EviL Eyes

EviL Eyes
Ajakan Pulang


__ADS_3

Happy reading happy people 😉😉


Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan like,vote dan komentar positifnya 😘😘


POV Author


Setelah makan malam selesai semuanya satu persatu mulai pulang.


" Kamu pulang sama siapa Mai?" Tanya Mario


" Aku pulang sendiri naik taksi, kenapa pak?" kata Mai


"Sudah hafal jalan sini?"


" Taksi kan tinggal dikasih tau alamatnya udah selesai kan?" tanya Mai


" Ini sudah malam bahaya,biar aku antar"


" Tidak perlu pak"


" Aku bisa melawan orang jahat dengan mataku" batin Mai


" Sudahlah ayo aku antar" kata Mario


" oke Baiklah" akhirnya Mai setuju


Mai dan Mario menuju tempat Parkir..


" es-tu fatigué?" tanya Mario saat mereka sudah didalam mobil


" Apa itu artinya?"


" Apa kamu lelah?"


" oh... non fatigué" Jawab Mai


" Salah,Jika tidak lelah harusnya kamu menjawab pas fatigué" terang Mario


" oke akan aku ingat,coba tanyakan yang lain" kata Mai


" as-tu faim ?" tanya Mario


" biar ku tebak,pasti apa kamu lapar?"


" kenapa bisa tau?"


" iya tadi waktu makan malam beberapa staff saling bertanya seperti itu lalu mereka menuju meja makan" jawab Mai


" pintar,lalu apa kamu lapar?"


" Yang benar saja Mon, tentu saja kenyang kan kita baru saja makan malam" jawab Mai


" Roi nya mana?" tanya Mario


" Kenapa senang sekali dipanggil Mon Roi?"


" Kan artinya Rajaku"


"Padahal awalnya aku kira itu artinya bosku atau atasanku"


" Sudah terlanjur ma chérie"

__ADS_1


" Dan beberapa hari ini kau tau kan jadwal Fashion show sedang padat-padatnya,besok Fendi dan lusa Vogue,jaga kesehatan dan istirahat yang cukup" lanjut Mario


" siap Mon roi,Jika Cecil tanda tangan kontrak dengan Fandi apa dia tidak akan hadir di Fantasi lagi?" tanya Mai


" Tetap akan hadir jika dia luang tapi prioritas utamanya adalah Fandi. Dan dia tidak bisa tanda tangan kontrak dengan Brand lain selama kontrak dengan Fandi masih berlangsung" terang Mario


" Untuk apa hadir di kantor? Kan Fandi pasti punya studio foto sendiri kan?"


" Memang punya tapi mereka biasanya mempercayakan pemotretannya di kantor kita,jadi mereka akan mengirimkan beberapa produk mereka,tapi bisa juga fotografer kita yang disuruh kesana" jawab Mario


" Kenapa seribet itu?ini dari Paris ke Roma Italia kan jauh, apakah mereka tidak punya fotografer sendiri?"


" punya tapi mereka khusus memotret produk untuk iklan,kamu tau sendiri tiap brand tidak hanya mengeluarkan baju tapi juga tas,sepatu, aksesories dll"


" Apakah selama itu pemotretannya?"


" untuk hasil bagus dan menarik aku rasa sepadan,apa kamu ingat dihari pertama permotretan kemarin? kenapa aku mengulang beberapa kali?" tanya Mario


" Karena angle yang kurang pas?"


" tidak hanya itu fokus, kecerahan, suasananya, ketajaman,dan detail dari model itu sendiri harus jelas. Aku tidak menerima hasil foto blur" jawab Mario


" Merci, déjà déposer (Terimakasih,sudah mengantar)" kata Mai saat mereka sudah sampai didepan lobby apartemen


" Harusnya kamu bilang Merci d'avoir dépose( Terimakasih sudah mengantar)" Jawab Mario


" mungkin ke depannya aku harus membuang kamusku karena salah terus" kata Mai


" iya, kenapa tidak pakai aplikasi penerjemah saja?" kata Mario


" eh.. tapi gak usah, mending tanya sama aku aja" lanjut Mario


" Yaya. Terserah pak bos saja" jawab Mai


" kalau boleh sih"


" boleh silahkan, mobilnya di parkir kalau begitu" jawab Mai


Setelah memarkirkan mobilnya dan mereka berdua menuju Apartemen Mai.


" Maaf jika kurang nyaman" kata Mai


" Tidak masalah,Dan kamu masih mendesain baju meskipun kini sudah jadi model?" tanya Mario dengan melihat beberapa desain baju di meja belajar Mai dan melepaskan jasnya dan diletakkan di kursi


"Tentu,itu cita-citaku dari kecil" jawab Mai sambil ke dapur


" luar biasa,bisa mempertahankan cita-cita sejak kecil tapi sekarang malah jadi model ya Mai"


" Maaf hanya ada green tea, silahkan" tawar Mai dengan membawa dua gelas teh di nampan


" Terimakasih, wanginya enak" jawab Mario dengan mendudukkan dirinya disofa dan mengambil teh dari nampan yang di pegang Mai


" oh . iya Ma Chérie, Minggu depan setelah Henry kembali,dia yang akan menjadi fotografermu" kata Mario seperti tidak rela


"oke Mon roi, Apakah pak Henry sedang bertugas di negara lain?" tanya Mai


"Iya, Setelah bertugas di Amerika dia sekalian berlibur,tolong bersabar jika dia mulai marah-marah padamu nanti" jawab Mario


" Apakah lebih kejam darimu Mon roi ?" tanya Mai menyimak


" ya kira-kira hampir sama, sebelum dia ke Amerika dia bermasalah dengan Yvone Karena Yvone. Ya.. agak susah diatur tapi mau bagaimanapun banyak brand yang menginginkan dia menjadi model di tiap peragaan busana mereka" Jawab Mario serius

__ADS_1


" Tapi setelah fashion week tadi, beberapa brand tertarik untuk beralih padamu,Lucas memang benar" Lanjut Mario


" Apakah aku tadi sudah bagus, karena jujur aku sangat gugup karena ini baru pertama kali aku ikut fashion week bertaraf internasional yang jelas banyak model dan desainer terkenal disini" kata Mai


" Kamu sudah luar biasa cantik, tadi pak Jhon Mehas dari Victoria's secret dan pak Jean Paul agon dari L'oreal tertarik padamu"


" Tertarik menjadikan aku model brand mereka?" tanya Mai


" Istrinya"


" Apa? yang benar saja,mereka kan sudah seperti kakekku" jawab Mai terkejut


" Ya jelas model dong Ma Chérie,mana rela aku melepaskan mu"


" menjadi istri mereka"


" Jadi kamu berharap aku menahanmu?" kata Mario


" Jelas aku menahanmu,kan kamu modelku,tadi siang juga sudah tanda tangan kontrak kan" jelas Mario sambil tertawa


" heee.. dasar" Mai memukul Mario dan mereka tertawa


" Makanya yang fokus kalau orang menjelaskan sesuatu,kamu terpesona dengan keseriusanku ya?" tanya Mario


" Aku gak terpesona,aku biasa aja"


" Yakin?"


" Yakin lha"


" Ya sudah ini sudah larut malam,aku pulang dulu, Bonne nuit ma chérie (selamat malam/tidur sayangku)" kata Mario sambil berdiri


" Terimakasih sudah mengantar dan mau mampir, hati-hati dijalan" jawab Mai sambil mengantar Mario ke Lift


Saat Mai kembali ke Apartemennya,dia berdiri di meja belajarnya dan melihat desain bajunya,tanpa sengaja dia menyentuh jas yang ada dikursi belajarnya. Dia baru menyadari jika jas Mario tertinggal.


Dia buru-buru mengambil ponselnya dan menekan nomor telepon dengan nama bosku.


" Hallo... Jasmu tertinggal" kata Mai


" Hallo aku dijalan, sebentar aku akan menepi" jawab Mario


" Tadi kamu bilang apa?" tanya Mario


" Jasmu tertinggal" jawab Mai


" tidak apa-apa,besok tolong bawakan"


" Tapi apa kata yang lain nanti jika tau aku membawa jasmu?" tanya Mai


" Ku pecat jika mereka menyakitimu atau melabrakmu" jawab Mario


" Meskipun itu Yvone?"


" untukmu Yvone pun akan ku pecat ma chérie"


" hahaha... sudah cukup gombalannya Mon roi,oke besok ku bawakan jasmu dan hati-hati dijalan"


" oke,mimpi indah tidurnya Ma chérie" Jawab Mario


Bersambung...

__ADS_1


Thanks for reading 😘😘


__ADS_2