Emang Kenapa Kalau Duda?

Emang Kenapa Kalau Duda?
Chapter 37


__ADS_3

Seperti yang sudah di rencanakan. Jessica diantar oleh Samuel untuk bertemu dengan Hana. Samuel membawa Jessica ke cafe yang berdekatan dengan tempat gym yang sering dikunjungi oleh Hana setiap hari sabtu.


Keduanya kini sedang menunggu kedatangan Hana yang sebelumnya sudah diajak oleh Samuel dan dia bilang kepada Hana jika ada seseorang yang akan bertemu ingin membicarakan sesuatu. Awalnya memang Hana tak mau tapi karena terus dibujuk oleh Samuel akhirnya Hana bersedia datang walaupun tidak sepenuh hati.


Kedatangan Hana yang sudah ditunggu membuahkan sebuah tatapan dahsyat dari Jessica dan Hana sendiri yang tak menyangka bahwa dirinya akan berhadapan langsung dengan gadis yang bernama Jessica.


"Oh jadi ini orang yang mau bertemu denganku. Astaga! Aku gak nyangka kau mempertemukan ku dengan gadis murahan ini" ucap Hana.


Jessica berdiri dari duduknya, "Eh Mbak yang murahan tuh situ. Ngapain ngerebut pacar orang" balas Jessica sinis.


"Sudah kalian berdua jangan ribut. Selesaikan dengan duduk tenang disini" lerai Samuel.


Kini mereka bertiga duduk dengan aura dingin yang terpancar di kedua perempuan yang membuat Samuel menghela nafas berkali-kali.


"Mbak Hana, Mbak kenapa tega ngejebak Om Nick kayak gitu Mbak? Aku tahu kok kalau Om Nick nggak mungkin main dengan Mbak Hana secara suka rela" ucap Jessica.


"Oh jadi secara gak langsung kamu mau bilang aku ini perempuan murahan gitu" ucap Hana tak terima.


"Emang bukannya seperti itu, Mbak" ucap Jessica dengan nada mengejek, "Aku mohon sama Mbak Hana buat ngejauhin Om Nick, seharusnya Mbak Hana ini tahu diri kalau Om Nick itu gak suka sama, Mbak"


"Jaga ya ucapan kamu. Aku ini lebih menarik dari pada kamu gak mungkin Nick suka sama bocah ingusan kayak kamu"


Jessica sangat tidak suka dengan apa yang sudah diucapkan oleh Hana.


"Jangan-jangan kamu pakai pelet ya, cih, ternyata bayar dukun kamu" tuduh Hana.


"Heh Mbak mana ada tahun dua ribu dua puluh tiga ngegaet laki pakai pelet, gak jaman Mbak. Ya Om Nick tahu lah mana cewek baik mana yang enggak"


"Berani kamu ngatain aku cewek gak baik-baik" protes Hana, tangannya ingin menjambak rambut Jessica tapi dicekal oleh Samuel.

__ADS_1


"Jangan pernah sakitin Jessica atau Nick bakal bunuh kamu" ancam Samuel dengan tatapan tajamnya.


"Sekarang kamu belain dia, dikasih apa kamu? Tubuhnya yang gak seberapa itu" ucap Hana.


"Jaga ya omongan Mbak, aku gak serendah itu kayak mbak" ucap Jessica.


"Okay fine aku gak mau berkelahi dan berdebat sama anak kecil kayak kamu" ucap Hana menenangkan diri dan duduk kembali dengan tenang, "Kamu minta aku jauhin Nick kan?"


Jessica mengangguk dengan rasa penuh curiga.


"Maaf aku gak bisa"


"Kenapa? Mbak mundur aja deh, Om Nick itu gak suka sama Mbak jangan dipaksa dong" protes Jessica.


Hana mendecih, "Kamu pikir dengan adanya anak di kandunganku, aku harus pergi dari Nick"


"Maksud kamu" Samuel terkejut dengan apa yang dilontarkan Hana sementara Jessica masih mencerna omongan Hana barusan.


"Apa" gumam Jessica tak percaya.


"Kau jangan bercanda ya, Han" ucap Samuel.


"Enggak aku gak bercanda. Heh Jessica yang harusnya mundur itu kamu, yang berhak memiliki Nick itu aku karena aku adalah ibu dari anak Nick yang sudah aku kandung"


Seketika dunia Jessica seakan runtuh. Ia tak bisa berkata-kata lagi.


Tiba-tiba Jessica berdiri dengan lemas dan berjalan keluar cafe. Samuel menatap Hana tak percaya lalu menyusul Jessica. Kini tersisa Hana yang tersenyum penuh kemenangan.


"Jessica" panggil Samuel yang berdiri mematung di pinggir jalan, ia pun menghampirinya.

__ADS_1


Jessica tak menyahut, dia hanya diam saja mendapatkan kenyataan yang diluar dugaan. Samuel memapah Jessica masuk ke dalam mobil dan mengantarnya pulang.


~


Tiba di rumahnya, Jessica langsung masuk tanpa berpamitan dengan Samuel. Samuel pun langsung bergegas menemui Nick untuk memberitahu kabar buruk ini.


Setibanya di kantor, Samuel memasang muka panik berjalan cepat menuju ruangan Nick. Pintu terbuka, ia dapat melihat Nick yang sedang bekerja di depan laptopnya.


"Nick" panggilnya lalu memaksa Nick untuk berdiri.


"Apaan Sam, kau kasar sekali" ucap Nick menghempas tangan Samuel yang mencengkram lengannya.


"Kau tahu, ada sesuatu yang sudah terjadi, Nick" ucap Samuel yang tidak dimengerti oleh Nick.


"Sesuatu apaan?"


"Kau tahu Hana itu hamil anak kau dan kau malah santai kayak begini, kau harus cepat menemui Jessica." ucap Samuel panik.


"Kau ini bicara apa sih Sam, aku gak ngerti. Hana hamil, aku harus menemui Jessica. Apa maksudnya?" geram Nick.


"Jadi aku dan Jessica ketemuan sama Hana. Hana bilang kalau dia sedang mengandung anakmu, Nick" jelas Samuel.


"Enggak mungkinlah. Terus ngapain kau sama Jessica ketemu Hana?"


"Jadi sebenarnya Jessica minta tolong untuk mempertemukannya dengan Hana. Awalnya Jessica berniat untuk meminta Hana agar dia menjauhi kau tapi apa yang kita dapatkan malah membuat Jessica menjadi terpuruk" ucap Samuel sedih.


"****, kenapa kau harus mempertemukan mereka berdua Sam?"


"Aku hanya dimintai tolong dan aku gak tega kalau nolak"

__ADS_1


"Arghh, dasar gak guna kau, Sam" ucap Nick frustasi lalu meninggalkan kantornya untuk menemui Jessica.


__ADS_2