
Happy reading happy people 😉😉
Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan like dan komentar positifnya 😘😘
POV Author
Keluarga Stephanie menjemput Mai ke apartemennya. Dan mereka menuju bandara untuk kepulangan ke Indonesia.
" Mai, Apakah tidak masalah ikut kami ke Indonesia?" tanya Nadine
"Tidak masalah Tante, Lagipula saya memang disuruh pulang oleh ayah saya" jawab Mai
" Kenapa disuruh pulang? Apa sudah tidak boleh tinggal disini?" tanya Nadine
" Bukan sayang, orang tuanya salah paham dengan berita skandalnya" jelas James sambil tetap fokus menyetir
" Lalu apakah benar antara kau Kelvin dan pak Henry ada skandal?" tanya Stephanie
" Tidak An,ini hanya tugas dari pihak Dior saja untuk membangun chemistry dengan Kelvin, karena kau tau sendiri aku ada iklan bersamanya sedangkan dengan Henry kami hanya hanting foto" jelas Mai menutupi fakta yang sebenarnya
" Iya juga sih,kamu ada beberapa pemotretan bersama Kelvin ya dan iklan juga" Stephanie sambil menengok ke belakang dimana Mai duduk disamping Nadine
" Ma kalau dilihat-lihat begini, Mai memiliki mata yang sama dengan Mama dan bibirnya sama dengan Papa James" Stephanie baru menyadarinya
" Benarkah?, jangan-jangan Mai adalah Jena kita ma" kata James sambil mendadak berhenti
" James,kepalaku sakit"kata Nadine
" Pa,kenapa ngerem mendadak sih?" Stephanie memegang dadanya yang sakit karena sabuk pengaman
" Maaf-maaf setelah menoleh ada kucing Lewat"jelas James
Setelah perjalanan beberapa menit mereka akhirnya sampai di Bandara dan langsung menuju pelataran parkir jet pribadi.
" Akhirnya aku terbang menggunakan jet pribadi papa juga" Stephanie dengan mengandeng lengan Papanya
" Iya, Papa tidak ingin pergi kemanapun jika tidak dengan Mamamu dan ini pertama kalinya setelah 21 tahun"jelas James
" Tante Nadine pasti bahagia ya punya Om James yang senantiasa disamping Tante" kata Mai
" Iya, Tante bersyukur memiliki James dia tidak pernah meninggalkan Tante,bahkan karena kecerobohan Tante hingga kami kehilangan Jena kakaknya Stephanie,James tidak pernah sekalipun marah padaku,malah selalu menungguku disaat aku berada dititik terendah dalam hidupku, karena terlalu mencintai Jena aku sampai depresi saat tau dia meninggal karena kecelakaan pesawat" terang Nadine dengan berkaca-kaca mengingat kejadian 21 tahun yang lalu.
" Sudah jangan sedih lagi Tante,jika Jena anak Tante masih hidup,dia pasti sedih jika Mamanya yang tersayang bersedih hati, Sekarang Tante harus bahagia" hibur Mai dan Nadinepun tersenyum
__ADS_1
James dan Stephanie sudah lebih dulu masuk ke dalam jet pribadi,Nadine masih berfikir untuk masuk hingga tangan Mai menyentuh tangannya dan Nadine tersadar dari lamunannya.
" Tante ayo masuk" Mai sambil menggenggam tangan Nadine erat
" Iya ayo" Nadine merasakan ada kelegaan di hatinya
Ini adalah langkah awal Nadine untuk pulang ke Indonesia. Nadine merasa tenang karena ada Mai yang menemaninya. Terasa aneh tapi juga terasa melegakan karena Mai bisa memberikannya kekuatan.
Setibanya di Indonesia...
" Mai apakah kamu mau mampir dulu kekediaman kami?" tanya James
" iya nanti aku kenalkan pada nenek Margaretha" Stephanie dengan mengenggam tangan Mai
" Baiklah saya mampir" kata Mai
" Kabari dulu orang tua kamu biar tidak khawatir" kata Nadine
Mai mengikuti saran Nadine,dia menghubungi ayahnya kalau dia masih mampir kerumah temannya.
" Sudah Tante" kata Mai
" Baiklah ayo,apa kamu tidak lelah?" tanya Nadine
" Tidak Tante" jawab Mai
Mai dan Nadine seakan terdiam dan larut dalam pikiran masing-masing. Dan ini membuat James dan Stephanie tertawa.
" Kalian ini kenapa sama-sama bengong begitu?" tanya James
" Rumah Mama masih sama seperti dulu,tidak pernah berubah, elegan dan artistik" jawab Nadine
" Rumahnya elegan dan besar" kata Mai polos
" Ayo masuk semuanya" kata James
Mereka berempat masuk dan di sambut oleh beberapa pelayan. Dan Nenek Margaretha turun dari kamarnya untuk menemui anak dan cucunya. Dia akan memulai drama
" Anakku Nadine, cucuku Stephanie akhirnya kalian pulang, setelah sekian lamanya" nenek Margaretha memeluk Nadine dan Stephanie sambil menanggis
" Ma,anak mama kan aku" ucap James sambil jarinya menunjuk dirinya sendiri
Margaretha menoleh ke arah James dan baru menyadari jika yang datang tidak hanya mereka bertiga.
__ADS_1
" Eh... gadis cantik ini siapa? Bajunya bagus sekali, Bolehkah aku siapa yang merancangnya?" tanya nenek Margaretha, karena beliau juga seorang perancang busana namun suka sekali dengan baju gaya casual dan Vintage
" saya Mai,teman seprofesinya Stephanie dan meskipun bajunya tampak sederhana tapi ini baju rancangan saya sendiri" jelas Mai
" Kamu model sekaligus perancang busana? Wah... hebat sekali" kata nenek Margaretha sambil menggenggam tangan Mai
" Kenapa keluarga ini suka sekali skin skip ya,Tapi aku merasa mudah akrab dengan mereka" batin Mai
" Sebelum menjadi model di Paris saya mengambil jurusan desain baju dan sempat mengikuti acara pameran rancangan busana di Jakarta convention center" jelas Mai
" Benarkah? wah....." kata nenek Margaretha tapi dipotong oleh James
" Ma, apakah Mama tidak menawari kami makan,ini sampai kapan kita berdiri terus" kata James merengek pada Mamanya
" Dasar masih saja bersikap manja,tapi aku jadi lupa,ayo kita makan dan Mai nanti menginap disini kan?" tanya nenek Margaretha
" Maaf,saya hanya mampir setelah itu pulang" jawab Mai
" Oma,Mai juga pasti rindu keluarganya dan dia juga lelah karena perjalanan ini, kenapa Oma tidak tanya kabarku?" tanya Stephanie
" Iya-iya cucu Oma yang sama seperti Papanya manja sekali kamu ini, bagaimana pemotretannya,lancar? apakah kamu sudah menggaet bosmu?" tanya Nenek Margaretha dengan merangkul pundak Stephanie
" Nah.. gini dong Oma,aku baik-baik saja dan luar biasa baik soalnya untuk pertama kalinya Mama sudah mau ke Indonesia dan untuk bosku sepertinya suka dengan Mai" jelas Stephanie sambil semuanya duduk di kursi masing-masing
" Benarkah Mai?" tanya nenek Margaretha
" Dia bahkan bisa membuat Nadine pulang ke Indonesia" jelas James
" Tapi itu karena saya memberi tahu kabar tentang ibu Seruni dan bapak Rudi Cokrodiningrat" jawab Mai
" Iya maaf tidak memberi tahumu,Mama khawatir kamu nanti semakin sedih lalu seiring berjalannya waktu, Mama sampai lupa " jelas Nenek Margaretha
" Iya tidak apa Ma,dan besok rencananya aku mau berziarah ke Yogyakarta, aku menyesal tidak bisa berada di samping ibu dan bapak disaat-saat terakhir mereka" sesal Nadine
"Sudahlah Dine,tidak perlu disesali. Kamu sudah berhasil menghadapi ketakutanmu saja adalah hal yang luar biasa" jelas Nenek Margaretha menenangkan Nadine yang tampak berkaca-kaca
" Tante Nadine harus sabar dan kuat,Tante harus menjadi contoh baik bagi Stephanie" Mai mengenggam tangan Nadine
"Iya Ma,sudah jangan sedih-sedih lagi ya" kata Stephanie
" Seperti dua anak yang menenangkan hati Mamanya, kalau saja Mai anak kami,pasti Nadine akan bahagia" batin James
Dan James memikirkan suatu hal, Dan sepertinya kedua asistennya yaitu Alex dan Jhony akan dikerahkan untuk mencari sesuatu.
__ADS_1
Bersambung...
thanks for reading 😘😘