
Jessica sudah sampai di kediaman Nick dan di sambut oleh penjaga shif malam rumah Nick. Jessica langsung bergegas ke dalam dan memencet bel rumah tak lama Matthew keluar dengan wajah yang sudah sembab.
"Kak Jes!" ucapnya langsung menubrukkan badan ke Jessica.
"Matthew" ucap Jessica lalu berjongkok menyamai tinggi Matthew lalu memeluknya dengan erat.
"Aku takut banget kak" adunya sambil menangis sesenggukan.
"Sudah, sudah, Kak Jes kan sudah ada disini" ucap Jessica menenangkan sambil mengelus-ngelus punggung Matthew.
Mereka berdua mengurai pelukan. Jessica mengusap air mata yang membasahi pipi Matthew.
"Kita ke dalam ya angin malam gak baik buat badan" ajak Jessica yang merasakan angin berhembus kencang malam dini hari ini.
Jessica dan Matthew langsung menaiki tangga memasuki kamar Matthew dan berusaha untuk menidurkan anak itu. Jessica merasa kasihan karena Matthew pasti belum bisa tidur dari tadi.
Saat Matthew sudah terlelap dalam pelukannya, Jessica meraba ponsel yang ada di tas yang ia taruh di atas meja samping tempat tidur Matthew lalu mengetikkan sebuah pesan untuk Nick, ia merasa khawatir karena Nick tidak ada kabar. Jessica takut Nick kenapa-napa karena gak mungkin Nick tega membiarkan anaknya sendiri ketakutan di rumah.
Pesannya tak kunjung mendapat jawaban membuatnya gelisah. Jessica menghela nafas pelan dan menidurkan kepalanya di atas kepala Matthew dan tak lama dirinya juga ikut terlelap.
Pukul lima pagi Jessica terbangun langsung meraih ponselnya untuk mengecek pesannya sudah mendapat balasan dari Nick atau belum nyatanya tak ada balasan dari Nick membuatnya lagi-lagi dilanda cemas.
Tak lama notif dari nomor tak dikenal masuk segera Jessica membuka pesan yang di kirim tersebut. Jessica berpikir mungkin itu pesan dari Nick.
Jessica tampak mengernyit ketika mendapatkan sebuah video berdurasi yang cukup panjang dikirimkan kepadanya.
Jessica memutar video tersebut karena rasa penasaran yang hinggap namun seketika jantungnya berdegup dengan kencang, matanya sudah memanas tak lama air matanya luruh membuat isakan yang menggetarkan tubuhnya membuat Matthew terbangun dengan wajah bingung melihat Jessica yang membekap mulutnya sendiri menahan tangis.
"Kak Jes kenapa?" tanya Matthew juga menahan tangis melihat Jessica yang menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
Jessica buru-buru keluar dari ruang pesan dan menaruh ponselnya di atas meja. Jessica menggeleng sambil memeluk erat Matthew.
"Jangan nangis Kak nanti Matt ikut nangis juga" ucap Matthew bergetar sambil memeluk erat tubuh Jessica.
Sekuat tenaga Jessica menahan tangisnya agar isakannya tak keluar dengan keras. Jessica melepaskan pelukan Matthew dan langsung berdiri dari ranjang tidur.
"Kak Jes mau kemana?" tanya Matthew panik. Ia takut Jessica akan meninggalkannya.
"Matthew hari masih gelap kamu istirahat kembali ya. Hari ini kamu gak usah sekolah. Kakak mau masak sarapan buat kamu, oke" ucap Jessica sambil memasakkan senyum.
Matthew mengangguk, "Aku juga sebenarnya masih sedikit ngantuk"
"Iyasudah Matthew tidur lagi ya" ucap Jessica. Ia memasangkan selimut ke tubuh Matthew sebelum turun ke bawah.
Ketika berada di dapur Jessica langsung terduduk di pojokan sambil meringkuk. Seketika tangisnya pecah namun suaranya terdengar lirih karena terhalang oleh tubuhnya sendiri yang menyembunyikan wajahnya yang tertunduk dengan tangan yang memeluk erat kedua kakinya.
Jessica tak menyangka Nick akan menghianatinya. Nick telah berdusta membuatnya jatuh ke dalam lubang hitam yang sangat dalam hingga pengap merasuk dalam hatinya.
~
Nick mengeriyipkan matanya ketika pandangannya tertusuk oleh sinar mentari yang begitu menyengat pagi ini. Ia menggeliat di tempatnya dan merasakan ada sebuah tangan yang melilit di pinggangnya membuatnya terheran.
Nick melihat seorang perempuan yang terlelap di atas dadanya dengan dengkuran halus, Nick pun mencoba menggeser wanita itu agar Nick dapat melihat siapa orangnya dan betapa terkejutnya ketika mengetahui bahwa itu adalah Hana.
Nick terdiam sejenak mencoba mengingat kejadian semalam. Potongan-potongan kecil adegam semalam memasuki ingatannya membuatnya menggeram frustasi. Tanpa membuang waktu, Nick langsung memakai pakaiannya asal dan keluar dari tempat terkutuk itu.
Di parkiran, Nick melihat mobil sepupunya masih terpakir di samping mobilnya. Nick pun segera menghampiri dan mengetuk jendela mobil Samuel dengan kasar.
Samuel yang tidurnya terganggu akhirnya membuka mata dan mendapati ekspresi kemarahan yang di tampilkan oleh Nick. Cepat-cepat ia langsung keluar dari mobilnya.
__ADS_1
"Nick" ucapnya.
Satu bogeman berhasil mendarat di pipi Samuel dan tubuhnya langsung tersungkur ke aspal.
Nick langsung menaiki tubuh Samuel dan mencengkram kerah kemeja Samuel dengan tatapan sangat marah, "Apa kau terlibat, Sam?" tanya Nick berusaha menahan amarah.
"Apa yang kau maksud?" tanya Samu tak mengerti.
"An***, b*ngs*t, asal kau tau, aku niduri Hama semalam" ucap Nick terdengar frustasi.
"Apa!" ucap Samuel terkejut, "aku gak tahu Nick, sumpah" ucap Samuel yang benar-benar tidak mengira kalau kejadiannya bakal berakhir seperti ini.
"Gimana nanti kalau Jessica tahu" ucap Nick kesal lalu membanting tubuh Sam mengakibatkan kepala Samuel terbetur ke aspal.
Nick frustasi, dirinya menggebrak kasar mobil dengan tangannya sampai berdarah.
"Stop Nick" ucap Samuel berusaha menenangkan Nick.
"Jessica Sam, dia gimana?" ucapnya parau.
"Aku minta maaf, aku gak berfikir kalau kejadiannya bakal kayak gini" ucap Samuel menyesal.
"Kau terlibat kan?" lagi-lagi Nick mencengkram kerah kemeja Samuel dengan tatapan penuh intimidasi.
"Gak Nick, awalnya Hana meminta bantuan agar di pertemukan dengan kau. Dia bilang ingin berdamai tapi soal kau sampai tidur dengan Hana aku gak tahu" ucap Samuel sambil mengangkat kedua tangannya.
"****" umpat Nick.
Nick bergegas masuk ke dalam mobil tanpa menghiraukan panggilan Samuel yang berusaha menghentikanya. Lalu Nick segera bergegas pulang ke rumahnya mengingat Matthew yang semalaman berada di rumah sendirian membuatnya tambah frustasi.
__ADS_1
"Sial, kenapa semua jadi kayak gini" ucap Samuel sambil menendang ban mobilnya keras untuk meluapkan emosinya.