Emang Kenapa Kalau Duda?

Emang Kenapa Kalau Duda?
Chapter 22


__ADS_3

Setelah makan seperti rencana awal mereka berdua akan memanjakan perempuan berharga mereka yaitu Jessica. Walaupun Jessica tak mau merepotkan tetap saja anak dan bapak satu ini memaksanya untuk membeli banyak barang.


"Pertama kita mau belanja apa dulu nih" ucap Nick.


"Beli baju pa" ucap Matthew.


"Let's go honey kita beli baju untukmu" ucap Nick tampak bersemangat.


Jessica hanya mengangguk karena percuma saja sekarang ia menolak karena kedua lelaki yang bersamanya saat ini terlihat Ingin memanjakannya. Rezeki mah gak boleh di tolak tapi tetep saja dirinya merasa tidak enak dengan Nick apalagi hubungannya kan ibarat kata seperti kuncup bunga yang baru mau mekar.


Mereka bertiga memasuki salah satu butik. Jessica langsung disuruh memilih pakaian yang ada disana oleh Nick. Terlihat Jessica sedikit kebingungan memilah-milah baju disana karena semuanya bagus dan mewah, harganya juga pasti mahal.


"Bisakah kita ke tempat lain saja" ucap Jessica.


"Kenapa honey kamu gak suka? Mau cari butik yang lainnya?" tawar Nick.


"Suka kok tapi pasti bajunya mahal kalau disini" ucap Jessica sedikit berbisik.


"It's okay honey kamu jangan sungkan seperti itu. Aku ini kekasihmu kan?" tanya Nick.


Jessica mengangguk.


"Kalau begitu izinkan aku merasakan seperti kekasih pada umumnya yang membelanjakan wanitanya" ucap Nick.


Jessica tersenyum samar. Tak mengerti kah Nick kalau Jessica hanya tak enak kepadanya karena sudah membelanjakannya dan pasti harganya sangat mahal.


"Oke" final Jessica lalu memilah-milah kembali pakaian yang akan ia beli. Jessica memilih yang sekiranya harganya lebih murah dari pada yang lain tapi percuma saja dilihat-lihat murahnya pasti diangka dua digit.


"Kak Jes lihatlah Matthew pilihkan baju yang pasti sangat cantik jika dikenakan sama Kak Jessica" ucap Matthew sambil ditemani seorang wanita muda yang bekerja disana membantu membawakan tiga pakaian pilihan Matthew. Ketiganya adalah sebuah dress yang sangat cantik.


"Cobalah itu pilihan Matthew jangan kecewakan dia" ucap Nick pelan.


Akhirnya Jessica mencoba pakaian-pakaian yang dipilih oleh Matthew sementara Nick dan juga anaknya menunggu sambil memilah-milah pakaian yang lain.


"Tunggu" ucap Nick ketika Jessica hendak masuk ke ruang ganti.


Jessica langsung menoleh dan mendapati Nick berjalan mendekat dengan sebuah dress ditangannya.


"Saya juga ingin kamu mencoba pilihan saya" ucap Nick.


Jessica tersenyum senang dan mengambil dress pilihan Nick.


Yang pertama Jessica mencoba dress Maxi berwarna pink yang sangat cantik. Cocok jika ingin dikenakan di sebuah pesta pernikahan.



[Ilustrasi]


Nick dan Matthew sangat terpukau melihat Jessica keluar ruang ganti dengan dress pertamanya.


"Bagaimana?" tanya Jessica.


"Cantik kak" puji Matthew.

__ADS_1


"Sabar Nick baru juga yang pertama udah terpesona apalagi yang kedua dan seterusnya bisa-bisa mimisan aku" batin Nick.


Lalu Jessica kembali lagi mencoba dress yang kedua. Masih dress Maxi berwarna hijau dengan sedikit belahan di dada.



[Ilustrasi]


Jessica nampak malu-malu ketika menunjukkannya lalu Jessica menatap ke arah Nick ingin dinilai penampilan keduanya.


"Cantik kok Jes. Iya kan Matt?" ucap Nick.


Matthew mengangguk mantap, "Masih cantik kayak yang pertama"


Terlihat semburat merah samar di pipi Jessica. Kembali lagi Jessica mencoba dress ke tiga pilihan Matthew. Kali ini dress midi berwarna ungu sangat anggun dengan kerah shanghai.



[Ilustrasi]


Matthew benar-benar terpukau kali ini, "Wow Te ves tan encantadora ( Kamu terlihat sangat cantik) Kak Jes nanti kalau Matt ada acara sekolah Kak Jes datang ya pakai gaun ini. Sangat indah" ucap Matthew.


"Matthew suka?" tanya Jessica sambil mengelus pipi Matthew.


Matthew mengangguk, "Suka"


Jessica tersenyum menanggapi respon si kecil yang manis.



[Ilustrasi]


"Wah Kak cantik banget walaupun dress-nya simpel gak banyak pernak-pernik tapi waktu dipakai kakak dress-nya jadi hidup seakan dress ini emang ditakdirkan untuk Kakak. Saya lihatnya jadi tenang rasanya" puji pegawai wanita yang membantu Jessica mencoba berbagai dress indah ini.


"Kakak terlalu berlebihan deh tapi makasih kak pujiannya saya jadi malu" ucap Jessica.


Jessica perlahan keluar dari ruang ganti. Nick begitu takjub dengan pemandangan indah yang berada di depan mata sampai-sampai ia tak berkedip saking takjubnya.


Jessica berjalan mendekat ke arah Nick, "Bagaimana bagus tidak?"


Nick sedikit gelapan ketika ingin menjawab pertanyaan dari Jessica, "Bagus sangat cantik saya suka" ucap Nick.


Lagi-lagi pipi Jessica bersemu merah.


"Kak Jes malu ya dapat pujian dari papa" goda Matthew.


"Sst, Matthew jangan bilang kayak gitu dong Kak Jes tambah malu nih" protes Jessica.


Matthew pun menanggapi dengan tawanya.


"Kamu kalau malu makin imut. Gemas saya kalau gak di tempat umum sudah saya gigit pipi kamu" ucap Nick semakin membuat Jessica bertambah malu apalagi tak jauh dari keberadaan mereka masih ada pegawai yang ikut tersenyum merespon keromantisan antara Nick dan juga Jessica.


Jessica langsung melotot kan matanya ke arah Nick, "Om Nick malu jangan bilang kayak gitu disini" bisik Jessica.

__ADS_1


"Jadi kalau di tempat lain gakpapa" ucap Nick semakin gencar menggoda Jessica.


"Tau ah" ucap Jessica lalu kembali masuk ke ruang ganti. Ia tak mau tambah malu dengan godaan-godaan yang diberikan oleh Nick.


Nick beralih kepada pegawai wanita tadi, "Mbak tolong semua yang dicoba oleh kekasih saya di bungkus semua ya" pinta Nick.


"Baik pak" ucap pegawai wanita ramah lalu ikut menyusul Jessica masuk ke ruang ganti membantu Jessica.


Sesudahnya berbelanja di butik mereka keluar berjalan bersama. Kali ini Nick menggendong Matthew yang nampak sudah mengantuk padahal baru saja jam setengah delapan.


"Om kita pulang aja yuk kasihan Matt pasti dia capek" ucap Jessica.


Nick mengangguk, "Iya"


Di perjalanan menuju ke luar mall mereka berdua berpapasan dengan Hana. Hana pun yang melihat pujaan hatinya berada di tempat yang sama dengannya langsung menghampiri Nick dan tiba-tiba memberikan sebuah pelukan membuat Jessica agak kaget saat melihatnya.


"Hai Nick kau disini habis jalan-jalan ya" ucap Hana.


"Hana" ucap Nick sedikit tersentak.


"Oh ini pacar kamu Nick?" ucap Hana beralih menatap Jessica sambil melihat penampilan Jessica dari atas sampai bawah. Kebetulan Jessica masih memakai seragam kerja hanya terbalut jaket yang tak ditutup resletingnya, "cantik ya tapi kayak kenal seragam yang kamu pakai. Kamu pegawai RMJ ya" ucap Hana.


"Iya mbak" jawab Jessica sambil tersenyum ramah.


Jessica sedikit tak suka dengan tatapan yang diberikan oleh wanita bernama Hana ini yang notabenenya baru pertama kali ia lihat.


"Habis belanja ya. Dibelanjain Nick kan pastinya" ucap Hana.


Jessica hanya diam dan menunduk tak merespon apa yang dikatakan oleh Hana. Seolah Hana ingin membuatnya malu.


"Stop Hana kau membuat Jessica tak nyaman" ucap Nick.


"Oh namanya Jessica. Salam kenal ya aku Hana" ucap Hana dengan bangga memperkenalkan dirinya.


"Aku pergi dulu Han sudah malam kasihan Matthew" ucap Nick, "Ayo Jes kita ke mobil sekarang" ucap Nick sambil menggandeng tangan Jessica keluar dari mall.


"Nyebelin banget sih. Awas aja bakal aku rebut kembali Nick dari kamu, Jessica" gumam Hana tersenyum licik.


Di dalam perjalanan menuju pulang. Jessica hanya diam, dirinya begitu tak nyaman setelah bertemu dengan Hana yang terlihat tak menyukai dirinya.


"Honey kamu gakpapa?" tanya Nick sedikit khawatir.


"Iya" jawab Jessica pelan.


"Jangan terlalu dipikirkan omongan Hana tadi ya" ucap Nick.


Jessica meremas tas belanjaan yang ia bawa.


"Honey—"


"Sudah Om jangan bicara lagi Matthew sedang tidur nanti kebangun" ucap Jessica.


Nick hanya bisa menghela nafas pelan. Dirinya tak mau memperburuk suasana hati Jessica dan memilih untuk diam.

__ADS_1


__ADS_2