EviL Eyes

EviL Eyes
Rencana Mario


__ADS_3

Happy reading happy people 😉😉


Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan like vote dan komentar positifnya 😘😘


POV Mario


Aku terdiam dikantorku,merenungi segala yang telah terjadi. Aku sudah membunuh Papaku sendiri. Sebenarnya beliau adalah panutanku karena menjadi Papa yang baik dan sangat perhatian. Ku kira dengan memberikan foto Mai lalu mengajakku terbang ke Indonesia untuk menjodohkanku dengan Mai adalah karena Papa tau aku mencintai Mai tapi dugaanku salah.


Flashback


Setelah seminggu Mai cuti dia akhirnya kembali bekerja. Namun ada yang tampak berbeda, dia tampak takut padaku. Dia tidak secerah biasanya. Dia berkata bahwa dia kelelahan setelah perjalanan ke Indonesia dan akupun bersikap seolah percaya namun aku tetap menyelediki apa yang terjadi. Mungkin dia gelisah,mengapa Papa memilihnya untuk dijodohkan denganku?


Setelah menetapkan Mai akan di potret oleh Troy,akupun pergi ke tempat dimana Papa bekerja.


Namun sebelum aku membuka pintu aku mendengar Papa tengah berbicara lewat telfonnya.


" Aku tidak mau tau,kalian pernah gagal tapi kali ini jangan sampai gagal atau kepala kalian aku penggal,pergi ke Home tower kamar 1227 jam 5 tepat biasanya dia sudah berada di apartemen" perintah Papa pada seseorang


Akupun menunggu untuk beberapa saat sampai Papa selesai telfon dan akupun masuk keruangannya, karena jika aku pergi setelah mendengar percakapan Papa pasti akan ketahuan dari laporan sekertaris Papa bahwa aku sudah kesini.


" Pa bolehkah aku masuk?" tanyaku


" Boleh ayo masuk,seperti pada orang lain saja" jawab Papa


" Sebenarnya apa alasan Papa menjodohkan aku dengan Mai?" Tanyaku


" Tentu saja Papa membutuhkannya untuk menjadi menantu Papa,untuk menjagamu" jawab Papa tapi aku tidak yakin


" Jika Papa memiliki tujuan tertentu aku akan membantu Papa" aku memancing agar Papa mau berterus terang


" Benarkah?" tanya Papa

__ADS_1


" Tentu saja,aku kan anak Papa" ucapku


" Kalau begitu berikan permen coklat ini untuk Mai,tapi ini spesial untuk Mai,kau tidak boleh memakannya" Ternyata Papa begitu baik dan serius ingin Mai menjadi menantunya


" Sebenarnya Papa ingin menculiknya" Ucap Papa kemudian


" Lalu apa yang Papa rencanakan?" tanyaku penasaran


" untuk memberikan dia kejutan di Amerika sana,Nanti Papa jelaskan jika kita sudah berhasil membawa Mai ke Amerika" Jelas Papa,penuh teka-teki tapi sepertinya ada niat tersembunyi


" Yasudah aku kembali ke kantor dulu Pa dan akan aku berikan coklat ini pada Mai" jawabku


" Pastikan dia memakannya" ucap Papa dan akupun berlalu pergi


Sesampainya di kantor aku langsung bekerja. Lalu pulangnya aku sengaja pulang sore agar bisa mengantar pulang Mai karena jika pemotretan dengan Troy pasti selesainya lama dan mengikuti rencana ayah agar ayah tidak curiga.


Saat dijalan dia menceritakan segala dugaannya terhadap niat tersembunyi Papa tentang kakek buyut dan temannya dan tentang sebuah pintu rahasia yang membukanya membutuhkan darah Mai,aku percaya padanya dan aku memikirkan rencana untuk mengikuti alur Papa namun aku akan kabur didetik terakhir tapi aku perlu Mai lalu aku menawarkan coklat pada Mai namun dia menolaknya,akupun membiarkannya agar dia tidak curiga terhadapku. Akupun mampir ke apartemennya dan tepat saat bel pintu berbunyi aku membuat dia pingsan agar aku bisa ikut dengan orang suruhan Papa. Namun sebelum aku pergi aku meninggalkan petunjuk barangkali ada seseorang yang mencari Mai dan membantuku meskipun aku tidak tau siapa.


Aku mengikuti mobil mereka dan ternyata menuju bandara.


"Jadi Papa benar-benar menculik Mai untuk suatu alasan?" aku bertanya saat kami tiba dan disambut oleh Papa beserta anak buahnya


" Ayo masuk dan biar Papa jelaskan" jawab Papa dan kami semua masuk dalam jet pribadi Papa


Saat didalam pesawat...


" Pa, kenapa Papa menginginkan Mai?" tanyaku pada Papa


" Papa butuh Mai untuk mengambil kembali barang kakek buyutmu" jawab Papa santai dengan meminum koktail ditangannya


" Kenapa harus Mai? Apakah boleh digantikan dengan orang lain?" tanyaku lagi sehalus mungkin agar Papa percaya bahwa aku memihak pada Papa

__ADS_1


" Tidak bisa,harus darah dari keturunan keluarga Angkasa yang bisa membuka segel rahasia" jawab Papa sambil meletakkan gelasnya


" Jadi Mai adalah Keturunan Angkasa? jadi dia Jena,itu artinya Mai benar dia akan dikorbankan untuk membuka segel pintu" Pikirku


" Apa yang terjadi jika menggunakan bukan darah dari keturunan keluarga Angkasa?" tanyaku penasaran


"Pintu rahasia tersebut akan semakin bertambah lapisan segelnya dan untuk membukanya harus menambah darah jadi bertambah pula orang yang harus dikorbankan"Jelas papa


Aku berfikir keras bagaimana caranya untuk kabur dari Papa sedangkan ada beberapa anak buah Papa dan tidak menutup kemungkinan di tempat yang akan dituju sudah ada anak buah Papa lainnya yang sudah bersiap.


Saat sudah Sampai dibandara aku masih bingung sekaligus penasaran bagaimana tempat yang dituju Papa jadi aku masih terus mengikuti mereka.


Namun saat sudah sampai dan melihat banyaknya anak buah Papa aku jadi binggung bagaimana caranya untuk kabur dari sini jadi aku memperhatikan sekeliling untuk mencari peluang untuk kabur. Dan aku mengikuti Papa masuk kedalam sebuah rumah tua dan menuju ruang bawah tanah yang gelap dan banyak sekali debu karena sudah lama ditinggalkan.


Papa menyuruh seseorang untuk meletakkan Mai di depan sebuah pintu besar dengan ukiran yang sulit di mengerti dan menyuruh yang lainnya untuk membentuk segel.


Dan seperti keajaiban,Om James datang menarik Mai dan aku reflek mendorong Papa dan saat tersedot oleh segel tersebut,Papa berusaha berpegang pada orang pembentuk segel dan mereka jadi terseret bersama dan lenyap seketika dan tiba-tiba warna pintu berubah dari berwarna coklat seperti kayu menjadi keunguan dan akhirnya menghitam.


Aku memang jahat sudah mendorong Papaku sendiri dan menyebabkannya lenyap seketika, tapi itu karena aku tidak mau ada lagi orang yang mencelakai Mai.


Flashback off


Aku tau, aku adalah anak yang durhaka karena telah membunuh Papaku sendiri. Namun aku tidak menyesalinya karena bisa melihat Mai selamat saja aku sudah sangat bersyukur.


Dan aku juga bersyukur karena Om James dan Tante Nadine merestui hubunganku dengan Mai.


POV Mai


Aku sedang berjalan menuju lobby karena sudah waktunya pulang namun saat sudah ada diluar tiba-tiba saja ada seseorang yang membekap mulutku dan menutup mataku. Untuk ketiga kalinya aku diculik,aku pasrah saja karena aku yakin pasti Papa atau Mario akan menolongku,aku yakin.


Bersambung...

__ADS_1


Thanks for reading 😘😘


__ADS_2