Eternal World Online: Rising Of Chaos Knight

Eternal World Online: Rising Of Chaos Knight
Chapter 4, Part 2: Sub Class, Apprentice


__ADS_3

[Anda terkena Debuff Hungry dan Thirsty, seluruh status anda berkurang sebanyak 30%!!]


Aku kembali kedalam game setelah melakukan semua hal tadi dan mendapatkan sebuah notifikasi yang sama pada saat aku kembali login dari logout semalam. Aku hanya bisa menghela nafas saat membaca notifikasi tersebut, aku melirik dan menemukan dua buah roti kering dan juga segelas susu di sana.


"Memakan roti kering ini hanya akan membuatku bosan. Ah! Kenapa aku tidak memikirkannya?" Aku mengeluarkan sebuah belati yang kudapatkan dari Mistia Wolf semalam, serta sebuah daging dari dalam Inventory, (Note: Jika kalian bingung, nanti akan ada di Side Story) lalu memotong daging itu menjadi beberapa bagian sebelum akhirnya ku taruh diatas salah satu roti kering dan menindihnya lagi dengan roti kering satunya lagi.


Mistia Fang (Rare)


Star Rate: ★★


Require: LV 15, STR 100, AGI 150, DEX 200


Damage: 400


Additional Status: STR +60, AGI +80, DEX +120


Sebuah belati yang terbuat dari taring Mistia Wolf.


Durability: 300/300


Kemudian aku pun mencoba memakannya, rasanya sangat gurih dan juga manis! Aku menggunakan Sweet Grilled Meat sebagai bahannya, tapi siapa sangka rasanya akan seperti ini. Aku segera melahap habis dan meminum susu yang telah disiapkan, kemudian segera berdiri dan pergi menuju Class Center untuk mengambil Sub Class. Saat berada dibawah, aku sama sekali tidak menemukan Amaya dan saat aku menanyakannya pada Ricold yang tengah menjadi resepsionis, ia mengatakan kalau adiknya tengah pergi ke Academy untuk belajar dan akan pulang nanti siang.


"Kalau begitu aku pergi dulu yah, Ricold. Jika kau membutuhkan sesuatu, jangan ragu untuk memintanya padaku!" ucapku.


"Tenang saja, Tuan Hema. Saya pasti akan memintanya tanpa ragu," balas Ricold. Aku pun segera menuju Class Center.


***


Sesampainya di sana, aku segera pergi menuju administrasi untuk mendaftarkan Sub Class.


"Permisi, aku ingin mendaftarkan Sub Class. Apa bisa?" tanyaku.


"Oh, tentu saja. Silahkan pilih Sub Class yang diinginkan!" jawab Administrator. Seketika muncul sebuah panel yang berisikan Sub Class yang ada. Aku segera menekan Icon Apprentice tanpa ragu.


"Sub Class Apprentice yah. Baik, akan segera saya proses. Apa saya bisa meminta Status Plate anda?" lanjut Administrator bertanya. Aku lalu menyerahkan Status Plate, setelahnya Administrator segera menambahkan Data dalam Status Plate tersebut dan beberapa notifikasi muncul dihadapan ku.


[Selamat! Anda telah mendapatkan Sub Class Apprentice!]


[Anda sekarang bisa mempelajari kemampuan Sub Class lain dari para Mentor NPC atau NPC yang anda kenal!]


[Mendapatkan +1 Sub Point!]


[Skill Learning telah dipelajari!]


[Anda mendapatkan Title baru!]


*ketuk untuk informasi*


Learning (Passive)


Skill Level: I


Category: Buff


Slot: 0 (Berikan 1 Sub Point untuk membuka Slot!)


Membuat anda bisa mempelajari kemampuan dari Sub Class yang lain.


Title: Novice Apprentice


Description: Anda adalah seorang pelajar pemula yang masih membutuhkan pelajaran!


Effect: All Stat +5, saat naik level +1


Tingkat melakukan pelajaran naik 5% saat digunakan!

__ADS_1


Aku membuka notifikasi tersebut, dengan begini aku akan memulainya dengan Alchemist. Jadi aku akan pergi menemui Paman Raven untuk memintanya menjadi Mentorku. Administrator itu mengembalikan Status Plate padaku, aku mengambilnya dan mengucapkan terimakasih. Kemudian memberikan 1 Sub Point pada Learning dan membuka Status.


Learning (Passive)


Skill Level: I


Category: Buff


Slot: 1 (Berikan 2 Sub Point untuk membuka Slot!)


Membuat anda bisa mempelajari kemampuan dari Sub Class yang lain.


Name: Hema (-)


Ras: Human


Fame: 48840 (Green)


Gender: Male


Class: Swordmage


Bonus Class:


- STR +20%


- INT +25%


- MP +40%


- Magic Damage +30%


- Saat naik level STR +3, INT +5


Sub Point: 0


HP: 3774


MP: 6286


Level: 32 [0/25000]


Title: Maniac Player


Damage: 4087


Magic Damage: 2724


Defense: 1012


Magic Defense: 816


SP: 25


STR: 1194 (+450)


VIT: 734 (+590)


AGI: 889 (+460)


DEX: 930 (+520)


INT: 1260 (+810)


Ah, aku hampir lupa kalau telah naik lima level sebelumnya. Mungkin akan ku ceritakan lain waktu bagaimana aku naik level, untuk masalah levelku masih 32, itu karena aku telah memberikan 5 level yang kudapatkan pada Chaos Sword.

__ADS_1


Tapi, statusku ini sudah seperti Player berlevel 60 lho. Mungkin karena pengaruh Title yang ku gunakan juga. Bicara tentang Title, rata-rata Title milikku berada pada Rank D, itulah yang menyebabkannya memberikan status yang tinggi. Aku mengetahui hal itu dari Forum, pihak Eternal Company akan segera melakukan Update yang akan memberikan Rank pada Title besok. Jadi aku tidak terlalu memikirkannya dan memutuskan untuk lanjut bermain. Selain itu tingkat leveling ku bisa dibilang cukup cepat, itu karena aku selalu menghadapi monster yang memiliki level jauh di atasku.


"Baiklah, waktunya pergi ke tempat Paman Raven!" ucapku dengan penuh semangat dan meninggalkan Class Center.


***


Saat aku sampai di sana, terlihat pemandangan yang cukup mengerikan. Bukan hanya toko Potion milik Paman Raven saja, tapi beberapa toko juga ada yang kena imbasnya. Beberapa player ada yang membantu mereka, aku sedikit senang karena mereka masih memiliki sisi kemanusiaan. Walaupun ini game, tapi tetap saja tingkat realistisnya cukup tinggi.


Tanpa membuang waktu, aku bergegas masuk kedalam toko Paman Raven dan mencarinya. Selain itu aku juga ingin memastikan keadaan Fina, walaupun aku yakin saat ini dia berada di Academy. Tapi tetap saja aku mengkhawatirkannya.


"Paman Raven! Paman Raven! Apa kau ada didalam?" panggilku. Namun sama sekali tidak ada jawaban. Aku mencoba memanggil namanya berkali-kali, tapi sama sekali tidak ada jawaban. Lalu sebuah suara memanggil diriku.


"Tuan Pahlawan?"


"Akhirnya, Paman Raven! Kau baik-baik saja? Syukurlah," ucapku. Tapi Paman Raven sama sekali tidak menjawab, dia hanya menunjukkan wajah sedih dan khawatir.


"Paman Raven, aku tahu ini tidak mungkin. Tapi aku akan tetap menanyakannya padamu. Apa Fina pergi ke Academy?" tanyaku. Tidak lama setelah itu, Paman Raven terduduk lemas dan meminta bantuan ku.


"Tuan Pahlawan aku mohon, aku mohon selamatkan Putriku Fina!"


"Bisa Paman jelaskan apa yang terjadi?" tanyaku.


Paman Raven pun menjelaskan kalau dua jam yang lalu, ada sekelompok orang yang datang dan mencoba menangkap Fina. Tentu saja Paman Raven tidak membiarkannya, dia melawan namun segera kalah dalam beberapa pukulan. Fina yang melihat ayahnya menjadi samsak tinju mereka pun akhirnya bertindak dengan menyerahkan dirinya, itu dia lakukan agar ayahnya tidak menderita. Tapi ternyata itu malah membuat Paman Raven semakin depresi karena dia sangat lemah agar bisa melindungi putrinya. Mendengar semua itu aku berdecak kesal, aku berpikir kalau pelakunya adalah Gorgo dan juga Zeldra. Tapi semakin aku memikirkannya, membuatku semakin bingung. Saat aku bertarung dengan Gorgo saja, dia masih belum mengeluarkan kekuatan penuhnya. Selain itu dia sudah berjanji untuk tidak mengganggu Fina, jadi aku tidak yakin dia pelakunya.


"Yang tersisa adalah Zeldra kah?" gumam ku pelan. Tidak lama setelahnya, sebuah panel muncul dan membuatku tahu apa yang harus aku lakukan selanjutnya.


Hidden Quest - Save the Hostage!


Kelompok misterius telah menyandra Fina, putri dari Raven. Pergi ke Everland Dock untuk bisa menyelamatkannya!!


Reward: 2 Box Advanced Life Potion, 5000 Fame, Raven 200 FP, Fina 50 AP


(Note: FP singkatan dari Friendship Point, sedangkan AP singkatan dari Affection Point. AP sendiri lebih mengarah ke poin suka/cinta)


"Baiklah paman, aku akan membantumu!"


[Quest telah diterima!]


Setelah menerima quest itu, aku pun segera bergegas menuju dermaga untuk menyelamatkan Fina.


***


5 menit yang lalu, sebelum Heru melakukan Login...


"Ayah, aku ingin bersiap-siap dulu yah!" ucap Fina meminta izin untuk berangkat ke Academy.


"Yah silahkan, setelah itu tolong bawakan Life Potion yang telah ayah buat sebelumnya diatas meja!" balas Raven.


"Baik ayah! Tapi, kenapa ayah membuat lima box sekaligus?" tanya Fina penasaran.


"Oh, rencananya ayah akan memberikan Tuan Pahlawan dua box dan menjual sisanya. Bagaimanapun dia telah menyelamatkan dirimu, ayah benar-benar berhutang padanya!" jawab Raven.


"Begitu yah," balas Fina tersenyum. Namun tidak lama setelah itu, pintu toko mereka didobrak oleh kelompok misterius dan berniat untuk menangkap Fina, dua diantara mereka menggunakan topeng.


"Cepat serahkan gadis itu pada kami! Jika kau ingin selamat!" perintah seorang pria dengan kapak besar menggantung di punggungnya.


"Kenapa aku harus menyerahkan Putriku? Memangnya kalian ini siapa huh?" tanya Raven yang langsung berlari menyerang kearah mereka, Fina langsung berteriak memanggil ayahnya. Tapi itu sudah terlambat, dengan mudah pukulan Raven dihindari oleh pria tadi dan menendang salah satu kakinya. Raven terjatuh ke lantai, pria tadi memberi perintah pada anak buahnya untuk memegangi tubuh Raven. Tidak tega melihat ayahnya seperti itu, Fina pun menanyakan keinginan mereka.


"Yang kami inginkan hanyalah dirimu, jika kau tadi langsung menyerahkan diri, ayahmu ini tidak akan bernasib seperti ini!" ucap pria itu dan langsung memukul perut Raven.


"Ayah!! Baiklah aku mengerti! Aku akan ikut dengan kalian! Tapi kumohon.. hiks.. lepaskan ayahku," pinta Fina terduduk lemas dan mulai mengeluarkan air mata.


"Seharusnya begitu, kalian berdua cepat bawa gadis itu. Lalu lepaskan pria bangka ini!" perintah pria tersebut pada dua orang bertopeng untuk membawa Fina dan mereka yang memegangi tubuh Raven segera melemparnya ke lantai. Raven yang lemas pun berkata pelan menahan rasa sakit, memanggil anaknya.


"Fi.. na."

__ADS_1


__ADS_2