
Happy reading happy people 😉😉
Terimakasih sudah berkunjung 😘😘
POV Mai
Aku tidak menduga bahwa aku bisa segila itu. Bisa-bisanya aku berciuman dengan bosku sendiri dengan alasan meminjam buku, meskipun kita berteman bahkan kita memiliki panggilan sayang secara pribadi tapi kurasa kemarin aku menolak pernyataan cintanya saat di Roma tapi aku merasa kami malah seperti dalam suatu hubungan sekarang.
" Apakah sekarang aku menjadi kekasih dalam bayangan?" Tanyaku karena Mario menyetir dengan satu tangan dan tangan kanannya memegang tanganku
" Tidak Ma chérie,Aku bisa mengumumkan jika kau mau,tapi masalahnya apa kau setuju menjadi kekasihku?" tanya Mario
" Jangan,itu hanya akan memperburuk suasana,saat ini saja rasanya tidak adil aku yang pendatang baru bisa langsung dalam kategori profesional di kantor apalagi dengan pengumuman seperti itu" jawabku beralasan
" Lagipula bukankah kedepannya juga kita akan selalu bersama? aku akan selalu bersamamu dan mendengarkanmu dekat dengan wanita lain begitu pula denganmu,kau tidak boleh marah jika aku berpose mesra dengan model lain dan jalan ini masih panjang,kita sudah berteman dan juga sedang saling mengenal saat ini..." lanjut ku dan dipotong oleh Mario
" Dan sudah berciuman.." Mario menoleh kearahku dengan tertawa
" Baiklah kita akan tetap seperti ini" kata Mario
" Oke,tidak ada kata marah atau cemburu,dan harus saling jujur dan percaya" jawabku
" Jadi terdengar seperti komitmen Ma chérie" Mario Tertawa
Saat kami sampai di tempat acara,aku langsung menuju ruang make up untuk bersiap sedangkan Mario menuju tempat duduk para tamu VVIP yang semuanya adalah orang-orang dari Brand terkenal.
Saat Aku berjalan di catwalk,ini adalah pameran desain dari berbagai brand dan aku menggunakan desain dari Chanel. Aku beruntung bisa mengenakan baju desain dari Chanel karena memang cukup favorit. Dan aku melihat Mario menatapku meskipun banyak wanita yang mengelilinginya.
Setelah selesai,aku bergegas menuju ruangan ganti untuk berganti kostum tapi ada beberapa orang pria yang mengikutiku,aku tidak ingin berfikiran negatif dan menganggap itu adalah kru yang bertugas tapi saat melewati lorong sepi tiba-tiba mereka menarik dan membekap mulutku,aku tidak bisa melihat mereka untuk menggunakan mata iblisku dan aku panik tapi mataku terasa semakin berat. Aku harus bagaimana?
Aku mulai tersadar dan aku sudah berada didalam ruangan serba putih. Apakah aku akan dibeda dan diambil organnya untuk dijual?
Aku merasa pusing dan berusaha bangkit lalu seseorang dengan cepat memegang tanganku.
" Ma chérie sudah sadar? "Ini pasti Mario
" Mon Roi" Kataku dengan berusaha memperjelas penglihatanku
"aku begitu marah saat tadi kau mau dibawa ke luar gedung oleh beberapa orang,aku fikir kau sedang mabuk jadi aku mengejarmu untuk mengantarkanmu pulang" kata Mario terlihat sangat cemas
" Aku kira mereka kru tapi mereka tiba-tiba membekap mulutku dari belakang lalu aku tidak sadar, Aku panik dan aku tidak tau harus berbuat apa? Saat sadar sudah diruangan ini,aku kira aku akan dibeda lalu organ-organku dijual" Aku berusaha menjelaskan meskipun terdengar tergesa-gesa
" Tenang Ma chérie,kau sudah aman,ini minumlah" kata Mario
" Terimakasih Mon Roi sudah menolongku, apakah disini sering terjadi hal semacam ini?" tanyaku
" Kadang, apakah kau punya saingan atau kau ada masalah dengan seseorang,atau mungkin Yvone yang menyuruh mereka" kata Mario berfikir sendiri
__ADS_1
" Tidak boleh asal tuduh Mon Roi, lagipula sekarang aku sudah baik-baik saja" jawabku
" Lain kali aku akan lebih berhati-hati" lanjutku
" Tidak ada kata lain kali Ma chérie,kau tau betapa marah dan cemasnya aku melihatmu tadi,aku sampai hilang kendali" kata Mario dengan menggenggam tanganku erat dan baru ku sadari jika tangannya diperban
" Mon Roi tanganmu terluka? maaf jika aku menyusahkanmu dan membuatmu terluka" kataku menyesalinya
" Tidak Ma chérie Hanya luka kecil yang penting kau selamat" kata Mario
" Apakah aku boleh pulang sekarang?" tanyaku
" Apa kau sudah merasa lebih baik ma chérie ?"
" Sudah"
" Baiklah,ayo aku antar kau pulang" kata Mario
Akhirnya aku pulang diantarkan oleh Mario dan memegang tangannya dengan hati-hati tapi Mario malah mengenggam tanganku dengan erat.
" Apa tidak sakit jika erat seperti ini?" tanyaku
" Tidak Ma chérie"
" Kau seperti takut kehilanganku saja"
" bukankah sekarang aku bersamamu Mon Roi ? dan seterusnya juga bersamamu"
" benarkah?"
" selama kontrak Mon Roi" Kataku
Dan tiba-tiba dia mengarahkan mobilnya kesuatu tempat.
" Apakah kita akan ke Menara Eiffel?" tanyaku
" Tidak"
" Lalu?"
" Kejutan,nanti kau juga akan tau" jawabnya
Kami turun di sekitar alun-alun pusat palais des arts dan Mario membawa sebuah gembok dan spidol.
" Ini kejutannya?" tanyaku
" Belum,ayo ikut aku ke jembatan" kata Mario
__ADS_1
" Jadi ini jembatan pont des arts ?" Tanyaku dan mengagumi keindahannya saat malam
" Benar apa kau tau?" tanya Mario
" yang ku tau ini adalah jembatan penghubung antara alun-alun pusat palais de arts dengan Institut de arts dan dibawah ini adalah sungai Seine" kataku
" Dulunya palais des arts adalah palais Louvre dan penyebutan sungai Seine adalah sen ma Chérie"jelas Mario
" Jembatan yang artistik di tambah pemandangan menara Eiffel, perfect. Apa ini kejutannya?" tanyaku masih penasaran
" kita akan memasang gembok disini" kata Mario
" Bukankah kita bukan Sepasang kekasih?" tanyaku
" Tapi kita akan menjadi teman yang tidak akan terpisahkan" kata Mario
" Baiklah mana biar ku tulis" kataku
" Aku dulu"
" Ma chérie Mai" saat ku baca tulisan Mario
" oke dan aku juga tulis Mon Roi Mario" lalu aku memperlihatkan tulisanku dan kami tertawa
Kami memasang gembok disini,di pont des arts dan melemparkan kuncinya di sungai Seine. Aku tidak membayangkan, dengan gembok sebanyak ini pasti kunci didasar sana juga banyak.
" Aku sungguh tidak ingin berpisah denganmu Ma chérie" Kata Mario dengan menggenggam tanganku
" Kita bisa menua bersama di Fantasi Mon Roi" Kataku
" Baiklah,ayo aku antar pulang"
" Ayo"
Sebenarnya Mario adalah orang yang menarik dan paling memahamiku ditambah dengan hobi membacanya dan caranya bersikap romantis meskipun terlihat simpel,tapi aku selalu bahagia bersamanya.
Hanya saja aku tau dia seorang playboy dari pernyataannya sendiri, sebenarnya aku tidak masalah mengingat ini adalah profesi kami,dia mengenal banyak model cantik dan aku akan mengenal lebih banyak model,fotografer,serta mentor tampan kedepannya. Jadi pastinya hanya akan penuh dengan pertengkaran menurutku jadi lebih baik kita seperti ini,sekalipun cemburu juga harus kontrol emosi karena tidak sedang dalam hubungan meskipun rasanya pacaran. Jadi teman rasa pacar atau pacar rasa teman karena kita berdua juga sudah berciuman tadi siang.
" Sudah sampai, terimakasih sudah menolong dan mengantarku" kataku
( Cup) Mario menciumku sekilas " sama-sama,malam Ma chérie" Kata Mario
" Malam Mon Roi" Aku juga menciumnya sekilas dan ku lihat dia tersenyum senang akupun keluar dari mobil dan melambaikan tanganku padanya.
Bersambung...
Thanks for reading 😘😘
__ADS_1