
Pada saat yang sama, tepat sebelum Jimmy menyerang Hema...
"Hey, Zeldra. Hey, hey, kenapa kau tidak mengizinkanku pergi dan bertemu dengannya? Kau tahu aku sangat menyukainya bukan? Terutama darahnya, hihi," ucap seorang gadis yang terus-terusan memainkan pisau berwana merah darah miliknya, dia adalah Yunie.
"Hentikan, kau membuat kami semua merasa geli, Yunie," sahut seorang pria yang tengah memoles cakar ditangannya.
"Cih, Blaze menyebalkan!" balas Yunie.
"Fufufu, Yunie kau tahu? Sebenarnya, Blaze mengatakan begitu karena dia menyukaimu lho!" ucap gadis yang berpakaian ala penyihir.
"Eh? Tapi aku tidak menyukainya, Melody!" sahut Yunie. Mendengar itu, gadis penyihir atau Melody menahan tawanya.
"Ugh.. kenapa aku merasa ditolak? Oy! Witch B*tch, aku sama sekali tidak mengatakan kalau menyukai dirinya! Apa dada besarmu itu ingin digaruk dengan Cakar ini huh!?" Blaze mengarahkan cakarnya kearah Melody, membuatnya segera berlindung dibalik badan Gale sambil mengejeknya.
"Kyaa, Gale tolong! Blaze ingin melecehkan ku."
"Oy!!"
"Kalian berdua, hentikan semua ini. Kalian mengganggu konsentrasi Zeldra tahu!" bentak Gale pada mereka berdua.
"Begitu yah, kerja bagus Jimmy. Lakukan seperti apa yang diriku perintahkan!" ucap Zeldra yang tengah memberikan perintah pada seseorang yang melakukan panggilan dengannya.
"Ada apa Zeldra? Apa terjadi sesuatu pada Jimmy?" tanya Blaze penasaran.
Zeldra lalu memberitahukan pada mereka apa yang terjadi. Zeldra menjelaskan kalau saat ini Jimmy tengah bersiap melawan Hema. Dia juga memberitahu kalau Hema saat ini tengah bersama dengan dua orang Player dari Guild Bright Revolution dan seorang gadis Super AI, hal ini sesuai dengan apa yang Zeldra katakan sebelum hari pertempuran ini dimulai. Tentunya mereka yang berada disana langsung terkagum dengan kemampuan melihat masa depan miliknya. Tapi, hal ini juga yang membuat Yunie semakin penasaran dan ingin pergi ke tempat Jimmy untuk bertarung dengan Hema.
"Yunie, ingat apa yang diriku perintahkan kepada dirimu? Dirimu hanya perlu melakukan tugas yang sudah diberikan, mengerti? Kalian juga, segera lakukan apa yang telah diperintahkan," ucap Zeldra dengan tegas pada Yunie dan memberikan perintah pada mereka berempat. Yunie hanya bisa bergumam pelan dengan kesal karena hal itu.
"Kalau begitu, aku akan pergi ke tempat para Summoner berada yah!" ucap Melody pergi setelah mengeluarkan sebuah sapu terbang dari Inventory miliknya dan pergi meninggalkan tempat tersebut. Gale juga melakukan yang sama, namun tujuannya berbeda. Sedangkan Yunie dan Blaze pergi ke tempat yang sama.
***
Medan pertempuran saat ini, telah banyak sekali dari masing-masing pihak yang kehilangan kekuatan tempur. Terutama PK Guild Burst Return, tapi mereka hanya mengerahkan Red Player dalam perang ini, sama sekali tidak ada NPC yang dikerahkan oleh Burst Return. Tentunya, hal ini membuat mereka menjadi kewalahan.
"Terus pertahankan! Kita hampir bisa menghabisi mereka semua! Jangan mundur!!" ucap Zereth memberikan semangat pada semua Player yang berada disana.
"Oouu!!"
Dea •Red Player Hunter•
[Zeya, apa kau tidak merasakan sebuah keanehan?]
Zeya •Red Player Hunter•
[Apa maksudmu, Dea?]
Dea •Red Player Hunter•
[Maksudku adalah, semua pasukan yang diturunkan oleh Burst Return merupakan Red Player. Bukankah itu aneh? Mengingat mereka juga memiliki anggota berupa NPC dalam Guild mereka.]
Gray •Red Player Hunter•
[Yang dikatakan Dea benar! Aku juga merasakan hal yang sama, apa kakakmu tidak memberitahu informasi apapun lagi padamu, Zeya?]
Zeya •Red Player Hunter•
[Aku paham apa yang ingin kalian katakan, tapi untuk saat ini kita hanya perlu mengikuti Ten Alliance saja dan jangan memikirkan apapun lagi.]
Setelah mengatakan itu dalam Obrolan Party, mereka pun kembali fokus dengan apa yang ada dihadapan mereka. Sedangkan ditempat lain, Melody sudah sampai ditempat para Summoner berada. Dia pun segera memerintahkan mereka untuk menyiapkan Ritual Pemanggilan.
"Baiklah, mari kita mulai. Ritual Pemanggilan Behemoth," ucap Melody dengan tersenyum sinis.
Kemudian para Summoner pun mulai merapal mantra Pemanggilan dengan Melody sebagai sumber Mana mereka. Melakukan pemanggilan Legendary Monster membutuhkan MP yang sangat banyak dan dengan menggunakan Mana Manipulation milik Melody, mereka bisa menutup kurangnya Mana yang dibutuhkan.
"Wahai engkau mahluk kehancuran, wahai engkau mahluk kematian, wahai engkau mahluk pemusnah, wahai engkau mahluk abadi, wahai engkau penguasa dunia bawah, penuhi panggilan kami, bawalah dunia neraka bersamamu, menuju dunia yang ada di atasmu, bawalah kematian bersamamu, menuju dunia kehidupan ini, ciptakanlah dunia yang engkau inginkan."
Tidak lama setelah rapalan tersebut, Mana yang terkonsentrasi berkumpul disekitar Melody. Lalu tanpa ragu, dia memanggil mahluk tersebut, "Summon, Behemoth!!" Mana yang terkonsentrasi tersebut mulai membentuk sebuah bola dan segera dilepaskan oleh Melody kearah yang telah ditentukan, kemudian menciptakan sebuah lingkaran sihir raksasa ditempat tersebut.
Para SkyFallen Pillars yang merasakan tanda bahaya dari lingkaran sihir tersebut pun segera menyuruh semua pasukan untuk mundur, tapi mereka semua tidak ada yang mau mendengarkan. Bahkan Zereth yang memiliki level tinggi sudah memperingatkan mereka juga diacuhkan begitu saja.
"Untuk apa mundur? Kita sudah hampir mengalahkan mereka bukan?"
"Benar! Yang perlu kita lakukan adalah menyerang mereka langsung!"
Bodoh! Para Pillar sudah menyuruh untuk mundur! Kalau kalian ingin kehilangan level dengan sia-sia, silahkan saja! Aku akan menuruti para Pillar, yang mau ikut ayo!"
"Haha, dasar pengecut! Hanya lingkaran sihir saja, kalian sudah takut?"
"Ini bukan masalah takut atau tidak, lihat para Support dan beberapa Tanker juga sudah mundur mengikuti perintah, aku juga akan mundur."
Begitulah kekacauan yang terjadi saat ini, berbagai perdebatan terjadi disana. Ada yang mundur karena perintah dan tidak ingin kehilangan level dengan percuma, ada juga yang masih memutuskan untuk menyerang. Hal ini membuat para Pillar bingung harus melakukan apa untuk menghentikan mereka. Tidak lama setelah itu, seekor monster keluar dari lingkaran sihir raksasa tersebut, bukan hanya besar saja, tapi tingkat yang dia miliki cukup mengejutkan bagi mereka.
Behemoth (Legendary)
HP: ???
Level: ???
__ADS_1
"Be-Behemoth!?"
"Mustahil, kenapa monster sepertinya ada disini?" Kicauan keputusasaan kini terdengar dari mulut mereka, tentunya banyak yang tidak bisa menggerakkan tubuh mereka karena terlalu takut. Sedangkan Behemoth mengaum sekali sebelum mengumpulkan energi kedalam mulutnya dan melepaskannya.
Vector yang menyadarinya segera mengambil tindakan dan menggunakan kemampuan dari pedangnya untuk menciptakan pelindung suci dan meminta Laura dan L untuk menyelamatkan para Player yang tidak bisa bergerak dari tempatnya. Setelah merasa semuanya sudah berada ditempat aman, Vector mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melakukan Counter pada Behemoth.
"Holy Slash!!" Sebuah tebasan suci berhasil memberikan damage yang besar terhadap Behemoth, membuat status miliknya kini terlihat.
Behemoth (Legendary)
HP: 7495000000
Level: 500
"Cih, terlalu dangkal kah? Kalau begitu, bagaimana dengan ini, Judgement Slash!!" Sekali lagi Vector mengayunkan pedangnya dan memberikan True Damage dalam jumlah yang sama dengan sebelumnya.
"Dua kali serangan bisa menghasilkan 10 juta True Damage, benar-benar mengerikan!" ucap Zereth kagum.
"Itu wajar saja, mengingat pedang itu adalah warisan dari sang Raja," sahut Lyon.
"Apa maksudmu?"
"Maksudnya adalah, pedang yang ada ditangan Vector merupakan Pedang Legendaris yang diberikan oleh Raja Arthur Pendragon kepada dirinya," jelas Sena.
"Tapi, bukankah seharusnya Senior Vector memberikan 50% dari Total Damage sebenarnya? Kenapa malah menjadi 100%?" ungkap Laura bingung.
"Bukankah dia sendiri sudah menjelaskannya? Judgement Slash adalah Skill yang memberikan 50% dari Total Damage sebenarnya sebagai True Damage, tetapi jika digunakan pada mereka yang memiliki Attribut Chaos, Dark, atau Shadow, akan merubahnya menjadi 100%. Apa kau lupa?" jawab Lyon.
"Begitu yah."
"Zereth! Berikan perintah pada mereka semua untuk pergi masuk kedalam markas mereka! Aku akan menangani mahluk ini!" pinta Vector.
"Tunggu! Apa yang kau katakan! Apa kau berniat menghadapinya sendiri!?" sahut Zereth.
"Dia tidak sendiri, aku akan membantunya!" Seorang pria dengan pedang ganda maju dan bersiap membantu Vector, dia adalah Reus.
"Tolong yah, Reus!" ucap seorang yang menggunakan tudung berwarna silver, dia adalah Felix.
"Jangan biarkan dia menanggung semuanya sendiri!" sahut Lyon menyusul Felix. Kemudian yang lain pun mulai melakukan hal yang sama dan meninggalkan Vector dan Reus. Zereth yang melihat hal ini hanya bisa menghela nafas sebelum memberikan perintah untuk kembali menyerang.
"Baiklah, para beban sudah disingkirkan. Jadi apa rencana mu, Vector!?" tanya Reus.
"Kita akan menahannya sampai mereka berhasil mendapatkan kendali atas markas musuh," jawab Vector.
"Aku akan membuat celah, setelahnya kau bisa menyerang--"
"Death Strike!!" Ayunan Sabit dengan cepat menuju kearah leher Vector, tapi disaat yang sama, Reus menggunakan skillnya untuk memperpendek jarak dan menyilangkan kedua pedangnya guna menahan serangan tersebut. Namun karena itu terlalu kuat, membuatnya terhempas jauh hingga menabrak sebuah batu.
"Reus!!" panggil Vector dengan khawatir.
"Jangan khawatirkan aku, khawatirkan dirimu sendiri, bodoh!" peringat Reus.
"Enchant: Power Up! Speed Up!" Kali ini sosok lain dengan pedang ganda muncul dihadapannya dan melancarkan belasan tebasan, tapi dengan mudah ditahan oleh Vector.
Vector melompat mundur dan menggunakan Holy Bless untuk memulihkan rekannya, setelah itu dia baru mengetahui sosok yang menyerang mereka tadi.
"Ternyata kalian berdua, Blood Vampire, Zeldra dan rekannya Stardust Warrior, Gorgo. Apa yang kalian inginkan?" tanya Vector.
"Tidak ada, yang kami inginkan hanyalah menahan kalian agar tidak mengacau. Justice Hero, Vector," sahut Gorgo menunjuk Vector dengan salah satu pedangnya.
"JIKA KALIAN TIDAK INGIN MATI, MENUNDUKLAH!!" Sebuah teriakan menggema, membuat mereka berempat secara tak sadar menunduk mengikuti perintah orang tersebut. Lalu, sebuah gelombang hitam gelap melesat dengan cepat dan memberikan damage yang jauh lebih besar dari dua serangan Vector sebelumnya. Vector dan Reus pun dibuat terkejut karenanya, tapi tidak dengan Zeldra dan Gorgo. Mereka berdua malah menunjukkan senyum kemenangan mereka dengan bangga.
***
Sesaat sebelumnya...
Aku benar-benar dibuat terkejut karena kemunculan mahluk yang dianggap legenda bawah tanah tersebut. Bagaimanapun, sampai bisa memanggil Behemoth, bukankah mereka cukup kuat? Tapi, sepertinya ada yang aneh. Aku tidak yakin apa itu, yang jelas aku merasa sebuah kejanggalan pada Behemoth itu.
"Sampai bisa memanggil Behemoth, mereka benar-benar mencari mati yah?" gumam Rin.
"Tunggu Rin, apa maksud perkataanmu itu?" Aku bertanya saat mendengar gumaman tersebut.
"Behemoth adalah mahluk terkutuk, ada kemungkinan pemanggilnya terkena kutukan. Bukan hanya pemanggilnya saja, wilayah sekitarnya juga terkena, lihat!" Souma menjelaskan padaku dan menunjuk wilayah yang dilewati oleh Behemoth yang perlahan semakin terlihat mati.
"Dia harus dihentikan! Apa yang dilakukan oleh para Pillar?" Aku segera mencari keberadaan para Pillar, ternyata hampir semua Player dan Pillar lainnya memutuskan untuk menyerahkan hal ini pada dua orang, mereka adalah Knight Pillar, Vector dan Twilight Pillar, Reus. Tapi saat mereka ingin bergerak, dua orang lain muncul dan menyerang mereka. Mereka adalah Zeldra dan Gorgo.
"Ini gawat, jika mereka bertarung, tidak akan ada yang menghentikan Behemoth!" ucap Rin.
"Kau benar, tapi kita juga tidak bisa berbuat apa-apa," sambung Souma.
"Aku akan pergi!" sahutku. Tentunya ini membuat Rin, Souma dan Fina terkejut.
"Jangan!" Fina menarik lengan baju ku, membuatku terkejut. Selain itu, dia gemetar. Ada yang membuatnya takut, tapi apa? Aku melirik kearah Rin dan Souma dan segera menggelengkan kepala untuk menjauhkan pikiran buruk tentang mereka. Aku tidak ingin percaya dengan kata-kata Jimmy, Zeldra, maupun Gorgo. Bagaimana pun, mereka itu adalah sahabatku!
"Fina? Ada apa? Kenapa kau menolak ku untuk pergi? Jika ada yang membuatmu takut, katakanlah!" pintaku pada Fina.
"Itu.. karena Fina tidak ingin, Tuan Pahlawan terlu-ka," jelas Fina dengan gemetar. Aku tersenyum untuk menenangkannya dan mengelus kepalanya. Ternyata yang kupikirkan salah, aku rasa dia takut dengan Behemoth. Kuharap begitu.
__ADS_1
"Fina itu gadis yang baik yah! Kau selalu mengkhawatirkan orang lain dibanding dirimu, walau saat ini kau tengah gemetaran. Karena itulah aku menyukaimu," jelasku, terlihat wajah Fina sedikit memerah. "Tenang saja, Pahlawanmu ini tidak akan kalah oleh mahluk menyeramkan seperti itu! Aku akan mengalahkannya, kemudian kita akan pulang bersama. Jadi tetaplah disini, yah?" lanjutku.
Fina mengangguk pelan, aku lalu mengatakan sesuatu pada Souma dan Rin. Aku berkata kalau aku mendengar kabar burung tentang mereka, tapi karena mereka adalah sahabatku, aku tidak ingin percaya pada kabar tersebut dan menitipkan Fina pada mereka. Kemudian aku pun meluncur menuju tempat Behemoth berada, setelah mengeluarkan Chaos Sword dari Inventory dan menggenggamnya dengan tangan kanan. Puluhan Monster dengan cepat menyerang ku untuk melampiaskan kemarahan mereka akibat kemunculan Behemoth, tentunya aku bisa mengatasi mereka hanya dengan dua hingga tiga serangan dan berhasil membunuh mereka. Berkat mengalahkan mereka juga, aku naik dua level dan Chaos Soul juga bisa digunakan. Jadi aku memutuskan untuk mengaktifkannya dan mengumpulkan Mana Alam sebanyak-banyaknya.
Kemudian saat aku merasa Behemoth sudah mencapai jangkauan seranganku, aku pun berteriak memperingati mereka, "JIKA KALIAN TIDAK INGIN MATI, MENUNDUKLAH!! Chaos Wave!!" Aku kemudian melepaskan sebuah gelombang hitam gelap yang dengan cepat memberikan damage lebih besar dari dua serangan Vector sebelumnya. Vector dan Reus pun dibuat terkejut karena hal itu, tapi tidak dengan Zeldra dan Gorgo. Mereka berdua malah menunjukkan senyum kemenangan mereka dengan bangga.
[Anda memberikan 11246782 True Damage pada Behemoth!]
Sialnya, Durabilitas milik Chaos Sword terpakai cukup banyak dan itu sangat buruk, mengingat HP milik Behemoth masih cukup banyak.
Behemoth (Legendary)
HP: 7377531218
Level: 500
Disaat seperti ini, Vector ternyata mengambil kesempatan untuk melancarkan serangannya dan itu berhasil mengenai Behemoth.
"Holy Saber!!" Sebuah Energi Suci keluar dari pedangnya dan menyerang Behemoth dan mengurangi sebagian besar HP milik Behemoth.
Behemoth (Legendary)
HP: 3469268275
Level: 500
Setelah menggunakannya, Vector seperti tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Aku rasa itu adalah timbal balik yang dia terima saat menggunakan serangan itu. Melihat lawannya terlihat tak berdaya, Zeldra maju dan mencoba memenggal kepalanya.
"Sudah diriku duga, keberadaan dirimu itu, berbahaya!!" Vector terlihat pasrah dengan keadaan, Reus berusaha mencoba menolongnya, namun jarak antara dia dengannya cukup jauh. Sedangkan aku, menggunakan Flare Accel dan menahan serangannya dengan kedua pedangku.
"Yo, Zeldra! Maaf saja, tapi aku tidak akan membiarkanmu melakukannya!!"
***
Name: Hema (-)
Ras: Human
Fame: 48840 (Green)
Gender: Male
Class: Swordmage
Bonus Class:
- STR +20%
- INT +25%
- MP +40%
- Magic Damage +30%
- Saat naik level STR +3, INT +5
Sub Class: Apprentice (Novice)
Sub Point: 5
HP: 13806
MP: 17388
Level: 50 [5780/90000]
Title: Serious Player
Damage: 16762
Magic Damage: 8632
Defense: 3875
Magic Defense: 3736
SP: 0
STR: 3082 (+2580)
VIT: 1766 (+4340)
AGI: 2534 (+3140)
DEX: 2310 (+2470)
INT: 2980 (+2260)
__ADS_1
Charm: 1000