
Happy reading happy people ππ
Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan like dan komentar positifnyaπππ
" Memangnya keluargamu di Indonesia bukan keluarga kandungmu Mai?" tanya Stephanie
POV Mai
Kata-kata Stephanie membuatku seketika teringat kejadian 3 tahun yang lalu.
Flashback
Pada suatu malam saat adikku pulang dari California Amerika,aku tidak bisa ikut ayah dan mama untuk menjemputnya, karena pada saat itu ada pertemuan penting dengan para mentor desainer.
Aku berniat memberikan kejutan untuknya. Aku sudah menghiasi kamar dan menyiapkan game kesukaannya.
Namun saat telfon berdering dan panggilan tersebut adalah panggilan dari rumah sakit,aku seketika menanggis dan bergegas pergi ke rumah sakit, mengabaikan panggilan para mentor.
Terjadi kecelakaan saat mereka pulang dari bandara. Mereka bertiga mengalami pendarahan hebat dan kritis. Aku berniat mendonorkan darahku namun saat tes darah ternyata darahku tidak cocok pada ketiganya. Akupun diam-diam melakukan tes DNA dan menunggu hasilnya 2 minggu kemudian, karena aku juga menguji pada adikku juga.
Aku bersyukur ada stok darah untuk keluargaku. Namun setelah hasil tes DNA keluar,aku begitu terpukul karena aku bukanlah anak dari Ayah Tanu dan mama Erika. Hanya adikku anak kandung mereka. Akupun bertanya-tanya siapa orang tua kandungku.
Mereka adalah keluarga terbaik,aku sampai tidak pernah tau jika mereka bukan orang tuaku. Mereka mendidik dan membesarkanku dengan kasih sayang berlimpah. Bahkan meskipun aku memiliki adik pun mereka tidak pernah pilih kasih. Setelah mendapatkan sertifikat desainer,aku bertekad hidup mandiri agar tidak merepotkan mereka lagi.
Flashback off
" Mai kenapa kau terdiam" tanya Stephanie membuyarkan lamunanku
" Ehmm.. aku teringat pada kedua orang tuaku" jawabku hampir menanggis
" Kenapa? kau sangat rindu mereka?" tanya Stephanie dan akupun menanggis
" Iya, mereka sangat menyayangiku" aku memeluk Stephanie dan menanggis
" Sayang ini susunya,Hei.. kenapa Mai menanggis?" tanya Tante Nadine menghampiri kami berdua dan menaruh susu dimeja
"Mai merindukan orang tuanya Ma" kata Stephanie
" Sini Mama peluk siapa tau bisa mengobati kerinduanmu pada mereka Mai" kata Tante Nadine memelukku dan seketika aku merasa lega dan tenang
__ADS_1
" Terimakasih tante,sudah baik dengan Mai, saya bersyukur selalu bertemu dengan orang-orang yang baik" kataku dengan berderai air mata
" Orang tuamu pasti sangat menyayangimu sampai kau sangat merindukan mereka" kata Mama Nadine
" Tapi sepertinya selama ini Mai tidak hidup dengan orang tua kandungnya deh Ma,dia tadi bilang kau beruntung bisa bersama dengan orang tua kandungmu" jelas Stephanie
" Benarkah Mai? Apakah kau anak adopsi?" tanya Tante Nadine
"Sebenarnya saya baru tau 3 tahun yang lalu saat terjadi kecelakaan dan keluarga saya mengalami pendarahan. Saya berniat mendonorkan darah tapi ternyata tidak ada yang cocok dan saat tes DNA ternyata saya memang bukan anak mereka" kataku dengan melepaskan pelukan Tante Nadine
" Pasti mereka begitu menyayangimu ya? hingga kamu tidak pernah tau jika mereka bukan orang tua kandungmu?" tanya Tante Nadine
" iya Tante, mereka benar-benar memperlakukanku seperti anak mereka sendiri,bahkan saat memiliki anak lagi, mereka tetap adil pada saya" jelasku
" Itu mirip sekali dengan kehidupan mama Nadine dulu" kata Om James sambil duduk disofa
" Benarkah Pa? cerita dong Pa,aku taunya mama itu anaknya kakek Kenan" kata Stephanie antusias
Aku merasa aneh dengan keluarga ini, kenapa aku bisa blak-blakan dengan keluarga ini. Padahal selama ini aku tidak pernah cerita pada siapapun termasuk Mario.
" Dulu mama Nadine diadopsi oleh ibu Seruni dan bapak Rudi orang Yogyakarta Indonesia. Mereka memperlakukannya seperti anak sendiri sekalipun mereka punya anak lagi tapi mereka tetap menyayangi Mama Nadine" jelas Om James,aku suka melihatnya saat bercerita
" Pokoknya seinget mama itu gara-gara kita cerita di panti ya Pa,Trus Kakekmu pingsan mendengarnya terus lusanya kakek membatalkan pertunangan Mama dengan paman Albie" jelas Tante Nadine
" Untung ya Ma gak diterusin kalo gak kan Mama nikah sama saudara sendiri" jawab Stephanie
" Tapi Mama itu saudara seayah sama pamanmu,ibu kami berbeda" jawab Tante Nadine
" Haduh... aku makin gak ngerti ceritanya Ma,Habis yang kesini kan kakek Kenan, Nenek Rana trus paman Albie,trus Ibu Seruni dan bapak Rudi nya kenapa gak pernah kesini?" jawab Stephanie
" Harusnya kamu dong An yang ke Indonesia nenggok mereka" kataku,aku selalu ingin ikut dalam pembicaraan mereka
" Mama gak pernah ngajak ke Indonesia, lagipula aku baru tau ini kalau Mama pernah diadopsi" jelas Stephanie
" Iya Mamamu tidak pernah mau meninggalkan kota Paris semenjak kehilangan kakakmu, semuanya memaklumi jadi yang di Indonesia yang kesini" jawab Om James
" Oh.. maaf,saya turut berduka ya Om, Tante. Saya tidak tau alasannya karena itu" jawabku tidak enak karena sudah seenaknya menyarankan pada Stephanie untuk ke Indonesia
" Tidak masalah,kamu ada benarnya Mai, harusnya sekali-kali kita sekeluarga pulang ke Indonesia, Kamu jadi tidak pernah tau nenek Seruni dan kakek Rudi Cokrodiningrat,maaf ya sayang" jawab Tante Nadine dan aku teringat sesuatu
__ADS_1
" Maaf tante Nadine,saya jadi tidak enak ngomongnya. Tapi Pak Rudi Cokrodiningrat pengusaha asal Yogyakarta itu sudah meninggal sekitar 5 tahun yang lalu dan istrinya meninggal setahun kemudian dan sekarang seluruh usahanya di berikan pada anaknya namun menurut berita ada anak seorang lagi tapi tidak pernah muncul. Jadi, Tante Nadine adalah anak yang ditunggu mereka selama ini?"jelasku sedikit ragu namun akhirnya aku cerita juga
" Ya.. ampun,aku belum membahagiakan mereka dan belum pernah pulang ke Indonesia juga. Kenapa semua tidak pernah memberi tahuku,James apa kamu juga tahu hal ini?" Seketika Tante Nadine menanggis
" Tante maaf,aku tidak bermaksud membuat Tante sedih,aku minta maaf sudah memberikan kabar buruk untuk tante" jelasku ikut sedih melihat Tante Nadine sedih
" Kamu tidak bersalah,malah Tante harusnya berterima kasih kamu sudah jujur pada Tante" Tante Nadine memelukku
" Jadi, sekarang kamu siap pulang ke Indonesia?" tanya Om James
" Siap tidak siap,aku harus pulang untuk berziarah, karena aku yang tidak pernah berani untuk keluar dari kota Paris menyebabkan kita semua tidak bisa pulang ke Indonesia,dan Mai terimakasih untuk kabar dan pelukkannya,Tante jadi merasa lega sekarang,dan Stephanie bisakah kamu mengambil cuti? kita akan ke Indonesia secepatnya" kata Tante Nadine
" Oke Ma,Besok aku akan mengajukan cuti seminggu biar bisa pulang" jawab Stephanie
" Terimakasih Mai,untuk pertama kalinya setelah 21 tahun, akhirnya Tante Nadine mau pulang ke Indonesia" kata Om James dengan mengenggam tanganku
" Kalian cepat tidur, selamat malam sayang" kata Tante Nadine dan Om James
Aku suka keluarga ini,Aku merasa berada dirumah sendiri dan merasa ada ketenangan saat dipeluk Tante Nadine. Aku tidur dengan nyenyak di kamar Stephanie.
Paginya...
Ponselku berdering ini masih jam 04.56 dan ku lihat yang menelfonku adalah Taka Hoorne adikku.
" Kak,Ayah menyuruh kakak pulang, bisakah mengambil cuti" kata Adikku diseberang
" Hmmm.. bentar dek,ini nyawa kakak belom kekumpul" jawabku masih mengantuk
" disini jam 10.56, harusnya disana jam 05.56 kan? waktunya bangun kakak" kata adikku
" ish..,disini masih jam 04.56 dodol, kakak masih ngantuk,nanti aja kakak telfon balik" kataku
" Gak usah kak,nanti kakak habis pulsa banyak, pokoknya kakak ambil cuti trus pulang soalnya ayah sama mama kaget berita skandal kakak dengan model cowok dan Fotografer juga,pulang dan jelasin,oke. Bye kak" adikku mengakhiri panggilannya
Aku langsung terbangun,aku tidak memperhatikan jika gosip ini tidak hanya ada di Paris tapi bisa ke Indonesia. Aku masih setengah linglung dengan kata-kata adikku. Artinya aku juga harus pulang ke Indonesia dalam waktu dekat. Aku tidak menyangka jika berita skandal seorang model bisa mencuat apalagi sampai ke Indonesia. Karena selama ini menurutku yang banyak gosipnya adalah aktor-aktris dan para penyanyi.
Bersambung...
thanks for reading ππ
__ADS_1