Eternal World Online: Rising Of Chaos Knight

Eternal World Online: Rising Of Chaos Knight
Chapter 4, Part 1: Kembali Sekolah


__ADS_3

Note: Jangan lupa untuk baca Novel Author yang lain dengan judul The Twilight Goddess yang rilis jam 18:00 WIB :v


Pukul 05:00 WIB. Aku terbangun setelah melakukan logout dari Eternal World Online. Aku memutuskan untuk membersihkan diri agar bisa bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Tidak lupa pula setelah mandi aku menyiapkan sarapan berupa roti panggang dengan segelas susu hangat. Sembari menunggu, aku mengambil sebuah buku yang seukuran gantungan kunci dan membacanya, serta menghafal rumus yang ada disana. Aku mencoba menyiapkan diri untuk Ulangan Harian Fisika yang akan dilaksanakan nanti siang.


Setelah rutinitas pagi, aku pun berangkat menuju sekolah. Karena jaraknya yang tidak terlalu jauh, aku hanya berjalan kaki menuju kesana. Terkadang ada beberapa orang baik yang menawarkan untuk mengantarkan diriku, tapi karena aku tidak mengenal mereka, juga tidak ingin direpotkan, aku pun menolaknya dengan halus.


Biasanya butuh waktu sekitar 30 menit dari apartemenku menuju sekolah. Tapi aku menyempatkan diri untuk datang ke Minimarket yang memiliki mesin ATM disana, aku berniat untuk mengambil uang mingguan. Sekaligus aku juga mencoba menukarkan 50 Eternal Gold Coin yang ku miliki di akun game, hanya dengan memberikan ID akun game, sudah cukup untuk membuka sebuah panel layar sentuh di monitor.


"Silahkan masukkan jumlah yang ingin dikonversikan dan juga nomor rekening bank anda," ucap pegawai yang berada di kasir padaku. Setelah memasukkannya, pegawai tersebut memberitahuku kalau uang akan ditransfer setelah 1 minggu melakukan konversi. Bicara tentang konversi, Eternal World Online memiliki fitur Convert yang membuat player dapat menukarkan koin mereka dengan uang nyata. Untuk saat ini, 1 Eternal Silver Coin setara dengan Rp, 10.000, 00-. Artinya, aku mengkonversi Rp, 50.000.000, 00- kedalam rekening bank milikku.


Setelah selesai dengan urusan tersebut, aku pergi ke mesin ATM dan mengambil Rp, 1.000.000, 00- dan melanjutkan perjalanan menuju sekolah. Aku benar-benar tidak menyangka akan menjadi sangat mudah untuk mencari uang, itupun didalam game. Butuh waktu 5 menit untuk sampai dari Minimarket menuju sekolah, karena masih jam 06:32 WIB aku masih memiliki waktu 28 menit sebelum pelajaran dimulai.


Aku langsung menuju kelas, tapi diperjalanan aku bertemu dengan Rico yang juga berjalan menuju kelas. Aku pun memanggilnya, "Rico! Selamat pagi!"


"Oh Heru, selamat pagi!" sahut Rico.


"Bagaimana dengan undiannya?" lanjut Rico bertanya.


"Kukuku, aku berhasil mendapatkannya," tawaku dengan menyilangkan kedua tangan di dada dengan gaya khas Chunnibyou.


"Serius!?" balas Rico tidak percaya.


Aku pun membalasnya dengan satu kata, "Yup!"


Rico mengatakan kalau dia iri dengan keberuntungan yang aku miliki. Tapi aku segera menepisnya, aku menjelaskan kalau aku juga mendapatkan sedikit kesialan. Seperti saat aku mencoba menyelamatkan Amaya dari serangan Goblin Captain, menghentikan penculikan terhadap Fina, bertarung dengan NPC, bertarung dengan Gorgo, menghadapi Giant Godrax, hingga disergap oleh PK Guild. Tanpa disadari kami sudah duduk ditempat duduk kami masing-masing.

__ADS_1


"Oh yah Rico, apa kau sudah menyiapkan diri untuk Ulangan Harian Fisika nanti?" tanya ku mengingatkan.


Rico terdiam dan mencoba mengingat-ingat hari ini, sebelum akhirnya berkata, "Gawat!! Aku lupa!!"


Aku pun hanya memegang pundaknya dan berkata, "Semoga berhasil dengan remedial mu." Dengan penuh rasa kasihan.


***


Kini aku sedang dalam perjalanan pulang menuju apartemenku, sekolah telah usai karena itulah aku memutuskan pulang. Hari ini juga bukan hari piket ku, jadi aku bisa segera pulang menuju apartemen. Tentang ujian, aku merasa yakin kalau aku bisa melewatinya dan tidak akan mengikuti remedial tersebut. Saat istirahat siang, aku bertemu dengan Rossa dan mengucapkan terimakasih sekaligus mentraktirnya makan. Selain itu, aku juga mendapatkan informasi menarik darinya.


Eternal World Online memiliki banyak sekali Class, selain itu para player juga bisa mengambil Sub Class. Sub Class sendiri cukup banyak, Alchemist, Blacksmith, Crafter, Tamer, Musician dan beberapa Class Support lainnya juga masuk kedalam Sub Class. Tapi selain itu, ada juga beberapa Sub Class yang berperan membantu pengembangan sebuah Guild seperti Secretary dan Assistant, mengajari player lain seperti Mentor, penulis seperti Journalist, peran sehari-hari seperti Chef dan Maid, dan lain sebagainya. Salah satunya yang diberitahu oleh Rossa adalah, Sub Class Apprentice.


Sub Class tersebut membuat Player yang mengambil Sub Class ini dapat mempelajari keterampilan Sub Class lain. Artinya aku bisa mempelajari Alchemist, Blacksmith, serta Crafter. Aku sebenarnya sempat bingung untuk mengambil salah satu Sub Class tersebut. Tapi saat mendapatkan informasi itu, membuatku menjadi bersemangat untuk mempelajari ketiganya sekaligus. Hal ini akan membuatku menghasilkan lebih banyak uang nantinya, hahaha.


"Onii-sama!!"


"Hehe, tentu saja untuk bertemu dengan dirimu Onii-sama!" balasnya. Aku hanya bisa menghela nafas mendengarnya, kemudian aku melihat seseorang perempuan lagi dibelakangnya. Rambut hitam berkilau yang dibiarkan terurai dan panjang hingga pinggang, serta dadanya yang besar. Aku segera menggelengkan kepala dan bertanya pada Devi.


Devi menjelaskan kalau perempuan tersebut adalah teman sekaligus senior di ekskul sekolahnya. Namanya adalah Vanica Rossalia. Aku pun mengenalkan diri juga padanya.


"Namaku Heru Pratama, terimakasih karena selalu direpotkan oleh adikku ini," ucapku.


"Tidak masalah, lagipula Devi juga selalu bisa membuatku terhibur dengan kedua dadanya itu, fufufu~" balas Vanica. Tunggu, apa maksudnya itu? Aku sama sekali tidak mengerti.


"Ah! Kak Vanica! Kau sudah berjanji untuk tidak memberitahukannya bukan!?" sahut Devi.

__ADS_1


Aku pun menatapnya dengan tatapan datar dan berkata, "Aku tidak tahu kalau kau berubah menjadi pecinta sesama jenis. Ibu pasti akan kecewa mendengarnya."


"Tunggu Nii-sama! Itu tidak seperti yang kau bayangkan!" bantah Devi.


"Lupakan itu. Jadi darimana kau mengetahui tempat tinggal ku huh?" tanyaku memukul pelan kepalanya.


"Bukankah sudah jelas? Tentu saja karena kekuatan cintaku padamu, Nii-sama!!" Devi mencoba memelukku namun aku menahan kepalanya agar tidak bisa mendekat. Tidak lama setelah itu, Smartphone ku berbunyi. Aku pun mengambilnya dari saku celana dan mencoba membukanya.


"Ibu? Kenapa dia mengirim pesan padaku?" ucapku bingung. Sekilas aku melihat wajah Devi menjadi sedikit pucat. Aku pun membaca pesan tersebut.


Heru, maafkan ibu. Devi terus-menerus bertanya pada ibu dimana lokasimu berada. Tentu saja ibu tidak memberitahunya, tapi saat itu ibu lengah dan malah memberitahu dimana tempat tinggalmu saat ini. Sekali lagi maaf.


Yup, dengan begini semuanya telah jelas. Aku menatap tajam kearah Devi, mencoba meminta penjelasan tentang semua ini. Aku menghela nafas dan memijit kepalaku karenanya.


"Tehehe, yang penting sekarang aku kan sudah bertemu denganmu Onii-sama," ucapnya.


"Berhentilah menyebutku seperti itu, kau bisa bukan memanggilku dengan sebutan kakak! Kau sudah terlalu sering menonton anime," pintaku. Namun itu dihiraukan olehnya dan dia mencoba untuk memelukku sekali lagi.


"Berhentilah memelukku! Aku tahu kau merindukanku, tapi ini sedikit berlebihan tahu!" ucapku. Devi pun menggembungkan pipinya setelah mendengar ucapanku. Kemudian aku pun melanjutkan perkataanku, "Jika kau tidak ada keperluan lain lagi, pulanglah."


"Aku akan pulang, tapi aku bisa kan untuk datang kesini saat hari libur dan pada saat libur semester nanti?" tanya Devi padaku.


"Yah, tapi itu pun jika Ayah mengizinkannya," jawabku.


Devi pun dengan ceria berkata, "Baiklah! Aku akan meminta izin menginap nanti!"

__ADS_1


"Tunggu, aku sama sekali tidak mengizinkanmu untuk menginap!" sahutku. Tapi lagi-lagi dihiraukan, Devi pun meminta nomorku agar bisa menghubunginya. Terpaksa aku pun memberikannya. Setelah mereka pergi aku pun berjalan masuk kedalam apartemen dan bersiap untuk login kedalam game. Aku menyiapkan makanan, membersihkan diri dan merapihkan semua yang berantakan saat ini dengan cepat.


__ADS_2