Eternal World Online: Rising Of Chaos Knight

Eternal World Online: Rising Of Chaos Knight
Chapter 3, Part 3: Party


__ADS_3

"Jadi, maksudnya.. Zeya ini perempuan yang memainkan Character pria begitu?" tanyaku memastikan.


"Yah, benar-benar unik kan?" jawab Gray yang segera menerima sikutan dari Zeya diperutnya.


Itu pasti sakit, aku pun segera menggelengkan kepala dan berkata, "Lupakan itu, lalu sekarang dimana Party Membermu yang tersisa?"


"Oh, tunggu sebentar yah. Akan segera ku panggilkan. Dea! Vera! Kemarilah!" sahut Zeya dan memanggil rekannya yang lain. Aku melirik kearah dua orang perempuan, sepertinya mereka berjalan kemari dan karena hal itu aku pun bisa memastikan kalau mereka adalah Party Member Zeya yang tersisa.


Dua wanita tadi bertanya pada Zeya apa sesuatu terjadi, Zeya pun menjelaskan kalau aku akan bergabung kedalam Party, dia pun memperkenalkan kami. Dea merupakan seorang Swordsman dengan rambut twintail berwarna hijau serta mata biru yang terlihat sayu bagiku. Lalu satu lagi, Vera adalah seorang Priest, artinya dialah satu-satunya support dalam Party ini. Jadi aku tidak perlu khawatir dengan HP, karena Vera dengan sigap akan memulihkannya. Penampilan Vera sendiri sepertinya tidak terlalu berbeda dengan gadis biasanya, dia memiliki rambut panjang berwarna hitam dengan mata putih salju dan yang paling penting darinya adalah, dadanya yang besar seperti balon bagiku. Aku segera menggelengkan kepala agar pikiran itu segera pergi menjauh. Jika kalian penasaran dengan yang kupikirkan tadi, akan ku beritahu. Aku membayangkan kalau aku mencoba membenamkan kepalaku disana, lalu mencoba merabanya. Hanya itu, yah hanya itu saja!


[Zeya mengundang anda kedalam Party!]


[Terima/Tolak]


Party sendiri terdiri dari 7 orang dengan 1 Party Leader didalamnya, serta EXP yang didapatkan akan dibagi sesuai jumlah orang yang ada didalam Party. Tugasku sama seperti Gray, yaitu menarik perhatian atau Aggro Monster pada kami, agar Zeya dan Dea bisa dengan leluasa memberikan damage yang besar. Level mereka sendiri tidak terlalu jauh denganku saat ku periksa didalam Party setelah aku menerima undangan dari Zeya.


Zeya •Concentration• (-) (Party Leader)


Ras: Elf


Gender: Male


Class: Archer


HP: 1985


MP: 2821


Level: 28


Gray •Protector• (-)


Ras: Human


Gender: Male


Class: Guardian


HP: 4219


MP: 1897


Level: 32


Dea •Battle Dancer• (-)


Ras: Elf


Gender: Female


Class: Swordsman


HP: 1827


MP: 1874


Level: 30


Vera •Great Assistant• (-)


Gender: Female


Ras: Human


Class: Priest


HP: 2432


MP: 2184


Level: 27


Hema •Maniac Player• (-)

__ADS_1


HP: 3372


MP: 5530


Level: 30


Sebenarnya aku hanya bisa melihat HP dan MP dalam bentuk bar dengan angka didalamnya, serta level saja. Tapi karena aku menyentuh nama mereka, aku pun bisa melihat status tambahan seperti Gender, Ras dan Class mereka.


"Baiklah, kemana tujuan kita?" Aku bertanya pada mereka dan Zeya pun memberitahu kalau ada dua tempat yang akan didatangi, yaitu Azure Meadow Dan Mistia Forest.


***


Party Quest - Collected Item


Seorang Blacksmith membutuhkan dua ratus tanduk Godrax, karena itulah dia meminta pada Quest Center untuk membuat Quest ini. Karena hidup berkelompok membuat Blacksmith tersebut menjadikan ini sebagai Party Quest.


Progress: 0/200 Godrax Horn's


Reward: 50000 EXP, 10 Eternal Gold Coin, Equipment Random Box ×1 untuk masing-masing Player dalam Party.


Saat aku melihat quest ini, aku pun teringat oleh seseorang yang mengatakan kalau membutuhkan Godrax Horn dalam jumlah banyak. Yup, siapa lagi kalau bukan Paman Agre. Sebenarnya kalau boleh jujur aku sudah sangat bosan menghadapi mereka, itu karena aku bisa mengalahkan mereka sekaligus dalam satu kali serang. Namun sepertinya kali ini sedikit berbeda, karena para Godrax yang ada dihadapan kami memiliki level 30 keatas, bahkan kalau dirata-ratakan mungkin levelnya menjadi 35.


"Apa kau memikirkan sesuatu, Hema? Mungkinkah kau memiliki rencana untuk memancing mereka sekaligus?" tanya Zeya.


"Hmm? Kau serius mengatakannya? Kalau iya, aku bisa saja memancing mereka sekaligus dan berlari kembali kearah kalian," jawabku saat mendengar pertanyaan tersebut. Lalu aku pun menambahkannya, "Tapi, itu pun jika kalian setuju."


"Hema, jika kau memang memilikinya, ucapkan saja. Kami akan mengikutinya," balas Dea dengan nada seperti orang yang baru bangun dari tidur. Yah, sejak di Quest Center kami bertemu, Dea selalu menggunakan gaya bicara yang sedikit lemas, seperti seseorang bangun dari tidurnya, membuatnya terlihat sedikit imut menurutku.


"Baiklah, begini rencananya." Aku pun mulai menjelaskan rencana yang baru saja terpikirkan di otakku. Aku menjelaskan kalau aku akan menggunakan Firebolt pada mereka sebelum akhirnya berlari kembali kemari. Itu karena aku adalah Player yang memiliki kecepatan tercepat dalam Party ini. Setelah itu, Gray bisa menggunakan Taunt untuk menarik setengah perhatian dari mereka. Nah, terakhir Dea dan Zeya akan menjadi eksekutor dalam rencana ini, sedangkan Vera akan bertugas sebagai Support pada umumnya. Mereka pun setuju dengan rencana yang kuberikan, lalu kami pun memulai rencana tersebut.


Aku segera berlari dengan cepat hingga sampai dihadapan kumpulan Godrax, beberapa dari mereka pun menatapku dengan serius. "Firebolt!!" Sebuah bola api berukuran besar muncul dari tanganku dan melesat menuju mereka hingga menciptakan ledakan. Menyadari mereka dalam ancaman, membuat seluruh Godrax tersebut berlari kearah ku. Aku pun segera berlari kembali ke tempat Zeya dan yang lain dengan cepat.


"Gray tolong yah!!" Aku berteriak pada Gray, dia pun segera memukul perisai dan pedangnya hingga membuat sebagian dari kumpulan Godrax tersebut menuju kearahnya.


"Yah, serahkan saja padaku! Taunt!!" sahut Gray. Aku segera berlari kearah berlawanan dari Gray hingga terlihat para Godrax tersebut membelah kesatuan mereka menjadi dua bagian, setengah mengejar ku, setengah yang lain menuju Gray.


"Panah yang menghujani apapun, hujanilah lawan-lawanku dengan ribuan panah pada area yang kupilih, Rain of Arrow!!" Sebuah panah melesat ke langit dan menciptakan sebuah rune melingkar yang kemudian menjatuhkan ribuan anak panah, sehingga memberikan damage terus-menerus pada para Godrax.


[Player Zeya telah memberikan 13 Damage pada Godrax!]


[Player Zeya telah memberikan 10 Damage pada Godrax!]


[Player Zeya telah memberikan 12 Damage pada Godrax!]


[Player Zeya telah memberikan 15 Damage pada Godrax!]


[...]


Aku sedikit terkejut saat mendengar Zeya melafalkan mantra sebelum menggunakan skillnya tadi. Tidak lama setelah itu, Dea pun datang berlari dan membantu diriku dengan pedangnya. "Hema, aku akan membantumu! Sword Dance!! Swing!! Slash!!" Tiga buah keterampilan dia gunakan dan menyebabkan damage tinggi pada salah satu Godrax.


[Player Dea memberikan 824 Damage pada Godrax!]


"Maaf, tolong yah! Swing!! Critical Slash, Slash!!" Aku menggunakan Skill Active milik Cloriust Long Sword sebelum menggunakan Slash pada salah satu Godrax dan memberikan Critical Damage padanya.


[Anda memberikan 1428 Critical Damage!]


Setelah itu, kami pun menyerang para Godrax dengan penuh semangat. Tidak jarang juga, aku, Dea dan Gray menerima damage dari mereka. Terlebih lagi Gray yang paling banyak terkena damage dari serudukan, maupun tendangan dari Godrax, membuat Vera dengan segera membaca mantra penyembuh pada Gray.


"Cahaya, berikanlah berkah mu dan sembuhkan lah orang yang telah ku tandai, Heal!!" Perlahan HP Gray kembali pulih. Melihat hal itu aku pun menawarkan bantuan dengan nada bercanda dalam Obrolan Party.


Hema •Maniac Player• (-)


[Apa kau butuh bantuanku, Gray? Kau kelihatan sedikit kesulitan dengan banteng mengamuk itu, hahaha.]


Gray •Protector• (-)


[Heh! Serangan mereka itu hanya menggelitik diriku saja, jangan khawatir padaku. Hahaha.]


Zeya •Concentration• (-)


[Berhenti bercanda dan fokus dengan apa yang dihadapan kalian! Power Shot!!]


Zeya menegurku dan Gray yang bercanda saat bertarung. Kami pun hanya menyahutnya dengan kata "Okay" dan kembali fokus menyerang. Kemudian akhirnya, kami pun berhasil menyelesaikannya dengan cepat.

__ADS_1


Hema •Maniac Player• (-)


[Mereka cukup banyak, apa kau baik-baik saja Dea?]


Aku menanyakan keadaan Dea dalam Obrolan Party, sehingga jika Dea mengalami sesuatu yang membahayakannya, Vera bisa segera memulihkannya.


"Aku baik-baik saja, jadi jangan menggunakan Obrolan Party saat bicara denganku," sahut Dea.


"Ah, maaf. Aku tidak bermaksud begitu. Ambillah, untuk mengembalikan MP mu yang telah hilang," balasku melempar sebotol MP Potiom pada Dea. Dia pun berterimakasih kepadaku.


Gray •Protector• (-)


[Hoi, ini perasaanku saja atau memang tanah sedikit bergetar?]


Mendengar perkataan Gray dari Obrolan Party, membuatku menyadarinya. Tanah yang kami pijak bergetar cukup kuat hingga membuat keseimbangan kami tidak bisa dikendalikan. Tidak lama setelah itu, seekor Banteng raksasa muncul dihadapan kami dan mengeluarkan suara yang cukup keras, membuat kami menutup telinga.


"Moo~"


Giant Godrax (Wild Boss)


HP: 125000


Level: 50


Kami pun segera berkumpul untuk memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya.


***


Name: Hema (-)


Ras: Human


Fame: 32840 (Green)


Gender: Male


Class: Swordmage


Bonus Class:


- STR +20%


- INT +25%


- MP +40%


- Magic Damage +30%


- Saat naik level STR +3, INT +5


HP: 3403


MP: 5593


Level: 31 [1285/22500]


Title: Maniac Player


Damage: 3699


Magic Damage: 2451


Defense: 875


Magic Defense: 716


SP: 110


STR: 895 (+450)


VIT: 503 (+590)


AGI: 581 (+460)

__ADS_1


DEX: 503 (+520)


INT: 875 (+810)


__ADS_2