EviL Eyes

EviL Eyes
Serangkaian Takdir


__ADS_3

happy reading happy people 😉😉


terimakasih sudah mampir dan meninggalkan like dan komentar positifnya 😘😘


POV Mai


Hari pertunanganku dengan Mario sudah ditetapkan Minggu depan di Paris,aku menunggu setiap harinya dengan gelisah. Secepat inikah?..


Aku sudah berada di Indonesia selama 6 hari,entah mengapa aku ingin berkunjung kerumahnya Om James. Tapi mereka pasti masih di Yogyakarta.


Aku sedang memasak di dapur sambil melamun memikirkan beberapa hal yang telah terjadi belakangan ini. Aku sudah mengunjungi kediaman keluarga Wijaya dan beruntung masih ada seorang kakek dan nenek disana sehingga aku bisa membawa sample rambut mereka. Sedangkan keluarga Arnaud ternyata alamatnya di Prancis dan rumah yang di Indonesia sudah dijual. Tapi masih ada keluarga Om James yang akan aku mintai sample rambut mereka.


" Kak,kakak" panggil Taka


" Apa sih dek?" tanyaku


" Aku panggil dari tadi juga,itu di depan ada Om James" jawab Taka


" Baru juga pengen kerumahnya,udah disini aja,tapi syukur deh" batinku


" Siang Om,ada perlu apa? Om mau kembali ke Paris hari ini?" tanyaku


" Siang juga Mai,Bukan itu maksud kedatangan Om tapi Om mau membicarakan suatu hal yang sangat penting dengan keluargamu" jawab Om James


" Hal Apa itu Om?" tanyaku penasaran


" Kita tunggu Ayah dan Mamamu" jawab James


" Oh.. Pak James,ada perlu apa?" tanya Ayah baru muncul


" Begini saya ingin menunjukkan ini" Sambil Om James menyerahkan suatu berkas kepada Ayah


" Jadi Mai adalah anak anda yang hilang? Tapi waktu itu tidak ada nama keluarga anda yang tercantum dalam daftar penumpang" jelas Ayah

__ADS_1


" Memang tidak ada,tapi ada Ibu Anne yang saat itu sedang berniat mengembalikan putri saya Jena" jelas Om James dan aku sungguh tidak paham dengan pembicaraan mereka,aku mengaitkan segala penjelasan dari Mario dan Ayah,Mario dan tantenya (ibu Anne) membawa kembali Jena dan Ayah menemukan anak kecil tanpa identitas pada saat kecelakaan pesawat 21 tahun yang lalu


" Dan ini adalah bukti kuat bahwa Mai adalah putri saya Jena" jelas Om James sambil menunjuk Berkas yang kini di pegang Mama Erika


" Kapan anda melakukan tes DNA pada Mai?" tanya Mama


" Maaf jika saya lancang,saat Mai menginap dirumah saya di Paris Minggu lalu" jelas Om James


Aku berniat mengambil berkas yang ada di tangan Mama,namun Taka merebutnya terlebih dahulu.


" Tidak,kakak Mai adalah kakakku,tidak ada yang boleh mengambil kakak dariku" Taka mengenggam kuat berkas yang sudah dia ambil


" Sedikit yang perlu saya jelaskan,Ibu Erika anda salah telah memberikan Kekuatan mata pemikat pada Mai karena saya jadi tidak bisa menyegel darahnya,karena ada orang yang berniat mencelakainya dengan memanfaatkan darahnya,jika saya memaksa menyegel atau membuat Mai melepaskan kekuatannya atau lebih parahnya lagi Mai sampai jatuh ketangan orang jahat, apapun langkahnya adalah nyawa Mai sebagai taruhannya. Terlebih lagi pertunangan Mai dengan Mario Maurer, Anda telah membunuh Mai secara tidak langsung jadi saya mohon serahkan Mai dalam naungan saya, saya tidak mau kehilangannya untuk kedua kalinya" jelas Om James memohon pada ayah dan Mama


" Apa hubungannya pertunangan Mai dengan Mario bisa membunuh Mai? Dan bagaimana anda bisa tau mengenai pertunangan Mai dan Mario?" tanya Ayah dengan menatap tajam kearah Om James


" Karena Keluarga Maurer mengincar harta Karun keluarga Angkasa. Dulu Kakek saya memang berteman dengan Kakek Maurer, tapi karena rancangan ruang bawah tanah kakek saya yang begitu detail dan ada tempat penyimpanan harta Karun di dalamnya maka Kakek Maurer berniat mencuri rancangan dan membunuh kakek saya,di saat kakek saya hampir meninggal,kakek memberikan pesan cara mengunci dan membuka ruang bawah tanah tersebut pada Ayah saya dan pada akhirnya kakek saya mengorbankan darahnya untuk menutup ruang bawah tanah tersebut dengan menggunakan sebuah segel" jelas Om James dan sungguh aku tidak memahami perebutan harta atau apalah itu


" iya Mai akan dikorbankan,jika saya tetap menyegel dengan keadaan Mai memiliki suatu kekuatan khusus,maka segel tersebut akan berubah menjadi racun yang membunuh Mai dan jika menghilangkan kekuatannya bukankah harus mencongkel mata Mai? karena jika menghilangkan kekuatannya juga akan menghilangkan jiwa Mai yang arti secara langsung membunuh Mai,Dan saya tau dari mana itu tidak penting" jelas Om James


" Lalu aku harus bagaimana Om, Kenapa harus aku?lalu apakah Stephanie juga? " Karena aku juga binggung dengan semua ini,aku senang keluarga Om James sebenarnya adalah keluarga kandungku tapi aku harus berpisah dengan Mario dan kekuatan mata ini, benar-benar mata iblis yang hanya membuat orang kerepotan


" Pemindahan kekuatan pada orang lain,untuk Stephanie dan aku sudah melakukan kuncian terhadap darah kami sehingga tidak bisa membuka segel ruangan tersebut, satu-satunya orang yang tersisa untuk membuka segel tersebut adalah kamu Mai. Dulu orang yang menculikmu tidak tau kebenarannya dan menyerahkanmu pada keluarga Maurer tapi untungnya Ibu Anne adalah orang baik yang mau mengembalikanmu ke Indonesia" jawab Om James


" Tapi itu akan memakan korban,Dan siapa yang menculikku?" jawabku karena sudah pernah terjadi


" Iya kotak Pelindung akan mencari orang yang merebut kekuatan mata Mai dan membunuhnya" jawab Mama


" Kalau begitu kau harus berpisah dengan Mario,maaf jika membuatmu sedih Mai,yang menculikmu adalah adik dari nenek dan kakekmu" Jawab Om James, seketika ada yang hampa disudut hatiku.


Pernah dicampakkan seseorang membuatku tidak pernah ingin menghancurkan hati siapapun karena aku sudah tahu bagaimana rasanya.


" Kalau begitu Ayah, Mama dan Taka,aku akan ikut Papa James karena beliau adalah orang tua kandungku dan aku akan hidup dalam naungan Papa" jawabku senang sekaligus sedih bercampur menjadi satu

__ADS_1


" Sebenarnya ada satu lagi solusi yaitu kau tetap menikah dengan Mario dan gunakan kekuatan matamu padanya" kata Papa James


" Sudah pernah ku coba sekali tapi tidak terjadi apapun" jawabku


" Jika kalian saling mencintai memang tidak bisa bereaksi sayang,untuk apa memikat hati orang yang sudah mencintaimu" jelas Mama


" Tapi bisa juga Mario memiliki penangkalnya dari keluarganya" jelas James


" Dan jangan pernah menceritakan hal ini pada Nadine karena dia pasti akan mengurungmu dirumah" kata Papa James


" Kalau begitu aku akan kembali kerja seperti biasanya untuk mencari tahu kebenarannya dari Mario" jawabku


" Benar,tapi juga beresiko tinggi" jawab Papa


" Ayo kita pulang kerumah nenek dan mengejutkan mereka,Bolehkan saya membawa Mai pulang?" Tanya Papa James


" Boleh tapi Bolehkah Mai tetap pulang kesini jika ada waktu?" tanya Mama


" Tentu saja boleh, kalian adalah orang tua Mai sedangkan saya orang tua Jena,Mai akan saya antarkan pulang kesini jika dia cuti" jawab Papa James


" Benar ya Om,Kakak jangan pernah lupa pulang ya kak, jangan lupa minum vitamin dan telfon aku"Taka memelukku, tidak pernah dia menanggis seperti ini


" Kakak pasti pulang dek,udah jangan cenggeng gini, kayak kakak mati aja, kakak masih ada di bumi juga" jawabku


" Kakak aku serius juga,yasudah kapan-kapan aku akan ke Paris mengunjungi kakak" kata Taka


" Ya gitu dong, kakak pergi dulu ya,kamu jagain Ayah sama Mama" Akupun bergegas mengemasi barang-barangku


Akhirnya aku pulang kerumah orang tua kandungku yang tidak lain adalah Papa James dan Mama Nadine. Apakah ini memang takdirku? untuk bertemu orang tua kandungku aku harus melepaskan Mario. Semoga hari esok bisa memberikan kabar baik untukku dan mata ini mengapa menyulitkan keadaanku?


Bersambung..


Thanks for reading 😘😘

__ADS_1


__ADS_2