
Happy reading Happy people 😉😉
Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan like dan komentar positifnya 😘😘😘
POV Mai
Setelah aku bangun dan mandi,masih dirumah Stephanie. Aku berniat bergegas pulang ke apartemenku bersiap-siap untuk berangkat ke kantor Fantasi.
" Anie,kamu kan nanti mengajukan cuti,aku barengan boleh?" tanyaku
" iya boleh" jawab Stephanie masih mengantuk dan masih diranjangnya
" Oke aku pulang dulu ya" kataku dan akupun keluar dari kamar Stephanie
" iya,take care Mai" kata Stephanie masih memeluk gulingnya
Aku turun dan benar kata Stephanie bahwa akan ada banyak adegan romantis, seperti saat ini,aku mau turun jadi tidak enak sendiri. Mereka tidak malu tapi aku yang mau lewat jadi malu sendiri. Namun Om james menyadari kehadiranku dan menghentikan aksinya.
" Mai,masih pagi sudah bangun saja" kata Tante Nadine
" Iya Tante, Saya mau pulang dulu ke apartemen mau ganti baju dan bersiap sebelum berangkat kerja" jawabku
" Kenapa tidak memakai baju Stephanie saja?" tanya om James
" Tidak Om saya lebih baik memakai baju saya sendiri lagipula banyak yang perlu saya bereskan" jawabku
" Seperti Tante Nadine saja,dulu juga begitu,Auh... sayang sakit" jawab Om James perutnya disikut oleh Tante Nadine jadi tidak melanjutkan kata-katanya
" Kamu tidak sarapan dulu Mai?" tanya Tante Nadine
" Tidak usah Tante" jawabku
" yasudah kalau begitu bawa saja ya,mau kan? ini ada baguette dan soup a l'oignon" Kata Tante Nadine sambil memasukkan roti dan sup kekotak makan
" Terimakasih Tante Nadine,sudah mengizinkan menginap dan masak untuk saya juga" kataku dengan hampir menanggis
" Sering-seringlah mampir,Tante senang jika ada yang satu selera dengan Tante" kata Tante Nadine
" Baiklah Tante,saya pamit pulang dulu Tante" pamitku
" Ayo Om antar" kata Om James sambil mengambil kunci mobil
" Tidak usah Om,saya bisa pulang naik taksi" jawabku
" Tidak usah menolak,Tante khawatir anak gadis pulang sendirian" kata Tante Nadine
" Tapi ini kan pagi bukan malam Tante" jawabku
" Sudahlah ayo" kata Om James dengan berjalan keluar rumah
Akupun pamit pada Tante Nadine dan mencium tangannya. Tante Nadine tampak berkaca-kaca namun aku bergegas pergi sebelum hari semakin siang.
__ADS_1
Aku memasuki mobil Om James, terlihat biasa diluar tapi dalamnya luar biasa mewah.
" Sudah siap Mai" tanya Om James
" Siap Om" jawabku
" Om bolehkah menyalahkan lagu?" tanyaku
" Tentu saja" kata Om James
" Baby.... I'am dancing in the dark,with you between my arms" aku menyanyikan reffnya
" Hei... ini lagu favorit Mama Nadine" kata Om James
" Benarkah? ini saya juga suka,begitu romantis lagunya" jawabku
" Ini lagu yang aku nyanyikan dulu waktu kami menikah" kata Om James
" Berarti ini lagu jadul ya Om" aku tertawa
" Kamu mengingatkan Om pada Tante Nadine saat muda" kata Om James
" Tapi Om sama Tante Nadine masih kelihatan muda kok, seperti kakaknya Stephanie,kelurga Om juga kompak, saling mengisi dan memahami" kataku jujur
" Apakah kamu berniat pulang ke Indonesia dalam waktu dekat?" tanya Om James tiba-tiba
" Iya,Kok Om bisa tau?" tanyaku heran
" oh.. iya Om, saya mau pulang,tapi sepertinya setelah fashion week besok Om,kenapa memangnya Om?"Tanyaku
" Jika bisa cuti bersamaan dengan Stephanie,Om mau minta tolong" kata Om James
" Tolong apa Om? kalau saya bisa pasti saya akan bantu" Jawabku
" kalau kita pulang ke Indonesia dihari yang sama Om ingin kamu duduk disampingnya Tante Nadine" kata Om James dan membuatku semakin heran
" Kenapa tidak dengan Om atau Stephanie saja? lagian kan bisa duduk bertiga dan Tante Nadine ditengah, lagipula kan saya tidak tau Om naik penerbangan mana" jawabku binggung
" Oh.. tenang saja,kita tidak naik pesawat komersial" jawab Om James
" Loh trus naik apa Om? perjalanan darat trus laut begitu?Apa Tante Nadine trauma naik pesawat Om?" jawabku jadi penasaran
" Naik jet pribadi,jadi tidak perlu dipikirkan naik penerbangan apa, bukan pesawat yang membuat Tante Nadine trauma tapi kehilangan kakaknya Stephanie menuju bandara yang membuatnya takut untuk pulang. Tante Nadine takut jika kami sekeluarga ke bandara maka hal serupa akan terjadi pada Stephanie" jelas Om James
" Ini keluarga Stephanie terlihat sederhana tapi kaya banget ya, sampai punya jet pribadi segala, furniture didalam mobil juga pasti butuh milyaran buat renovasi nih mobil" Batinku
" Jadi saya tidak perlu beli tiket pesawat Om?" tanyaku
" tidak usah beli tiket,cukup temani Tante Nadine saja,dan kalau bisa cutinya barengan sama Stephanie ya,kalau bisa ya seminggu juga biar baliknya kesini juga bisa bareng" jelas Om James
" Baiklah saya usahakan Om,Dan terimakasih" kataku
__ADS_1
" Syukurlah rejeki gak boleh ditolak, lumayan bisa hemat uang hingga 40jt kalau PP,tapi itu belum termasuk kelebihan bagasi" batinku
" sudah Sampai Om,makasih sudah mau mengantar Mai pulang" kataku dan kemudian turun dari mobil
" Ingat untuk cuti seminggu ya Mai,Om pulang dulu" kata Om James dengan melambaikan tangan
" iya saya usahakan Om,dan hati-hati dijalan" akupun ikut melambaikan tangan
Aku bergegas masuk Apartemen dan berniat untuk bersiap. Namun saat aku masuk, aku lihat bos besar ternyata tertidur di sofaku.
" Mon Roi bangun, sudah pagi" kataku sambil mengucang badannya agar dia terbangun
" Kau kemana saja tidak pulang Ma chérie?" tanyanya
" Maaf aku tidak mengabarimu,aku menginap dirumah Stephanie,ini aku bawakan sarapan" kataku sambil menyodorkan makanan yang ku bawa
" Iya aku lapar, semalaman menunggumu" kata Mario
" Kenapa tidak pulang kerumahmu sendiri Mon Roi ?"Tanyaku sambil membuka kotak makan
" Aku merindukanmu jadi aku kesini sebelum pulang,tapi malah ketiduran" kata Mario
" Tadinya aku berniat ganti baju dulu baru mampir kerumahmu" jawabku
" Untuk apa?" tanya Mario
" Ingin berbagi ini, rasanya enak. Dan ini semua buatan mamanya Stephanie" kataku
" Kau masih ingat padaku? aku kira sudah lupa" Mario terlihat ngambek manja
" Tidak pernah Mon Roi,dasar manja. Kamu tau kemarin Tante Nadine juga masak Ratatouille dan Farci poitevin,enak pokoknya,dan saat melihat Ratatouille itu terbayang saat makan denganmu" jelasku
" Kau tidak calling biar aku ikut kesana,ikut makan maksudnya" kata Mario
"ish... dasar, Mon Roi,Aku boleh cerita?" tanyaku ragu-ragu
" tanya saja ma chérie,Ada masalah Apa?" tanya Mario menatapku tajam dan tangan kanannya berada dipipiku
" Bolehkah aku.." aku belum selesai tapi Mario sudah memotong pembicaraan
" Boleh Ma chérie,apapun pasti boleh,asal bukan yang aneh-aneh" kata Mario sambil memegang kedua pipiku
" Dengarkan aku dulu Mon Roi" Kataku dengan memegang kedua tangannya
" iya-iya aku dengarkan, bicara saja" kata Mario
" Aku ingin....
Bersambung...
Thanks for reading 😘😘
__ADS_1