EviL Eyes

EviL Eyes
Izin cuti


__ADS_3

Happy reading happy people 😉😉


Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan like vote dan komentar positifnya 😘😘😘


" iya-iya aku dengarkan, bicara saja" kata Mario


" Aku ingin....


POV Mai


" Aku ingin apa?" tanya Mario


" Aku ingin cuti seminggu boleh?" tanyaku


" Boleh tapi setelah fashion week ya ma Chèrie" Jawab Mario


" oke baiklah tapi bagaimana dengan kencan bersama Henry nya? tanyaku


" memangnya kenapa? ada masalahkah?" tanya Mario


" Tidak,tapi kemarin kami tidak kencan dan aku bilang setelah fashion week saja tapi setelah fashion week kan aku cuti dan aku berharap bisa cuti bersamaan dengan Stephanie" jawabku


" Begini saja,kamu cutinya setelah kencan bagaimana? biar Stephanie juga aku izinkan cuti setelah urusanmu beres" kata Mario memberikan saran


" Siap bos" jawabku


" Kenapa kamu pulang dan bersamaan dengan Stephanie?" tanya Mario


" Itu keluargaku di Indonesia tau berita skandalku dan ingin aku pulang untuk menjelaskan, kalau Stephanie dan keluarganya ingin berziarah ke makam kakek neneknya" jawabku


" Bukankah kakek dan nenek Stephanie dari mamanya masih hidup dan juga ada nenek Margaretha dari ayahnya" jawab Mario


" Kenapa bisa tau?" tanyaku


" Stephanie kan cucu konglomerat, Ayahnya itu James CEO Angkasa Group dan mamanya mendapatkan warisan dari keluarga Wira dan keluarga Ringga pengusaha Indonesia,tapi tentunya disini semua harus bekerja profesional" jawab Mario aku sungguh tercengang,pantas saja memiliki jet pribadi


" iya nama Papanya James Angkasa dan mamanya Nadine Safira" kataku


" Pasti berziarah ke makam kakek dan nenek buyutnya ya?" tanya Mario


" Bukan,tapi nenek dan kakek yang dulu mengadopsi Tante Nadine,aku baru tau kemarin, misteri anak yang ditunggu-tunggu oleh pak Rudi Cokrodiningrat, pengusaha asal Yogyakarta yang memiliki banyak usaha pertokoan oleh-oleh dan pabrik batik juga"ceritaku


" Wah... benar-benar cerita orang kaya,tapi dulu anaknya yang pertama mengalami kecelakaan pesawat dan tewas saat itu juga" kata Mario


" kamu mengikuti berita keluarga ini Mon Roi ? Tapi katanya hilang" Tanyaku


"Tidak mengikuti juga ,tapi aku tau cerita Jena kakaknya Stephanie diculik,dan saat tanteku berniat mengembalikannya,Jena tidak selamat waktu terjadinya kecelakaan pesawat, Aku dan Tante saja yang selamat. Banyak korban yang tewas dan beberapa mengalami luka-luka, dan setelah itu aku jadi trauma naik pesawat" jelas Mario

__ADS_1


" Dan untuk pertama kalinya kamu naik pesawat saat ke Milan Italia mengantar aku fashion week disanakan?"tanyaku


" Salah, setelah kecelakaan pesawat, untuk pertama kalinya aku naik pesawat yaitu saat menghadiri peragaan busana di Jakarta convention center bersama Lucas,Dan pertama kalinya aku melihatmu di catwalk dengan busana rancanganmu sendiri" jelas Mario dan aku cukup terkejut ternyata Mario dan Pak Lucas sudah tau aku saat di Indonesia


" Kenapa tidak cerita? sudahlah,aku mau bersiap-siap,ini sudah jam 8" kataku dan berdiri dengan tiba-tiba


" Ma chérie,kamu marah?" tanya Mario dan menarik tanganku sehingga aku terduduk di pangkuannya


" Tidak Mon Roi,Aku ingin bersiap-siap untuk berangkat kerja,nanti kalau malas-malasan tidak bisa cuti lagi" kataku


" Bagaimana jika menjadi istriku saja jadi kau bisa bermalas-malasan sepuasnya" kata Mario


" Tidak mau,aku masih ingin bekerja dan membahagiakan orang tuaku" aku berdiri namun sebelum itu Mario sudah menarik tengkuk leherku dan mencium bibirku


" ahhh.. Mon Roi..." Bibirnya turun ke leherku dan tangannya sudah berkeliaran di kedua puncak gunungku


" Ma chérie...." Dia mengigit telingaku dan aku merasa merinding


" Ahhh... stop Mon....Roi..." Kataku,aku berusaha menahan tangannya agar dia bisa berhenti namun Mario menahan kedua tanganku diatas kepalaku


Ciumannya semakin liar di dadaku dan mengecap seluruh gunungku, meninggalkan bekas kemerahan yang nampak jelas diatas kulit putihku.


" Cepat bersiaplah, setelah itu kau bisa berangkat dengan taksi yang sudah Ku sediakan di lobby,dan nanti izinlah cuti pada Lucas sebagai formalitas,aku pulang dulu Ma chérie" jelas Mario dan menyisakan kecupan mesra di bibirku


" Baiklah, terimakasih Mon Roi,dan hati-hati pulangnya" jawabku dan membalas kecupannya,untung tidak sampai masuk,aku jadi bisa bernafas lega


Aku menaikinya dan menuju ke kantor. Aku merasa aneh sendiri dengan Mario. Padahal disekitarnya banyak wanita cantik dan tentunya sexy,tapi dia malah menungguku hingga ketiduran. Dan masih sempat-sempatnya menciumi bibir dan dadaku tadi pagi. Untungnya berhenti ditengah jalan,kalau sampai lanjut aku tidak tau lagi apa yang harus aku lakukan.


Aku sampai di kantor sebelum jam 9 jadi aku langsung bergegas menuju ruang pak Lucas untuk izin cuti. Dan kebetulan bersaman dengan datangnya Stephanie.


Saat sampai di lantai 7...


" Permisi pak Lucas" kata Stephanie


" permisi pak" kataku


" Ada perlu apa?" tanya pak Lucas


" bolehkah saya dan Stephanie izin cuti selama seminggu?" tanyaku


" Boleh tapi setelah fashion week dan Segala urusanmu selesai Mai, untuk Stephanie juga sama,setelah segala urusan pekerjaanmu selesai" kata pak Lucas


" kira-kira hari Selasa bagaimana?Dan kalian cuti ada kepentingan apa?" kata pak Lucas lagi


" Baiklah pak,Saya perlu berkunjung ke keluarga saya di Indonesia pak" kata Stephanie


" Kalau kamu Mai?" tanya pak Lucas

__ADS_1


" Saya disuruh pulang oleh orang tua saya pak" kataku


" Tapi tidak disuruh berhenti jadi model kan?" Tanya pak Lucas


" Tidak pak,tapi saya juga belum tau" jawabku


" ingat kamu masih ada kontrak dengan kami" kata pak Lucas


" iya saya ingat pak" kataku


" yasudah kalian boleh meninggalkan ruangan ini" kata pak Lucas


Aku dan Stephanie keluar dan menuju lantai 9 untuk melakukan sesi pemotretan. Aku tidak sabar untuk pulang dan menjelaskan kesalahpahaman yang sudah terjadi pada ayah dan mama.


Dan setelah pemotretan juga harus menjalani sesi kencan dengan Henry.


" Ma beauté kau ada rencana kemana?" tanya Henry


" Ke Shakespeare librairie,boleh?" jawabku


" serius ingin kencan kesana? tidak ingin ke bioskop atau mall?" tanyanya


" Tidak, sekarang bolehkah aku memutar lagu?" tanyaku untuk menghindari menjelaskan aku suka membaca ketimbang berkeliling di mall


" silahkan saja" jawab Henry


" Baby... I'am dancing in the dark" sepenggal yang kunyanyikan dan di interupsi oleh Henry


" itu lagu lama,lebih baik yang ini saja" dia memutar lagu lain yang tidak aku tau, itu lagu apa dan milik siapa


Tiba-tiba jadi teringat dengan Om James. Lha kok tumben, biasanya aku teringat dengan Mario. Kenapa bisa terbayang wajah Om James?. Mungkinkah ayah kandungku sepertinya? pasti menyenangkan bertemu keluarga mereka sebagai keluarga kandungku,tapi apa sih jadi ngelantur tidak jelas begini. Aku sayang kedua orang tuaku yang sudah membesarkanku.


Sungguh,aku dan Henry benar-benar tidak pernah bisa sependapat. Untuk sekarang ini saja aku ingin baca apa dia menyuruh untuk membaca apa. Padahal dia sendiri belum pernah membacanya, bagaimana bisa merekomendasikan buku dari covernya saja.


Seperti aku dulu,hanya menilai seseorang dari covernya. Sekarang tidak lagi,tidak masalah jika yang menjadi teman dekatku hanya Mario dan Stephanie yang penting aku tau mereka tulus padaku. Untuk apa memiliki seribu teman yang memiliki jutaan topeng hanya membuat orang muak saja. Dan aku benar-benar ingin menjauh dari Henry.


" Apa kau tidak lapar Mai" tanya Henry


" Tidak,lebih baik kita pulang saja" karena aku memang sudah lelah hari ini


" Baiklah terserah kamu saja" kata Henry


Aku tidak bisa merasa hidup saat dengan Henry. Tidak bisa membahas dan membicarakan apapun,lagipula aku juga tidak mau dia mengenal diriku yang sekarang. Aku tidak mau menjelaskan tentang diriku.


Bersambung...


thanks for reading 😘😘

__ADS_1


__ADS_2