
Hari ini Jessica sedang bingung mau ngapain. Pertemuannya dengan Hana masih besok, Jessica menggaruk-garuk kepalanya sambil memikirkan apa yang akan dia lakukan untuk hari ini.
Jam menunjukkan pukul delapan pagi, dirinya memutuskan untuk mandi terlebih dahulu namun ketika tangannya meraih pintu kamar mandi ada yang mengetuk pintu rumahnya membuatnya heran dengan tamu yang sepagi ini berkunjung kerumahnya.
Gak mungkin tetangga karena mereka tahunya jam segini dirinya sudah berada di tempat kerja.
Jessica dengan langkah lunglainya berjalan ke arah jendela dan mengecek dari dalam siapa yang berkunjung di pagi hari ini. Matanya membelalak ketika mendapati Rani yang berkunjung. Jessica membuka pintu dengan wajah yang bingung.
"Pagi Jessica" sapa Rani dengan senyum yang mengembang.
"Pagi" jawab Jessica dengan wajah yang masih bingung.
Rani langsung melengos masuk dan duduk di kursi ruang tamu.
"Kau gak kerja?" tanya Jessica sambil menutup kembali pintunya.
Rani menggeleng, "Enggak"
"Kenapa jangan bilang kau resign juga" ucap Jessica.
Rani hanya meringis membuat Jessica menggeplak dahinya sendiri, "Kenapa kau ikut-ikutan resign juga?" tanya Jessica sambil berjalan mendekat dan duduk di samping Rani.
"Aku putuskan buat kerja di luar kota Jes" jawab Rani membuat Jessica terkejut.
__ADS_1
"Kok mendadak"
"Disamping gak ada kau juga kebutuhan sekolah adik aku makin tinggi jadi aku harus cari kerja yang bisa kasih gaji lebih dari yang aku dapetin waktu kerja di Restoran" ucap Rani.
"Apakah ini tuntutan orang tuamu?"
Rani mengangguk.
"Yang sabar ya Ran" ucap Jessica sambil mengelus punggung tangan Rani.
"Gakpapa aku bisa menanganinya" ucap Rani.
Jessica terdiam ia akan kehilangan sahabat satu-satunya yang ia miliki.
"Kau sih mau ninggalin aku" protes Jessica.
Rani langsung memeluk Jessica, ia sendiri sebenarnya juga gak mau pisah sama Jessica. Tiba-tiba keduanya pun menangis.
"Sering kasih kabar ya" ucap Jessica.
Rani mengangguk, "Kau juga"
Mereka melepas pelukannya dan tertawa bersama meratapi nasib yang sedang menimpa mereka.
__ADS_1
"Mau jalan-jalan gak?" tawar Rani.
Jessica mengangguk, "Aku mandi dulu ya"
Rani mengangguk sementara Jessica langsung bergegas mandi dan bersiap keluar dengan Rani.
Mereka berdua akan menghabiskan waktu dengan berkeliling ke tempat wisata yang berada di daerahnya dan yang pasti akan bersenang-senang untuk hari ini.
Mereka berdua mengunjungi danau yang sedang viral. Mereka berdua banyak mengambil foto dan menjajal berbagai jajanan yang terjual di gerobak yang berjejer rapi di pinggir jalan.
Setelah mendapatkan beberapa jajanan yang mereka minati, mereka berjalan ke arah ayunan untuk menikmati suasana sambil ngemil jajan yang sudah mereka beli.
"Jes aku berharap hubungan kau sama Om Nick cepat melangkah ke jenjang serius ya" ucap Rani.
"Aamiin, tapi kenapa kau tiba-tiba berbicara soal hubunganku dan Om Nick?" tanya Jessica sedikit heran.
"Iya gakpapa, aku pengen agar kau cepat-cepat bahagia dengan orang yang benar-benar tulus sayang sama kau" ucap Rani.
bukan karena apa Rani berbicara seperti itu. Dia tahu temannya ini hanya hidup sebatang kara lalu sedang ditimpa musibah karena Yohan, Jessica sekarang menganggur ditambah Rani yang menjadi sahabatnya setelah ini tak bisa menemani Jessica lagi. Rani berharap agar Jessica cepat mendapatkan teman sejati yang bisa menemaninya sampai tua nanti atau yang disebut teman hidup. Rani berharap Nick adalah orangnya yang bisa menjaga Jessica sampai maut memisahkan.
"Makasih ya Ran, kau sudah perhatian sama aku" ucap Jessica.
"Sama-sama kau itu kan sahabatku jadi aku berharap yang terbaik buat kau" balas Rani.
__ADS_1
Jessica tersenyum dan kembali menikmati kegiatannya memandangi danau sambil memakan siomay yang ia beli tadi.