Eternal World Online: Rising Of Chaos Knight

Eternal World Online: Rising Of Chaos Knight
Chapter 1, Part 1: Prologue


__ADS_3

"Hei, kau tahu tidak tentang itu?"


"Hmm? Tentang apa?"


"Ituloh, tentang PK yang akhir-akhir ini menjadi lebih sering terjadi di EWO."


"Ah, itu rupanya. Aku tahu kok, tapi dari pada membahas itu, aku malah lebih tertarik dengan penjelajahan Guild SkyFallen."


"Ah, kau benar. SkyFallen mengirimkan sebagian anggotanya untuk menjelajahi benua bukan?"


"Yah! Kau benar, aku penasaran apa yang akan mereka temukan kali ini."


Seluruh siswa maupun siswi disana hanya terus membicarakan Eternal World Online, membuatku kesal karena belum bisa memainkannya.


"Huft... kenapa mereka selalu membicarakan Eternal World Online, apa mereka ingin membuatku iri karena belum bisa memainkannya?" keluh ku pada kedua temanku yang tengah menikmati makanan dan minuman mereka.


Namaku adalah Heru Pratama, usia ku 16 tahun. Aku adalah seorang anak SMA yang bisa kalian temui di manapun, tidak terlalu pandai, juga tidak terlalu bodoh. Kedua orangtuaku adalah pekerja keras, ayahku yang merupakan seorang direktur perusahaan, sedangkan ibuku merupakan pemilik cafe yang cukup terkenal dikalangan anak muda.


"Kalau begitu, kenapa kau tidak mencobanya saja?" balas teman laki-laki ku. Dia adalah Rico Maulana, kami berdua adalah sahabat semenjak SMP.


"Kau mengatakan itu adalah hal yang mudah bagiku. Kau tahu bukan harga Eternal Sphere itu berapa?" sahut ku.


"Ah, maaf. Aku lupa tentang ekonomi keluarga mu," balas Rico meminta maaf.


"Kalau begitu, kenapa tidak mencoba undian saja? Kebetulan aku memiliki kuponnya," ucap teman ku yang lain, dia adalah Rossa Meilani. Kami berdua adalah teman masa kecil.


Aku cukup terkejut dengan apa yang diberikan oleh Rossa. Itu adalah sebuah kupon undian dengan hadiah utama yaitu Eternal Sphere. Eternal Sphere adalah alat Full-Dive yang dikembangkan oleh Eternal Company. Mereka sendiri mengaku kalau Eternal Sphere adalah ciptaan mereka, dan bukan hasil dari pengembangan Ether Maxy. Namun sampai sekarang, tidak ada yang mendengarkan hal tersebut. Padahal yang menyampaikannya sendiri adalah Direktur Utama sekaligus pendiri dari Eternal Company.


"Tunggu, Rossa! Aku tidak bisa menerimanya kau tahu? Bagaimana jika aku tidak mendapatkannya, dan malah mendapatkan hadiah hiburan?" jelas ku.


"Kalau itu terjadi, kau hanya harus mengembalikannya dua kali lipat!" balas Rossa dengan tersenyum dan jari-jarinya membentuk huruf "V" didekat pipinya. Aku hanya bisa tersenyum pasrah, dan menerima kupon undian tersebut setelah mengucapkan terimakasih padanya.


Tidak lama setelah aku menerima kupon undian itu, suara bel tanda dimulainya pelajaran berbunyi. Para siswa maupun siswi yang ada disana, segera meninggalkan kantin dan kembali ke kelas mereka. Walaupun begitu, masih ada beberapa dari mereka yang tetap berada disana, karena ingin menghabiskan makanan dan minuman mereka.


"Eh? Sudah bel?" ucap Rossa dengan bingung.


"Gawat! Aku belum menghabiskan makananku!" sahut Rico panik.


"Tenanglah! Aku akan menunggumu, jadi jangan terburu-buru menghabiskan makananmu," balas ku.


"Aku mungkin langsung kembali ke kelas. Sampai jumpa," ucap Rossa berdiri dan melambaikan tangannya, kemudian pergi meninggalkan kami.


Setelah Rico selesai menghabiskan makanannya, kami berdua pun bergegas untuk kembali ke kelas. Saat diperjalanan kami sempat berbincang-bincang. Rico mengatakan kalau dirinya iri dengan kedekatan antara aku dan Rossa, aku menjawab jika kami berdua itu adalah teman masa kecil. Jadi itu adalah hal yang wajar, namun Rico malah tidak memperdulikannya.


Tanpa sadar, kami kini telah berada di kelas dan duduk ditempat masing-masing. Aku duduk dibangku paling belakang dekat jendela, sedangkan Rico berada di depanku. Rico juga menjelaskan padaku tentang hal-hal dasar yang perlu diketahui pemula jika ingin memainkan Eternal World Online.


Pertama, setelah mendaftar, mereka akan mendapatkan bekal dari sistem berupa 100 Eternal Gold Coin sebagai permulaan. Tapi Eternal Coin tersebut, tidak akan bisa dikonversi menjadi uang. Karena 100 Eternal Gold Coin tersebut akan menjadi bekal untuk para player agar mereka bisa membeli perlengkapan dan juga beberapa Item dukungan lainnya. Mata uang di Eternal World Online dibagi menjadi lima yaitu, Bronze, Silver, Gold, Platinum, dan yang terakhir adalah Mythril. 1000 Eternal Bronze Coin setara dengan 1 Eternal Silver Coin, 100 Eternal Silver Coin setara dengan 1 Eternal Gold Coin, 100 Eternal Gold Coin setara dengan 1 Eternal Platinum Coin, dan 10000 Eternal Platinum Coin setara dengan 1 Eternal Mythril Coin.


"Hingga saat ini masih belum ada yang mendapatkan 1 Eternal Mythril Coin, pemain terkaya saat ini saja hanya memiliki 200 Eternal Platinum Coin," jelas Rico. Kemudian, dia pun melanjutkan penjelasan hal-hal dasarnya.


Hal dasar kedua adalah, para player tidak akan mendapatkan uang dari mengalahkan monster. Tapi sebagai gantinya, mereka mendapatkan Monster Core yang jikalau dijual akan menghasilkan Eternal Coin yang cukup banyak sesuai dengan Star Rate-nya. Kemudian yang terakhir, Rico menanyakannya kepada ku.

__ADS_1


"Heru, apa yang akan terjadi jika seorang player mati didalam game?" tanyanya.


"Tentu saja mereka akan dibangkitkan kembali," jawabku. Tapi entah kenapa, Rico malah menghela nafas seolah jawabanku itu salah.


"Yah, jawabanmu sama sekali tidak salah sih, hanya saja mereka akan mendapatkan penalti sebelum dibangkitkan kembali," jelas Rico.


"Jika kau mati oleh monster, level mu akan berkurang satu, serta pengurangan status sebesar sepuluh persen. Tapi, jika kau mati oleh player, maka level mu akan berkurang lima, serta pengurangan status sebesar limapuluh persen," lanjutnya.


"Itu... mengerikan," sahutku.


"Bukan hanya itu, mereka yang membunuh player tersebut, akan berubah menjadi PK. Lalu apa kau tahu artinya itu?" tanya Rico kembali.


"PK atau Player Killer, itu adalah sebutan bagi mereka yang membunuh player hanya demi kesenangannya pribadi, itu yang kau maksud bukan?" jawabku.


"Tepat! Tapi sayangnya, mereka bukan hanya membunuh player saja, mereka juga membunuh para NPC atau Non Player Character," balas Rico.


Ah! Aku hampir lupa kalau itu adalah game dengan tema Virtual Reality Massive Multiplayer Role Playing Game atau VRMMORPG. Jadi, pembunuhan terhadap NPC itu adalah hal yang lumrah. Bahkan ada NPC yang meminta player untuk membunuh NPC lain. Entah itu di dunia nyata ataupun virtual, 7 sifat buruk manusia tersebut tidak akan pernah menghilang.


Tanpa disadari, seorang guru wanita telah berada didalam kelas. Semua murid pun termasuk aku, segera berdiri dan memberi salam sebagai rasa hormat. Kemudian guru tersebut pun menyuruh kami untuk menyiapkan buku latihan, serta menyuruh kami mengerjakan soal yang akan dia tulis untuk mengukur kemampuan kami.


***


Saat ini aku tengah berada diperjalanan pulang, karena jarak antara sekolah dengan apartemenku cukup dekat, membuatku hanya perlu berjalan kaki untuk sampai disana. Aku berhenti sejenak didepan sebuah supermarket yang terlihat ramai. Kemudian mengeluarkan sebuah kertas yang merupakan sebuah kupon undian. Aku mengecek ponsel, kemudian melihat ramalan zodiak milikku.


"Hari ini akan menjadi hari paling beruntung bagi kalian yang memiliki zodiak Libra, 'kah?" gumamku. Setelah memasukkan kembali ponsel kedalam saku, aku pun mencoba masuk kedalam supermarket untuk mencoba peruntungan yang ku miliki.


Ramainya pengunjung, membuatku sedikit sulit untuk masuk kedalam. Setelah berhasil keluar dari kumpulan manusia tersebut, aku kini sedang melihat beberapa orang yang tengah mencoba peruntungan mereka. Namun mereka malah hanya mendapatkan hadiah hiburan saja.


"Jangan didengarkan, lebih baik aku fokus dengan apa yang akan kulakukan ini!" gumamku memberi semangat pada diriku sendiri.


"Ini senapannya, selamat mencoba, dan semoga beruntung!" ucap petugas tersebut menyerahkan sebuah senapan yang berisikan peluru berupa anak panah mainan kepadaku. Aku pun segera membalasnya dengan ucapan terimakasih dan segera membidik.


Perlahan, roda hadiah tersebut diputar yang secara perlahan bertambah cepat dan cepat. Aku mencoba menenangkan diri, beberapa kali aku juga sempat mengatur nafasku. Setelah cukup yakin, aku pun menembak dan roda hadiah tersebut mulai melambat. Saat roda hadiah tersebut berhenti, terdengar suara bel yang cukup kencang, hingga membuat pengunjung yang ada disana semuanya terkejut, yang disusul dengan pengumuman.


"SELAMAT KEPADA PENGUNDI DENGAN NOMOR URUT 210347, TELAH MENDAPATKAN HADIAH UTAMA YAITU ETERNAL SPHERE!!"


Aku yang dalam keadaan masih terkejut, segera diberikan berbagai pertanyaan oleh pengunjung lainnya, membuatku sedikit sulit bernafas dengan baik. Hingga seseorang datang dan menarik tanganku, serta membawaku keluar dari kerumunan tersebut.


Tanpa sadar kami kini telah berada disebuah taman dekat supermarket tersebut, kami berdua bernafas tersenggal-senggal, setelah mengatur nafas, akhirnya aku pun mengetahui sosok yang menyelamatkan diriku.


"Kau baik-baik saja?" tanyanya khawatir padaku.


"Yah, terimakasih telah menyelamatkan diriku, Senior Reina," jawabku. Senior Reina hanya memberikan senyuman sebagai balasan.


"Tapi aku benar-benar tak menduga kalau Senior melakukan pekerjaan sambilan disana," lanjutku.


"Yah, begitulah. bagaimanapun aku harus bekerja agar aku bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari," balas Senior berjalan kearah mesin minuman dan memberikan salah satu minuman yang telah ia pilih tadi.


"Ambillah, aku yang traktir," ucapnya tersenyum.


Aku pun mengucapkan terimakasih dan meminum minuman kaleng tersebut. Saat Senior duduk disebelah ku, aku pun bertanya tentang apa yang terjadi tadi. Senior Reina menjelaskan semuanya padaku, ia menjelaskan kalau banyak orang yang sangat ingin mendapatkan Eternal Sphere melalui undian. Itu karena, mereka tidak perlu memikirkan tentang pajak yang harus mereka bayar nantinya.

__ADS_1


"Lalu kenapa aku melihat ada beberapa orang yang terlihat kaya disana? Padahal mereka bisa membelinya tanpa masalah bukan?" tanyaku.


"Yah, aku juga tidak terlalu memahami mereka, haha." Senior Reina tertawa hambar, dan aku hanya bisa menghela nafas panjang. Setelah beberapa obrolan, aku pun pamit untuk segera pulang. Senior menjelaskan kalau ia akan bicara kepada petugas untuk mengirimnya ke apartemen tempat ku tinggali. Aku pun mengirimkannya alamat apartemen ku melalui pesan dari ponsel.


***


Kini aku telah berada didalam apartemen milikku, setelah beberapa lama menunggu dan menandatangani tanda terima barang, serta pemasangan Eternal Sphere, akhirnya aku pun bisa memainkan game tersebut. Aku membaca buku panduan dengan teliti agar bisa menggunakannya tanpa masalah sedikit pun. Aku pun menutup gorden dan memasang Eternal Sphere di kepala, yang kemudian aku segera berbaring di kasur dan memulai permainannya setelah mengatakan komando.


"Eternal Link!" Perlahan, kesadaran ku mulai seperti dipindahkan. Kemudian saat aku membuka mata, kini aku tengah berada diruangan nan putih, tempat pendaftaran karakter.


[SELAMAT DATANG DI ETERNAL WORLD ONLINE! SILAHKAN MASUKKAN DATA CHARACTER YANG INGIN DIBUAT!]


Aku menamai karakter milikku dengan singkatan dari nama lengkap ku, yaitu Hema. tentu saja aku menggunakan gender pria, lalu mengatur warna bola mataku menjadi warna biru gelap. aku tidak mengubah warna rambut yang kumiliki. Setelah pembuatan dasar karakter, aku kini ditujukan pada ras, senjata, dan status. Aku sempat sedikit tertarik dengan ras Demon, namun dengan segera mengurungkan niat dan mengambil ras Human dengan pedang dan segera mengatur status yang kumiliki.


Name: Hema (-)


Ras: Human


Fame: 0 (White)


Gender: Male


Class: Novice


HP: 100


MP: 100


Level: 0 [0/0]


Title: Not Equipped


Damage: 40


Magic Damage: 20


Defense: 5


Magic Defense: 5


SP: 0


STR: 40


VIT: 10


AGI: 15


DEX: 15


INT: 20

__ADS_1


__ADS_2