Eternal World Online: Rising Of Chaos Knight

Eternal World Online: Rising Of Chaos Knight
Chapter 5, Part 1: Undangan


__ADS_3

"Ah~ ini sangat sulit!" Aku menaruh sebuah botol dengan isi cairan berwarna ungu dan mengeluarkan aroma yang tidak enak. Yup, saat ini aku tengah mempelajari Alchemist. Ternyata itu tidak semudah yang aku bayangkan, dalam 5 jam aku hanya bisa membuat 100 Potion, itupun hanya 20% saja yang bisa dibilang layak. Sedangkan sisanya..


"Daripada disebut potion, itu malah lebih mirip poison!"


"Tenang saja Tuan Pahlawan! Fina yakin, Tuan Pahlawan pasti tidak lama lagi akan bisa membuat potion yang bagus!" ucap Fina menyemangati diriku.


"Terimakasih karena telah menyemangati ku, Fina. Tapi mungkin aku harus istirahat sebentar," sahutku.


"Kalau begitu, apa Tuan Pahlawan mau minum teh? Fina akan membuatkannya untuk Tuan Pahlawan," tawar Fina berdiri dan berjalan menuju dapur.


"Ah, boleh juga. Maaf merepotkan mu yah, Fina."


"Un, itu tidak benar. Lagipula Fina melakukannya karena menyukainya!" Wajah Fina memerah selepas mengatakannya, aku yang melihat itu juga segera memalingkan wajahku dan menggaruk pipi bagian kanan. Ah, wajahnya terlihat sangat imut! Seandainya aku bisa memeluknya, aku pasti akan sangat bahagi--


"Tunggu! Apa yang aku pikirkan! Ingatlah kalau kau ini bukanlah Lolicon atau semacamnya!" Aku menggeleng-gelengkan kepala dan melihat sebuah panel di hadapanku.


Learning (Passive)


Skill Level: I


Category: Buff


Slot: 1 (Berikan 2 Sub Point untuk membuka Slot!)


Membuat anda bisa mempelajari kemampuan dari Sub Class yang lain.


Learning "Alchemist" (Passive)


Skill Level: Beginner - II


Category: Production


Product Create: Small HP Potion, Small MP Potion, Poison Potion


Membuat anda dapat mempelajari Sub Class Alchemist.


Handy Maker (Passive)


Skill Level: II


Category: Buff


Meningkatkan kemampuan penggunaan tangan dalam hal produksi hingga 5%, serta tingkat keberhasilan hingga 7%.


"Walaupun begitu, kalau hanya menambah 7% saja itu belum cukup. Aku penasaran, apa Paman Raven juga mengalami ini yah? Mengingat dia selalu membuat Potion dalam jumlah besar," gumamku.


Ternyata membuat Potion tidak semudah yang aku bayangkan. Selain tingkat keberhasilan, diperlukan bahan material yang dibutuhkan untuk bisa membuatnya. Contohnya saja Small HP Potion, aku memerlukan 2 lembar Green Herb dan juga 50MP yang kumiliki. Tidak lebih dan juga tidak kurang, jika hal itu terjadi, hasilnya adalah Poison yang ku buat ini.


Small HP Potion I


Star Rate: ★


HP Recovery: 12


Sebuah Small HP Potion yang dapat memulihkan HP, dibuat oleh player Hema.


Poison Potion I


Star Rate: ★★

__ADS_1


Poison: -32 HP/s


Sebuah Potion yang dapat mengurangi HP siapapun saat terkena cairan ini, Debuff meningkat 2 kali lipat saat diminum. Dibuat oleh player Hema.


Create\=\=>Small HP Potion


Need Material \= 2 Sheets Green Herb, 50 MP


Success Rate \= 52% (45%+7%)


[Create/Cancel]


Jika bukan karena Handy Maker, aku yakin tingkat keberhasilannya tidak akan berada diatas 50%. Sebenarnya aku memiliki Title yang bisa meningkatkan tingkat keberhasilan sebesar 5%, tapi saat ini aku lebih membutuhkan Sub Point daripada membuat item.


Title: Little Inventor


Deskripsi: Anda telah berhasil membuat sebuah item.


Effect: Saat naik level, All Stats +4


Tingkat Keberhasilan +5%


"Tuan Pahlawan, ini tehnya." Fina meletakkan secangkir teh diatas meja dan memberikannya padaku. Aku berterimakasih dan meminumnya. Selain enak, aroma teh ini cukup harum dan juga bisa membuatku merasa relaks.


[Anda mendapatkan Buff Relax!]


Relaxation Tea (A)


Star Rate: ★★★★★★★


HP Recovery: 28


Stamina Recovery: 42%


Satiation: 10/Swallow (Max 50)


Buff: Relax


Sebuah teh yang dapat memberikan efek relaks kepada orang yang meminumnya. Memulihkan HP, MP, Stamina dan Satiation, serta Buff berupa Relax. Dibuat oleh Alchemist Fina.


Note: Swallow disini diartikan sebagai teguk!


Aku segera melihat status dari teh tersebut dan membuatku terkejut karena memiliki Rank A. Bahkan hanya satu tegukannya saja bisa mendapatkan Buff. Ngomong-ngomong Buff Relax sendiri dapat memberikan sebuah peningkatan berupa MP Regen yang cukup besar, kalau tidak salah sekitar 10% dari Total MP saat ini.


"Tehnya cukup enak! Fina memang sangat ahli dalam membuat teh yah," pujiku dengan mengelus-elus kepalanya.


"Ehehe, itu bukan apa-apa." Aku tersenyum mendengar jawaban darinya. Sepertinya dia benar-benar terpengaruh oleh Title First Love yang kumiliki.


Kemudian, saat aku sedang saling berbincang dengan Fina, Paman Raven datang dengan membawa sebuah kotak yang berisi ribuan helai Green Herb dan menaruhnya diatas meja hingga terdengar suara benturan antara kotak dan meja tersebut.


"Paman, aku memang ingin mempelajari Alchemist. Tapi bahan-bahan ini.. bukankah ini terlalu banyak?" tanyaku.


Paman Raven malah tertawa dan berkata, "Jika Tuan Pahlawan ingin mempelajarinya, anda akan sangat membutuhkan bahan-bahan ini hingga bisa menciptakan HP Potion! Lagipula ini adalah bahan-bahan yang sudah tak terpakai lagi, Durabilitas yang dimiliki oleh mereka juga sudah mulai menipis, tapi masih bagus untuk dibuat menjadi Potion."


"Paman, apa kau ingin menyiksaku? Huft.. tapi terimakasih, akan kugunakan bahan-bahan ini dengan baik!" balasku.


Kemudian Paman Raven memutuskan untuk pamit, karena dia mendengar suara lonceng berdering tanda ada pelanggan yang datang. Ia pun turun dari lantai 2 ke lantai 1 dimana dia menjual Potion yang dia buat berada. Aku pun memutuskan untuk melanjutkan pembuatan Small HP Potion, Fina juga meminta maaf atas tindakan dari ayahnya, tapi aku tidak mempermasalahkannya. Lalu tepat pada saat aku ingin membuat potion, Paman Raven datang kembali memanggilku. Dia mengatakan kalau ada yang mencariku. Mungkinkah itu mereka? Itulah yang ada dalam pikiranku. Itu benar, saat ini aku tengah menunggu Rossa dan juga Rico, tapi karena aku lupa dengan ID yang kumiliki pada mereka. Oleh karena itulah aku menyuruh mereka untuk menemui ku di Potion Shop ini.


Setelah sampai disana, aku melihat sepasang laki-laki dan perempuan sedang menunggu di sebuah tempat duduk, tengah menikmati secangkir teh. Saat aku melihat mereka, aku merasa pernah bertemu dengan mereka sebelumnya. Setelah diingat-ingat, ternyata mereka adalah orang yang membantuku menahan dua NPC yang sempat menculik Fina.

__ADS_1


"Mungkinkah kalian Rossa dan Rico?" tanyaku mencoba menebak.


"Yo, Heru!" sapa laki-laki tersebut yang ternyata Rico.


"Siapa sangka itu adalah dirimu, Heru," sahut perempuan tersebut yang ternyata Rossa.


"Yah, aku juga tidak menyangka hal ini akan terjadi, haha." Aku tertawa dan duduk bersama mereka.


***


Mereka sebelumnya mengatakan kalau akan menggunakan nama Jepang, tapi siapa sangka mereka benar-benar melakukannya. Rossa menggunakan nama Rin dengan Ras seorang Elf, dia adalah gadis dengan rambut pirang dengan gaya Ponytail. Mengambil Class Magic Ranger dan menggunakan Magic Handgun sebagai senjatanya. Sedangkan Rico menggunakan nama Souma dengan Ras seorang Demon, dia adalah pria dengan rambut berwarna putih dan memiliki dua tanduk di kepalanya. Mengambil Class Weapon Master yang merupakan Trial Class dari Ranger dan Fighter, senjata yang sering dia gunakan adalah belati.


Kami pun saling menceritakan petualangan yang kami alami. Setelah menceritakan berbagai pengalaman, aku menyadari kalau saat ini Fina tengah memeluk erat lenganku. Dia terlihat ketakutan semenjak Rin dan Souma datang, aku mencoba menjelaskan kalau mereka adalah teman-temanku. Tapi dia malah semakin erat memeluk lenganku, setelah ku perhatikan, Fina lebih terlihat trauma daripada takut. Ini membuatku menjadi sedikit khawatir tentangnya.


"Tidak perlu dikhawatirkan, mungkin saja dia malu saat bertemu dengan orang dengan Ras yang berbeda dengannya," ucap Rin.


"Tapi setahuku dia sudah sering melihat Ras selain Manusia, selain itu dia bukanlah gadis yang pemalu. Hey, apa kalian pernah saling bertemu sebelumny?" sahutku bertanya karena khawatir.


"Tidak," jawab mereka kompak. "Daripada itu, sebenarnya ada tujuan lain kami menemui dirimu," lanjut Souma.


"Jika kau ingin mengajakku bergabung dengan Guildmu, aku dengan senang hati akan menolaknya. Saat ini aku masih ingin bertualang secara Solo," jelasku.


"Bukan itu! Aku ingin mengundangmu untuk bergabung dalam Event pemusnahan PK Guild Burst Return. Bagaimana, apa kau tertarik?" tawar Souma.


"Tenang saja, lagipula kesepuluh Rank Guild juga mengikuti ini," sambung Rin.


Burst Return, kalau tidak salah itu adalah nama Guild milik Zeldra. Jadi begitu rupanya, yah aku sudah menaruh kepercayaan padanya. Tapi perbuatan yang dilakukan oleh anggotanya memang sedikit berlebihan. "Baiklah! Aku akan mengikutinya!" jawabku.


"Terimakasih, kalau begitu bagaimana dengan kalian berempat yang ada disana?"


"Empat?" Aku menoleh kearah belakang, didepan jendela terdapat beberapa orang yang aku kenal. Mereka adalah kelompok Zeya.


"Kalian menguping?" tanyaku pada mereka saat sudah berada didalam toko.


"Maaf, kami tidak sengaja," sahut Zeya.


"Saat melihatmu bersama mereka, aku memutuskan untuk mendatangimu. Tapi mereka malah menahanku," jelas Dea dengan wajah murung.


"Tentu saja harus! Dasar Brocon akut!"


"Apa kau bilang tadi Gray!?" Gray dan Dea saling menatap dengan wajah geram. Membuat aku, Zeya, dan Vera menghela nafas seolah berkata "Mulai lagi" didalam hati masing-masing.


"Biar aku perkenalkan mereka adalah teman--"


"Aku rasa itu tidak diperlukan!" Eh? Tunggu, apa kalian pernah bertemu sebelumnya? Zeya memotong perkataanku begitu saja. Bukankah itu tidak sopan? Selain itu kenapa dia menatap Rin dan Souma dengan tatapan kesal?


"Yah, itu benar. Kami pernah bertemu sebelumnya," ucap Souma.


"O-oh, be-begitu yah," sahutku sedikit gugup. Aura yang mereka keluarkan bukanlah aura pertemanan, melainkan aura kebencian. Aku sama sekali tidak mengerti dengan mereka.


"Karena urusan kami sudah selesai disini, kami akan pergi sekarang. Ayo Rin," ucap Souma pamit dan mengajak Rin.


"Kau sudah menjadi gadis yang baik yah." Rin mengucapkan hal tersebut pada Fina. Tapi Fina malah memeluk dan mengumpat kan dirinya dibelakang ku. Dia juga berteriak pelan dengan rasa takut. "Ara? Sepertinya aku malah membuatnya takut," lanjutnya.


"Rin, ayo!"


"Baik! Aku segera kesana!" Rin dan Souma pun pergi meninggalkan kami.


"Hema, biar kuberikan saran padamu. Jika kau ingin melindungi gadis itu, lebih baik kau berhati-hati dengan mereka. Lalu tentang Event itu, kami juga akan mengikutinya, jadi jangan khawatir. Ayo kita pergi," jelas Zeya dan pergi bersama Gray, Vera dan Dea meninggalkanku. Hari ini benar-benar aneh.

__ADS_1


__ADS_2