
Setelah pertemuannya kemarin dengan Jessica, Hana berencana mencari tahu lebih jauh tentang Jessica. Kemarin ia sudah tahu kalau Jessica salah satu karyawan RMJ dan sekarang dirinya sudah mengintai di dalam mobil tak jauh dari restoran tersebut.
Hampir dua jam Hana hanya duduk di mobil. Punggungnya sudah merasa pegal, hampir ia menyerah tapi tak melunturkan niatnya ingin mengetahui gadis bernama Jessica itu yang berhasil meluluhkan hati Nick.
Yang ia lakukan akhirnya membuahkan hasil. Hana bisa melihat dari kejauhan sosok Jessica yang sedang mengendarai sepeda motor untuk pulang ke rumahnya.
Hana bergegas menancap gas membuntuti Jessica. Tak sampai setengah jam Hana berhenti tepat di depan halaman rumah Jessica dan dirinya memutuskan turun dan menghampiri Jessica.
Jessica sendiri nampak terkejut dengan kedatangannya Hana padahal dirinya tak ingin bertemu untuk yang kedua kalinya dengan Hana.
"Halo" sapa Hana dengan senyum yang membuat mata Jessica berkedut.
"Ngapain kamu kesini?" tanya Jessica dengan wajah sinisnya.
"Sengaja mau mampir" jawab Hana enteng.
"Maaf tapi saya gak lagi nerima tamu" ucap Jessica.
"Jadi aku diusir nih" ucap Hana.
"Sudah lah mbak saya gak suka basa-basi apalagi sama mbak, saya tahu kalau mbak kesini pasti niatnya gak jauh-jauh dari Om Nick kan" ucap Jessica.
__ADS_1
"Kamu cenayang ya bisa tau isi pikiran aku. Aku saranin jadi peramal aja deh kamu, cocok" ucap Hana.
"Mbak kalau mau bicara silahkan saya akan dengarkan tapi setelah itu mbak pergi dari sini" ucap Jessica.
"Siapa juga yang betah lama-lama di rumah kumuh seperti ini" ucap Hana sambil melihat sekeliling rumah Jessica.
"Baguslah saya juga gak berharap orang sombong kayak mbak datang kemari" ucap Jessica.
Hana menghela nafasnya, "Dengar ya aku gak akan mengikhlaskan Nick bersama kamu gitu aja. Aku ini lebih kenal Nick dari pada kamu coba aja kamu gak pernah muncul di kehidupan Nick pasti aku sekarang yang bersamanya bukan kamu"
"Namanya juga takdir mbak kalau Om Nick jodoh saya, apa mau dikata" balas Jessica.
"Pokoknya saya bakal rebut Nick dari kamu apapun caranya. Lihat aja segera setelah hari ini kamu akan mendapatkan kabar yang membuatmu akan sangat terkejut dan melepaskan Nick buat saya" ucap Hana sambil tersenyum licik.
"Kamu sekarang masih bisa ngomong gitu tapi gak tahu nanti" ucap Hana penuh misteri, "sudahlah badanku gatal-gatal kalau lama-lama ada disini dan ingat satu hal kalau kamu bakal dapat kejutan paling tak terduga dari aku. Tunggu saja" ucap Hana berlalu pergi.
Mendengar penuturan dari Hana membuat Jessica sedikit jengkel. Apa pula yang dimaksud oleh Hana. Wanita itu pasti sudah merencanakan hal busuk agar hubungannya dengan Nick berakhir tapi apapun itu Jessica meyakinkan diri agar tak berpengaruh oleh ucapan Hana dan tetap mempertahankan hubungannya dengan Nick.
...~...
Nick baru saja pulang dari kantor langsung menuju ke kamar untuk membersihkan diri. Selama berada di kantor pikirannya tak tenang memikirkan tentang kondisi Jessica. Nick sudah berulang kali menghubungi Jessica tapi ponsel Jessica tidak aktif sama sekali membuatnya cemas.
__ADS_1
Terdengar ketukan pintu dari luar, "Pa!"
"Masuk aja Matt"
Matthew masuk ke dalam kamar dengan boneka dinosaurus ditangannya, "Pa, Matt laper"
"Matt belum makan?" tanya Nick.
"Belum" jawab Matthew.
"Kenapa kok belum makan?" tanya Nick.
"Kangen masakan Kak Jessica" ucap Matthew.
"Jangan sekarang ya Matt, Kak Jes lagi gak bisa diganggu tapi kalau Matt mau Papa bisa masakin makanan buat Matt malam ini" tawar Nick.
"Yaudah deh gakpapa. Matt pengen makan nasi goreng" ucap Matthew.
"Tentu, tunggu Papa dibawah ya. Papa mau bersih-bersih dulu"
"Baik Pa" ucap Matt lalu berjalan menuruni tangga menuju meja makan.
__ADS_1
Sementara Nick memikirkan cara agar besok bertemu dengan Jessica. Karena masalah pekerjaan yang harus ia tangani jadi dirinya akan lebih sering pergi ke kantor untuk beberapa hari ke depan kalau biasanya ia akan semangat pergi bekerja tapi tidak untuk kali ini.
Nick menghela nafasnya berat lalu buru-buru bebersih tak mau membuat anaknya menunggu terlalu lama.