
Note: Setelah Lord Rimuru melakukan Pembantaian, Author kepikiran tentang ini, jadi tulis aja deh :v
Aku segera berlari menuju dermaga, tapi saat aku sampai di sana, pemandangan ribuan player memenuhi tempat tersebut. Aku menggunakan Eagle Eye untuk melihat dari jarak jauh, sepertinya mereka berasal dari guild yang sama. Tapi yang membuatku terkejut bukanlah itu, melainkan jumlah mereka.
Bright Revolution
Rank: Gold Guild
Guild Master: Steven
Troop Leader: Xcruad
Total Troops: 10008 Player
"Cih! Sepuluh ribu? Yang benar saja! Aku memang ingin menyelamatkan Fina, tapi tidak mungkin aku bisa mengalahkan mereka kalau sebanyak itu!" keluhku. Aku kemudian mengaktifkan fitur Auto Pick dan memasang Chaos Sword, dengan begini setidaknya aku bisa mengatasi mereka. Aku tidak berniat untuk menggunakan Self Dual Wield, karena aku harus menyimpannya untuk pemimpin pasukan itu.
"Baiklah persiapanku sudah selesai, mohon bantuannya yah, rekan. Selanjutnya adalah menggunakan Mana Manipulation untuk mengumpulkan Mana Alam dan menjadikannya milikku kemudian." Aku mengarahkan tangan kanan kearah depan dan perlahan membuat bola api yang semakin lama semakin besar. Selain itu passive yang ku miliki, Magic Burst terpicu bersamaan dengan Magic Power Burst dari Cloriust Glove juga ikut terpicu.
[Passive Magic Burst terpicu! Magic Power Burst terpicu!]
[Magic Damage bertambah 1140 Magic Damage!]
[Magic Damage meningkat 80%!]
Magic Burst (Passive)
Skill Level: III
Category: Magic Damage, Impact
Setiap 270 detik, memberikan 500+20*(Player Level) Magic Damage.
Masih belum, aku harus membuatnya lebih besar lagi! Aku terus menerus memasok Mana Alam kedalam bola api besar itu, hingga membuatnya bertambah besar dan lebih besar lagi sampai menurutku cukup. Beberapa player yang melihatnya pun sepertinya kagum dengan bola api yang semakin membesar, sekaligus mereka juga merasakan takut yang luar biasa.
"Firebolt!!" Bola api tersebut langsung melesat dengan cepat dan menciptakan ledakan besar di sana. Beberapa player juga ada yang berlari meninggalkan posisi mereka agar tidak terkena dampak dari ledakan tersebut. Hal ini membuat mereka menjadi panik dan memudahkan ku untuk menyerang mereka. Mengaktifkan Acceleration, Wind Enchant: Speed Up dan Flare Accel yang kemudian menebas mereka semua dalam satu serangan, semakin menambah kepanikan saat tahu mereka telah diserang. Oh, yah karena notifikasi yang muncul terus-terusan membuatku menonaktifkannya dan fokus menghabisi lawan-lawanku.
Fame ku berkurang 100 setiap kali aku menghabisi mereka, itu wajar mengingat mereka rata-rata memiliki Green Fame. Ini membuatku berpikir kalau pelakunya bukanlah Zeldra, aku merasa sedikit bersalah karena sempat menuduhnya tadi. Perlahan tapi pasti, kecepatan yang kumiliki mulai berkurang. Wind Enchant: Speed Up dan juga Acceleration hanya bisa bertahan selama 30 detik. Tapi berkat Passive Wind Talker yang dimiliki oleh Cloriust Boots membuat kecepatan ku masih bisa bertahan.
Aku menebas mereka terus-menerus tanpa ampun, beberapa serangan ku berhasil mengenai leher beberapa player, membuat mereka mendapatkan Instant Death. Tetapi itu tidak bertahan lama, MP ku terus berkurang walaupun Mana Manipulation membuat MP ku beregenerasi. Penyebabnya tidak lain adalah penggunaan Flare Accel dan juga Chaos Dance yang telah ku aktifkan.
"Aku rasa, aku telah menghabisi seperempat dari mereka. MP ku juga sudah mulai masuk ke tahap kritis. Jika itu habis sekarang, aku akan mendapatkan debuff dan saat ini aku tidak boleh menerimanya!" gumam ku. Aku berhenti dan menggunakan Wind Shield, walau hanya 5 detik saja, itu sudah lebih dari cukup untukku menggunakan meminum MP Potion.
Menyadari aku berhenti menyerang, mereka segera menyerbu diriku tanpa ragu. Aku tersenyum saat mengetahuinya, kemudian aku menggunakan Chaos Wave yang telah diperkuat oleh Chaos Soul. Aku berputar dengan kaki kanan sebagai tumpuannya, gelombang melingkar berwarna hitam melesat kearah mereka semua dan tepat mengenai mereka, memberikan True Damage pada mereka semua dan berubah menjadi partikel cahaya kemudian menghilang.
***
Sepuluh menit sebelum Hema menyerang...
"Dia benar-benar nekat, bukankah jumlah itu terlalu banyak?" ucap seseorang dengan pedang ganda di punggungnya, dia adalah Gorgo yang sedang melihat Hema dari jauh bersama seseorang yang lain.
"Kalau dirimu merasa dirinya dalam bahaya, mengapa dirimu tidak pergi menolong dirinya?" tanya sosok lain yang tidak lain adalah Zeldra.
"Tidak, aku tidak bisa melakukannya. Saat ini kita hanya bisa mengawasinya dari jauh, bagaimana pun ini adalah perintah yang dia berikan," jawab Gorgo.
"Benar juga, apa kau sudah menyerahkan itu padanya?" lanjut Gorgo bertanya.
__ADS_1
"Tentu saja, diriku telah menyerahkan Chaos Armlet pada dirinya dan dirinya juga menerimanya. Oh lihatlah, dirinya mulai menyerang," balas Zeldra yang melihat Hema melesat cukup cepat kearah kerumunan player tanpa ragu sedikitpun.
Gorgo dan Zeldra terus memperhatikan Hema yang menyerang ribuan player tanpa ragu. Mereka merasa itu adalah tontonan yang cukup menarik, Gorgo menjelaskan kalau gaya berpedang milik Hema sedikit kaku. Tapi kalau soal daya serang, itu cukup besar untuk kebanyakan player yang memiliki level 30.
"Yah itu wajar mengingat level dirinya selalu diberikan pada Chaos Sword," komentar Zeldra.
Mereka melihat Hema berhenti dan menciptakan sebuah pelindung angin, setelah angin tersebut menghilang, Hema melakukan putaran dan berhasil membunuh player yang mengepung dirinya tadi. Tidak lama setelah itu, mereka dikejutkan dengan suara yang tidak asing bagi mereka.
"Sepertinya kalian cukup menikmatinya yah."
"Kau.."
"Lama tidak bertemu, Gorgo, Zeldra," sapa sosok tersebut dengan lembut.
***
"Sword Magic: Ice Cloak! Ice Field!!" Aku menancapkan Chaos Sword ke tanah, mereka yang ada disekitar ku segera terkena efek dari Ice Prison. Tentu saja aku tidak mau menyia-nyiakan hal tersebut, aku mencabut Chaos Sword dari tanah, mengaktifkan Wind Cloak dan melepaskan Wind Brigade. Mereka yang terkena serangan tersebut terhempas jauh, bahkan ada yang melayang ke atas.
Aku mengaktifkan Flare Accel kembali dan melesat kearah mereka setelah menggunakan Swing. Tidak hanya itu, aku menyerang mereka dengan semua skill yang ku miliki. Mulai dari Slash, Chop, Leap, Fire Slash, Fire Thrust dan berbagai skill lainnya.
"Mereka terlalu banyak! Tapi aku harus tetap melakukannya!" gumam ku. Saat MP ku menipis, aku langsung menghentikan serangan dan menggunakan Wind Shield agar bisa meminum MP Potion. Aku sama sekali tidak bisa mengandalkan Mana Charge maupun Life Generated untuk mengembalikan MP yang telah hilang. Mana Charge hanya bisa mengisi 60% MP saja, itu pun juga membutuhkan waktu. Jika aku terkena efek CC, maka Mana Charge akan dibatalkan. Sedangkan Life Generated hanya bisa memulihkan 5% MP per detik, tapi aku harus menjauh dari pertarungan selama 10 detik. Jika aku terkena serangan ataupun menyerang, maka itu tidak akan aktif. Wind Shield saja hanya bisa menahan mereka selama 7 detik. Aku terus mengulanginya, hingga tanpa sadar aku telah menghabisi setengah dari mereka. Kemudian sebuah panah mengenai bahuku, membuat tubuhku tidak bisa digerakkan sama sekali.
"Panah pelumpuh!!" ucapku saat mengetahui panah jenis apa itu. Tidak lama setelahnya, para damage dealer seperti Mage, Wizard, Sorcerer, Archer, Ranger dan lainnya menggunakan skill terkuat mereka. Karena bingung, aku menggunakan Shadow Hands pada diriku sendiri, hingga membentuk bola bayangan dengan diriku didalamnya. Tapi yang terjadi sedikit mengejutkan, semua serangan tersebut seolah tidak pernah ada sebelumnya, tepat setelah mengenai Shadow Hands yang ku ciptakan.
Tentunya hal ini membuat semua orang terbelalak. Bagaimana tidak? Semua serangan mereka lenyap tak bersisa, seolah mereka tidak melancarkannya sama sekali. Aku memanfaatkan hal itu dan menggunakan Shadow Tusk untuk memberikan mereka damage secara bersamaan.
Sword Magic: Shadow Tusk (Active)
Skill Level: X
Magic Damage: 600
Cost: 150 MP
Cooldown: 20s
Melancarkan sebuah tusukan bayangan dari tanah dalam area 10 M berbentuk lingkaran disekitar pengguna.
Sebuah tusukan bayangan mengenai mereka dari tanah. Karena mereka kebanyakan menggunakan jubah (Robe) dan ada beberapa yang menggunakan Light Armor, membuat mereka hanya mengalami status Bleed saja setelah Shadow Tusk berakhir.
"Acceleration! Flare Accel!!" Tanpa ragu, aku melesat kearah mereka semua namun sebuah perisai menahan pedangku. Aku dengan segera melompat mundur kebelakang untuk menjaga jarak.
"Karena penasaran aku pun pergi kesini," ucap seseorang yang baru saja menahan pedangku. Dia membawa perisai yang cukup besar berwarna ungu, menggunakan Armor berwarna biru tua dan juga sebuah pedang besar menggantung di punggungnya.
"Walaupun begitu, sampai bisa menghabisi setengah dari pasukan yang dibawa oleh Xcruad. Kau cukup menarik juga yah!" sahut seorang samurai dengan armor berwarna merah.
"Fufu, kalau begitu.. kalian tidak masalah jika aku menjadikannya pasukan ku bukan?" balas wanita dengan pakaian yang cukup erotis, serta membawa sebuah tongkat yang memiliki tengkorak diatasnya.
"Tentu saja, tapi kami tidak akan membantumu untuk membunuh dirinya," balas pria yang mirip seorang pembunuh (Assassin) disebelahnya.
"Hey! Kalian semua tidak sopan sekali! Bukankah kita seharusnya memperkenalkan diri pada sampah itu lebih dahulu?" sahut seorang gadis yang membawa tombak ditangannya. Aku segera mengidentifikasi mereka, sebuah nama saja yang berhasil ku ketahui.
Exceed •Great Gladiator• (Bright Revolution)
Ras: Human
__ADS_1
Gender: Male
Class: ???
HP: ???
MP: ???
Rex •Personality• (Bright Revolution)
Ras: Human
Gender: Male
Class: ???
HP: ???
MP: ???
Vlarica •Nightmare• (Bright Revolution)
Ras: Undead
Gender: Female
Class: ???
HP: ???
MP: ???
GhostAssassin •King of Killer• (Bright Revolution)
Ras: Shadow Elf
Gender: Male
Class: ???
HP: ???
MP: ???
Leena •Initiator• (Bright Revolution)
Ras: Human
Gender: Female
Class: ???
HP: ???
MP: ???
__ADS_1