EviL Eyes

EviL Eyes
Bersama Henry


__ADS_3

Happy reading happy people 😉😉


Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan like dan komentar positifnya 😘😘


POV Author


Setelah hari-hari dengan Kelvin selesai, Mai harus kencan dengan Henry namun dia sudah mendapatkan peluang untuk mengikuti fashion week yang diadakan oleh Dior Minggu depan jadi selama seminggu ini dia harus terlihat mesra dengan Henry.


Pagi itu seperti biasanya Mai datang pagi dan kali ini bersama dengan Cecilia yang semalam nginap ditempat Mai. Mereka berdua berjalan bersama menuju lift. Saat hendak memasuki lift,Yvone juga masuk dan menyenggol bahu Mai, namun Mai merasa Yvonne mungkin tidak sengaja.


Setelah semua keluar dari lift,Yvone menarik Mai keluar lift dan menariknya untuk masuk ke dalam toilet.


" Ada perlu apa Vone?" tanya Mai


" Ada apa,ada apa. Kau jangan pura-pura baik lagi padaku tapi dibelakang kau mendekati Mario,aku tau wajah asli dibalik topengmu" kata Yvone


" Aku tidak pernah pura-pura,aku tulus baik padamu,kau kenapa hari ini marah-marah?" tanya Mai berusaha bersikap baik namun dia merasa ada yang tidak beres


" Aku memang sebenarnya seperti ini,kau mau apa?hah" tanya Yvone


" Tenanglah,katakan kata siapa aku mendekati Mario? bukankah selama ini aku dekat dengan Kelvin dan pemotretan pun dengan Henry,aku jarang bertemu pak Mario" jawab Mai mencoba mendinginkan suasana


" Disini memang kau tidak dekat dengan Mario tapi diluar kan bisa,aku tau kau sering ke rumahnya Mario kan? Dasar murahan" kata Yvone


" Kenapa tidak bereaksi ada apa ini?" batin Mai binggung


" Kenapa diam? tidak bisa jawab ya?memang benar-benar murahan dasar minggir sana" kata Yvone sambil mendorong Mai


" Ingat pemula sepertimu tidak pantas untuk Mario" kata Yvone


" Pantas atau tidak bukan kamu yang menentukan nona Yvone,tapi pak Mario sendiri. Dan aku ke rumah pak Mario juga karena beliau yang butuh bantuanku untuk sebuah urusan" kata Mai sambil menggenggam tangan Yvone


"Jangan kira karena anda sudah lama dan saya masih baru maka bisa ditindas sesuka hati,jika anda memang kekasih dari pak Mario aku rasa beliau akan meminta Anda untuk kerumahnya bukan saya, dan dia tidak akan pernah membentak anda didepan umum seperti yang sudah-sudah" jawab Mai dan diapun berlalu karena sudah waktunya untuk pemotretan


Seharian Mai berfikir kenapa mata iblisnya tidak berfungsi karena bisanya amarah Yvone hanya 1 kalimat saja dan selanjutnya dia akan jadi tenang dan bisa bersikap baik pada Mai. Tapi serumit apapun pikiran Mai saat ini,dia tetap menjalankan pemotretan seprofesional mungkin karena beberapa hari lagi akan ada beberapa fashion week.


Dan setelah pemotretan,Mai jalan dengan Henry seperti yang sudah dijadwalkan untuk Mai. Meskipun terasa enggan tapi Mai selalu tersenyum dan menghadapinya dengan profesionalitas.


" kau mau makan sesuatu?" tanya Henry saat mereka dalam perjalanan mencari makan

__ADS_1


" Farci poitevin" Jawab Mai singkat


" Kau suka sayur?" tanya Henry


" Dari dulu"


" Kenapa aku baru tau?"


" Karena kamu tidak pernah tanya"


" iya juga,kalau aku suka bouillabaisse" Kata Henry untuk mencairkan suasana karena Mai selalu cuek jika mereka hanya berdua


" Aku tidak tanya"


" oke baiklah, lalu bagaimana kabar keluarga di Indonesia apakah baik-baik saja?"


" untuk apa tanya?"


" Agar aku bisa tau"


" Mereka semua baik,terimakasih sudah bertanya"


" Kau tidak bertanya bagaimana kabarku?"


" Aku sedang tidak baik-baik saja Vika,aku butuh kamu" kata Henry dan membuat Mai terdiam


" Bukankah kau yang memutuskan untuk pindah kesini dan pergipun tidak pamit bahkan kau tidak pernah mengirimkan sepucuk suratpun untukku,padahal rumahku tidak pernah pindah"Mai nampak kesal


" Aku harus bagaimana untuk layak menjadi pendampingmu sedangkan kau dari keluarga berada"jawab Henry memelas


"Aku tidak butuh alasan aku butuh kepastian,jika kamu sedang berusaha untuk mengusahakan masa depan kita,kau bisa mengabariku dan meyakinkanku,aku bisa menunggu"


" Apakah kau tau sudah berapa banyak surat yang aku kirimkan? jika kau tidak pernah menerima sepucukpun itu artinya ayahmu sudah membakarnya"


" Ayah tidak pernah seperti itu,ayah selalu mengusahakan kebahagiaanku aku percaya ayah tidak mungkin melakukan hal tersebut"


" Kita sudah sampai dan aku tidak ingin berdebat lagi" kata Henry dan keluar dari mobilnya


Mereka turun dan memasuki restoran dengan bergandengan tangan. Mereka berbincang normal seakan tidak pernah terjadi perdebatan diantara mereka. Henry menarikan kursi untuk Mai dan mereka duduk dengan tenang. Henry memanggil pelayan untuk memesan makanan

__ADS_1


" Farci poitevin,bouillabaisse,grand marnière, croisant dan Kau minumnya apa ma beauté (cantikku) ?" tanya Henry


" Air mineral saja" jawab Mai


" Kau tidak ingin makan kue?"


" Tidak,makan Farci poitevin saja sudah kenyang"


" Baiklah terserah kau saja"


Mai masih memikirkan mata iblisnya,dulu dia berusaha untuk menghilangkannya tapi tidak pernah bisa dan sekarang saat dia butuh malah tidak bisa digunakan,dia menyesal karena tidak bersyukur atas apa yang telah dikaruniakan kepadanya.


Pesanan sudah datang,namun Mai masih tenggelam dalam lamunannya.


" Kamu lapar sampai begong begitu?"


"iya" jawab Mai singkat dan segera mengangkat sendok dan garpunya untuk makan


Henry hanya memperhatikan sikap Mai yang cuek dan sekarang ini lebih banyak melamun. Henry bertanya-tanya apa yang mengganggu Mai.


" Kau sedang ada masalah apa?" tanya Henry akhirnya karena dia penasaran apa yang menganggu pikiran Mai


" Tidak ada,ayo lanjutkan makannya"


" Kau mau berkeliling denganku setelah ini?" tanya Henry ingin menghibur Mai


" Tidak,aku sepertinya lelah. Kencannya dilanjutkan besok,tidak apa-apa kan?"


" Baiklah. Kau memang tampak lelah" Jawab Henry


Setelah selesai makan Henry mengantarkan Mai pulang ke apartemennya . Karena Mai merasa kurang enak badan dan dia memang sedang kelelahan.


" Maaf aku tidak menawarimu untuk mampir Karena aku ingin istirahat" kata Mai saat mereka sudah sampai di apartemen Mai


" iya tidak masalah,masuk dan istirahatlah. Bonnne nuit ma beauté (selamat malam cantikku)" kata Henry


"Bonne nuit (selamat malam)" jawab Mai


Mai segera keatas dan masuk ke apartemennya untuk memikirkan sebab akibat hilangnya kekuatan matanya. Dia berusaha mengingat apa yang membuat kekuatannya menghilang dan apa yang bisa membuatnya kembali.

__ADS_1


Bersambung..


Thanks for reading 😘😘


__ADS_2