
Happy reading happy people 😉😉
Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan like dan komentar positifnya 😘😘
Mai tetap melanjutkan niatnya membaca buku namun dia merasa seharusnya dia bersama dengan Mario, tapi saat ini Mario sedang mengantarkan bajunya. Lalu,tiba-tiba saja seseorang menutup kedua mata Mai dengan tangannya dari belakang.
POV Mai
Siapa ini,apa mungkin Kelvin?.. bukan ,dia gak bakalan berani. Atau Henry?.. Atau Mario? Tapi dia sedang menuju ke apartemenku.
" Hai.. Ma chérie, tegang sekali?" katanya
" ishh.. dasar Mon Roi" Aku menoleh kearahnya
" Katanya kencan dengan Kelvin?" tanya Mario sambil duduk disampingku
" iya, dia pergi mengantarkan Quincy dan Sophie pulang. Kenapa ada disini bukannya tadi sudah berangkat ke apartemenku?" tanyaku
" Saat dijalan aku lihat barang apa yang kau titipkan untukku antar, kenapa tidak membawanya waktu pulang nanti setelah ku lihat ternyata baju basah dan akupun kembali kesini,dan ini obat dan teh hangat sekaligus jaket dari bos Fantasi manajemen" jelas Mario dengan menyerahkan obat,teh dan jaket,aku benar-benar terharu melihatnya karena dia adalah satu-satunya pria yang begitu tulus padaku.
" Dasar bos Narsis,dan terimakasih Mon Roi" jawabku
" iya Ma chérie,cepat minum" kata Mario
" Kau tidak mau tau kenapa Sophie disini dan pulang diantarkan Kelvin?" tanyaku
" Siapa peduli, ****** sepertinya tidak pantas untuk dipedulikan" jawab Mario
__ADS_1
" Ayo pulang, orang-orang nanti terganggu dengan pembicaraan kita" ajakku
Kami jalan beriringan menuju tempat parkir dan Mario pun bergegas melaju. Dia mengenggam tanganku.
" Lihat sekarang tanganmu menjadi dingin,tidak ada hujan, kenapa biasa basah begitu coba jelaskan dan harus jujur atau aku bisa menanyakan cctv disana?" tanya Mario
" Baiklah. Aku disiram air oleh Quincy dan Sophie" jawabku jujur daripada dia susah-susah melihat cctv
" Jadi,,itu alasannya mengapa mereka berdua ada disana?" kata Mario sambil menghentikan mobilnya
" Iya, tapi itu hanya salah paham, Mereka mengira aku berpacaran denganmu dan dengan Kelvin jadi mereka marah" jawabku
" Kenapa kau tidak cerita tadi Ma chérie lalu kenapa Kelvin malah mengantar mereka pulang?" tanya Mario
" Setelah aku jelaskan, mereka jadi mengerti dan aku menyuruh mereka untuk mengobrol dengan Kelvin untuk mengalihkan perhatian,lalu aku bergegas ke tokoh baju tapi malah ada banyak orang yang meminta untuk foto bareng jadi lama dan waktu aku kembali mereka sudah tidak ada" jawabku
" emang aku niat awalnya baca buku Mon Roi, Jadi aku mengajak Kelvin kesana,dan aku bisa baca buku sendiri tanpa harus dengan Kelvin" jawabku
" Dasar kutu buku ayo kerumah dan kau bisa tidur diperpustakaanku" kata Mario sambil mengacak rambutku
" Benarkah? Oke ayo berangkat" kataku
Saat Perjalanan aku mengantuk dan tertidur dengan tangan Mario yang senantiasa mengenggam tanganku.
POV Mario
Senang sekali melihat malaikat kecilku tertidur disampingku. Aku terus menggenggam tangannya,aku sungguh merindukannya. Seminggu ini selain mengawasinya saat di tempat pemotretan, aku sama sekali tidak bertemu dengannya. Aku tidak bisa membayangkan jika dia pulang ke Indonesia atau menikah dengan orang lain. Tapi aku akan selalu disampingnya dan memastikan bahwa dia bahagia.
__ADS_1
Kami sampai dan aku menggendongnya masuk ke dalam rumah. Ada asisten rumah yang hendak bertanya tapi aku abaikan karena aku takut Mai akan terbangun.
" Bonne nuit ma chérie (selamat malam sayangku)" aku mencium keningnya
Akupun duduk di sofa didekat jendela sambil memandanginya. Dia begitu damai dan tenang. Sampai ponselku berbunyi dan membuyarkan lamunanku.
" Ada apa?" tanyaku
"..........
" Bagus, segera kirim ke emailku" jawabku
".......
" Baiklah hati-hati" Dan aku mengakhiri panggilannya
Aku berkutat dengan laptop didepanku. Banyak yang harus aku selesaikan termasuk pemeriksaan persiapan model fashion week dan juga scandal tentang Mai dan Kelvin juga sudah mulai mencuat seperti perkiraan. Setelah ini dengan Henry,lalu selesai.
Melihat kebersamaan Mai dan Kelvin Memang membuatku geram dan cemburu. Tapi setiap aku membahasnya dengan Mai di Chat malah terdengar lucu dan Mai selalu saja bisa merubah penilaianku. Membuatku tenang karena menjadi pemenang hatinya.
Karena Mai adalah model yang benar-benar profesional ,maka dia akan serius dalam kerja dan juga dalam scandal ini. Dia tidak segan untuk bergandengan atau bercanda tawa didepan umum dengan Kelvin. Mungkin jika dilihat langsung akan membuatku terbakar cemburu namun saat Mai menceritakan detailnya,aku sungguh tertawa dibuatnya. Kami memang berjanji untuk saling jujur dan percaya. Jadi dia sangat jujur apapun resikonya.
Dia mulai terbangun dan terlihat seperti orang binggung.
Bersambung..
Thanks for reading 😘😘
__ADS_1