Eternal World Online: Rising Of Chaos Knight

Eternal World Online: Rising Of Chaos Knight
Chapter 4, Part 4: Pembantaian II: Eight General's


__ADS_3

Sesaat sebelum Eight General's bergerak...


Sembilan orang saat ini tengah berkumpul disebuah gudang. Salah satu diantaranya adalah seorang gadis yang tengah diikat pada sebuah kursi kayu, sedangkan delapan lainnya tengah mendiskusikan sesuatu yang saat ini mereka hadapi.


"Tanganku sudah mulai gatal ingin menghancurkannya! Xcruad! Kenapa kau tidak membiarkan kami turun tangan?" tanya seorang Samurai pada seseorang yang menjadi pemimpin mereka.


"Tenanglah Rex! Kau tahu saat ini dia tengah melihat keadaan diluar bukan?" balas seorang gadis dengan tombak ditangan kanannya. Mendengar balasan dari gadis itu, Rex pun berdecak kesal.


"Tidak terduga! Dia bisa menghabisi setengah dari pasukan yang ku bawa!?" ucap Xcruad terkejut.


"Apa! Apa kau tidak salah Xcruad? Mana mungkin ada yang bisa bertahan dari sepuluh ribu pasukan sendirian?" tanya seorang pria yang membawa perisai besar pada Xcruad dengan nada tidak percaya.


"Fufufu~ sepertinya dia akan sangat cocok untuk menjadi pendamping ku," sahut seorang wanita dengan pakaian erotis.


"Apa perintah mu sekarang Xcruad?" tanya seorang Elf yang tengah memainkan belati miliknya.


"Kalian berlima pergilah, biar aku dan mereka berdua yang menunggu gadis ini," jawab Xcruad memberi perintah. Lima orang tadi pun segera pergi dengan cepat meninggalkan mereka yang tersisa.


"Hey, Hey, Xcruad! Kenapa kamu tidak mengizinkanku untuk membunuh gadis ini? Dia kan Super AI, jika kita membunuhnya bukankah kita akan mendapatkan EXP, Fame dan Coin yang cukup banyak?" tanya seorang perempuan yang mengenakan sebuah topeng, dia terlihat sedang bosan dengan terus-terusan memutar sebuah handgun ditangan kanannya.


"Tenanglah Rin! Tujuan kita menyandera gadis ini adalah untuk menguji kemampuan miliknya. Apa kau tidak diberitahu oleh Souma?" balas Xcruad.


"Cih! Kau sama sekali tidak memberitahuku Souma!" ucap Rin kesal dan melepaskan topeng yang dia kenakan.


"Eh? Memangnya kau belum ku beritahu yah?" sahut Souma. "Tujuan kita saat ini adalah untuk menguji kemampuan yang dia miliki saat ini. Selain itu jika dia sangat menjanjikan, maka aku akan merekrutnya ke Guild Bright Revolution ini. Kau juga ingin terus berada didekat dirinya bukan, Rossa?" lanjut Souma yang perlahan melepaskan topeng miliknya juga.


"Kau menyuruhku untuk tidak memanggil namamu dengan yang ada di dunia nyata. Tapi kau sendiri memanggilku seperti itu, Rico! Kau benar-benar menyebalkan!" balas Rin membuang mukanya.


"Hentikan itu, kalian membuatku tertawa. Hahaha!" tawa Xcruad melihat tingkah kedua anak buahnya tersebut. Sementara itu bagi Fina, perkataan mereka lebih terkesan buruk, ketimbang lucu.


***


"Acceleration! Flare Accel!!" Tanpa ragu, aku melesat kearah mereka semua namun sebuah perisai menahan pedangku. Aku dengan segera melompat mundur kebelakang untuk menjaga jarak.


"Karena penasaran aku pun pergi kesini," ucap seseorang yang baru saja menahan pedangku. Dia membawa perisai yang cukup besar berwarna ungu, menggunakan Armor berwarna biru tua dan juga sebuah pedang besar menggantung di punggungnya.


"Walaupun begitu, sampai bisa menghabisi setengah dari pasukan yang dibawa oleh Xcruad. Kau cukup menarik juga yah!" sahut seorang samurai dengan armor berwarna merah.


"Fufu, kalau begitu.. kalian tidak masalah jika aku menjadikannya pasukan ku bukan?" balas wanita dengan pakaian yang cukup erotis, serta membawa sebuah tongkat yang memiliki tengkorak diatasnya.


"Tentu saja, tapi kami tidak akan membantumu untuk membunuh dirinya," balas pria yang mirip seorang pembunuh (Assassin) disebelahnya.


"Hey! Kalian semua tidak sopan sekali! Bukankah kita seharusnya memperkenalkan diri pada sampah itu lebih dahulu?" sahut seorang gadis yang membawa tombak ditangannya. Aku segera mengidentifikasi mereka, sebuah nama saja yang berhasil ku ketahui.


Exceed •Great Gladiator• (Bright Revolution)


Ras: Human


Gender: Male


Class: ???


HP: ???

__ADS_1


MP: ???


Level: ???


Rex •Personality• (Bright Revolution)


Ras: Human


Gender: Male


Class: ???


HP: ???


MP: ???


Level: ???


Vlarica •Nightmare• (Bright Revolution)


Ras: Undead


Gender: Female


Class: ???


HP: ???


MP: ???


Level: ???


Ras: Shadow Elf


Gender: Male


Class: ???


HP: ???


MP: ???


Level: ???


Leena •Initiator• (Bright Revolution)


Ras: Human


Gender: Female


Class: ???


HP: ???

__ADS_1


MP: ???


Level: ???


Aku memasang sikap waspada saat mereka datang, tapi hal yang berikutnya membuatku terkejut. Vlarica mengangkat tongkatnya keatas sebelum menghentakkan ya ke tanah dan mengucapkan sesuatu. Aku tidak tahu apa itu, tapi yang pasti dia telah membangkitkan ribuan player yang telah ku kalahkan sebelumnya.


"Death Symphony!! Para pasukan kematian ku! Bawakan lah jiwa pemuda itu kepada diriku!" perintah wanita erotis tersebut pada player yang baru saja dibangkitkan tadi. Ada hal aneh yang ku ketahui, mereka bukanlah Player lagi. Mereka lebih kearah Monster karena tidak memiliki Fame sama sekali. Aku juga memeriksa status mereka berulangkali, tapi hasilnya tetap sama.


Undead


HP: 300


Level: ???


"Apa yang terjadi pada player tersebut?" tanya ku bingung.


"Tenang saja! Yang ku lakukan ini adalah membangkitkan tubuh mereka di dunia ini. Mereka sendiri saat ini mungkin tengah berada di dunia nyata," jelas Vlarica seolah menjawab pertanyaan ku tadi. Pasukan Undead tersebut langsung menyerang ku secara bersama-sama. Aku pun menggunakan beberapa Skill Buff yang kumiliki dan berbalik menyerang mereka semua. Tapi ternyata tidak sesuai dengan yang aku duga, setiap kali aku berhasil menghabisi salah satu dari mereka, akan ada Undead baru yang muncul untuk menggantikan mereka. Merasa hal ini percuma, aku memutuskan untuk menyerang pemanggilnya, Vlarica.


Jarak kami perlahan semakin menipis, saat dia sudah tepat berada di hadapanku. Seseorang menggunakan Anchor Howl padaku dan ternyata pelakunya adalah Exceed. Aku yang telah mengaktifkan Chaos Soul dan ingin mengakhiri Vlarica dalam satu serangan, harus menahan diri untuk tidak menyerangnya. Karena jika aku tetap melanjutkannya, aku yakin aku pasti akan mati terkena pinalti dari Anchor Howl.


"Kalau kau ingin mati lebih dulu, akan ku kabulkan permintaanmu itu! Chaos Wave!!" Aku menghentakkan kaki dan melakukan rotasi kearah jam lima, dimana Exceed berada. Lalu kemudian sebuah gelombang berwarna hitam kelam keluar dan membelahnya menjadi dua, sebelum akhirnya berubah menjadi partikel cahaya dan menghilang. Sekilas dia mengatakan kata "Mustahil" seolah dia tidak percaya dengan yang kulakukan.


Menyadari hidupnya dalam bahaya, Vlarica menggunakan Air Shot untuk mendorongku sedikit menjauh. Aku yang terhempas segera menyeimbangkan tubuh, tentu saja itu dimanfaatkan oleh salah satu dari mereka agar menyerang saat aku sedang lengah.


"Kena kau! Vital Strike!" GhostAssassin menyerangku dari belakang, tapi dengan mudah aku tahan. Belum selesai, dia pun melanjutkan serangannya berulang-ulang hingga aku harus menendang perutnya agar menjauh.


"Enchant: Power Up! Enyahlah! Impact Crush!" Sesaat setelah aku menjauhkan GhostAssassin dari ku, Rex datang dan menyerangku dari sisi berlawanan dengan GhostAssassin menyerang sebelumnya. Aku memutar tubuh untuk bisa menahan serangannya, kemudian mendorongnya dengan penuh tenaga. Kemudian dilanjutkan dengan Air Shot dan Ice Javelin yang telah kuberikan Ice Prison untuk menambah durasi dari Ice Prison milik Ice Javelin. Tubuh Rex perlahan mulai membeku setelah terhempas mundur kebelakang.


Seolah tak mau memberiku istirahat, seorang gadis dengan tombak tadi meloncat kearah ku dan melancarkan serangan miliknya. Aku menyadari hal itu dan mengaktifkan Vengeance dari Cloriust Light Armor, beberapa serangan sengaja ku terima agar bisa memberikan Extra Damage pada saat serangan berikutnya yang akan ku lancarkan nantinya.


"Ada apa? Jika kau tidak ingin menyerang, kau akan mati lho!" ucap Leena memperingati diriku.


Aku segera menarik kaki kiri kebelakang saat tahu waktu dari Vengeance telah berakhir. Kemudian berikutnya Leena mengayunkan tombaknya dari kiri ke kanan, melihat hal ini aku segera menunduk dan Chaos Sword yang ku genggam dengan tangan kanan aku letakkan di pinggang sebelah kiri, kemudian bersiap untuk memberikan serangan. "Kau ingin aku menyerang? Baiklah, akan ku lakukan sesuai keinginanmu! Strengthen, Slash!!" Aku memberikan tebasan padanya, tapi berkat reflek yang bagus miliknya, Leena berhasil selamat dari serangan tersebut, walaupun dia harus merelakan tombaknya yang langsung hancur setelah terkena serangan ku.


Beberapa saat setelahnya, Rex berhasil lepas dari Ice Prison dan melesat kearah ku. Aku yang melihatnya hanya bisa bergumam setelah mengaktifkan Chaos Soul, "Huft.. padahal akan lebih baik jika kau tetap diam disana. Chaos Slash!" Aku menebasnya dan dia terbelah menjadi dua, sebelum akhirnya menghilang menjadi partikel cahaya.


"Satu serangan lagi?" gumam salah satu dari mereka.


"Jika kalian masih ingin maju dan menyerang ku, aku tidak masalah! Itu artinya kalian sudah siap untuk seperti mereka sebelumnya! Kalau begitu sekarang, datang dan hadapi aku!!" gertak ku. Beberapa dari mereka ada yang terjatuh dan langsung melarikan diri dari tempat ini. Leena, GhostAssassin dan Vlarica nampak kesal pada anggota mereka yang memutuskan untuk melarikan diri.


"Hey! Kenapa kalian melarikan diri! Cepat bantu kami untuk menyerangnya!"


"Cih! Pengecut sekali!"


"Leena! Kita lakukan itu!"


"Aku mengerti!" Leena yang mendengar ucapan GhostAssassin segera mengeluarkan tombaknya yang lain dan berlari kearah ku. Begitu pula dengan GhostAssassin yang melakukan hal yang sama, tapi dia mengincar ku dari arah belakang.


Aku yang melihatnya hanya bisa menghela nafas dan bergumam, "Kalian sama sekali tidak belajar dari kesalahan yah! Dark Prison!!" Aku menghentakkan kaki dan area yang berada disekitar ku langsung berubah menjadi gelap. Leena dan GhostAssassin yang berada di dekatku pun langsung terkena status Blind, setidaknya itu akan membuat mereka kehilangan penglihatan untuk sementara.


Aku berjalan mendekati Leena dan memenggal kepalanya tanpa ragu. Sepertinya saat aku membunuh Leena, GhostAssassin langsung mengayunkan kedua belatinya dan menebas angin. Aku mengira kalau dia mendapatkan notifikasi dari Guild kalau Leena telah mati.


"Yah, itu juga bukan urusanku," ucapku setelah menebas leher miliknya yang kemudian berubah menjadi partikel cahaya lalu menghilang. "Baiklah, sepertinya yang tersisa hanya kau saja yah, Vlarica. Aku mendapatkan informasi kalau kalian adalah Eight General's, tapi kalian tidak sekuat yang aku bayangkan! Karena itulah, bagaimana kalau kau membuatku sedikit terhibur, Vlarica?"

__ADS_1


__ADS_2