
"Oh.. apa kau yang akan aku ajarkan menjadi seorang Swordmage kali ini? Jika benar, akan aku ajari dirimu hingga kau bisa merasakan kematian," ucapnya sambil menjilati bibirnya.
Aku sempat sedikit merasakan ketakutan saat melihat tingkahnya tadi. Namun, aku segera memantapkan diriku untuk memperkenalkan diri.
"Aku, Warrior Class, Hema, siap untuk berlatih!" ucapku mengenalkan diri.
"Oh.. kau tidak ingin kabur setelah aku melakukannya? Sungguh hebat," balasnya.
Tunggu! Apa kau selalu melakukannya setiap kali kau kedatangan murid baru? Aku benar-benar tidak habis pikir. Dia pun segera mendatangi ku dan menjelaskan apa yang terjadi disini.
Dari penjelasannya, dia adalah Yuri Castathrope. Seorang Swordmage yang telah menguasai semua element. Alasan kenapa tempat ini terlihat sunyi adalah, banyak sekali orang-orang yang mencoba mengikuti ujian ini, tapi semuanya gagal dalam ujian pertama.
"Pertama, aku ingin melihat kau mencoba mengendalikan Mana disekitar. Jika dalam bahasa kalian, itu disebut MP," pinta Yuri. Aku pun segera melakukan apa yang ia minta.
Untuk mengendalikan Mana, setidaknya dibutuhkan Status Intelligence 50 tanpa bantuan item maupun title. Sebelum bertemu dengan Yuri, aku telah menambahkan seluruh SP ke Intelligence, hingga aku mendapatkan Skill baru.
[Skill Mana Manipulation, Mana Charge telah dipelajari!]
*ketuk untuk informasi*
Karena sedang dalam latihan, membuatku tidak bisa mengetahui kegunaan kedua Skill baru tersebut. Yuri yang melihatku berhasil mengontrol Mana disekitar ku pun takjub. Kemudian dia pun memuji ku sambil bertepuk tangan.
"Luar biasa, sepertinya kau sudah memahami dasarnya yah?" Yuri pun meraih sesuatu dari tasnya.
"Biasanya para Swordmage hanya bisa memiliki satu Element Stone saja. Tapi karena kau menarik, ku biarkan kau memilih tiga," lanjutnya menunjukkan 10 buah batu dengan warna yang berbeda-beda.
Merah (Api), Biru Muda (Air), Coklat (Tanah), Hijau Muda (Angin), Kuning (Cahaya), Hitam (Kegelapan), Silver (Es), Ungu (Bayangan), Putih (Petir), dan Hijau (Alam).
Kesepuluh batu tersebut melayang ditangan Yuri, seolah Hukum Gravitasi Newton tidak pernah ada. Yah, namanya juga dunia Fantasy, apapun bisa terjadi. Aku pun memilih tiga batu dengan warna Merah, Hitam, dan Ungu.
Yuri yang melihatku mengambil tiga batu tersebut pun menatap tajam kearah ku dan bertanya, "Aku memang mengatakan padamu untuk mengambil tiga buah. Tapi, boleh aku tahu kenapa kau mengambil Batu Kegelapan?"
"Yah, bukan karena alasan apapun sih. Hanya saja, aku berpikir akan sangat keren jika menggunakannya," jawabku. Sebenarnya ada alasan lain kenapa aku mengambil ketiga batu tersebut. Itu karena aku ingin menyesuaikannya dengan Chaos Sword. Api, Bayangan, dan Kegelapan sama-sama memiliki unsur kekacauan, begitulah menurutku.
Yuri menatapku dengan tidak keyakinan, dia mengatakan kalau dia sama sekali tidak peduli dengan alasanku. Padahal tadi dia sendiri yang menanyakannya, wanita memang sulit untuk dimengerti yah!
Lalu, dengan begitu Ujian pengambilan Advanced Class Swordmage milikku pun dimulai. Kemudian tanpa aku sadari, beberapa dari orang-orang tersebut pun sudah memulai pergerakan mereka. Merekalah yang akan menjadi lawan sebenarnya yang harus aku kalahkan.
Pada saat yang sama, seorang gadis juga kini akan dalam bahaya. Gadis tersebut jugalah yang akan membuatku ragu untuk berhenti memainkan game busuk ini, atau terus bertarung dan menyelamatkan dunia ini. Hari itu juga, aku pun memutuskan untuk mengakhiri hubungan persahabatan yang aku miliki ini.
***
Beberapa hari berlalu, aku pun kini telah berhasil mengendalikan kekuatan Element yang ku miliki, dan sekarang adalah hari Ujian Akhir, dimana aku akan melawan Yuri.
"Serang aku dengan semua yang telah kau pelajari dari ku!" perintah Yuri.
"Sesuai keinginanmu, Master Yuri!" Aku melesat langsung kearah Yuri dan melancarkan serangan demi serangan. Tapi semua itu berhasil diatasi olehnya dengan menangkis semua serangan yang ku lancarkan.
Aku segera mundur kebelakang sesaat sebelum dia mengaktifkan skill miliknya. Yuri pun memuji ku karena hal tersebut, "Oh, pengambilan keputusan yang bagus. Aku menyukainya."
"Itu karena aku selalu memperhatikan dirimu, setiap kali kita latihan bertarung! Sonic Leap!" balasku dan langsung menggunakan Skill - Sonic Leap untuk memberikan serangan kepadanya, juga mendorongnya kebelakang dengan efek Crowd Control dari Skill tersebut.
Sonic Leap (Active)
Level Skill: IV
Category: AoE, Buff, Charge, Crowd Control, Damage, Impact
Buff Duration: 7s
Damage: 500
Cost: MP
Cooldown: 75s
Melancarkan sebuah tebasan vertikal yang akan memberikan efek Knock Back kepada musuh, dan memberikan efek peningkatan Agility sebesar 12% selama 7 detik. Semakin banyak MP yang digunakan, semakin besar pula efek Knock Back yang dihasilkan. Max (500 MP).
Yuri reflek menahannya hingga membuat dia mundur kebelakang. Memanfaatkan Buff yang kudapatkan, aku segera membuat sebuah bola api dan melepaskannya sambil terus berlari.
Fire Realm (Passive)
Skill Level: VII
Category: Element, Magic, Buff
Menggunakan sihir dengan element api, akan meningkat sebesar 21%, serta penggunaan MP berkurang 12%.
__ADS_1
Firebolt (Active)
Skill Level: X
Category: AoE, Charge, Damage, Element, Magic
Magic Damage: 1000
Cost: 100 MP
Cooldown: 10s
Menembakkan sebuah bola api. Charge untuk meningkatkan damage area.
Ledakan terjadi di tempat Yuri berdiri. Aku merasa kalau itu masih belum cukup untuk mengalahkannya, karena itulah aku menggunakan skill lainnya. Pedang yang ku pegang langsung diselimuti oleh api, aku pun segera menyiapkan kuda-kuda menyerang ataupun bertahan.
Sword Magic: Fire Cloak (Active)
Skill Level: X
Category: Auto, Buff, Damage, Element, Magic
Buff Duration: N/A
Cost: 10 MP/s
Cooldown: 0s
Melapisi pedang dengan sihir api, dan meningkatkan damage sebesar 20%, hingga MP habis atau dinonaktifkan.
"Siapa sangka kau bisa melakukannya sambil berlari, kau benar-benar sudah berkembang yah, Hema. Karena itulah aku juga akan menggunakan semua yang ku miliki!!" Yuri langsung melompat kearah ku setelah mengucapkannya. Aku pun langsung menangkis serangannya, namun..
'Membeku?' Aku segera melompat kebelakang dan mengayunkan pedang agar es yang melapisi pedang ku hancur.
"Menggunakan Sword Magic: Ice Cloak? Kalau begitu aku juga akan sedikit serius, Master Yuri!!" ucapku dan langsung menyiapkan kuda-kuda untuk menyerang. Lalu disaat yang tepat, aku segera menggunakan Flare Accel untuk mempercepat gerakan ku.
"Menggunakan Flare Accel untuk mempercepat pergerakan sembari menyerang diriku? Kau lumayan pintar tapi..." Yuri mengatakannya sembari menangkis semua serangan yang aku lancarkan.
"Sword Magic: Ice Cloak, Frost Blade!!" Sesaat setelah Yuri mengatakannya, pedang miliknya langsung berubah menjadi pedang besar yang diselimuti es. Dia menancapkan pedang tersebut ke tanah, seketika tanah tersebut langsung berubah menjadi lantai es. Menyadarinya, aku langsung lompat keatas sebelum kaki ku dibekukan oleh es tersebut.
"Aku sudah menduga kau akan melompat," ucapnya. Aku yang menyadari maksud perkataannya tersebut segera panik.
"Shadow Barrier!!" Sebuah Barrier pelindung muncul dihadapan ku melalui tangan kiri. Barrier tersebut menyerap semua tombak es tadi, sehingga aku bisa selamat dari serangan tersebut. Tapi karena masih banyak tombak es tadi masih terus melesat kearah ku, aku pun terpaksa menggunakan pedang untuk menangkis sisanya.
Shadow Realm (Passive)
Skill Level: VII
Category: Buff, Element, Magic
Menggunakan sihir element bayangan, akan meningkat hingga 24%, serta penggunaan MP berkurang 12%
Shadow Barrier (Active)
Skill Level: X
Category: Buff, Element, Magic
Buff Duration: 10s
Cost: 40 MP/s
Cooldown: 60s
Membuat sebuah perisai bayangan yang meniadakan semua damage selama 10 detik.
"Siapa bilang aku hanya bisa menggunakan satu element saja! Aku juga bisa menggunakan ketiganya secara bersamaan! Fire Wave!!" Aku mengayunkan pedangku dari kanan ke kiri, menciptakan sebuah gelombang api yang langsung melesat kearah Yuri. Yuri pun mengayunkan pedangnya juga, namun secara vertikal.
Sword Magic: Fire Wave (Active)
Skill Level: X
Category: AoE, Charge, Crowd Control, Damage, Element, Magic
Magic Damage: 1250+(Total MP used)
Burn Damage: 100/s
__ADS_1
Cost: MP
Cooldown: 25s
Melepaskan sebuah tebasan gelombang api.
"Mencoba menipuku kah? Itu percuma!" ucap Yuri setelah menahan sebuah tusukan dari arah belakangnya.
"Tapi, karena kau sudah disini. Bersiaplah untuk ma--!!" Yuri sepertinya terkejut saat melihat diriku ada dua, tidak, tiga sekaligus.
Shadow Clone (Active)
Skill Level: I
Category: Buff, Element, Magic
Cost: 250 MP/Clone
Cooldown: 180s
Menciptakan Clone bayangan yang memiliki 15% Status pengguna.
Masing-masing dari mereka menggunakan Sword Magic yang berbeda. Hal itu tentu saja membuat Yuri kerepotan.
Sword Magic: Shadow Cloak (Active)
Skill Level: X
Category: Auto, Buff, Crowd Control, Damage, Element, Magic
Buff Duration: N/A
Cost: 15 MP/s
Cooldown: 0s
Melapisi pedang dengan sihir bayangan, dan meningkatkan damage sebesar 20%, hingga MP habis atau dinonaktifkan. Lawan yang terkena serangan ini akan mendapatkan efek Slow sebesar 40% selama 5 detik.
Dark Realm (Passive)
Skill Level: VII
Category: Element, Magic, Buff
Menggunakan sihir element bayangan, akan meningkat hingga 24%, serta penggunaan MP berkurang 12%
Sword Magic: Dark Cloak (Active)
Skill Level: X
Category: Auto, Buff, Damage, Element, Magic
Buff Duration: N/A
Cost: 15 MP/s
Cooldown: 0s
Melapisi pedang dengan sihir kegelapan, dan meningkatkan damage sebesar 20%, hingga MP habis atau dinonaktifkan.
"Cih, merepotkan! Hurricane Edge!!" Yuri berputar searah jarum jam dan berhasil menghempaskan ketiga Clone yang ku ciptakan.
"Sepertinya sudah waktunya untuk mengakhiri semua ini," ucapnya.
"Yah, akan ku akhiri dengan ini! Dark Prison!!" Aku yang menggunakannya tepat diatas Yuri, dia terlihat terkejut saat melihatku berada diatas.
Dark Prison (Active)
Skill Level: X
Category: AoE, Crowd Control, Element, Magic
Cost: 400 MP
Cooldown: 45s
Membuat sebuah kurungan dalam area berbentuk kubus, dan memberikan efek Blind kepada lawan yang berada didalamnya selama 10 detik.
__ADS_1
Sebuah kurungan kubus gelap membuat Yuri menjadi tidak bisa melihat apapun, sedangkan itu tidak berefek sama sekali padaku. Menyadari keuntungan tersebut, aku pun mengarahkan pedangku tepat di depan lehernya.
"Maaf saja, tapi aku yang menang di pertandingan ini, Master!" ucapku.