahwa aku adalah bapak dari anak yang ada di dalam perutnya. Gara-gara dia hubunganku dengan kekasihku kandas"
Hugo melempar tatapan tajam pada Hana, "Dasar wanita ular gak tahu diuntung kamu"
"Aku emang benar. Aku sebenarnya juga gak tahu anak dalam kandunganku ini anak siapa sebab aku hamil setelah Nick menyetubuhiku" ucap Hana.
"Bukan, dia bukan anak Nick" sahut seorang pria tak dikenal yang tiba-tiba masuk bergabung dengan mereka nampak Hana mendadak bertingkah mencurigakan.
__ADS_1
"Siapa kamu?" tanya Samuel.
"Aku bartender yang disuruh Hana untuk memberikan obat perangsang pada minumannya Nick" ucap pria itu sebut saja namanya Juna.
"Kau jangan ikut campur" ucap Hana yang sudah terlihat panik.
"Maaf tuan Nick sebelumnya karena aku terlibat dalam tragedi malam itu tapi aku berani menjamin bahwa anak yang ada dalam kandungan wanita itu bukan anak kamu karena malam itu sebenarnya kamu pingsan sebelum menyentuh Hana tapi karena Hana juga tidak tahan untuk disentuh maka ada seorang pria berambut coklat yang dibayar untuk memuaskan hasratnya dan Hana berimajinasi seolah pria berambut coklat itu adalah kau, tuan" ucap Juna.
"Bagaimana kau tahu?" tanya Samuel.
"Karena aku yang disuruh untuk mencari seorang pria untuknya. Awalnya aku yang ditawari tapi aku menolak akhirnya aku disuruh mencarikannya pria lain dan maaf tuan waktu pagi hari sebelum kau bangun Hana memintaku agar menaruh tubuhmu tidur dengan Hana seolah-olah sudah terjadi sesuatu diantara kalian" jelas Juna.
"Dasar kau mulut lemes" ucap Hana.
"Jadi bener itu Han?" tanya Samuel tak percaya. Sahabat yang dikira wanita baik dan gak neko-neko ternyata lebih buruk dari pada Putana.
Hana yang tersadar dengan ucapannya hanya diam dan sedetik kemudian ia berniat untuk kabur tapi tangannya dicekal oleh Hugo, "Mau kemana kau *****"
Hugo langsung membawa paksa Hana ke dalam ruangan sementara Nick dan Samuel sekarang merasa lega karena sudah ada bukti sebuah rekaman yang diambil oleh Samuel untuk diberikan kepada Jessica.
"Maaf tuan" ucap Juna merasa sangat bersalah.
__ADS_1
"Lain kali kau jangan berbuat yang bisa merugikan orang lain tapi terima kasih atas pengakuanmu saya jadi dapat bukti kebusukan dari Hana" ucap Nick.
Akhirnya sekarang dirinya bisa menyembuhkan luka yang ada dalam hubungannya dengan Jessica dan memulainya dari awal lagi. Kali ini ia pastikan tak ada orang lain yang bisa memisahkan antara dirinya dan juga Jessica.