EviL Eyes

EviL Eyes
Bisakah percaya pada Mario?


__ADS_3

Happy reading happy people 😉😉


Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan like dan komentar positifnya 😘😘


POV Mai


Hari baru lagi,siap tidak siap aku harus menghadapinya. Aku sengaja naik taksi agar tidak ada yang tau jika aku adalah kakak Stephanie, Sedangkan Stephanie berangkat sendiri dengan mengendarai mobilnya.


" Bonjour Ma chérie (Pagi Sayangku?)" Sapa Mario dengan tersenyum cerah


" Bonjour Monsieur (Pagi Pak)" jawabku dengan tersenyum canggung


" Heii..kau malu akan bertunangan denganku? jika sudah menjadi nyonya Maurer kau tidak perlu lagi datang kesini" ucap Mario sambil menggenggam tanganku, sungguh aku malu


" Aku akan tetap menjadi Model atau kalau tidak ya menjadi Desainer baju" jawabku dan kami memasuki lift


" Kau tampak tidak sehat, apa kau tidak enak badan?" tanya Mario sambil memegang keningku


" Aku baik-baik saja,aku sehat cuma mungkin kelelahan setelah perjalanan kemarin" jawabku melepaskan tangannya dan menghindari tatapan mata Mario


" Kau kenapa? Apakah ada masalah?"tanya Mario


Sebelum aku menjawab, liftnya sudah sampai dilantai 9 jadi aku mencoba menghindarinya.


" Aku duluan ya,Ada pemotretan" pamitku tapi Mario menahan tanganku


" Akan aku atur kau pemotretan dengan Troy biar Henry pemotretan dengan Yvone saja" Mario sambil menarik tanganku untuk menemui Troy


" Troy,untung kau sudah datang. Untuk seminggu ini kau yang menjadi fotografer Mai,Dan Henry menjadi fotografer Yvone" perintah Mario


Kemudian Mario tersenyum kearahku dan berlalu begitu saja. Aku harus berbicara dengannya.


Setelah sesi pemotretan yang lama..


Aku lupa selain Mario dan Henry yang menjadi Fotograferku maka akan memakan waktu yang lama. Dan meskipun Troy bisa tapi tetap saja butuh waktu yang cukup lama. Apa baiknya aku kembali menjadi desainer baju saja?Karena Fotografer lainnya pasti tidak bisa fokus saat memotretku.


Aku bertemu Mario di Lobby. Aku ingin menghindarinya tapi langkahnya lebih cepat dariku. Aku ingin terlihat natural dan akan mengajaknya membicarakan masalah mengenai Papanya.


" Maukah pulang bersamaku ma chèrie?" ajak Mario

__ADS_1


" Baiklah ayo" jawabku


Aku duduk bersama Mario tapi untuk pertama kalinya aku binggung harus membicarakan apa. Aku merasa jauh darinya.


" Apakah kau masih merindukan keluargamu?" tanya Mario dan tersenyum kearahku


" Iya,adikku manja sekali ,aku jadi merindukannya" jawabku dan aku bingung bagaimana caranya menyampaikan pada Mario tentang Papanya


" Kau kenapa beda sekali, apakah ada masalah?"Tanya Mario


" Sebenarnya ada yang ingin ku sampaikan" aku menunduk tidak bisa melihat kearahnya


" Sampaikan saja,kita sudah janji untuk saling jujur dan percaya kan?" tanya Mario


Benar,aku harus percaya pada Mario. Pasti Mario tidak tau tentang niat jahat Papanya. Dan aku juga percaya pada Papa James.


" Apa kau tau apa niat tersembunyi dari Papamu? mengapa beliau ingin menjodohkan kita?" tanyaku


" Ya karena aku bercerita pada Papa bahwa aku menyukaimu dan beliau langsung menyetujuinya ,sudah tidak ada alasan lainnya" jawab Mario santai, sepertinya dia jujur


" Benarkah tidak ada alasan lain? Kau kan anak pejabat" tanyaku


" Kau juga anak dan kakak dari pejabat" jawab Mario yang ada benarnya


" Kenapa kau bertanya alasan Papaku menjodohkan kita? bukankah kemarin kau baik-baik saja dan setuju untuk bertunangan?" Tanya Mario


" Tapi ada rahasia dibalik itu" jawabku


" Apa?" tanya Mario


" Papamu ingin menggunakan darahku untuk membuka sebuah segel pintu" jawabku


" Segel pintu apa?” tanya Mario


" Jika kau memang menyayangiku, tolong cari tau tentang hal itu"jawabku memohon pada Mario


" Tapi pintu apa itu?" tanya Mario


" Aku juga tidak tau yang pasti itu adalah masalah kakek buyutmu dengan temannya,tolong kau cari tau, karena aku akan dikorbankan cepat atau lambat" jelasku tapi tidak mengungkapkan identitasku yang sebenarnya

__ADS_1


Aku yakin Mario akan melindungiku. Dia pasti akan mencari tau tentang apa yang terjadi pada kakek buyut kami.


" Kau tenang saja,aku pasti akan membantumu,ini permen coklat siapa tau bisa membuatmu sedikit rileks" Mario menyodorkan permen,namun aku tiba-tiba merasakan ada yang aneh


" Tidak usah,aku tidak sepanik itu juga,aku ingin pulang saja" aku berusaha menolak permen tersebut sehalus mungkin lalu aku menghadap ke jendela


" Yasudah kalau begitu, sebentar lagi kita akan sampai" jelas Mario meletakkan permen coklat tersebut dikotak sampingku dan akupun masih menatap jendela mobilnya


" Sudah sampai, terimakasih" ucapku tapi Mario tidak berhenti di lobby malah terus keparkiran


" Apa aku tidak boleh mampir?" tanya Mario dengan serius menyetir tanpa menoleh kearahku


Aku membiarkan dia mampir dan sekarang berjalan mengikutiku. Aku tidak tau harus bagaimana menghadapinya.


" Mai kau takut padaku? Apa sekarang kau tidak percaya padaku?" tanya Mario tetap berada dibelakangku


" Aku percaya tapi aku tidak bisa percaya pada Papamu,maaf tapi sebaiknya kita tidak perlu bertunangan apalagi menikah,aku masih ingin hidup dengan keluargaku Mon Roi" jelasku dan kami sudah sampai di depan apartemenku


" Ayo masuk dulu" aku mengajaknya masuk


" Kau mau minum?"tanyaku


" Tidak perlu,sini kau duduk saja" ucap Mario sambil menepuk sofa agar aku duduk disampingnya


" Baiklah" Akupun duduk


" Aku akan mencari tahu Segala informasi yang kau butuhkan,tapi percayalah bahwa aku sama sekali tidak ada niat jahat terhadapmu, Dan aku sungguh ingin menikah denganmu membaca buku kesukaan kita dan pergi untuk membeli tarte tartin, crème brulée dan baguette dan kita akan menua bersama" Mario mengenggam tanganku erat


" Tapi bagaimana dengan Papamu?" tanyaku


" Aku akan menghadapinya tapi aku harus tau apa niat Papa yang sebenarnya" ucap Mario dengan memikirkan sesuatu


Ting.. tong...


Bel berbunyi namun seketika pandanganku menjadi gelap. Aku harus bagaimana?


Aku mulai tersadar tapi tanganku terikat dan mataku tertutup kain lalu mulutku juga di bekap. Hanya terdengar deru mesin mobil. Aku takut sekali. Untuk kesekian kaliannya aku diculik. Siapa mereka? Apakah Mario juga terlibat dengan hal ini? Papa James benar, harusnya aku mengikuti saran Papa untuk melepaskan Mario.


Siapapun tolong aku...

__ADS_1


Bersambung...


thanks for reading 😘😘


__ADS_2