Eternal World Online: Rising Of Chaos Knight

Eternal World Online: Rising Of Chaos Knight
Chapter 2, Part 6: Amaya INN


__ADS_3

"Bagaimana kalau kita mengakhirinya dengan game?" tanyaku. Gorgo yang mendengarnya sedikit bingung, kemudian aku pun menjelaskan semuanya kepada dirinya tentang game yang akan dimainkan.


"Aku hanya akan menggunakan Skill Swing untuk menghadapi dirimu dengan tiga serangan, pada saat itu kau boleh menghindari dua serangan pertama, tapi untuk serangan terakhir yang akan ku lancarkan nanti, kau harus menerimanya. Misal aku berhasil memberikanmu Damage pada serangan terakhir itu, kau harus membiarkan kami pergi. Bagaimana?" jelas ku.


"Intinya, aku hanya harus menerima serangan terakhir yang kau lancarkan bukan? Baiklah, akan ku terima dengan senang hati," balasnya.


"Kalau begitu, aku mulai! Swing!!" Aku segera berlari dan melancarkan serangan padanya. Dua serangan berhasil ia hindari, lalu serangan terakhir aku menggunakan kemampuan yang dimiliki Chaos Sword, yaitu Chaos Soul dan digabungkan dengan Chaos Slash. Menyadari serangan itu akan berbahaya untuknya, membuat Gorgo bertahan dengan menyilangkan kedua pedang ditangannya untuk menahan serangan tersebut. Namun yang terjadi adalah, pedang miliknya hancur berkeping-keping.


[Anda memberikan 12100 True Damage! Lawan berhasil menahan serangan anda dengan kedua pedangnya, Damage berkurang 30% untuk satu pedang! Anda memberikan 4840 True Damage!!]


"Bukankah aku menyuruhmu untuk menerimanya?" tanyaku dengan senyum kemenangan.


"Apa-apaan itu.. padahal kau mengatakan hanya akan menggunakan Skill Swing dan tidak menggunakan Skill yang lain. Tapi apa-apaan itu tadi, huh? Kau malah mengingkari perjanjian mu sendi--"


"Aku tidak mengingkarinya," potong ku sebelum Gorgo semakin marah. "Aku memang benar-benar hanya menggunakan Swing, serangan tadi itu adalah kemampuan dari pedang ini. Jadi aku sama sekali tidak mengingkari perjanjian kalau aku hanya akan menggunakan Swing untuk melukaimu, bukan?" lanjut ku menjelaskan.


Mendengar penjelasan tersebut, bukannya marah, dia malah tertawa. "Hahahaha.. kau benar-benar sangat licik yah, aku suka itu. Jika aku menawarkan mu untuk bergabung dengan Guild ku Eutopia, bagaima--"


"Aku menolaknya!!" potong ku menolak tawarannya lagi.


"Sudah kuduga," balasnya.


"Kau sendiri, kenapa malah menahannya dan bukan menerimanya?" tanyaku.


"Oh.. tentu saja itu pertanyaan mudah. Aku menahannya karena aku merasakan kalau serangan itu bisa membunuh diriku. Itu saja," jawabnya. "Lagipula, walau aku berhasil menahannya, Damage tetap aku terima bukan?" lanjutnya.


"Kalau begitu, sesuai perjanjian. Kau akan melepaskan kami, bukan? Atau mungkin kau akan tetap menyerang kami dan mengingkari perjanjian?" ucapku menatap tajam sambil bertanya.


"Aku bukanlah seorang pengkhianat yang akan mengingkari janji. Jadi tenang saja, kau bisa pergi. Tetapi!!" sahut Gorgo sembari ingin memberikan peringatan kepadaku.


"Kau harus ingat ini baik-baik. Terkadang api yang membara bisa menyelamatkan dirimu, dibandingkan dengan air yang selalu tenang. Terkadang yang baik bisa jadi yang terburuk, dan yang buruk bisa jadi yang terbaik. Ingat itu baik-baik," ucapnya memberi peringatan, sebelum akhirnya menggunakan batu Teleport untuk pergi.


"Baiklah, karena urusan ini telah selesai, kita kembali?" tanyaku pada Fina. Ia pun hanya mengangguk pelan, dan kami pun berjalan pulang menuju Everland City.


***

__ADS_1


"Fina!!" panggil Paman Raven saat melihat anak gadisnya telah pulang dengan selamat.


"Ayah, sakit! Aku sulit bernapas!" sahut Fina saat dipeluk oleh ayahnya dengan erat. Paman Raven yang menyadarinya segera melepaskan pelukan tersebut dan meminta maaf. Aku yang melihatnya segera teringat dengan kejadian lama saat aku masih kecil. Sungguh, ini adalah pemandangan yang akan menghangatkan suasana hati siapapun yang melihatnya.


"Oh, yah paman. Bagaimana dengan item yang harus ku cari?" tanya ku.


"Ah, tentang itu Tuan Pahlawan bisa tolong lupakan saja? Bagaimanapun aku sangat berterimakasih padamu karena telah berhasil membawa Fina kembali padaku dengan selamat. Jadi anggap saja semua utang yang kau miliki telah lunas," jawab Paman Raven.


Mendengar jawaban tersebut membuatku sangat senang, aku pun mengucapkan terimakasih. Tapi Paman Raven malah menyuruhku untuk jangan melakukannya. Kemudian saat aku ingin pamit, paman Raven menyerahkan sesuatu padaku. Jika diperhatikan dengan baik, itu adalah sebuah mahkota yang sudah usang. Aku pun mencoba untuk mengidentifikasinya dengan segera.


Chaos Crown (???)


Star Rate: ???


Require: ???


Defense: ???


Magic Defense: ???


Sebuah mahkota yang misterius.


Durability: 1/???


Sesuai dugaan, itu adalah set item lain dari Chaos Sword. Entah kenapa sekarang aku mulai berpikir kalau ada seseorang yang mengawasi diriku. Saat aku bertanya dari mana ia mendapatkannya, dia menjawab kalau benda itu dia terima dari seseorang sebelum aku datang kemari.


"Orang itu tidak menjelaskan detailnya, dan lagi karena dia menggunakan jubah untuk menutupi dirinya, aku jadi tidak terlalu jelas melihat wajahnya. Lalu dia mengatakan kalau aku akan memberikannya pada seseorang nanti, tapi siapa sangka Tuan Pahlawan lah orangnya," jelas Paman Raven.


Bagus! Itu sekarang sudah mengungkap kebenaran kalau aku sedang diawasi. Yah, lupakan tentang itu untuk sekarang. Saat ini aku harus mencari penginapan untuk logout, karena ini sudah masuk hari kelima, yang artinya sudah lima jam sejak aku login kedalam game ini. Mungkin sekarang sudah jam sembilan malam di dunia nyata.


Dari informasi yang diberikan oleh Paman Raven, penginapan yang kucari tepat berada dibelakang rumahnya. Jadi aku hanya perlu jalan memutar, atau melewati gang kecil disebelah rumahnya. Sayangnya, saat aku ingin mengambil jalan pintas, yaitu melewati gang kecil tersebut, jalan itu dipenuhi oleh banyak pemain dan NPC, membuatku mengurungkan niat dan memutuskan untuk mengambil jalan memutar.


Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya aku sampai disana. Aku pun tanpa ragu memasuki penginapan tersebut, nampaknya tempat penginapan ini juga sebuah cafe saat siang hari, dan bar ketika malam.


"Selamat datang di Amaya INN!!" sambut seorang gadis kecil yang terlihat familiar bagiku.

__ADS_1


"Amaya!?" sahutku.


"Oh! Tuan Pahlawan! Rupanya kau datang kesini juga yah," balasnya dengan senyuman manisnya.


"Yah, begitulah. Aku tidak tahu kalau penginapan ini milik keluargamu," ucapku terkejut.


"Apa Tuan Pahlawan ingin makan? Atau mungkin ingin sebuah kamar untuk beristirahat?" tanya Amaya padaku.


"Aku ingin pilihan kedua itu," jawabku.


"Baiklah, aku akan mengambil kunci kamarnya dulu yah!" Amaya segera berlari ke meja resepsi untuk mengambil kunci salah satu kamar penginapan.


"Ah, aku akan menginap untuk dua hari disini. Jadi berapa harga yang harus ku bayar?" Aku bertanya tentang harga menginap satu harinya.


"Gratis," jawabnya singkat.


"Begitu yah, oke ini.. tunggu, tadi kau bilang apa?" tanya ku memastikan agar tidak salah dengar. Kemudian, Amaya pun mengulangi kata yang sama dengan sebelumnya.


"Tunggu sebentar! Hanya karena aku menyelamatkan dirimu, bukan berarti aku harus tidak membayar apa yang ku pesan dari tempatmu!! Aku sama sekali tidak suka dengan ini," jelas ku.


"Begitu yah.." Amaya langsung terlihat kecewa saat mendengar penjelasan ku tadi. Aku pun mengelus rambutnya, dan berkata kalau aku bukannya tidak menghargai apa yang ingin dia berikan untuk membalas kebaikanku.


"Tapi terkadang kau harus tahu apa yang akan terjadi jika kau terus melakukannya. Jadi, izinkan aku membayarnya oke?" ucapku dengan tenang, kemudian aku melihat seorang laki-laki dengan busur di punggungnya.


"Permisi, apa aku bisa tahu harga per malamnya disini?" tanya ku.


"Eh? Hmm.. kalau tidak salah lima ratus bronze per malamnya," jawabnya.


"Terimakasih, tuan..."


"Zeya, kau bisa memanggilku Zeya. Lalu kau sendiri?"


"Hema, salam kenal yah Zeya! Ah, karena berhubung kita sudah saling mengenal, aku akan menambahkan mu menjadi teman. Jika kau dalam masalah, kau bisa memanggilku nanti. Sekali lagi terimakasih," ucapku sesaat sebelum meninggalkannya, dan kembali ke Amaya serta memberikan sebuah Eternal Silver Coin dengan senyuman.


Akhirnya aku pun mendapatkan kamar untuk bisa istirahat sekaligus Save Point ku saat login nanti.

__ADS_1


__ADS_2