
Happy reading happy people 😉😉
terimakasih sudah mampir dan meninggalkan like dan komentar positifnya 😘😘
POV Author
Setelah makan malam bersama keluarga Stephanie,Mai diantar James pulang kerumahnya.
Saat tiba dirumah Mai..
" Jadi ternyata kamu anak dari Pak Tanu Hoorne dan ibu Erika?" tanya James
" Benar Om, Om kenal orang tua saya?"
" Pantas nama Hoorne sepertinya aku kenal tapi lupa,aku kenal karena dulu ayahmu membantu kami mengurus segala surat kepindahan kami ke Prancis" terang James
" Mari Om mampir dulu,Saya sudah mampir kerumah Om, harusnya Om juga mampir kesini" tawar Mai
" Baiklah-baiklah, ayo turun" Kata James sambil bersiap untuk turun
Mereka berjalan dan masuk kerumah Mai.
" Padahal rumahnya sendiri juga besar kenapa kagum dengan rumah Mama yang sederhana" batin James
" Mai,sayang dan ..... kenapa bisa bersama pak James?" tanya Erika
" Iya Mai pulang bersama Om James dan tadi juga masih mampir ke rumahnya Om James" jawab Mai
" Loh tadi ditelfon katanya kamu pulang bareng teman trus masih mampir dirumah teman" kata Erika
" Apakah sekarang Mai bertemannya dengan Om-om" batin Erika
Mendapatkan tatapan tidak mengenakan,James pun menjelaskan
" temannya Mai adalah Stephanie anak saya,jadi jangan salah paham" jelas James
" Oalah . .. maaf-maaf sudah salah sangka, silahkan masuk dulu pak James,saya panggilkan ayah Mai sebentar"kata Erika sambil bergegas masuk
" Silahkan duduk Om, maafkan Mama saya sudah salah paham terhadap Om, apakah Om mau kopi?" tanya Mai
" iya boleh,gulanya sedikit saja" jelas James
Mai masuk ke dapur sedangkan ayah dan mamanya menemui James.
__ADS_1
" Pak James,apa kabar?" pak Tanu sambil berjabat tangan dengan James
" Baik pak,saya baru tau bapak punya anak perempuan" jawab James
" Iya dia mengeluti dunia Desainer jadi tidak pernah terlihat bersamaku dan sekarang malah menjadi model" jelas pak Tanu
" Saya kira anak pak Tanu hanya Taka Hoorne karena dia seperti anda yang bekerja di pemerintahan,dan dia seorang jenius mudah, satu-satunya pejabat yang berusia 21 tahun tapi sudah punya banyak pengalaman" terang James
" Iya dia mirip dengan kakaknya, dia akan fokus pada hal yang ingin dia capai" jelas Pak Tanu
" ini Om silakan di minum kopinya" Mai menyuguhkan kopi untuk James
" Terimakasih Mai"
" iya sama-sama Om" jawab Mai
" Kakak sudah datang? kak sini deh" kata Taka sambil menarik tangan Mai
" Ka,ini masih ada tamu,kamu ini pejabat macam apa,manja begini" kata Mai sambil mencubit adiknya
" oh.. iya malem Om,saya Taka Hoorne,dan boleh tau siapa nama Om?" tanya Taka sambil berjabat tangan
"Om James,jadi ini Taka Hoorne anak dari pak Tanu Hoorne" James membalas jabatan tangan Taka
"Di Perancis,Waktu Papa mengajakmu mengambil berkas-berkas Papa yang masih tertinggal disana" jawab pak Tanu
" Oh...iya Pak James Angkasa, pemilik dan pemimpin Angkasa Group kan, tapi kenapa yang duduk di kursi CEO orang lain?" tanya Taka penasaran, meskipun dia memahami bahwa seorang CEO belum tentu pemilik dari perusahaan tersebut tapi dia penasaran alasan kenapa pak James menyerahkan perusahaannya yang besar pada orang lain,apa tidak takut dihianati
" Iya biar bisa fokus dengan keluarga, jadi asistenku yang menghandle perusahanku" jawab James
" Benar-benar pengusaha yang tidak perhitungan dan mempercayakan perusahannya begitu saja pada asistennya, dan Om James tinggal menunggu hasil di Prancis sana dengan keluarganya" batin Mai
" Kopi yang enak, terimakasih Mai dan sepertinya saya sudah harus pulang,saya permisi dulu pak Tanu dan ibu Erika,Taka,Mai" pamit James dan mulai berdiri
" Iya Om hati-hati dijalan dan saya juga berterima kasih untuk tumpangan ke Indonesia dan sudah mengantar saya pulang" Kata Mai
Sepulang James,Pak Tanu dan ibu Erika duduk dan memanggil Mai untuk duduk juga diruang keluarga.
" Mai jelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi di Paris" Pak Tanu membuka pembicaraan
" Ayah,aku jelaskan pelan-pelan ya. Pertama,isuku dengan model yang bernama Kelvin itu aku membangun chemistry karena aku ada projek iklan dan beberapa pemotretan dengannya,kedua isu dengan Henry,dia adalah Fotograferku untuk pemotretan di Kantor Fantasi dan jika kami keluar bersama adalah untuk hunting foto bersama" jelas Mai sedikit berbohong tapi memang ada benarnya
" Jadi begitu,lalu kenapa tidak mengadakan konferensi pers untuk memulihkan namamu?" Tanya Erika
__ADS_1
" Ma,isunya berdekatan dengan fashion weekku dengan Dior,jika aku melakukan konferensi pers sebelum atau sesudah fashion week,itu akan seperti aku mencari sensasi untuk menarik perhatian" jelas Mai yang ada benarnya
" Iya kakak benar,jika kakak semakin menjelaskan tentang yang sebenarnya,para wartawan akan semakin mengejarnya,hal terbaik adalah membiarkannya pudar dimakan waktu" Bela Taka,dia benar-benar pembela nomor 1 kakaknya
" Dasar kamu itu,pro sekali dengan kakakmu" kata Erika sambil melipat tangannya
" Iya karena ada maunya itu ma,Udah oleh-olehnya di koper kakak, sekalian taruh koper kakak di kamar ya adikku sayang" kata Mai sambil mencubit pipi Taka
" Oke siap bos,asik game baru" Taka berlari dan langsung membawa koper Mai menuju kamar Mai
" Kamu itu,dia sudah umur berapa,kamu masih saja membelikannya game" kata Pak Tanu
" Dia itu terlalu banyak membaca buku ayah, lagipula cuma itu hiburannya" jelas Mai berharap bisa mengalihkan pembicaraan
" Jangan coba-coba mengalihkan pembicaraan Mai, Meskipun kami tidak pernah kamu sebut didunia yang kau geluti tapi kamu tetap membawa nama Hoorne" jelas pak Tanu
" Lalu Ayah ingin aku bagaimana bisa membuat ayah senang?" tanya Mai
" Kamu ternyata peka juga ya,besok ayah kedatangan tamu,maukah kamu bertemu dengannya?" tanya Pak Tanu
" Ayah ingin menjodohkan aku? ayah ini jaman apa? kenapa main jodoh-jodohan sih?"
" Ayah tidak menjodohkanmu,ayah kan sudah bilang temui tamu ayah" jawab Pak Tanu
" Baiklah kalau begitu ayah jawab pertanyaanku"
" Pertanyaan apa?"
"Ayah yakin mau menjawabnya?"
" yakin"
" Janji akan jujur?"
" iya janji,apa pertanyaannya?"
" Siapa orang tua kandungku?"
Seketika itu Pak Tanu terdiam,dia menyadari akan ada hari dimana dia tidak bisa terus-menerus merahasiakan identitas Mai yang sebenarnya. Tapi pak Tanu tidak menyangka akan secepat itu, padahal dia merasa baru kemarin menemukan Mai dalam kecelakaan pesawat. Dia bertanya-tanya darimana Mai bisa tau akan hal ini? Yang tau hanya pak Tanu, istrinya dan orang-orang yang mengurus seluruh surat adopsi Mai. Siapakah yang membocorkan rahasia ini?
Bersambung..
thanks for reading 😘😘
__ADS_1