Eternal World Online: Rising Of Chaos Knight

Eternal World Online: Rising Of Chaos Knight
Chapter 3, Part 5: Penyergapan


__ADS_3

"Ciit!!" Seekor kelinci baru saja terbelah oleh pedang Dea, menjatuhkan Drop Item berupa daging dan juga bulu.


"Dengan begini 50 daging kelinci Mistia telah berhasil didapatkan bukan?" tanya Dea dengan menghela nafas.


Party Quest - Collected Item


Seorang bangsawan bernama Gelza von Abraham meminta 50 Mistia Rabbit Meat's pada Quest Center. Pergi ke Mistia Forest dan buru Mistia Rabbit untuk mendapatkan Mistia Rabbit Meat tersebut.


Progress: 50/50


Reward: 15000 EXP, 25 Eternal Gold Coin, Accessories Random Box ×5 untuk masing-masing Player dalam Party


Aku melihat panel quest tersebut dengan menghela nafas-- tidak, tapi kami semua. Jumlah yang dibutuhkan memang sedikit, tapi Drop Ratenya sangat rendah. Terkadang kami mendapatkan tulang, maupun bulu dan saat kami berpikir telah mendapatkannya, yang kami dapatkan malah daging biasa dan bukan daging yang kami cari.


Bahkan jika kalian mau tahu, aku akan menceritakan kejadian beberapa saat yang lalu. Saat itu kami menemukan sekumpulan Mistia Rabbit, tapi karena terlalu banyak membuatku merasa kesal saking tidak habis-habisnya. Oleh sebab itu, aku menggunakan Firebolt untuk membakar sebagian dari mereka dan hasilnya kami malah mendapatkan daging bakar. Mungkin karena dibakar menggunakan sihir, membuat rasanya menjadi manis akibat tercampur oleh Mana.


Sweet Grilled Meat (D)


Star Rate: ★★★


HP Recovery: 48


Stamina Recovery: 12%


Satiation: 4/Bite (Max 28)


Sebuah daging bakar yang dibakar oleh api yang dipenuhi Mana, membuat rasanya menjadi manis dan gurih, memulihkan HP, Stamina dan Satiation. Dibakar oleh Player Hema.


"Dwagwing bwakwar inwi.. sangat manis dan juga gurih sekali!" ucap Gray setelah memakan daging tersebut.


"Sepertinya kita harus berterimakasih pada Hema yah," sahut Zeya diikuti oleh anggukkan Dea dan Vera.


"Tapi jika saja aku tidak membakar mereka, mungkin quest kita akan cepat selesai.. ouch! Panas-panas," balasku mencoba memakan daging yang masih sedikit panas, hingga asap keluar dari mulutku.


"Jangan menyalahkan dirimu sendiri Hema, daging ini manis dan gurih, jadi aku menyukainya!" sahut Dea mencoba berusaha mengusap kepalaku, namun tidak bisa karena aku lebih tinggi darinya. Akhirnya dia pun hanya bisa menepuk pelan kepalaku.


"Sepertinya hari sudah mau malam, lebih baik kita menyiapkan tempat untuk mendirikan tenda," saranku. Mereka pun menyetujuinya dan segera mencari tempat yang cocok untuk bisa mendirikan tenda. Sebelum berangkat mengerjakan Party Quest, kami sudah memprediksi kalau ini akan selesai besok. Jadi kami telah membeli perlengkapan untuk kemah seperti tenda, peralatan masak, bumbu makanan, bahan makanan dan beberapa botol air minum. Rencananya sih kami ingin memasak daging yang kami dapatkan dari Godrax, tapi karena kejadian tidak terduga yang aku ciptakan membuat kami mengurungkan niat dan menjadikan bahan-bahan itu untuk lain waktu.

__ADS_1


"Hiyaa!! Mini Flare Arrow!!" Aku memunculkan sebuah panah api sihir dari tanganku dan melesat ke kayu bakar yang telah disusun rapi untuk menjadi api unggun. Namun mereka menatapku dengan tatapan aneh, seolah aku seorang yang telah kehilangan kewarasannya.


"Ayolah, aku mencoba melawak disini! Setidaknya tertawa lah," ucapku.


"Daripada disebut lawakan, kau malah terlihat seperti orang yang tidak waras," sahut Zeya. Ugh.. dia langsung ke intinya, mendengarnya langsung dari mulutnya, aku merasa telah ditusuk oleh anak panah dengan tulisan tidak waras tepat di dadaku. Sedangkan yang lainnya malah menahan tawa melihatnya.


Setelah beberapa obrolan dan candaan, kami pun memutuskan untuk tidur. Tapi sebelum itu kami telah memutuskan untuk menggunakan sistem pergantian penjagaan setiap satu jam. Aku dan Dea yang pertama, jadi selama dua jam kami akan mengawasi keadaan sekitar.


"Yah, aku sih tidak masalah. Tapi aku harap kau tidak tidur selama waktu berjaga Dea," ucapku dengan sedikit candaan.


"Hema, apa kamu meremehkan aku? Walau aku terlihat lemas seperti ini, aku masih bisa berjaga selama dua jam tahu!" sahut Dea.


"Hahaha, aku tahu. Hanya bercanda," balasku.


Sudah satu jam lebih kami habiskan mengobrol, sembari mengawasi sekitar. Tapi untuk saat ini masih terlihat baik-baik saja. Aku melihat ke tenda, Zeya, Vera dan Gray tidur cukup pulas.


"Hema, boleh ku bertanya sesuatu?" ucap Dea bertanya.


"Tentu, ada apa?" sahutku.


"Apakah.. kau memiliki pacar saat ini?" tanya Dea. Aku sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu.


"Begitu yah." Dea langsung mengambil kayu dan memain-mainkan api. Melihatnya seperti itu membuatku berpikir tidak-tidak, seperti berpikir kalau dia menyukaiku. Tapi aku segera membuang pikiran itu dan melupakannya.


"Kau sendiri, apa kau tidak memiliki seseorang yang kau sukai?" tanyaku. Mendengar pertanyaan itu entah kenapa wajah Dea sedikit memerah.


"Kalau aku menjawab iya, apa kau akan--" Suaranya tidak terdengar jelas, aku pun bertanya kembali.


"Apa kau mengatakan sesuatu?"


"Tidak, lupakan saja."


Aku tidak mendengar perkataannya tadi karena sedang menatap sesuatu dari balik semak. Aku melihat sekelebat bayangan melintas, tapi karena tidak terlalu jelas jadi tidak bisa memastikannya. Tidak lama setelah itu, Zeya dan Gray memanggil untuk melakukan pergantian penjagaan.


"Sudah dua jam, sekarang waktunya pergantian berjaga. Setelah itu Hema, tolong nanti temani Vera yah!" pinta Zeya. Aku mengangguk, Gray bersorak kemenangan dengan pelan. Melihatnya Zeya pun menyuruh Gray juga untuk ikut. "Kau juga brengs*k!"


"Eh?" sahut Gray. Aku pun hanya tertawa pelan melihatnya dan pergi ke tenda untuk beristirahat.

__ADS_1


"Apa yang tadi itu hanya perasaanku saja yah?" gumam ku dan mulai menutup mata.


***


"He.. He.. Hema. Bangunlah, sudah waktunya untuk pergantian penjagaan," ucap seorang gadis membangunkan ku, ternyata dia adalah Vera.


"Oh, sudah dua jam yah?" Aku langsung bangun dan meregangkan tubuh agar sedikit rileks.


"Kau tidur dengan nyenyak, selamat pagi," sapa Vera.


"Hahaha, itu hal yang wajar sih. Sebelumnya aku sempat mendapatkan status Cold saat ingin tidur untuk melakukan logout," jelas ku berjalan keluar dari tenda bersama dengan Vera.


"Ah, begitu rupanya. Yah, itu hal yang wajar sih," balas Vera.


"Aku serius, lalu hal berikutnya saat aku bangun atau login, aku malah mendapatkan status Hungry dan Thirsty. Menyebalkan," lanjut ku lagi. Vera hanya tertawa kecil mendengarnya. Namun saat aku dan Vera hampir sampai ke tempat Gray, aku merasakan keberadaan orang lain. Aku segera menyuruh Vera diam dan mengeluarkan pedang dari punggung ku.


"Keluarlah! Aku tahu kalian ada disini!!" teriakku.


"Wah, wah, wah. Sepertinya kita telah ketahuan yah," ucap seseorang dari balik kegelapan.


"Hema, apa kau tahu dimana mereka?" tanya Gray yang segera berlari kearah ku dan mengeluarkan perisai dan pedangnya. Zeya dan Dea yang sedang tidur langsung bangun dan keluar dengan sikap waspada.


"Mereka ada disekitar kita, sepertinya kita dikepung." Aku memberitahu mereka, membuat mereka semua terkejut karena telah dikepung. Aku menggunakan sihir angin untuk menyingkirkan kabut dan tidak lama setelahnya, sesosok pria dengan sabit besar muncul dari atas dahan salah satu pohon. Tapi bukan hanya dia saja, tujuh-- tidak belasan orang mulai terlihat, bahkan jumlah mereka terus bertambah. Aku melihatnya hanya bisa berdecak kesal, sedangkan Zeya dan yang lainnya terlihat terkejut.


"Salam kenal, mungkin itu yang harus kulakukan? Namaku adalah Zeldra, Guild Master dari PK Guild, Burst Return atau sering dikenal dengan BR," ucap sosok pria tersebut dari atas pohon, sepertinya dia adalah seorang Vampire, dengan telinga runcing dan jubah seperti bangsawan, serta taring tajamnya itu membuatku bisa dengan mudah mengetahuinya. Aku pun memeriksa statusnya untuk memastikan.


Zeldra •Blood Vampire• (Burst Return)


Ras: Vampire


Gender: Male


Class: ???


HP: ???


MP: ???

__ADS_1


Level: ???


Kami telah dikepung, ini sepertinya sebuah penyergapan!


__ADS_2