
"Aku berterimakasih karena kau mau menepati janjimu, jadi permainan seperti apa yang akan kita mainkan?"
"Dirimu sepertinya tidak sabaran yah, ternyata," balas Zeldra dan memetikkan jarinya. Lima orang segera muncul dari kegelapan, aku pun segera memasang sikap sedikit waspada. "Perkenalkan, mereka adalah tangan kanan diriku yang terpercaya, sekaligus Organisasi terkuat yang ada dalam My Guild. Organisasi mereka bernama Five Killer's!" lanjut Zeldra mengenalkan mereka.
"Heh! Mau itu Five Killer's atau apapun itu, aku tidak peduli!" ucapku menarik Chaos Sword dari dalam sarungnya. "Lima versus satu yah. Kebetulan sekali! Saat ini aku, merasa tak terkalahkan!" lanjut ku segera memasang kuda-kuda, dengan Chaos Sword ditangan kiri dan berada didepan, selagi menahan Cloriust Long Sword yang ada ditangan kananku. "Majulah, mari kita mulai permainan ini!!"
[Skill Self Dual Wield telah terpicu!]
[Karena anda tidak memiliki Skill Dual Wield, membuat anda memicu Skill ini! Anda hanya bisa menggunakan Dual Sword selama 30 menit!]
[Damage berkurang hingga 80%! Status Dexterity menambah 807 Damage! Attack Speed meningkat hingga 40%!]
Ini sama sekali tidak menguntungkan bagiku, damage ku berkurang 80% dan aku hanya bisa menggunakan pedang ganda selama 30 menit. Artinya aku tidak bisa menggunakan pedang ganda sesuka hati, tapi aku sedikit bersyukur karena sempat meningkatkan status Dexterity saat tahu kalau kami dikepung. Entah kenapa aku sangat ingin menaikkan status tersebut.
"Hehe, aku sedikit penasaran denganmu kau tahu. Kenapa kau menolak undangan dari Guild Master?" tanya seorang pengguna pedang besar padaku.
"Jimmy, hentikan itu. Saat ini tugas kita adalah bertarung dengannya, jadi ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya?" sahut seseorang yang tengah mengasah cakar panjang ditangannya.
"Blaze, kau menyebalkan!" ucap Jimmy kesal.
"Kalau begitu, kenapa kau tidak maju untuk menyerangnya langsung? Bukankah kau orang terkuat diantara kami?" balas seseorang yang mirip seperti ninja.
"Menyedihkan, memanfaatkan Jimmy yang bodoh seperti itu. Benar-benar menyedihkan," ledek seorang wanita yang berpakaian seperti penyihir.
"Hei, hei. Berhenti bicara dan ayo kita lawan dia! Haha, aku penasaran seperti apa darahnya yah," sahut seorang gadis, sepertinya dia yandere, aku tidak terlalu suka padanya.
"Apa kalian sudah selesai bicara? Kalian telah membuang waktuku lho? Apa kalian tidak merasa sedikit bersalah?" tanya ku memprovokasi mereka.
"Baik, baik. Kalau itu yang kau inginkan.." Jimmy menghilang dari sana dan tiba-tiba muncul dihadapan ku. Aku segera menyilangkan kedua pedang ditangan ku guna menahan serangan yang akan datang. ".. aku akan menyerang kau tanpa ragu!" Ketiga pedang kami beradu, menghasilkan dentuman suara yang cukup tinggi. Aku mencoba menahan pedang Jimmy dengan penuh tenaga, menahannya agar tidak memotong leherku. Setelah mengerahkan tenaga, akhirnya aku bisa mendorongnya dan melancarkan serangan balasan.
"Swing! Critical Slash! Slash!!" Aku melancarkan tebasan demi tebasan, damage yang ku berikan padanya bahkan tidak sampai seratus, tapi selama satu detik aku bisa menyerangnya sebanyak 2 hingga 5 kali. Setelah sepuluh detik, aku menghantam dirinya dengan kedua pedangku, tapi Jimmy dengan cepat menarik pedang besarnya sehingga serangan ku tadi hanya menabrak pedangnya saja. Jimmy terhempas cukup jauh hingga menabrak pohon. Kemudian karena merasakan suatu kehadiran, aku pun mengayunkan Cloriust Long Sword kearah belakang.
"Hee~ kau punya insting yang bagus yah?" ucap Blaze saat tahu kalau aku berhasil menahan serangannya.
"Aku belajar dari kesalahanku saat melawan Gorgo waktu itu. Aku memang tidak bisa melihatmu, tapi aku bisa merasakan hawa membunuhmu," balasku.
"Maksudmu, jika aku tidak mengeluarkan hawa membunuh." Blaze mendorong lebih kuat dariku karena aku masih berada diatas udara. "Kau tidak akan tahu aku dimana bukan? Stealth!!" Blaze menghilang, membuatku memasang sikap waspada. Tapi karena tidak tahu dimana dia, akhirnya aku terkena serangannya.
__ADS_1
"Hahaha, ada apa? Bukankah kau bisa merasakannya? Hahaha," tawa Blaze terdengar setiap kali dia berhasil menyerang ku. Aku benar-benar tidak bisa berbuat apapun, hingga sebuah ide terpintas dibenak ku. Aku meletakkan tangan kananku diatas tanah, kemudian menutup mata mencoba mencari timing yang tepat.
"Mungkin, sudah waktunya mengakhiri ini semua yah. Critical Slash! Strengthen!!"
Aku menajamkan indra pendengaran, sebelum akhirnya melepaskan skill. "Wind Shield!" Sebuah angin mengelilingi diriku membentuk sebuah bola, Blaze yang sudah terlanjur melancarkan serangan dibuat terdorong oleh Wind Shield yang aku keluarkan.
Wind Realm (Passive)
Skill Level: II
Category: Buff, Element, Magic
Menggunakan sihir dengan element angin, akan meningkat sebesar 5%, serta penggunaan MP berkurang 2%.
Wind Shield (Active)
Skill Level: II
Category: Buff, Crowd Control, Element, Magic, Protect
Buff Duration: 5s
Cooldown: 90s
Melepaskan sihir dengan element angin, serta memanipulasinya untuk melindungi pengguna selama 5 detik. Lawan yang mengenai skill ini akan menerima Knock Back.
Aku melepaskan Sword Wave dan mengenai perutnya, hingga terhempas dan menabrak pohon. Tidak ingin membuatku bernafas dengan baik, serangan lain datang dari belakangku. Aku mengetahui pergerakannya dan menangkis sesuatu yang dilempar oleh ninja itu. Sepertinya itu adalah sebuah shuriken dengan 4 mata pisau. Aku memutar tubuh untuk menghalau sebuah serangan yang datang dari kanan, disaat bersamaan suara teriakan terdengar.
"Sekarang, Yunie!!" teriak ninja tersebut. Aku sedikit terlambat menyadarinya, membuat Yunie sang gadis yandere tersebut berhasil melukai wajahku. Aku segera mendorong dan menendang tubuh pria ninja tersebut keatas dan fokus menahan serangan yang dilancarkan Yunie padaku. Tapi, beberapa serangannya berhasil melukai tangan, kaki dan bahuku. Aku mundur menjauh, mencegah serangan lain yang datang.
"Hehehe, darahmu terlihat sangat lucu yah, senior. Slurp.." Yunie menjilat pisau yang dilumuri darahku. Seketika tubuhku menjadi kaku dan tidak bisa digerakkan.
"Apa ini? Tubuhku.. terasa berat!" keluhku.
"Yunie adalah seorang Bloodmancer, dia adalah pemilik Unique Class. Saat dia telah mendapatkan darah, lalu menjilatnya. Target yang telah dijilat darahnya tidak akan bisa menggerakkan tubuhnya," jelas wanita penyihir.
"Melody, kenapa kau malah menjelaskannya?" tanya Yunie.
__ADS_1
"Maaf, tapi kalau dia sudah tidak bisa bergerak. Ini akan memudahkan ku untuk membunuhnya," balas Melody dan mengeluarkan sebuah bola api berwarna biru. Itu bukanlah api biasa, melainkan api yang telah dicampur oleh gas. Blue Flame.
"Oy, oy. Apa kau berniat untuk mengubahnya menjadi daging bakar?" tanya Jimmy mengejek.
"Mungkin? Tapi paling juga dia hanya akan berubah menjadi partikel cahaya," jawab Melody.
Aku terus mencoba untuk melepaskan diri dari efek Blood Freeze, sampai aku mencoba menggunakan Mana Charge hingga tanpa sadar tubuhku berhasil digerakkan. Menyadari suatu yang aneh, Yunie menatapku dengan curiga. Sedangkan Melody telah melepaskan skill miliknya. "Blue Flame Tower!!" Sebuah api biru dengan cepat melesat menuju diriku, aku menyerap lebih banyak Mana alam sebelum akhirnya melepaskan sebuah angin dari Chaos Sword dan berlari kearah Melody.
Aku menyilangkan tangan dan menggunakan beberapa skill sebelum akhirnya melepaskannya. "Dark Flame Cloak, Dark Flame Wave! Chaos Soul, Chaos Wave!!" Dua buah gelombang energi melesat kearah Melody dan mengenainya.
"Kyaa!!"
[Anda memberikan 3426 Magic Damage pada Player Melody!]
[Anda memberikan 4829 True Damage pada Player Melody!]
[Anda telah membunuh Red Player!]
[Mendapatkan +500 Fame!]
Hanya ada satu hal yang aku ketahui saat ini, Magic Damage dan True Damage tidak terpengaruh oleh Debuff yang kudapatkan tadi. Ini memang berita baik, tapi aku harus segera memulihkan MP saat ini! Aku segera mengeluarkan sebuah MP Potion dan meminumnya, sekilas aku mendengar Blaze dan Jimmy berteriak. Aku juga tahu kalau Blaze saat ini tengah menggunakan Stealth, sedangkan Jimmy dia seperti melakukan sesuatu pada pedangnya.
"Release Limiter!" Pedang milik Jimmy langsung berubah, terlihat itu jadi sedikit lebih ringan dari sebelumnya. Selain itu juga, sebuah energi keluar dari sisi pedangnya, membuat pedang tersebut jadi terlihat lebih tajam lagi.
"Energy Art's: Energy Thousands Strike!!" Jimmy melesat dan melancarkan tebasan beruntun kearah ku, aku segera menangkis semuanya. Tapi karena itu terlalu cepat, beberapa serangan ada yang mengenai diriku. Aku mundur sebelum akhirnya melepaskan Sword Wave padanya, membuat Jimmy mundur cukup jauh.
Pada saat yang sama, aku melompat dan menjadikan punggung Blaze menjadi pijakan sebelum melakukan Back Roll di udara, saat dia masih dalam keadaan Stealth. Kemudian aku menggunakan Chaos Soul kembali dan melakukan tebasan pada dirinya yang masih dalam keadaan terkejut.
"Chaos Soul, Chaos Slash!!" Blaze pun mengerang, sebelum berubah menjadi cahaya.
[Anda memberikan 3000 True Damage pada Player Blaze!]
[Anda telah membunuh Red Player!]
[Mendapatkan +500 Fame!]
"Dua beres tinggal tiga lagi," gumam ku dan langsung memasang kuda-kuda menyerang lagi.
__ADS_1
[Self Dual Wield, Waktu penggunaan tersisa 00:14:57,24]