EviL Eyes

EviL Eyes
My Dad My Hero


__ADS_3

Happy reading happy people 😉😉


Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan like dan komentar positifnya 😘😘


Siapapun tolong aku...


POV Author


Saat Mai di culik,alarm pada laptop James berbunyi. James sengaja menunggu kedua anaknya berangkat baru memasang beberapa cctv berukuran kecil di apartemen Mai. Sebelumnya juga saat dirumah Pak Tanu Hoorne,dia memasang beberapa cctv berukuran kecil di sofa dan meja,jadi sekalipun tidak bisa melihat kejadian yang berlangsung tapi setidaknya James bisa mendengarkan percakapan dirumah Pak Tanu.


Dari situlah James mengetahui bahwa Mai akan dijodohkan dengan Mario Maurer. James mengajak Nadine dan Stephanie pulang ke Jakarta untuk menjelaskan kepada keluarga Pak Tanu Hoorne yang sebenarnya,bahwa Mai adalah anaknya sebelum mereka kembali ke Prancis.


Namun tentunya James tidak mengajak Nadine karena takut dia mengalami syok. Hal yang paling membuat James sedih adalah melihat istri dan anaknya sedih.


Dan sekarang alarmnya berbunyi,James bergegas melihatnya dan memutar ulang kejadian di apartemen Mai dari cctv yang dia pasang sendiri.


" Jhony tolong retas Kamera pengawas dari daerah sekitar Apartemen home tower ke Bandara,awasi mobil Van Volkswagen hitam" perintah James pada Jhony asistennya


" Baiklah bos" jawab


James bergegas untuk menyusul mobil tersebut. Hal yang James takutkan terjadi, dimana Mai diculik untuk kedua kalinya. Dan untuk kali ini dia tidak ingin mengulangi kegagalannya di masa lalu.


James hampir menyusul mobil Van tersebut,Jhony sudah berbagi info kemana mobil Van itu pergi membawa Mai dan sesuai dugaannya, Mai di bawa ke bandara dan pasti tujuan selanjutnya adalah San Fransisco California Amerika dimana harta Karun keluarga Angkasa di sembunyikan.


James sengaja mengunci darahnya dan darah Stephanie karena tidak ingin membuka harta yang terpendam itu. Karena dari yang James baca di dindingnya tertulis sebuah kalimat " Hal besar akan membutuhkan pengorbanan besar dan mengakibatkan kematian dan bencana besar " . Karena inilah James mencari tau bagaimana mengunci darah agar tidak bisa digunakan untuk membuka segel pintu,Dan setelah mencari tau dari catatan yang ditinggalkan Ayahnya, James bisa tau cara membuka,menutup serta mencegah agar pintu tersebut tidak terbuka.


Dia tidak menyangka bahwa Davina bisa bersekongkol dengan keluarga Maurer untuk membalaskan dendamnya. Dan lagi-lagi Jenanya yang menjadi korban.


James mengetahuinya dari penyelidikan yang cukup lama karena Davina juga memiliki peretas yang handal,untung saja di apartemen Mai sudah terpasang cctv khusus rancangan Jhony yang diset dengan alarm detektor sense.


James terlambat karena Mai sudah masuk kedalam jet pribadi,namun James juga memerintahkan Pilotnya untuk bersiap. James sudah meninggalkan pesan bahwa dia ada urusan mendadak di Amerika dan James yakin Nadine pasti memahaminya jika ada hal darurat.


Setelah penerbangan yang lama...


San Fransisco California Amerika adalah area kekuasaan Jhony,anak buahnya akan melapor jika ada sistem yang meretas dan benar saja, Seakan musuh tidak tau akan hal tersebut, dengan bodohnya meretas cctv jalanan di San Fransisco. Jhony tidak tinggal diam, sebelum peretas memasuki sistem,dia sudah menempelkan virus untuk memblokir akses masuk para peretas.

__ADS_1


James sudah sampai di San Fransisco dan terus mengejar mobil yang membawa anaknya. Dia pantang menyerah. Dan Jhony sudah mengutus anak buahnya untuk mengikuti dan membantu James.


Di sisi lain...


" Pa, kenapa Papa menginginkan Mai?" tanya Mario pada Papanya


" Papa butuh Mai untuk mengambil kembali barang kakek buyutmu" jawab Pak Millard


" Kenapa harus Mai? Apakah boleh digantikan dengan orang lain?" tanya Mario


" Tidak bisa,harus darah dari keturunan keluarga Angkasa yang bisa membuka segel rahasia" jawab Papanya


" Jadi Mai adalah Keturunan Angkasa? jadi dia Jena,itu artinya Mai benar dia akan dikorbankan untuk membuka segel pintu" batin Mario


" Apa yang terjadi jika menggunakan bukan darah dari keturunan keluarga Angkasa?" tanya Mario penasaran


"Pintu rahasia tersebut akan semakin bertambah lapisan segelnya dan untuk membukanya harus menambah darah jadi bertambah pula orang yang harus dikorbankan"Jelas papanya


Mario sudah tau kebenarannya, sekarang dia berfikir bagaimana caranya untuk kabur tanpa ketahuan Papanya. Namun ternyata mereka sudah sampai,saat memasuki tempat tersebut Mario mengamati sekelilingnya untuk rencana pelariannya.


James memperhatikan rumah tua milik Kakeknya dulu. Mengingat segala kejadian di masa lalu dimana kakek dan Papanya meninggal.


James berjalan memasuki rumah tersebut dengan orang-orang suruhan Jhony. Mereka menyebar ke beberapa titik untuk mengepung rumah tersebut.


James mengamati situasi yang berlangsung dan mengendap-endap untuk mendekat.


" Letakkan Gadis itu ditengah pintu dan buat formasi pembuka segel" perintah pak Millard


Pak Millard tampaknya senang karena tujuannya hampir berhasil,lain halnya dengan Mario yang cemas tentang keadaan Mai.


Saat Formasi hampir menyentuh tubuh Mai,James menarik tangan Mai dan memeluknya. Mengetahui hal tersebut dengan cepat Mario mendorong Papanya sendiri beserta orang-orang pembentuk formasi masuk kedalam Formasi tersebut.


Untungnya tepat waktu, karena jika terlambat sedetik saja Mai akan meninggal dengan badan tanpa darah setetespun. Namun untuk korban yang terhisap formasi segel akan terserap oleh pintu dan menjadi bagian dari lapisan segel.


" Papa datang menyelamatkanku?" tanya Mai dengan berderai air mata

__ADS_1


" Papa tidak mau kehilanganmu untuk yang kedua kalinya" jawab James masih memeluk Mai dengan erat


" Dan sepertinya pertunanganmu dengan Mario bisa lanjutkan karena dia tidak berniat jahat terhadapmu" ucap James


" Bukankah Mario yang membuatku sampai disini?" tanya Mai pada Papanya


" Tidak Mai,aku sudah bilang percaya padaku karena aku ingin mengetahui apa rencana Papa sebenarnya,maaf jika membahayakanmu" Ucap Mario menyela pembicaraan antara Mai dan James


" Benar Mai, meskipun Mario menuruti perintah Papanya tapi dia meninggalkan petunjuk di apartemenmu" jelas James


" Jadi Om James,Mai adalah Jena anak Om yang dulu sudah dinyatakan tewas?" tanya Mario


" Kemungkinan besar yang tewas adalah anak dari keluarga Wijaya dan aku sudah menemukan Jenaku" James merangkul dan mencium kepala Mai


" Terimakasih Papa sudah menyelamatkanku,aku tadi sudah putus asa saat sadar ternyata tanganku terikat dan mataku tertutup dan mulutku dibekap" terang Mai


" Apakah tanganmu sakit sayang?" James mengecek luka di tangan Mai


" Bisa gawat jika Mamamu mengetahuinya" lanjut James


" Aku baik-baik saja Pa,aku benar-benar tidak bisa berkata apa-apa selain terimakasih" Mai masih berlinang air mata


" Maafkan Papaku Mai,dan aku juga minta maaf sudah membuatmu takut" Mario menundukkan kepalanya


"Tidak masalah,dan dengan kejadian ini aku jadi tau bahwa aku harus lebih berhati-hati kepadamu" jawab Mai


" Tapi aku sungguh tidak berniat jahat padamu Mai" jelas Mario


" sudahlah bicarakan besok saja, sekarang kita pulang,ayo Mai" Kata James sambil mengenakan jasnya pada Mai


" Benar Papa terbaik,bisa menjadi pahlawan penolongku" Batin Mai


padahal Mario juga berusaha menyelamatkannya.


Bersambung...

__ADS_1


Thanks for reading 😘😘


__ADS_2