EviL Eyes

EviL Eyes
pelangi setelah badai reda


__ADS_3

Happy reading happy people πŸ˜‰πŸ˜‰


Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan like dan komentar positifnya 😘😘


POV Mai


Setelah kejadian di San Fransisco California Amerika,aku memutuskan untuk tinggal dirumah Papa James dan Mama Nadine. Papa menyembunyikan masalah ini dan bilang pada Mama jika aku sedang tidak enak badan jadi sepulang dari Amerika Papa mengajakku pulang.


Untungnya Mama percaya dan sudah 2 hari ini aku tidak ke studio. Mario memberikan aku cuti seminggu dan dia juga datang menjengukku seperti hari ini.


" Apa kau sudah baikan?" Tanya Mario


Sebenarnya bukan sakit tapi lebih tepatnya sedang syok saja.


" Sudah lebih baik,Mama, Papa dan Stephanie selalu menjagaku" jawabku


" Aku membawakanmu kue,mau turun atau aku ambilkan kesini?" Tanya Mario


" Tidak perlu,aku turun saja dan sekali lagi maaf sudah berprasangka buruk terhadapmu kemarin" ucapku


" Kau sudah bilang begitu kemarin,aku yang seharusnya minta maaf karena tidak memberi tahumu tentang rencanaku,dan maafkan Papaku" Mario terlihat tampak sedih


" Maaf karena aku, kau malah kehilangan Papamu,aku sungguh minta maaf" Ucapku sambil menggenggam tangan Mario


" Sudahlah tidak masalah,aku sudah berjanji siapapun yang mencelakaimu aku akan membunuhnya meskipun itu adalah Papaku sendiri" Mario kemudian dia memelukku


" Sekarang kau hanya perlu percaya padaku,aku akan melindungimu. Dan jadilah Nyonya Maurer" Ucap Mario masih memelukku


" Jadi kau ingin melamar anakku dengan keadaan seperti ini?" Papa berdiri di pintu dan melipat tangannya


" Maaf Om,saya juga tidak bermaksud seperti itu, saya hanya meyakinkan Mai saja jika saya serius padanya" Ucap Mario dengan terlihat gugup dan salah tingkah


" Aku hanya bercanda" Papa masuk dan duduk di kursi sebelah ranjangku


" Pa cerita dong, bagaimana dulu waktu Papa melamar Mama?" tanyaku pada Papa


" Papa dulu melamar Mamamu di tengah pertemuan keluarga" jawab Papa


" Pas lagi tegang-tengangnya Papamu tiba-tiba melamar mama,Mama kan juga malu,untung diterima gimana kalau orang tua Mama gak setuju? kan Mama gak tega sama Papamu" Mama ikutan nimbrung


" Mama,aku pikir masih masak" ucapku

__ADS_1


" Ini Mama bawain kue yang tadi dibawakan Mario, ternyata selera kamu sama dengan Mama ya"ucap Mama


" kan udah aku cerita waktu kapan hari aku menginap disini" jawabku


" Iya dan siapa sangka ternyata kamu anak Mama" kata Mama Sambil meletakkan kue di meja samping


" Kamu tau, pertama kali bertemu kamu waktu kamu bertanya jalan, Mamamu jadi banyak melamun, tiba-tiba merasakan kalau harapan jika Jena masih hidup jadi semakin menguat dan ingin bertemu denganmu lagi dan seperti sudah ditakdirkan kamupun menginap dirumah ini,Dan setelah sekian lama akhirnya Mamamu juga bisa ceria, masak banyak dan mau pergi ke Indonesia" jelas Papa tampak berbinar


" Sudah-sudah ayo makan kuenya,kamu mau ini apa bubur sayang?" tanya Mama


" Aku kue ini saja sayang" jawab Papa


" Sayang,aku bertanya pada Jena bukan padamu,kamu sehat jika ingin apa tinggal ambil sendiri" ucap Mama


" Sudah aku makan roti ini saja Ma, setelah itu aku mau minum obat" jawabku


" Apakah perlu Mama ambilkan sup?" tanya Mama


" Tidak perlu,ini saja sudah ada susu" jawabku


" Yasudah Mama tinggal dulu, Sayang ayo berikan mereka waktu berdua" Ucap Mama sambil menarik Papa


" Nanti Mario menculik Jena lagi,aku tidak mau keluar aku akan menjaganya" ucap Papa


" Kau harus melamar Mai dengan romatis" ucap Papa James


Melihat mereka bertiga aku bahagia,aku merasa lebih baik.


" Aku akan istirahat dan jika besok sudah baikan aku akan kembali bekerja" Ucapku dan Mario menoleh kearahku


" Jangan dipaksakan jika masih tidak enak badan, istirahat saja yang tenang" jawab Mario


" Aku pulang dulu,masih harus mengambil beberapa foto dan kembali ke kantor,semoga cepat sembuh Ma chΓ©rie" Ucap Mario dengan mengelus pipiku


" Hati-hati dijalan,maaf aku tidak mengantar kedepan" ucapku


" Biar Mama saja yang antar,ayo Mario"Ucap Mama lalu mereka berdua keluar dari kamarku


Tinggal aku dan Papa. Ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan, kemarin aku masih syok dan sekarang aku ingin tau sesuatu.


" Pa,boleh aku bertanya?" tanyaku

__ADS_1


" Tanya apa sayang?" Tanya Papa sambil mengelus rambutku


" Bagaimana bisa Papa sampai di San Fransisco California Amerika tepat waktu?" Aku masih heran bagaimana cara Papa menemukan keberadaanku,Paris dan san Fransisco cukup jauh


" Maafkan Papa Sebelumnya,tapi Papa sudah memasang beberapa cctv berukuran kecil di apartemenmu, jadi jika ada kejadian mencurigakan atau ada yang mencelakaimu di apartemen,Papa akan tau siapa pelakunya" Jawab Papa dan aku cukup terkejud


" Bagaimana Papa bisa tau ruangan dan password pintuku?" tanyaku heran


" Ya aku tinggal tanya Pak Michael pengurus home tower" Jawab Papa


" Papa kenal pemiliknya? Lalu bagaimana bisa tau password pintuku?" tanyaku masih penasaran


" Lha itu apartemen Papamu dan passwordnya pasti diretas oleh Jhony atau Alex, asisten andalan Papamu. Sayang,kau memasuki Apartemen Jena?" tanya Mama


" Loh,Home tower milik Papa,jadi Papa juga memiliki usaha disini?" tanyaku


" Tentu saja,Papa kan ahli bidang properti dan desain gedung" jawab Mama sambil duduk disampingku


" Iya dan sekarang apartemenmu sudah atas namamu jadi kamu bukan penyewa tapi pemiliknya dan tidak perlu memboyong barangmu kesini karena disini sudah Papa siapkan" Ucap Papa


" Pa, Terimakasih banyak untuk segalanya,dan Papa adalah my Hero, Apartemennya tidak usah diberikan padaku,aku dirumah ini saja sudah cukup,Tapi aku akan membelinya dengan uang hasil kerjaku" jawabku


"Hmmm.. persis seperti mamanya,wanita lain akan girang jika diberi hadiah mahal,tapi kalian ini,yang Mamanya dulu akan tetap membayar sewanya dan anaknya sekarang menjawab akan membelinya, Apakah tidak bisa langsung terima saja dan mengucapkan terima kasih Papa,aku sayang Papa" Jawab Papa sambil menggelengkan kepalanya


" Siapa yang diberi Hadiah mahal Pa?Siapa yang menyewa dan siapa yang berniat membelinya?"tanya Stephanie tiba-tiba datang dan selalu bergelayut manja dilengan Papa


" Kalau Stephanie yang diberikan hadiah jelas akan mengatakan 'Merci Mon Cher Papa' ( Terimakasih Papaku tersayang) sambil memeluk dan menciumku" jawab Papa


" Cuma cium dipipi saja Pa, jangan buat Kak Jena salah paham dong Pa" Jawab Stephanie


" Sudah-sudah ayo kita makan dibawah dan biarkan Kakakmu beristirahat dengan tenang" Ucap Ma


" Mama masak apa? aku sudah lapar" kata Stephanie


" Kalian duluan saja, Sebentar lagi Papa menyusul" ucap Papa


" Untung tadi Mama tidak dengar" ucapku


" Iya,dan untuk Apartemennya itu sudah sah menjadi milikmu,kamu tidak boleh membayarnya,Itu adalah pemberian Papa untukmu" ucap Papa


" Baiklah terimakasih Papa,aku sayang Papa" jawabku sambil memeluk Papa,aku bersyukur memiliki Papa sehebat dan sebaik dia. Dia benar-benar datang disaat yang tepat untuk menolongku dan memberikan kasih sayang dan juga banyak hadiah yang memenuhi lemari kamarku.

__ADS_1


Bersambung...


thanks for reading 😘😘


__ADS_2